LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Aku dan hobi-hobi penyeimbang hidupku

| 13 Comments

Lalang Ungu. Hai.. Pa kabar.. Alhamdulillah kembali bisa menulis lagi di sini, setelah beberapa waktu blog ini  nganggur..hehe.. Kali ini mau nulis tentang hobi-hobiku.
Kuyakin, hampir semua kita punya hobi / hal-hal menyenangkan yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang.  Ada banyak macamnya ya.. Oya, apa hobbymu, teman?
Kalau hobiku sih, sudah sering kutulis di sini ya.. Mudah-mudahan teman-teman tidak bosan membacanya. Hehe..

Aku dan hobiku

Membaca, bisa di mana saja…

Yang pertama kusebutkan jika ditanya apa hobiku, tentu saja : membaca. Ya, kurasa itulah hobi pertamaku. Seingatku sih kusuka membaca sejak masih kecil. Kata ibuku, sejak bisa mengeja kata maka apaaaa saja kubaca. Nama-nama toko di sepanjang jalan yang kulalui rupanya menjadi sasaran baca yang mengasyikkan saat diajak jalan-jalan oleh ibu / bapak. ☺

Setelah SD mulai berkenalan dengan koran dan majalah, sampai ke iklan-iklan kecik pun kubaca! Hahaha…dan paling suka saat (alm) Mbah Putri memintaku membacakan koran untuk beliau. Hehe..  Selanjutnya bahan bacaan pun makin berkembang dan bervariasi sesuai dengan pertambahan usia dan perkembangan zaman.

Sangking hobinya baca, sekarang pun lebih menikmati drakor dari ringkasan per episod yang banyak ditulis di berbagai blog penikmat drakor, dibandingkan nonton langsung! 😀

Dari hobi baca inilah aku mulai mengenal hobi menulis. Kehabisan bahan bacaan, tulis saja sesuatu untuk dibaca sendiri! Tak puas dengan ending suatu cerita, karang saja ending yang diinginkan, lalu tulis untuk dinikmati sendiri. Punya uneg-uneg yang menyesakkan dada, tulis saja biar dada kembali lega! 😀

Aku dan hobiku

Ngeblog itu asyiiik…

Ya, begitulah… bagiku, membaca dan menulis adalah 2 hobi yang saling berkaitan dan seringnya saling menggantikan. Ada saatnya aku lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca, namun ada kalanya pula buku-buku / novel-novel tertumpuk begitu saja, keiginan membaca terkalahkan dengan keasyikan memainkan kata merangkai kalimat.

Nah, kalau hobiku membaca berkaitan erat dengan hobi menulisku, ada pula hobi lain yang terkait dengan hobi menulis ini, yaitu menggubah lagu. Haha…keren amat istilahnya yak? Padahal sih aslinya cuma menyenandungkan puisi dengan nada tertentu yang kukarang sendiri.  Hm, hobi yang ini mulai muncul kala kuliah hingga masa awal-awal memasuki dunia kerja, tepatnya di 1993 (iyaaa…emang sudah tuaaa…hehe..) 😛

Mempunyai puisi ala ala yang makin menumpuk dari hari ke hari, kok tiba-tiba saja ingin ‘membaca’nya dengan cara berbeda, mencoba beberapa nada berbeda lalu akhirnya berhasil menyenandungkan utuh suatu puisi dengan nada-nadaku sendiri.. ah, senangnya…

Kala itu, masih musim kaset. Jadi, selain mencatatnya dalam sebuah buku khusus, lagu-lagu gubahanku itu pun kurekam dalam kaset-kaset, setelah sebelumnya terekam dalam HP saat proses penggubahannya. Halaah.., aku sudah merasa gaya banget waktu itu, meskipun tak ada satupun yg diiringi musik, alias bersenandung saja! Ya maklumlah, aku gak bisa mainkan alat musik. Baca not balok pun tak bisa, tapi sok-sokan ingin punya lagu sendiri! Hahaha..

Aku dan hobiku

Catatan lagu-laguku

Kenapa ngga minta tolong teman lain yang bisa main musik? Malu, itulah jawabnya. Iya, aku ngga PD memperdengarkan lagu-lagu gubahanku itu pada orang lain. Paling-paling ke orang rumah (laguku untuk alm ayah dan almh Mbah Putri), atau satu-dua sahabat dekatku saja. Yah, memang itu hanya hobi saja, jadi tak benar-benar serius kutekuni.

Tapi dari 3 hobiku itu, alhamdulillah hanya hobi mengarang lagu yang sudah lama kutinggalkan, bukan karena tak lagi suka namun lebih kepada terkalahkan oleh kesibukan yang ada. Semakin dalam kumasuki dunia kerja, makin heboh saja rasanya. Waktu tak lagi sepenuhnya milikku. Ada cukup banyak tanggung jawab yang menyita waktu, hingga sedikit sisa waktu yang ada lebih mudah tuk kuisi dengan membaca dan menulis saja. Susaah sekali rasanya mengundang nada demi nada yang ingin kutuangkan.. Jadi.., WHY -lagu ke-67 yang kutulis di 27 Nop 2007- adalah lagu terakhirku sampai dengan saat ini. Entah kapan ada yang baru lagi.. 😑

Kesibukan demi kesibukan menderaku, membuatku agak abai dengan kondisi kesehatanku. Orang-orang terdekat telah mengingatkanku, tapi aku masih saja tak pandai mengatur waktu. Sempat ada masanya, bahkan terlalu sulit mencari waktu untuk membaca, apalagi menulis. Hingga puncaknya, aku akhirnya ‘tumbang’ beberapa tahun lalu..

Usus buntu dan liver sukses berdemonstrasi bergantian, memaksaku untuk mendengar nasehat orang-orang tersayang, mendengar ‘jeritan’ ragaku yang semakin kepayahan dan akhirnya membuatku belajar untuk memperlambat tempo hidupku.

Membaca dan menulis kembali menjadi hobi menyenangkan yang dapat kunikmati sambil mengistirahatkan jiwa-raga. Masa pemulihan yang cukup menyenangkan, dan akupun mulai mengenal hobi baru : jalan-jalan.

Menikmati sunset di pantai, salah satu hasil jalan-jalan…

Lho..masa istirahat kok malah jalan-jalan? Rupanya aktivitas satu ini memang menjadi penenang bagiku. Dengan melihat pemandangan lain di luar rutinitas, menikmati hal-hal baru dari tempat-tempat baru, menjadi obat bagi lelah jiwaku, hingga aktivitas fisik yang kulakukan pun tak terasa berat buatku.  Selain itu, dengan rekreasi ini aku mendapat banyak bahan tulisan untuk blog. Menyenangkan, bukan?

Hobi terbaruku saat ini adalah memotret, meski dengan sarana seadanya yang kupunya. Ternyata sangat mengasyikkan merekam berbagai hal yang kita temui dengan lensa kamera kita. Aku menemukan banyak keindahan yang sebelumnya seolah ‘tersembunyi’ bagiku. Terkagum dengan keindahan dari hal-hal sederhana ataupun sepele yang luput dari perhatianku sebelumnya…dan tentu saja membuatku makin banyak bersyukur atas nikmat-Nya.

Aku dan hobiku

Kamera, teman baru buku-bukuku…

Alhamdulillah, melalui hobi-hobiku ini aku pun mendapat banyak pengalaman baru, salah satunya adalah tergabung dalam komunitas. Senang rasanya berkumpul dengan teman-teman baru yang seminat sehingga seolah telah menjadi keluarga sendiri.

Aku senang punya keluarga-keluarga baru yang terus menjaga kewarasanku, menyeimbangkan hidupku hingga tak melulu berputar di kalangan itu-itu saja. Syukur alhamdulillah atas nikmat ini. Dan sekarangpun aku masih tetap belajar untuk menyeimbangkan hidupku, melalui hobi-hobiku. Semoga tak terulang kesalahan lama…

Oya, tulisan ini untuk menjawab tantangan dari mba Ika dan Arina, dua blogger keren anggota Gandjel Rel yang ‘narik’ arisan link ke-13 ini, dengan melontarkan tema Aku dan Hobiku.

Nah, bagaimana denganmu, kawan..apa hobimu dan adakah cerita khusus di balik hobi itu? Sila share di komen yaaa…

13 Comments

  1. sama mbak, hobi saya juga membaca.
    Tapi sekarang jarang membaca buku, lebih banyak membaca lewat gadget hehe..

  2. Toss mbak hobby kita sama. Berawal dari hoby baca jd bisa nulis

  3. baru tau mbak bisa ngarang lagu…
    hobi foto2nya nggak disebut mbak

  4. aku,,,nggambar, motret, dan sekarang tambah musik

  5. Wah mbak mechta ternyata multi talenta sekali..kapan-kapan mau dong diajarin tips-tips fotografinya biar jepretan semakin bagus 😉

    • Haha…namanya juga hobi mbak..yg penting menyenangkan untuk dilakukan dalam mengisi waktu luang ya.. Insya Allah kapan2 kita belajar cekrek2 bareng ya mbak..saya sih blom pinter, malu kalau harus ngajarin…belajar bersama saja yuuk..

  6. Unik tantangannya 😀 Biasanya yang hobi menulis itu identik dengan suka membaca. Kalau suka traveling, suka motret, suka baca, suka nulis mungkin akan jd blogger travel hehe

  7. Hobikuuu…hm..apa ya.. akhir-akhir ini suka nonton drama hihihi.. Lagi malas ngapa-ngapain

Leave a Reply

Required fields are marked *.