LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Obrolan Sore Mayang dan Bundanya

| 55 Comments

Lalang Ungu. [Fiksi] Bunda sedang memotong-motong cake pisang di meja makan ketika sebuah bayangan tertangkap di ujung pandangnya, memasuki ruang mungil itu. Senyumnya pun terkembang menyambut putri tersayang yang kemudian menarik kursi dan duduk di depannya, dengan muka cemberut…

Kenapa, Sayang..?” tanya Bunda sambil memindahkan potongan-potongan cake ke sebuah piring.

Bun, PR ku hari ini sulit deh..” keluh Mayang sambil bersungut-sungut.

Iya kah? Nah.., bantu Bunda membawa piring ini ke teras, nanti kita bahas PRmu di sana ya..” kata Bunda sambil menyodorkan piring berisi kue itu.

Sigap Mayang menyambut dan berlalu menuju teras, sementara Sang Bunda mengisi cangkir-cangkir dengan teh manis hangat dan menyusul putrinya ke teras.

Nah… PR nya tentang apa, Yang?”

Itu lho Bun, tentang Zero Waste” sahut Mayang setelah menelan potongan cake pisang di mulutnya dan menyeruput nikmat teh hangat buatan Bundanya.

Oh.., tentang pengertian Zero Waste?”

Bukaan… Kalau pengertiannya sudah dijelaskan oleh Bu Guru kemarin..”

Oya…, apa sebenarnya pengertian zero waste itu, Sayang?”

Kata Bu Guru… Zero Waste itu kondisi bebas sampah di lingkungan kita, Bun.. Nah, PR nya adalah diminta menuliskan apa upaya-upaya yang telah kita lakukan untuk mewujudkannya…”

Bunda mengangguk-angguk sambil menikmati sepotong cake pisang.

Menurutmu?”tanyanya sejurus kemudian.

Sejenak hening menggantung.

Dengan mengurangi timbulnya sampah, ya Bun?” tanya Mayang kemudian, dengan wajah kurang yakin.

Iya.. Itu salah satu caranya. Nah, bagaimana cara kita mengurangi timbulnya sampah?

Mayang terlihat mengerutkan keningnya. Sejurus kemudian seulas senyum menghiasi wajahnya.

Melakukan daur ulang ya Bun? Hasilnya seperti kertas-kertas daur ulang yang kemarin kita beli untuk sampul kado?

Ya.., itu salah satunya, yang dilakukan oleh pabrik. Kita juga bisa melakukan pengurangan sampah, meski tidak harus mengolahnya menjadi barang lain, bukan?

Dengan menggunakan barang berulang-ulang sebelum benar-benar harus dibuang, ya Bun?

Sang Bunda tersenyum sebelum balik bertanya kepada Mayang, “Contohnya gimana tuh, Yang?”

Itu Bun… Kemarin kan Bunda motong-motong T-shirt bekas kita, kata Bunda masih bisa dipakai untuk lap dapur dan keset kaki.. Seperti itu kan, Bunda?

Senyum Bunda makin lebar. Diacungkannya jempol kanan, yang membuat senyum Mayang pun ikut melebar.

Aah…aku tahu penggunaan barang bekas lainnya, Bunda..” kata Mayang sambil matanya berbinar-binar ceria.

Oya? Barang bekas apa yang masih bisa kita gunakan kembali?

Itu Bunda…. Waktu itu, aku kan bantu Bunda menanam bunga dengan menggunakan pot bekas sabun cuci ituuu…” jawab Mayang sambil menunjuk antusias pada hasil karya mereka beberapa Minggu lalu, di sudut halaman. Di sudut yang lain ada deretan bunga yang cantik dengan menggunakan kaleng-kaleng bekas susu sebagai pengganti pot. Dan ada pula sebuah kotak bekas kemasan buah yang beralih fungsi sebagai pot sayuran hidroponik di atas tembok pagar mereka.

Mawar tanah dalam pot bekas kemasan sabun cuci

Kangkung hidroponik dalam wadah bekas kemasan buah

Betul nak…kita masih dapat memanfaatkan kaleng-kaleng dan kemasan bekas itu, untuk hal-hal yang berguna. Tidak langsung dibuang dan menumpuk memenuhi tempat sampah..

Mayang mengangguk-angguk dengan gembira. Bunda telah membantunya menemukan hal-hal yang dapat ditulisnya untuk menyelesaikan PR dari gurunya.

Ohya Bunda.. aku jadi ingat. Kita juga pernah membuat prakarya hiasan tirai jendela dari kemasan minuman gelas, bukan?

Ah iya.. Itu materi yang Bunda dapat dari pertemuan PKK RT waktu itu. Bunda malah sudah lupa. Kamu masih ingat cara buatnya, Sayang?

Masih, Bunda… Nih..gini nih caranya..” Mayang pun kemudian menceritakan lagi tahapan-tahapan pembuatan prakarya waktu itu, dengan kedua tangannya yang bergerak-gerak penuh semangat untuk memberikan penekanan-penekanan pada kata-katanya. “Kapan-kapan kita buat lagi yang banyak ya..” pintanya mengakhiri penjelasan panjang-lebar ya.

Boleh…, nanti kita kumpulkan dulu bahan-bahannya” jawab Bunda sambil tersenyum menikmati antusias putri kecilnya. Β Ia merasa senang dapat menularkan ketrampilan yang didapatnya dari pertemuan PKK di lingkungannya.

Contoh hasil anyaman dari kertas koran

Adzan Maghrib sayup-sayup terdengar menyela obrolan seru Mayang dan Bundanya di sore itu.

Nah…sudah Maghrib. Yuk, kita jamaah dulu. Nanti, sambil Bunda siapkan makan malam, Mayang bisa mulai mengerjakan PRnya. Sudah tahu kan, mau menulis apa?

Siap Bun. Sudah banyak cerita yang ingin kutuliskan nih.. Tidak hanya pemanfaatan barang bekas, aku juga mau cerita tentang tas belanja dari kain yang selalu Bunda bawa kemana-mana sehingga tidak perlu tas kresek saat belanja, juga bekal makanan & minuman dari Bunda agar tak harus jajan.. Aah, banyak lagi yang lainnya deh. Terimakasih, Bunda sayaaang,” sebuah kecupan singkat pun mampir di pipi Sang Bunda sebelum Mayang melesat ke dalam rumah, meninggalkan Bundanya dengan senyum lebar dan wajah berseri-seri…

Dan, sebuah sore yang hangat dan indah pun berlalu..

***

#roadto4thGandjelRel #blogchallengeGandjelRel Pekan 2 : Fiksi tentang Zero Waste

55 Comments

  1. Bekas kemasan sabun cair sebagai pengganti polybag, lumayan. Ngirit tur manfaat.

  2. Ide bagus tuh selama ni plastik bekas kemasan langsung buang aja. Daripada beli pot kan bisa kepake ya mbak.
    Btw apik fiksinya ga kek punyaku mbak, geje pwol hiks

  3. Huaaa, tas belanja. Itu masih PR banget. Lebih sering lupa daripada ingatnya. Jadilah klo belanja bulanan paling minta barang2nya di duskan saja daripada pakai kresek.
    Klo belanjanya dikit2 dan bs langsung masuk ke tas saya jg sering nolak si kresek. Kembalikan ke kasir aja πŸ™‚

  4. Dah jadi bayangin ngobrol santai de teras sambil mbahas zero waste. Senang.
    Oya
    Dari kapan tau gitu mbk aku pengen bisa bikin kerajinan dari koran bekas tp belum2 kesampain. Ah semoga deh suatu hari bisa bikin.

    • Nah iya..bayangan saya ngobrol dg kelg di teras itu asyiik.. Realitanya..rumah saya hadap ke barat..jadi kalo sore terasnya panaaas..sangat tak nyaman utk duduk2.. hihi…

  5. Mbaaaa… rajin banget sih, saya jadi maluuuu huhuhu
    Sampah plastik saya banyak, abisnya saya gerah ditimbun kayak pemulung aja rasanya di rumah, bikin banyak nyamuk dan tikus datang saking banyak tumpukan.

    lah mau dieksekusi belum ada waktu, padahal bisa dipakai bermacam-macam ya mba, biar zerro waste gitu πŸ˜€

    • Hihi..yg rajin mah Bundanya Mayang.. Saya nulis fiksi ini lebih utk mengingatkan diri sendiri kok mba.. PR saya di zero waste juga masih buanyaaak..hehe..

  6. Bunganya cantik nih mba, pot nya juga daur ulang gitu. Asiikk ya mba, bisa dibikin cerita sambil edukasi zero waste

    • Hihi…kemarin lihat pot2 ini di sudut kebun dan terbitlah ide untuk fiksi kali ini.. Fiksi ala ala yg intinya sebagai pengingat diri sendiri mba..hehe..

  7. Sukak idenya hihi, memang dari sekarang kita semua harus menjaga bumi dari plastik itu tuh. Dari yang kecil-kecil saja dulu πŸ™‚

  8. Senang ya mba, anak2 sejak dini sudah dikenalkan cara mencintai bumi. Barakallah ya Mayang πŸ˜‰

  9. Wah, bunda… Ajarin dong ngolah limbah sampah jadi sesuatu yang bermanfaat. Sedih banget kalo lihat sampah menumpuk. Aku belum maksimal nih nerapin zero waste

  10. Terpesona banget sama anyaman dari kertas koran.. baru lihat ini, terlihat nggak ada bedanya sama yang dari bambu ya! Kira2 bisa diperoleh dimana ya mba atau adakah tutorialnya?

  11. Aku sesekali juga nulis fiksi mini, tentang apa saja untuk melepas penat, hahaha. Btw, ngolah limbah itu nggak mudah kan mba, butuh ketekunan luar biasa.
    Hanya yang semangat dan rajin saja yang mampu melakukannya, dan produk barunya pasti cakep

  12. Mayang pinter ih, sama bundanya juga pertanyaannya dan obrolannya kritis semua πŸ™‚

  13. Emang jadi tren gerakan yang keren ya tentang zero waste. Semuanya emang mesti dimulai dari rumah. Nggak kebayang nantinya kalau tiap rumah terus menerus menyumbang banyak sampah.

  14. Zero waste ini memang cocok diajarkan kepada anak sejak dini ya mbak, jadinya mereka semakin kreatif menggali ide untuk mendaur ulang sampah.

  15. Kalau tas belanja aku udah mulai selalu bawa, apalagi klo ke bandung plastik belanja sdh ga blh digunakan ya…Semoga makin banyak yg menyadari…

  16. Aku jadi ingat postingan di blogku tentamg membutmat tirai dari bekas minuman gelas di blogku, Mbak. Karena sampai sekarang masih sering dibaca orang. Bahkan dulu aku pernah terima orderan lho bikin tirai itu.

    • Nah..tadinya mau bikin tentang itu, dulu pernah nulis utk antalogi (yg terus ga ada kabare) tapi gak nemu foto2 nya..hehe..

  17. Wah inspiratif sekali ya saat ini banyak sampah rumah tangga yang memang bisa merusak lingkungan, semoga makin banyak masyarakat yg tergerak untuk ikutan zero wasted

  18. aku juga mau ikutan bundanya mayang ah buat melakukan zero waste di rumah dulu sambil mengajarkan anak-anak

  19. Ini go green juga ya mba manfaatkan barang bekas hampir rata2 pot dirumah juga dr kaleng dn plastik bekas

  20. Keren Mbk sudah memulai menanam dengan cara hidroponik aku belum mencoba padahal selalu tertarik dengan hal menanam tapi selalu tertunda deh

  21. Keren Mbk sudah memulai menanam dengan cara hidroponik aku belum mencoba padahal selalu tertarik dengan hal menanam tapi selalu tertunda deh. Jadi ikutan mau nyoba lagi

  22. Owalah bunga itu masih termasuk mawar ya.
    Aku kira bunga lain, sering lihat tapi nggak tahu namanya.

  23. Intinya bijak berplastik ya dalam rangka mewujudkan zero waste?
    Kalau skrng banyak tu bank sampah2 lalu mereka ngajarin ke ibu2 buat mendaur ulang sampah2 yang masih bisa didaur ulang. Wah ini challenge dr komunitas Gandjel Rel ya mbak? Sukses yaa

    • Ya mba..Alhamdulillah mulai banyak yg sadar ya mba.. Betul, fiksi ini untuk meramaikan blogchallenge Gandjel Rel yg ke 4.. Terimakasih mba..

  24. Kita memang harus serius menjaga bumi kita tercinta .. dan dimulai dari kita sendiri

  25. Ah, senangnya kalau ada orangtua yang perduli alam dan mau repot mengenalkan ke anak-anaknya. Suamiku senang nih tanaman hidroponik, hemat tempat

  26. sekarang sudah semakin banyak orang yang sadar untuk mengurangi penggunaan plastik yaa, Mba. Semoga kita termasuk salah satu dari orang-orang tersebut πŸ™‚

  27. Kalau jualan masuknya soft swlling nih mba TAnt hehehje. Kalo cerita fiksi macam begini isinya edukasi terselubung aku suka banget. Hehehhe duh jadi kangen ngefiksi

  28. Buat gombal gaperlu beli ya, pakai baju2 yg udah buluk aja, dipotong2. Aku juga gitu siih.

Leave a Reply to Tuty Queen Cancel reply

Required fields are marked *.