LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Prasmanan lauk di Kampung Jawa Pawone Simbah
Prasmanan lauk di Kampung Jawa Pawone Simbah

Nostalgia Rasa dan Suasana Tempo Doeloe di Kampung Jawa Pawone Simbah

| 113 Comments

Nostalgia rasa dan suasana tempo doeloe di Kampung Jawa Pawone Simbah. Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya… Sahabat, apa yang tebersit dalam benak kalian saat mendengar / membaca kata ‘PAWONE SIMBAH’?

Khususnya bagi teman-teman dari daerah Jawa (Tengah / Timur) pasti sudah tak asing dengan kata PAWON yang artinya DAPUR ini, bukan? Nah, kalau kata ini dirangkai dengan kata SIMBAH yang merupakan sebutan buat seseorang yang sudah tua / orang-tua dari ayah/ibu kita, maka dua kata itu bisa memicu nuansa nostalgia.

Nostalgia akan kehangatan suasana dapur nenek yang kita alami di masa kecil, atau kerinduan akan masakan-masakan enak hasil olahan tangan trampil dan penuh kasih dari nenek kita, yang diolah di dapur jadul yang sarat cerita kebersamaan keluarga.

Nah, mungkin hal itulah yang ingin diangkat oleh pengelola sebuah tempat makan di daerah Batang, menciptakan branding tempat makan dengan menu tradisional lengkap dengan suasana jadul yang sekarang tampaknya sedang nge-trend. Berhasilkah? Hm, sebaiknya kuceritakan dulu kesanku saat berkunjung ke sana ya..

RM Kampung Jawa Pawone Simbah, menyajikan suasana dan menu tradisional

Lokasi RM Kampung Jawa Pawone Simbah

Rumah makan ini terletak di Area Sawah Lebo Kec Warungasem Kab Batang Jawa Tengah. Lokasi ini memang tidak berada di pinggir jalan besar, perlu usaha untuk mencapainya, dengan menggunakan map atau tanya-tanya ke penduduk sekitar..hehe..

Rute ke lokasi dari arah Alun-alun Batang

Dari pusat Kota Batang atau Alun-alun Batang, RM ini berjarak sekitar 5 km dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Dari alun-alun mengarah ke Barat menuju Jl Dr Sutomo (sebelah Hutan Kota Rajawali) lalu terus ke Selatan hingga perempatan RSUD Batang lalu belok ke kiri ( arah Timur ) melalui Jl Dr Wahidin, lalu sampai di pertigaan Puskeswan belok ke kanan ke Jl Tentara Pelajar terus saja ke arah Selatan lalu di perempatan Pasekaran belok ke kanan (arah Barat) ke Jl. Srondo.

Rute ke lokasi dari Kota Pekalongan

Nah, jika dari Kota Pekalongan, jarak dan waktu tempuhnya sedikit berbeda. Misalnya teman-teman bertolak dari Lap Jetayu Kota Pekalongan (depan Musium Batik Pekalongan), maka jaraknya sekitar 11 km dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Dari Jetayu teman-teman bisa menuju ke Jl Sultan Agung, lalu belok ke Jl Semarang, selanjutnya ke Jl Agus Salim hingga ke ujung Selatan lalu belok kiri ke Jl Dr Cipto terus sampai Tugu Adipura ke arah kanan menuju Jl Dr Wahidin terus hingga perempatan Posis belok ke kiri menuju Jl Raya Pantura hingga depan Pasar Grosir Setono. Dari sini ambil arah ke kanan masuk ke exit Tol Pekalongan terus ke arah Selatan hingga perempatan Kel SokoDuwet. Dari perempatan ini belok ke kiri melalui Jl Rimat Bakti sekitar 900m lalu belok kanan ke Jl Sunan Kalijaga, 500 m kemudian belok kanan lagi ke Jl Desa Lebo sekitar 600 m sebelum kemudian belok kiri ke Jl. Srondo dan sekitar 700 m kemudian akan sampai di Kampung Jawa Pawone Simbah.

Hmm, masih bingung dengan arahan ini?  Tenang saja…ada google map atau ‘GPS’ (Gunakan Penduduk Sekitar) alias rajin2 tanya penduduk sekitar..haha..

Pengalamanku makan siang di Kampung Jawa Pawone Simbah

Suasana Pedesaan yang asyik

Setelah sampai di depan lokasi rumah makan ini, kami disambut pemandangan sebuah Joglo vintage dengan lahan yang cukup luas untuk parkir di depan maupun samping kirinya. Pengunjung siang itu cukup ramai juga, terlihat dari beberapa mobil berderet di depan maupun motor-motor yang diparkir di samping.

RM Kampung Jawa Pawone Simbah di Lebo Batang

RM Kampung Jawa Pawone Simbah di Lebo Batang

Terlihat juga meja-kursi yang ditata di bagian belakang  luar rumah Joglo itu, rupanya itu area makan di luar ruang (outdoor) di bawah pohon-pohon rindang yang tumbuh di sekitar Joglo. Untuk melindungi dari panas, ada terpal plastik yang terpasang di sana..eh..kesannya seperti kondangan di desa jaman dulu..haha..

Suasana ruang makan di dalam Joglo

Karena siang itu cukup terik dan terasa berdebu (makluuum..kemaraau..) kami memutuskan untuk makan di dalam rumah Joglo saja. Ada beberapa akses masuk-keluar, yaitu dari depan (1 pintu) dan 2 pintu di samping (dari arah parkiran).

Suasana indoor Kampung Jawa Pawone Simbah

Suasana di dalam RM Kampung Jawa Pawone Simbah

Memasuki Joglo ini, langsung teringat pendopo kelurahan di desa. Ruangan yang luas tanpa sekat, dengan beberapa set kursi ditata membentuk kelompok-kelompok. Ya, begitulah suasana di dalam Joglo Kampung Jawa Pawone Simbah ini : tidak ada meja kursi makan yang seragam tertata sebagaimana rumah makan biasanya. Sebagai gantinya, ada beberapa set meja-kursi kayu & rotan dengan bentuk dan ukuran berbeda-beda, ditata membentuk kelompok dan menyebar di ruangan dari depan hingga belakang. Hm..berasa sedang bertamu di rumah kerabat deh…

Masakan di Kampung Jawa Pawone Simbah tersaji di Pawon

Di mana pesan makanannya ya?

Aku sempat lingak-linguk ketika pertama masuk itu. Setelah mendapat meja kosong agak di bagian belakang, aku pun bertanya tentang daftar menu ke pelayan yang kebetulan lewat di dekat meja kami. Sambil tersenyum, pelayan menunjuk ke suatu arah, dan menjawab “langsung ambil di sana, Bu..”. Oh..self service rupanya. Ok deh.. kami pun melangkah menuju arah yang ditunjukkannya..dan… surprise : ternyata kami masuk ke area dapur!

Prasmanan sayur di Kampung Jawa Pawone Simbah

Sayurnya tersaji di atas tungku menyala!

Pawon / dapur itu merupakan sebuah ruangan cukup luas tanpa sekat dan berdinding bambu. Di pojok pinggir ada meja berisi tumpukan piring, mangkuk dan sendok garpu. Sementara di bagian tengah adalah meja prasmanan di mana pengunjung bisa memilih lauk yang diinginkannya. Adapun aneka sayur tersaji di sebelah meja itu, di atas beberapa tungku yang masih menyala dan masing-masing ada panci / wajan besar di atasnya. Aiih..masakan berkuah itu masing-masing menguarkan aroma sedap nan mengundang lapaaar 😋

Prasmanan lauk di Pawone Simbah

Meja prasmanan lauk di Pawone Simbah

Ah..jadi ini sebabnya dinamakan sebagai ‘Pawone Simbah’ yang artinya dapur nenek. Pengunjung bisa memilih sendiri masakan yang diinginkannya, langsung di dalam dapur. Ada sensasi tersendiri saat memilih-milih masakan di dapur tradisional itu, diiringi pega / asap dari tungku menyala itu yang sungguh aduhai.. hehe..

Prasmanan lauk di Kampung Jawa Pawone Simbah

Dilarang merokok di Kampung Jawa Pawone Simbah

Oh ya di dapur ini (juga di ruang makan di dalam Joglo) pengunjung tidak boleh merokok. Dan ada juga tulisan yang mengingatkan pengunjung untuk mengambil makanan secukupnya. Bagus sekali nih..agar tak banyak makanan sisa dan terbuang percuma, bukan?

Masakan tradisional di Kampung Jawa Pawone Simbah

Apa saja menu masakan yang dapat kita temui di sini?

Buanyaaaak… Haha… Karena tidak ada daftar menu yang bisa kupotret, maka kutuliskan yang kuingat saja ya.. Menu di RM ini adalah menu tradisional yang sering kita jumpai sehari-hari. Ada Jangan Lodeh alias Sayur Lodeh, Sayur Sop, Sayur Mangut, Nasi Liwet, Mie Jawa, Megono, Oreg Tempe, Rawon, Ayam goreng, Ayam bakar, Bebek goreng, Telor Balado, Udang tepung, Pepes Jamur, Botok mlanding, Gadon, aneka gorengan (tahu, tempe, bakwan), dll.

Makan siang di Pawone Simbah

Menu makan siang kala itu di Kampung Jawa Pawone Simbah

Saking banyak jenisnya, jadi bingung milihnya..hehe.. Akhirnya kemarin aku memilih Sayur Lodeh, Udang tepung, Pepes Jamur dan tentu saja Megono sebagai teman nasi. Ohya, Megononya enaaaak… Agak berbeda dari Megono yang kutemui sehari-hari yang berbahan cecek (nangka muda), kali ini yang kuicip terbuat dari daun kol/kubis yang diberi bumbu khas Megono. Megono Demang namanya. Kata mbak yang masak, itu salah satu jenis Megono khas Batang..hmm..yummy

Megono Demang di Kampung Jawa Pawone Simbah

Megono Demang khas Batang

Untuk minumannya ada kopi khas Batang, Teh (panas/dingin), Jeruk (panas/dingin) dan…Jamu! Antara lain Jamu Beras Kencur dan Kunir Asem, yang kami pesan kemarin disajikan dingin dalam cangkir seng nan jadul, menemani sajian masakan dalam piring seng jadul juga ☺

Oh ya, ada aneka jajanan jadul juga lho di sini. Sepanjang dinding samping yang berbatasan dengan area dapur itu, ada meja panjang untuk display aneka ragam jajanan jadul : cenil, klepon, grontol, ketan serundeng, putu mayang, dll.. Klethikan (snack kering) ada juga, tersaji dalam toples kaca jadul juga ada di ujung, berdekatan dengan kopi bubuk khas Batang dalam kemasan yang menggoda untuk dibawa pulang.

Pojok Jajanan Jadul di Kampung Jawa Pawone Simbah

Pojok Jajanan Jadul di Kampung Jawa Pawone Simbah

Jadi, apakah upaya pengelola untuk menciptakan suasana jadul penuh nostalgia di RM Kampung Jawa Pawone Simbah ini berhasil?

Bagiku ya! Menurutku, pengelola RM Kampung Jawa Pawone Simbah ini telah berhasil menciptakan suasana tempo Doeloe lengkap dengan menu-menu tradisional yang ngangeni alias mengundang rindu.

Suasana ruang makannya nyaman, meskipun ada sedikit catatan yaitu perlu penerangan yang lebih baik sehingga tak terkesan singup karena agak remang-remang. Oh ya ada sudut-sudut yang ditata dengan barang-barang jadul, mungkin dimaksudkan untuk area pepotoan namun pencahayaan di dalam Joglo saat itu (meski siang hari) terasa  kurang mendukung.

Peralatan Jadul di Kampung Jawa Pawone Simbah

Pojok Jejadulan di Kampung Jawa Pawone Simbah

Sedangkan suasana dapur tempat mengambil makanan, yang sekaligus juga untuk memasak menurutku kurang nyaman. Asap api dari tungku agak mengganggu dan kesibukan memasak di sana malah tampak seperti suasana rewang saat ada hajatan di kampung..hehe..

Kampung Jawa Pawone Simbah

Suasana masak di Pawone Simbah

Nah, teman..itulah cerita pengalamanku bernostalgia rasa dan suasana tempo doeloe di Kampung Jawa Pawone Simbah yang terletak di daerah Batang Jawa Tengah. Jujur, aku masih ingin ke sana lagi, karena ada beberapa masakan yang kemarin belum sempat kucoba. Pengen juga merasakan ngiras makan di  area outdoor juga..hehe.. Kalian penasaran juga? Atau punya pengalaman makan di sini? Yuk, ceritakan di kolom komen yaa…

113 Comments

  1. Wahhh suasananyaaaaa menyenangkan bangettt. Sekarang kaum urban justru suka yg kayak gini mbaak
    Kopi klothok d Jogja itu kan laris manisss tanjung kimpul

  2. Paling asyik bisa makan dgn suasana pedesaan sensasinya luar biasa..hehe

  3. Aku baru tau pawon artinya dapur..hehe…kayanya kalo kesini aku bakal betah leyeh2 deh

  4. Batang itu deket pakalongan kan ya mbak? ada saudara jauh aku orang pekalongan deh.. dia udah pernah makan disini belum yak.. mau deh kalo ke batang diajin makan di daerah kampung jawa pawon ini.. banyak juga ya pilihan menu makanannya

  5. Seperti namanya, benar-benar berasa seperti masuk ke dapur si mbah dan bisa mencicipi berbagai makanan tradisional ya Mbak. Baca postingan Mbak ini bikim Saya jadi penasaran juga engen mengunjungi Kampung Pawon Simbah

  6. Udah lama gak nemu rumah Jawa. Lihat ini kok mau ke sana juga. Mana makanannya pas di lidah nih. Jajan tradisionalnya juga menggoda

  7. Huaa menarik banget ya restonya, makanan sama tradisional ada disana terus tempatnya Jawa banget ya.

  8. Megono ini kayak urap ya Mbak. Persis banget. Apa memang urap tapi beda istilah ya kalau di Batang?

  9. mantap punya mba, suasananya zaman baheula banget yah

  10. Kebayang nikmatnya makan disini mba. Makananya kliatan sederhana tapi menurutku emang enak karna suasannya juga mendukung.

    Selain itu, sensasi makan depan tungku juga bisa jadi pilihan 🙂

  11. Waaaduuuh, sedep banget itu makan Megono khas Batang di rumah yang tradisional. Berasa otentik ya Mbak, suasananya nambah sedep….

  12. oh ini yang kemaren dibahas mas Trias itu ya? aku pengen rono dadine mbak, pengen mangute kui.

  13. Hmmm dapurnya si mbah kl aku mikirnya mbak. Unik banget ya tempat makannya, pembeli langsung menunjuk makanan yang akan dimakan di dapur. Ambil makanan secukupnya supaya gak mubazair ya. Wah aku kangen megononya mbak, di sini gak ada yang jualan

  14. Bagus ya konsep rumah makannya, jadi inget sama dapur nenek di kampung. Dulu, aku tinggal sama nenek, dapurnya pun luas dan ada Hawu, semacam kompor yang memakai kayu bakar. Tapi masakannya selalu nikmat, katanya sih dari bau pembakaran dari kayu itu. Wallahualam.

    Jadi pengen nyobain makan di Pawon Simbah nih, udah lama ga ke batang, seakrang sudah rame ya.

  15. Kalau saya, sih, pasti nyaman jika makan di sana soalnya orang kampung, hi hi. Pan asyik aja bisa bebas ambil makanan dan makan apa saja yang disukai sesuai porsi yang kita sanggup habiskan. Saya selalu penasaran dengan masakan tradisional. Pawon Simbah tempat oke untuk nostalgiaan. Lagianm saya suka konsep rumah besar. Duh, jadi ingat rumah besar di Jalan Stasiun Pangandaran.

  16. Ya ampun itu menunya menu ndeso yang enak banget. Kalo makan bikin nambah. Aku suka semua itu menunya mbak

  17. Bener-bener nostalgia.
    Interiornya, makanannya…wuaaah~
    Jadi bingung yaa…mo pesen apa…karena semua menu makanannya bikin nostalgia banget.

  18. Ya ampun, ini sih sensasinya jadul banget ya. Ambil makan sendiri di dapur. Pingin mampir deh, kapan2

  19. Kalau gini mah aku senang banget mbak, makan ambil sendiri secukupnya dengan anek menu. Jadi pengen cobain, apalagi klasik banget dan kembali ke jaman dulu mbak.

  20. Suasananya jadul banget ya mbak. Kayak pawon simbahku di solo dulu. Pas aku kecil kalo keluarga ngumpul dan ngobrol malah suka di pawon. Hangat suasananya

  21. Waaaa jd inget simbah gunungkidul kl masak masih pke pawon dan masakanya enaaak bgt ada sensasi sangit2nya.. Ehehehe

  22. Namanya saja udah keren banget. Kursinya… duh mbahku dulu punya mbak. Penjalin gitu. Masakannya juga bikin mulut mekeleh nih

  23. Lho diriku sudah beberapa kali ke pekalongan kok belum pernah ke sini, coba.. Gimana dong ah

  24. Suasananya bisa bikin betah nongkrong sambil menikmati aneka masakan yang khas dengan dapur mbah sendiri
    Harganya pun aman untuk saldo rekening hehehe

  25. Wah, ini konsep resto-nya unik. Berasa main ke rumah simbah, dimasakin, trus ambil makan sendiri di meja makan. Mau ke sana ah, mau makan masakan simbah juga.

  26. dalam bahasa bali Pawone juga berarti dapur mbak, hihi nikmat banget ya serasa makan di dapur jaman dulu masih pakai kayu dan tungku batu

  27. wow, enak kayaknya, mungkin aku kalau ke sini bisa kalap berapa piring ya hahahha, maklum, pecinta makanan tradisional

  28. Wah ini bakal jadi agenda akhir pekan sama keluarga nih, njajal pawone simbah…makanan dan suasananya menyenangkan bgt

  29. Weeh kaya dolan ning sedulur e dhewek mbaaa hihihi. Ngga kerasa RM ya. Malah berasa familiar bgt. Pasti enak2 dehh itu, ngiler euy

  30. Aduh sayang banget aku baru baca. Aku bulan lalu ke Batang, Kak. Mampir ke Batang Dolphin Center habis dari Pekalongan. Bingung cari tempat makan. Alhasil ya yang ada aja. Haha
    Semoga kalau pas lewat bisa mampir sini.

  31. Waah…kayaknya enak tuh masakannya, ala ndeso gitu ya mbaa. Aku pernah makan di suasana kayak gini di Jogja, namanya Warung Kopi Klothok. Harganya murah, makanannya enak. Oh iya, di sana makanan favoritnya pisang goreng

  32. Mba, justru asap dari tungku itu yang menyenangkan lhooo… Aku kangen dengan pawone simbahku yang sekarang sudah musnah. Rumah jaman kuno sudah diubah semua, dijadikan modern dan ga ada pawone meneh. Sayur lodeh kalau dimasak pake pawon, ada bau asep-asepnya itu lhooo.. jozz gandhoz 🙂

  33. Konsep RM Pawone Si Mbah ini unik ya, kesan sederhana tapi aku yakin makanannya enak-enak. Jadi pengen coba kulineran di sini. Andai dekat..

  34. Jadooooooool, sekaliiii.

    Tapi malah jadi berasaaaaa kayak nostalgia gitu ga sih? Dulu waktu saya kecil, di rumah mbah saya sepertinya suasananya persis begitu :’)

    Syahduuuu.

  35. Kebetulan mau ke Pekalongan Minggu depan. Wah lumayan nih bisa nostalgia an sama makanan jadul. Soal harganya gimana Mbak? Takut kalap semua dicoba. Hahaha

  36. Duuhh liat meja prasmanannya bikin perutku kukuruyuk nih mbak, makanan khas rumahan yg ga mbosenin ya menunya

  37. Huwwwo, surga kuliner banget ini sih.
    Manalagi semua lauk pauk disajikan hangat.
    Sungguh sangat menyehatkan, bagi badan, juga bagi jiwa.

  38. Beneran ya kayak rumah nenek uyut, ada tungku, makanan ngambil sendiri, kursi jati atau rotan..nostalgia deh pengunjungnya…disuruh ambil secukupnya dong makanannya hihi

  39. Bagus ya konsep restonya.. nggak cuma lokasi, bangunan dan interiornya. Menu-menunya juga cucook…pas buatku yang lidahnya Jawa banget.. hehe. Kalau pas ke rumah saudara di Batang wajib mampir inii.

  40. wah enaknya bisa ngambil lauk langsung ke dapur, proses masaknya juga di pawon yang sama mbak?
    incaranku itu yang menu2 khas Batang, belum pernah lihat di tempat lain

    kalau nda ada menunya, mesti tanya2 dulu ya yang mana lauk khas setempat

  41. Sambil makan bisa mencium aroma masakan ya kan deketan tuh dengan tempat makannya. Eh ada juga barang2 dan mainan jadoel kayak congklak dll. Kesannya tempo doeloe banget ya tapi gelaaap itu makannya cukup sinar lampu ga? Hehehe. Camilannya juga lumayan komplit ya. Ah jadi mau 🙂

  42. Unik banget prasmanannya ambil di dapur. Berasa beneran ngambil makannan di rumah si mbah yaa…

  43. Ya ampun, mbak. Aku suka banget suasana dapur tempat ambil makanan itu. Bener-bener kayak di rumah simbah, lengkap dengan dinding gedhek yang berlobang-lobang kecil. Rumah kerabat ibu di Gunung Kidul juga masih kayak gitu. Sayangnya ada beberapa detil yang merusak konsep, seperti kehadiran kulkas itu. Kalo menurutku nggak perlu ada sih.

    Peralatan makan dan menu makanannya juga ndeso banget, terbayang kenikmatannya! Baru tau Batang ada kopi. Cicipin nggak, mbak?

    Salut sama pihak pengelola yang tegas melarang rokok dan mengingatkan pengunjung supaya ambil makan secukupnya. Banyak orang yang memang suka laper mata terus ambil banyak-banyak, eh ternyata nggak habis. Indonesia itu pembuang sampah makanan terbesar di dunia!

    Nggak nyangka lokasinya ada di Batang, kirain ada di kota-kota populer kayak Jogja atau Solo gitu.

  44. Yaampun.. Jadi berasa di rumah saudara yang mau hajatan ya mbak ya. Banyak yang masak dan dapurnya pun begitu. Enak banget ya suasananya

  45. Suasananya jadul tapi makanannya aku yakin enak banget tuh. Rasanya makan dengan tempat kyk gini pasti makannya lahap.

  46. Pas banget niii. Akhir November mau main ke Pekalongan ama temen. Lagi ngelist nih, selain Taoto apalagi sih kuliner Pekalongan.
    Sip…aku bookmark. Makasih ya sharingnya…

  47. Wowww kulinernya khas banget nih, belum rumah joglo nya bikin suasana adem banget

  48. Duhh aku jadi ngiler mbak lihat tampilan masakannya yang banyak ituh.
    Beneran kayak rumah simbah ya suasananya. Aku pasti suka kalo makan di sini, karena enggak boleh merokok ya pengunjungnya, hihii

  49. Wah asyik banget suasananya ini, aku jadi ngiler
    Bener-bener terasa nuansa tradisionalnya
    Dulu waktu tol trans Jawa belum jadi kayak sekarang, sering nih lewat Batang trus nyari-nyari kuliner setempat, tapi belum pernah nyobain di Pawone Simbah
    Sekarang udah jarang mampir Batang, tolnya bablas huhuhu

  50. Waah jadi kangen masakan mbahku nih
    Ini di Batang ya Mbak? Bisa mampir nih kapan kapan kalau pas pulkam.

  51. Wah, lumayan total juga ya suasana jadulnya.

    Lalu kalau tidak ada enunya, tahu harganya dari mana?

    Aku tuh kalau melihat makanan disajikan dalam wadah yang besar banget malah jadi nggak nafsu makan, kesannya kok kayak banyak banget gitu.

    Dan di salah satu gambar yang mbak upload, keberadaan kulkas itu merusak kesan jadulnya kalau menurutku 🙂

  52. Wiiih konsep rumah makannya unik banget ya.. Jadi ngambil makannya memaang di dapur.. Hehe pantes nama tempat makannya pawon.. Suasananya jadi bener-bener kayak ada di rumah eyang di desa ya, Masih tradisional banget keliatannya..

  53. Suasana rumah Simbah nya dapat banget ya, jadi nyaman dan penuh nostalgia ya menginap di sana..

  54. Duh menu Pawone Simbah bikin laferr.. Suasana pedesaan nya maksimal bangett plus properti pawonnya. Kapan ya bisa lewat Batang lagi..

  55. Betahin banget suasananya Dapurnya si mbah eh Pawone si Mbah. Aduuh liat makanannnya semua aauto ngiler aku tuch.

  56. Nuansa perkampungan khas Jawa nya berasa banget dengan rumah joglo ya itu. Tapi agak disayangkan ya..kalau daerah nya kurang strategis
    Biasanya tak banyak yang tau. Aku pernah ketemu tempat makan dengan suasana seperti ini di Yogyakarta

Leave a Reply

Required fields are marked *.