LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Dancing Joy Movie

Memanjakan Mata Lewat Dancing Joy Movie

| 69 Comments

“Mungkin tidak setiap hari baik, namun ada sesuatu yang baik di setiap hari. Dan tarian adalah kegembiraan gerakan dan hati kehidupan”

Aku lupa pernah membaca quote tentang tarian itu di mana, namun aku setuju dengan petikan itu karena pada dasarnya aku memang penikmat tari. Sejak kecil kami telah diperkenalkan dengan tari, mengikuti latihan tari Jawa adalah salah satu rutinitas menyenangkan di masa SD-SMP kami. Ah…kangen juga dengan masa-masa itu!

Meskipun sudah lama tak lagi aktif menari, namun masih selalu suka menikmati gemulai para penari dalam aneka tarian yang tersaji, baik melalui sebuah tontonan langsung ataupun melalui video / film. Itu sebabnya, aku langsung mengiyakan dengan senang hati ketika beberapa waktu lalu seorang sahabat mengundangku mengikuti acara private film screening Dancing Joy Movie. 

Menikmati tarian dari 14 negara dalam satu sajian film? Wow..pasti asyik! Nah..melalui tulisan ini akan kubagikan keasyikan itu pada kalian 🙂

Tentang Dancing Joy Movie

Dancing Joy Movie

Dancing Joy Movie (Foto : FB @dancingjoymovie )

Apa itu Dancing Joy Movie?

Sebelum kucerita lebih lanjut, ada baiknya ku perkenalkan dulu tentang film yang kutonton kemarin ini ya..

Dancing Joy Movie adalah sebuah film dokumenter berisi tari-tarian yang merepresentasikan budaya dari 14 negara yang berbeda yang keseluruhannya terjalin dalam satu musik klasik yaitu Beethovent’s Ninth Symphony.

Simponi no 9 atau terkenal juga sebagai “Ode to Joy” ini merupakan karya terakhir Sang Legendaris Ludwig Van Beethoven yang digubah pada tahun 1824 dan pada gerakan keempat / terakhirnya menggunakan choral symphony  -paduan suara dan penyanyi solo- dengan menggunakan lirik dari puisi ciptaan Friedrich Schiller.

Kate Tsubata -produser film ini- dalam konferensi pers di Hotel The Sidji Pekalongan pada 21 Juni 2018 lalu menyatakan bahwa pembuatan film ini adalah untuk perdamaian. Menurutnya, seni tari yang ditampilkan dalam film mempunyai kekuatan untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian.

Oya, tim kreatif Dancing Joy Movie ini ada 4 orang, yaitu : Kate Tsubata (producer), Lan Tsubata Lee (director), Henrik A Meyer (director cinematography) dan Yousake Kiname (camera operator). Sedangkan unit producer dari Indonesia ada Isman Habibillah dari Global Peace Foundation (Jakarta) dan Jachinta Chandrasari selaku koordinator di Pekalongan.

Tim Dancing Joy Movie

Tim Dancing Joy saat Konpers di The Sidji Pekalongan, Juni 2018

Partisipasi Pekalongan Menari dalam Dancing Joy Movie

Apa sebenarnya keistimewaan film ini, terutama bagiku (dan warga Pekalongan)?

Film ini terasa lebih istimewa bagi kami (dan mudah-mudah juga untuk Indonesia) karena ada keterlibatan kreasi anak Bangsa khususnya dari Pekalongan!

Adalah Pekalongan Menari, sebuah kelompok tari dari Pekalongan yang terlibat dalam pembuatan film ini melalui partisipasi 11 penarinya dalam sebuah tarian yang terpilih mewakili Indonesia sebagai salah satu dari 21 negara yang tariannya diseleksi dan akhirnya menjadi salah satu dari 14 negara yang menjadi bagian dari Dancing Joy  Movie ini.

Pekalongan Menari

Penampilan ‘Pekalongan Menari’ di acara konferensi pers tim Dancing Joy Movie di The Sidji Pekalongan 2 tahun lalu

Tari kontemporer dari Pekalongan Menari yang lolos audisi ini merupakan koreografi karya bersama Cahya Ari  Safira dan Arief Rachman Hakim, keduanya dari Pekalongan. Tari SINTREN adalah sumber inspirasi dari tari kontemporer tersebut. Adapun para penari dilatih oleh Sanggar Tari Surya Budhaya Pekalongan dengan iringan musik tradisional dari Kelompok Seni Suma Budhaya Pekalongan. Kolaborasi para seniman keren, dengan hasil yang keren byanget! 😍

Oh ya, shooting tarian untuk part Indonesia dilakukan di 2 lokasi yaitu di Museum Batik Pekalongan dan di Pendopo Kabupaten Pekalongan.  Dua lokasi cantik yang mewakili keindahan budaya Pekalongan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Pekalongan Menari Dancing Joy Movie

Tim Pekalongan Menari dan Tim Dancing Joy Movie usai shooting di lingkungan Pendopo Kab Pekalongan, 2018 (Foto dari akun IG @ahmad.khanafii)

Penghargaan yang Diperoleh Dancing Joy Movie

Oya teman, film dokumenter ini memang bukan ditujukan untuk keperluan komersil semata, melainkan untuk keperluan edukasi kebudayaan dan diikutkan dalam festival-festival film dunia.

Dan ternyata, hasilnya sangat menggembirakan, mendapatkan berbagai penghargaan dari festival-festival film tersebut, antara lain :

  • 2020 IndieDance Film Festivalbest choreography / gold; best cinematography / silver; best director / bronze; best producer / bronze; best future documentary / bronze.
  • 2020 Doc Without Border Film Festival outstanding excellence; excellence in editing.
  • Lady Filmmakers Festival best dance future film.

Salah satu penghargaan adalah dari Lady Filmmakers Festival (Foto dari akun IG @dancingjoymovie )

Wiii…banyak penghargaan ya.. makin semangat deh untuk nonton filmnya!

Private Film Screening Dancing Joy Movie di Pekalongan

Screening internal Dancing Joy Movie

Undangan private screening Dancing Joy Movie

Nah, pada hari Sabtu 10 Oktober 2020 kemarin, aku berkesempatan mengikuti acara private film screening Dancing Joy ini. Waah..seruuu…

Acara berlangsung sejak sore hingga malam hari, bertempat di Berkomunikasi Coffee and Tea -sebuah Kedai Kopi dengan nuansa Jepang- yang berlokasi di daerah Poncol Kota Pekalongan, diselenggarakan oleh Pekalongan Menari bekerjasama dengan Cinta Pekalongan dan Berkomunikasi Cinema.

Host Screening Internal Dancing Joy Movie

Khanza & Jachinta, host Private Film Screening Dancing Joy Movie Pekalongan, membuka acara.

Meskipun saat itu hujan sedang mengguyur Pekalongan dengan cukup deras, namun para peserta acara tetap enjoy menikmati acara ini. Rupanya dari sekitar 15-an peserta kemarin, didominasi oleh mereka yang terlibat langsung yaitu para penari dan tim kreatif, juga pemerhati seni Kota Pekalongan.

Nobar Dancing Joy Movie

Lesehan nobar Dancing Joy Movie di Berkomunikasi Coffee and Tea

Screening internal Dancing Joy Movie Pekalongan

Sebagian undangan Private Film Screening Dancing Joy Movie Pekalongan (Foto by Jc.studio)

Senang rasanya menikmati film ini sambil mendengarkan nostalgia mereka saat latihan hingga pelaksanaan shooting film di 2 lokasi itu. Terbayang kehebohan mereka yang dandan sejak subuh pada hari H shooting, dan melakukan tarian beberapa kali pagi-siang untuk keperluan pengambilan gambar itu. Kerempongan yang berbuah manis!

Saat bagian yang mereka tarikan tampil di layar, seruan-seruan gembira terdengar dan tampak wajah-wajah bahagia dan bangga melihat hasil karya mereka dinikmati orang banyak, bahkan dunia internasional. Sungguh, akupun turut merasa bangga karenanya. Gemulai tarian kita, tak kalah menariknya dengan dinamika tarian lain. Kostum khas tradisional kita melengkapi keindahan yang tersaji dari penampil-penampil lainnya. Bangga Pekalongan, Bangga Indonesia! 😘

Pekalongan Menari

Salah satu part yang ditarikan oleh Pekalongan Menari di Dancing Joy Movie (Foto dari akun IG @ahmad.khanafii)

Secara keseluruhan aku merasa sedang piknik ke berbagai negara dan mengenal bagian budayanya saat melihat film berdurasi sekitar 90 menit ini, karena para penari menampilkan gerakan tarian didukung dengan kostum nan unik khas masing-masing negara, dan juga shooting-nya di lokasi-lokasi cantik. Benar-benar memanjakan mata dan hati! 😍

Tarian di Dancing Joy Movie

2 tarian lain, dari Scotlandia dan Jepang (Foto dari akun IG @dancingjoymovie )

Penasaran dan ingin menonton film ini juga? Capcus merapat ke akun-akun sosmed Dancing Joy Movie deh..ada FB, YouTube, IG dan juga blog Dancing Joy Movie. Saat ini film dapat ditonton melalui DVD berbayar yang dapat diakses melalui link yang ada di sana. Mudah-mudah nantinya ada akses yang lebih bebas untuk menikmati film keren ini. Semoga 🙏

Oya di akun FBnya saat ini ada link yang bisa diakses untuk nonton sampai dengan hari Minggu 11 Oktober 2020 ini lho.. Cek ke sini deh…

Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah sekelumit ceritaku setelah nonton bareng (istilah kerennya film screening) Dancing Joy Movie. Ada yang suka menari / menikmati tari-tarian juga? Nonton juga deh..dijamin gak nyesel wis to! 🙂

69 Comments

  1. Keren nih Pekalongan. Sudah berpartisipasi dalam Dancing Joy. Semoga bisa memberikan banyak semangat bangsa yaaa. Nanti coba nyari deh. Film festival kaya gini biasanya hak langsung tayang secara umum

  2. Di Pekalongan udah ada hujan ternyata ya mbak, di sini masih jarang nih. Walaupun hujan pesertanya tetap semangat lihat acaranya ya. Unik banget pagelaran kaya gini lihat tarian-tarian budaya dari 21 negara

  3. keren nih filmnya udah banyak penghargaan diraihnya. penonton pun bisa lebih kenal dengan tarian Indonesia

  4. Aduh keburu ga ya saya ikut nonton di link FB nya itu. Sampai hari ini dong terakhir ya.
    Keren dan bangga nih Pekalongan yg mewakili Indonesia bisa satu frame sama tarian negara lain dalam sebuah film

  5. Seneng ih liat film Indonesia banyak penghargaan gini. Adik iparku orang Pekalongan mbak. Hehe.

    • Bukan film Indonesia sih mba..tim kreatifnya dari AS, cm kita berpartisipasi sebagai salah satu talentnya sj..hehe..

  6. Seru banget ya, ternyata ada penampilan dari Pekalongan juga. Keren deh, bisa meraih banyak prestasi gitu. Jadi pingin terlibat dalam film yang mengukir prestasi begini.

  7. MasyaAllah… Bangga!! Pekalongan memang luar biasa, Seni tari yang ternyata hingga saat ini masih ada. tentu saja batik dimana-mana juga membuat hidup suasana yang Indonesia banget. Kepengen nonton filmnya.. ^^

  8. Senangnya, Mbak, bisa jadi bagian penonton eksklusif ya berarti. Kemudian kota Pekalongan bisa jadi bagian untuk memamerkan Indonesia dikancah internasional. Ngomong-ngomong soal menari, itu termasuk bakat ya, Mbak? Soalnya aku kurang suka sama pelajaran tari ini dari semenjak SMP sampai kuliah. Karena aku merasa kok badanku kaku banget, wagu gitu kalau nari. Hihihi.

  9. Luar biasa ulasan nya… mewakilkan secara tertulis dgn indahnya screening film dan esensi Dancing Joy Movie. Bagi kami keterbatasan bukan halangan, malah justru menjadi cambuk semangat! Terimakasih telah berbagi rasa kegembiraan bersama Pekalongan Menari

    • Terima kasih kesempatan nonton bersama ya.. Sukses selalu utk Pekalongan Menari. Semoga ada lagi kesempatan keren berpartisipasi di acara / film internasional ya..

  10. Iki kok keren biyangeeett tho Mbaaa
    Selalu sukaaa dgn gelaran seni seperti ini
    walau secara virtual, justru menarik bgt ya

  11. wah kerennya Pekalongan bisa sejajar dengan negara lain untuk screening film Dancing Joy ini 🙂 walau secara virtual tapi tetep menarik ya

  12. Aku belum nonton ka Tanti, sepertinya bisa jadi salah satu rekomendasi untuk kita yang ingin lebih mengenal budaya tarian khas Indonesia.

  13. Pekalongan mendunia, nih. Saya suka acara tari-tarian begini. Selalu ada yang unik dari setiap tarian

  14. Yang kepikiran memfilmkan malah org luar ya hehe.
    Ini ku kira postingan baru ternyata udah ada sejak lama a, filmnya jg udah produksi. Ada di YT channel gtu gak sih mbak?
    Yg di FB aku dah nelat taunya hehe

  15. waaah kerennya Pekalongan Menari bia dapat kesempatan emas ini. Saya pengen lihat juga, gimana caranya ya Mbak ….

  16. pas masih usia TK, ibuku pengen banget anaknya bisa nari jaipong sama kaya temen TK ku yg rambutnya terurai panjang dan cantik juga berisi. Alhamdulillah dulu masih belom selincah sekarang jadi bakat terpendamku itu cuma orang-orang dekat aja yang tahu ahaha

    • Rata-rata saat SD kita sudah diarahkan utk berkiprah seni ya mba..setelah remaja dan dewasa baru kita yg tentukan sesuai minat kita..

  17. Pekalongan keren! Aku salut dan bangga deh kalau seni dan budaya kita diangkat seperti ini. Menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian dan budaya sendiri dan tentunya mengangkat Indonesia di mata dunia. Kita juga bisa mengenal seni dan budaya negara lain juga, kaaan …

    Aku langsung searching dong di Youtube, hihihi …

  18. Aaak sedih aku telat bacanya, udah lewat tanggal 11 padahal penasaran Dancing Joy Movie. Btw, saluuuut buat Pekalongan Menari yang ikutan di film ini. Bangga dengan Indonesia, tariannya ditonton di kancah internasional.

  19. Wow, i am so late. The latest at 11 oct to watching free, hihihi. But read your story i know something is full meaning for our culture. I am support full. I hope this project continued

  20. waaa keren banget ya..brruntung sekali bisa nobar sama penarinya juga..Kan aku jadi pengen nonton juga hehe…

  21. Aku juga suka menari, kak Tanti.
    Dulu SD ikut menari tradisional, SMP modern dance dan kuliah, aku ikutan mempelajari tarian yosakoi Jepang.

    Seru sekali yaa…
    ada acara manarik begini, kak Tanti….ikutan happy.
    Hear the Music dan let’s dance~

  22. baca ceritanya aja bikin pengen nonton banget nih filmnya, keren dan salut buat film ini atas penghargaan yang diraih

    • Iya..keren mba. Menyatukan 11 tarian berbeda dalam satu rangkaian berdasarkan 1 music tertentu, sudah terbayang effort-nya ya..

  23. Seneng banget ada film buatan lokal yg mendunia, isinya tentang kebudayaan daerah pula, keren nih filmnya, wajib tonton

    • Maaf ini bukan film lokal mba. Tim kreatif semua dari AS, kita (Pekalongan Menari) berpartisipasi sebagai talent penari..

  24. Senangnya kalau ada film dokumter yang berkualitas seperti ini. Tak mudah dan tak banyak yang memilih tari sebagai jalan hidupnya. Dan harus kita apresiasi

  25. wuahh..salut sama Pekalongan Menari yang mewakili Indonesia di tayangan Dancing Joy Movie ini 🙂

  26. Aku seneng mba lihat film tari-tarian gini, apalagi tarian dari berbagai negara yaaa… Wah banggane pol ini Pekalongan masuk ke dalam film ini. Selamat yaaa untuk Pekalongan.

  27. Huaa aku baru tau nih film dokumenter ini kayaknya seru ya dan seakan kita juga bisa menjelajah ke berbagai negara lewat tarian khas mereka.

  28. aku baru tau film dokumenter ini, mbak. makasi rekomendasinya yaa, sangat menarik. karena aku dulu pun juga penari tradisional weheheh jadi melihat2 gambarnya serasa nostalgia

  29. Kalau jenis tariannya kolosal seperti tari Saman aku suka mungkin karena kekompakan nya ya,

  30. Yang kemarin malah aku ketinggalan mba Tant, ikutnya yang dulu tok
    aku keleewat informasinya. Seu banget ya Mbak.

Leave a Reply to Diane Cancel reply

Required fields are marked *.