Hai Sahabat Lalang Ungu, tak terasa tahun 2022 tinggal beberapa hari lagi dan segera akan berganti menjadi Tahun 2023. Semoga sahabat semua tetap sehat dan bahagia hari ini dan hari-hari selanjutnya ya..
Sahabat, beberapa waktu lalu aku bersama rekan-rekan penyuluh pertanian Kota Pekalongan mendampingi perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengelola kegiatan pemanfaatan pekarangan yaitu Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) melakukan kunjungan ke salah satu pengelola kegiatan P2L di Kota Jogja. Berikut ini kutuliskan sedikit catatan hasil kunjungan kami kemarin ya..
KTD Caping Tani Juminahan Jogjakarta
Kelompok yang kami kunjungi pada akhir November 2022 lalu adalah KTD Caping Tani Juminahan yang beralamat di Juminahan DN.2/1112 Tegalpanggung Danurejan Jogjakarta. Letak Balai RW tempat kami diterima siang itu cukup jauh masuknya dari jalan raya, melalui gang kecil yang istimewa. Hmm..mau tahu keistimewaan gang-gang di sana? baca terus deh.. 🙂 Continue reading “Menyusuri Lorong Sayur Juminahan Jogjakarta”
Ngangsu kawruh urban farming di Kota Solo. Hai Sahabat Lalang Ungu…bagaimana akhir pekannya nih? Semoga selalu sehat dan berbahagia ya..
Sahabat, memang ada banyak aktivitas yang bisa kita kerjakan di akhir pekan ya.. Kalau aku lagi senang mengurus tanaman nih.. Puas rasanya bila tanaman hasil rawatan kita tumbuh subur bukan? Meskipun ya ada saja tanaman yang perkembangannya tak sesuai harapan juga sih..
Nah, biasanya bila ada masalah begitu aku suka nanya-nanya ke teman-temanku yang hobi berkebun juga.. Atau ke komunitas sehobi. Lebih senang lagi bila ada kesempatan mengikuti acara belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas tanam-menanam ini.
Sahabat Lalang Ungu, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mengikuti kunjungan ke beberapa lokasi dalam rangka ngangsu kawruh tentang urban farming dan pengelolaan kelompok di 2 KWT Kota Solo.
Apa kabar, Sahabat Lalang Ungu… Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Kali ini aku akan tuliskan pengalamanku berkunjung ke KWT Anggrek Asri Kulonprogo. Kunjungan kami pada hari Kamis, 12 Desember 2019 lalu itu merupakan kunjungan dinas kami dalam rangka studi banding ke KWT Anggrek Asri yang merupakan Juara Nasional Lomba KRPL tk Nasional tahun 2018.
Tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
Pengertian KRPL
Sebagaimana kita ketahui Kawasan Rumah Pangan Lestari(selanjutnya kita singkat sebagai KRPL) ini adalah salah satu program pemerintah yaitu upaya pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dengan berbasis kawasan. Artinya, pemanfaatan pekarangan ini tidak hanya dilakukan pada 1-2 rumah saja namun diharapkan merata pada suatu kawasan, misal gang, dusun, RT, dll..
Manfaat KRPL
Nah, dengan penerapan program KRPL di pemukiman-pemukiman ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil manfaat, a.l : (1) Peningkatan pendapatan keluarga & masyarakat; (2) Mendukung diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal; (3) Ketahanan dan kemandirian gizi dan pangan keluarga; (4) Ramah lingkungan ; dan (5) Mendukung konservasi sumberdaya genetik lokal.
Manfaat Kegiatan KRPL (Sumber Gbr : Badan Ketahanan Pangan)
Jenis tanaman yang ada di KRPL
Ada beberapa jenis tanaman yang diharapkan ada di KRPL agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga, yaitu :
Tanaman Lumbung Keluarga, antara lain : singkong, ubi jalar dan umbi-umbian lainnya (kimpul, uwi, suweg, dll).
Tanaman sayuran, misalnya : terong, sawi, tomat, selada, dll.
Tanaman buah, misal : pisang, jambu, rambutan, mangga, sirsak, dll
Tanaman obat keluarga (TOGA), antara lain : jahe, kencur, kumis kucing, binahong, dll.
Tanaman hias, baik tanaman yang berbunga indah ataupun berdaun indah.
Dengan adanya tanaman-tanaman tersebut, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga, baik untuk konsumsi maupun penambah penghasilan keluarga.
Nah, sebagaimana daerah-daerah lain, di kota kami juga sudah digiatkan program KRPL ini, meskipun belum mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Nah, untuk dapat lebih maksimal dalam melakukan pendampingan dalam program ini maka kami melakukan studi banding ke kelompok-kelompok yang sudah berprestasi, salah satunya adalah KWT Anggrek Asri Kulonprogo ini.
Sahabat Lalang Ungu, yuuk membuat media tanam organik. Senang rasanya ketika beberapa teman menyatakan ingin mulai berkebun di rumahnya. Ada yang menanyakan tentang media tanamnya, tentang tanaman sayur yang cocok ditanam di pekarangan, tentang perawatannya, dll.
Nah, kali ini aku tuliskan tentang cara membuat media tanam organiknya ya. Kebetulan beberapa waktu lalu aku mengikuti pelatihan singkat bersama Teman Berkebun, uraian berikut ini kudapat dari pelatihan singkat tersebut.
Vertilon : Sistem pertanian vertikultur dengan paralon. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Bagaimana, tetap sehat dan bahagia, bukan? Semoga begitu adanya ya.. Sahabat, dalam tulisanku kali ini, aku akan mengajak sahabat semua untuk mengenal Sistem Pertanian Vertikultur. Oya, tulisan ini merupakan catatan ‘oleh-oleh’ dari kegiatan “Kelas Berkebun #03” yang diselenggarakan oleh ‘Teman Berkebun’ yang kuikuti beberapa waktu lalu. Oya ‘Teman Berkebun’ ini adalah sebuah platform digital yang bergerak untuk mendukung Pertanian Perkotaan.
Berawal dari sebuah post di IG yang mengabarkan akan diselenggarakannya Kelas Berkebun #03 dengan tema mengenal dan membuat Vertilon, aku langsung tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain memang tertarik untuk bisa belajar dan kelak mempraktekkannya di rumah, dari awal sudah kuniatkan untuk mendulang konten blog melalui kegiatan ini! Hihi…makluuum..blogger ala-ala yang sering kehabisan ide / bahan tulisan 😊
Nah, Minggu 24 Pebruari 2019 yang lalu, pagi-pagi aku sudah bersiap berangkat dari rumah kakak di Tegalsari menuju lokasi ‘Kelas Berkebun’ di Kebun Pojok Space. Hayooo..di mana tepatnya lokasi Kebun Pojok Space yang menjadi tujuanku di Minggu pagi itu?
Kebun Pojok Space Semarang
Yap..yang menjawab di Jl. Menteri Supeno Semarang, anda betuuuul… 👍👍 Lokasi Kebun Pojok Space ini benar-benar di pojokan Jl Menteri Supeno, sebelah kiri persis SMA 1 Semarang (yang kebetulan almamaterku ..waaah..nostalgiaaaa..haha…) berseberangan dengan Taman Indonesia Kaya yang duluuuu…kukenal sebagai Taman KB! 🙂 Hihi..baru kutahu kalau di pojokan situ ada space yang sangat mendukung kegiatan pertanian perkotaan ini! Rumah dan kebun di pojokan yang diberi nama Kebun Pojok Space ini adalah sekretariat komunitas “Teman Berkebun” ini.
Ok, cukup prolog nya yaa…mari kembali ke laptop eh ke bahasan awal kita ya.. Mari kita mengenal Vertilon : vertikultur dengan paralon yang menjadi salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan.
Suasana Pelatihan Pembuatan Vertilon oleh Teman Berkebun di Kebun Pojok Space Semarang, dipandu mas Edy dari Bhumi Horta
Lalang Ungu. Yuuk, hijaukan lingkungan kita dengan KRPL. Ajakan untuk menghijaukan lingkungan kita tentunya telah seringkali kita dengar, namun belum tentu telah kita praktekkan.
Kita kan di perkotaan, mana mungkin bertanam dengan keterbatasan lahan kita?
Lho…siapa bilang bahwa penghijauan hanya dapat dilaksanakan di kawasan pedesaan atau daerah pinggiran di mana lahan masih relatif mudah tersedia? Justru di kawasan perkotaan, penghijauan ini sangat penting sebagai penyeimbang karena tentunya tingkat polusi di perkotaan sudah semakin tinggi, bukan?
Masih meneruskan informasi yg kudapat melalui leaflet yg dibagikan saat pelatihan pendamping KRPL kemarin dulu yaa…. kalau kemarin sudah menulis tentang bertanam seledri, kali ini tentang Budidaya Terong dalam pot.
Siapa yang belum mengenal Terong? Hm, tampaknya sebagian besar dari kita sudah mengenal salah satu jenis sayuran ini ya, atau bahkan mungkin menjadikannya sebagai sayuran kegemaran. Ya, Terong memang sudah umum dikonsumsi di masyarakat kita.
Selain dikonsumsi sebagai sayur, ada pula yang mengkonsumsinya sebagai obat wasir, bahkan karena kandungan senyawa solasodinnya, terong dikenal juga sebagai pencegah kehamilan.
Tadi pagi, saat membuka dasbor blog ini, kutemukan komen dari Pakde yang makjleb banget : ‘sudah 5 hari kok masih mimpi ‘ Buat yg kurang faham, itu sindiran Pakde untuk tulisanku yg panceeet ae, padahal hari telah 5x berganti… hihi… ampuuun, Pakde…, ponakan njenengan satu ini memang sering angot-angotan nulisnya.. hehe…
Nulis 1 tema…macet di tengah jalan…simpan di draft. Nulis tema lain, macet lagi… parkir lagi di draft… akhirnya tempat ngedraft penuuh, sedangkan berandanya sawangen alias penuh sarang laba-laba… *tidak untuk ditiru! 🙂
So.., setelah tertohok komen Pak Kumendan itu, akhirnya akupun ngubek-ubek simpanan draft, dan menemukan salah satu diantaranya, yaitu tentang metode rembesan tetesan minyak. Apakah itu? Continue reading “Oil drop speck method”
Apa itu Kawasan Rumah Pangan Lestari atau yang seringkali disingkat KRPL?
KRPL adalah pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan, dalam suatu kawasan, untuk :
Pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga;
Peningkatan pendapatan keluarga;
Meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat.
Latar-belakang diadakannya Model KRPL ini adalah karena adanya 2 permasalahan, yaitu :
Realisasi konsumsi masyarakat masih di bawah anjuran pemenuhan gizi;
Perhatian terhadap pemanfaatan lahan pekarangan relatif masih terbatas.
Adapun tujuan pengembangan KRPL adalah :
Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.
Meningkatkan kemampuan keluarga & masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, tanaman obat, ternak, ikan, pengolahan hasil dan kompos.
Mengembangkan sumber benih / bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan.
Melestarikan tanaman pangan lokal untuk masa depan.
Mengembangkan ekonomi produktif keluarga, hingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lingkungan hijau, bersih dan sehat secara mandiri. Continue reading “Kawasan Rumah Pangan Lestari”