Masih terngiang di telingaku
nada nada lembut tutur sapa mu
dan masih terbayang di ruang pandangku
raut wajah dan senyummu untuk ku
…
Sungguh..terasa begitu pedihnya
saat kusadar kau tak lagi ada
baru terasa kini sungguh berarti
kehadiranmu selama ini
…
Selamat jalan, Oh..Sayang..
Kau menghadap Illahi..
bawa kasih dan doaku:
semoda damai tentram di sisi-NYA..
***
Catatan:
Untaian kata ini kutulis di September 1996, setelah kepergian Mbah Putri, salah satu sosok terdekatku. Kehilangan besar pertamaku yang menyisakan ruang kosong di hati sejak saat itu hingga kini. Untaian kata yang masih sering kusenandungkan, terutama saat-saat kangen beliau dan orang-orang terkasih yang telah mendahului. Seperti saat ini..