Category: Sehari-hari
Ini caraku…
Huuaah…. puanasnya udara malam ini! Sudah lewat pertengahan September, tapi rupanya hujan yg dinanti belum muncul-muncul juga 🙁
Eh, setidaknya itu sih suasana di sekitar lingkunganku. Mungkin di tempat lain sudah mulai turun hujan ya? atau malah sudah ada yg kebanjiran? Aih… memang serba salah ya, kekeringan kita teriak..kebanjiran juga teriak tak kalah kerasnya… Memang yang dicari adalah yang sedang-sedang saja… *jadi ingat lagu dangdut jadul, hehe…*
Selain teriknya mentari saat siang, gerahnya udara siang-malam, hal lain yg akhir-akhir ini kurasa lebih dibanding biasanya adalah banyaknya nyamuk!
Heran.. entah apakah di rumahku ini sedang ada hajatan nyamuk atau nyamuk2 itu sedang takziah alias ada layatan ya ? *celingak-celinguk penasaran*
Yang jelas nyamuk-nyamuk itu bandel-bandel… mati satu tumbuh seribu deh… (lebay). Bikin gemes! Continue reading “Ini caraku…”
Keutamaan Hari Jum'at
Abdurrahman bin Yazid meriwayatkan dari Abu Lubabah bin Abdul Mundzir bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
“Hari Jumat adalah penghulu segala hari dan hari yang paling agung di sisi Allah. Di sisi Allah, hari itu lebih agung daripada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Kurban. Pada hari Jumat itu ada lima peristiwa penting : pada hari itu Allah menciptakan Adam, pada hari itu Adam wafat, pada hari itu ada suatu saat mustajabah, dimana tidak ada seseorang yang memohon sesuatu melainkan Allah akan mengabulkannya selama ia tidak memohon yang haram, pada hari itu kiamat akan terjadi, dan tidak ada malaikat yang dekat dengan Tuhannya, baik yang berada di langit maupun di bumi, melainkan ia merasa sayang kepada hari Jumat.” Continue reading “Keutamaan Hari Jum'at”
Dua sisi
Pria muda itu masih asyik dengan komputer yg sedang dibongkarnya, ketika Bu Citro membuka pintu kamarnya dengan hati-hati.
“Makan dulu, Wid..” sapanya lembut dari arah pintu kamar.
Widi -pria muda itu- menoleh kearah suara itu dan tersenyum, ” Sebentar bu, nanggung nih…”
Sang ibu kemudian masuk dan duduk di kursi sebelah Widi, memandang putra bungsunya dengan penuh sayang. Hm, anak ku terlihat semakin dewasa… pikirnya.
“Ada apa to, buk? “
“Ndak ada apa-apa, nang… Mosok ibu ndak boleh nemeni kamu disini to?” Continue reading “Dua sisi”
Ketika hidayah-NYA tiba…
“De’… cerita dong pengalaman pertama kali berjilbab dulu..”
Itu permintaan dari salah seorang kerabatku, di sela-sela keasyikan kami ngobrol ngalor-ngidul dalam salah satu kesempatan silaturahmi lebaran yang lalu.
“Kenapa? Mbak Ayu mau berjilbab juga?” aku balas bertanya padanya, dan ucapan syukur pun terlontar ketika melihat anggukannya menjawab tanyaku.
“Insya Allah, De’… Sudah makin manteb sih, sudah kumpul2 juga, tinggal cari momen yg tepat untuk memulainya…Ayo dong cerita, sebagai tambahan pertimbanganku juga…” desaknya.
Dengan senang hati akupun berbagi pengalaman pertamaku, mengingat-ingat kembali perasaanku sendiri maupun reaksi keluarga dan lingkungan dekatku saat aku merubah penampilanku, hampir 12 tahun lalu.
*** selanjutnya
Yang Kedua
Dulu..tak pernah terpikir untuk mempunyai yang kedua,
Ah, punya satu saja rasanya tak tertangani dengan baik, manalah sempat memikirkan punya yang baru?
Tapi, akhirnya keadaanlah yang membuatku mesti pindah ke lain hati, mencari sang pengganti…
Dan semoga, yang kali ini akan lebih pas di hati, hingga tak harus ada yg berikutnya,
Atau jangan-jangan, setelah punya yg kedua, akan timbul keinginan untuk mencari yang berikutnya?
Hm… kita tunggu saja
🙂
