Mimpi-mimpi Dea yang Terkemas

[Fiksi Lalang Ungu].  Senja telah berganti malam, namun hal itu luput dari perhatian Dea. Gadis itu masih termangu dengan hati nan patah, memandangi selembar kartu undangan di tangannya. Undangan pernikahan Ajie.

Ilustrasi by Pixabay

Berkelebat kenangan beberapa bulan sebelumnya, percakapan antara dia dan laki-laki yang namanya tertulis di undangan itu , di tempat yang sama : ruang tamu rumahnya.

……

Jadi, betulkah semua yang kudengar itu, Jie? ” tanya Dea pelan.

Cukup lama hanya keheningan yang menjawab tanya itu.

Jie…” usiknya lagi, menuntut sebuah jawaban. Dan ketika perlahan lelaki di hadapannya mengangguk, Dea terhenyak, seolah seseorang menamparnya!

Kenapa tak pernah kau ceritakan dari awal ? Kenapa aku harus mendengar dari orang lain? ” kembali lirih tanya Dea terdengar.

Lelaki di hadapannya menghela nafas panjang. “Aku tak mau menyakitimu, De..” Continue reading “Mimpi-mimpi Dea yang Terkemas”