Menjelang Ulang Tahun Mayang

[Fiksi] Lalang Ungu.  Malam terasa sepi, meski belum begitu larut. Suara hujan di luar terdengar samar, ditingkah suara penyiar televisi yang sedang memberitakan dimulainya pemberian vaksin baru kepada beberapa pejabat dan tokoh masyarakat. Setelah menyimak berita itu beberapa saat, wanita yang sebelumnya bersandar nyaman sambil menonton televisi itu beranjak dari sofa, mematikan televisi, lalu melangkah menuju kamar terdekat.

Perlahan diketuknya pintu kamar itu, menunggu sejenak, lalu membukanya masih dengan perlahan. Di dalam, lampu kamar masih menyala terang, sehingga mudah baginya menemukan sosok mungil yang duduk di depan meja belajar, yang hanya menoleh sebentar menyambut kedatangannya, lalu kembali bertopang dagu dan menatap ke dinding kosong di depannya.

“Kenapa, Sayang? Bunda kira kau buru-buru masuk kamar setelah makan malam tadi karena ada PR atau sudah mengantuk..” tanya wanita itu sambil mendekat lalu mengelus lembut rambut putrinya.

Nggak papa kok, Bun.. Lagi suntuk saja,” jawab gadis kecil itu enteng. Sejenak kemudian dia berdiri dan menggandeng bundanya ke arah tempat tidur. “Temani aku sebentar, ya Bun..” pintanya.

Sang ibu mengangguk, sambil tersenyum kecil menuruti permintaan putrinya, berdua mereka kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur berseprei bunga-bunga nuansa merah muda khas kesukaan sang gadis.

Continue reading “Menjelang Ulang Tahun Mayang”

Mimpi-mimpi Dea yang Terkemas

[Fiksi Lalang Ungu].  Senja telah berganti malam, namun hal itu luput dari perhatian Dea. Gadis itu masih termangu dengan hati nan patah, memandangi selembar kartu undangan di tangannya. Undangan pernikahan Ajie.

Ilustrasi by Pixabay

Berkelebat kenangan beberapa bulan sebelumnya, percakapan antara dia dan laki-laki yang namanya tertulis di undangan itu , di tempat yang sama : ruang tamu rumahnya.

……

Jadi, betulkah semua yang kudengar itu, Jie? ” tanya Dea pelan.

Cukup lama hanya keheningan yang menjawab tanya itu.

Jie…” usiknya lagi, menuntut sebuah jawaban. Dan ketika perlahan lelaki di hadapannya mengangguk, Dea terhenyak, seolah seseorang menamparnya!

Kenapa tak pernah kau ceritakan dari awal ? Kenapa aku harus mendengar dari orang lain? ” kembali lirih tanya Dea terdengar.

Lelaki di hadapannya menghela nafas panjang. “Aku tak mau menyakitimu, De..” Continue reading “Mimpi-mimpi Dea yang Terkemas”