“Niaaar…, sdh jadi beluuum?” suara centil Tia menyambutku pagi itu.
Kelas masih sepi, tumben dia datang pagi-pagi begini.
“Apanya?” sahutku pura-pura tak tahu.
“Halaaah…, suka gitu deh..” dengan lincah dia duduk di sebelahku, lalu meletakkan sebatang coklat kegemaranku di atas meja, ” niih.. sudah kubawakan untukmu.”
Aku pun tertawa, memasukkan coklat itu ke dalam tas dan segera mengangsurkan selembar kertas padanya.
Sekilas dia membacanya, lalu senyum manis terulas di bibirnya, ” Makasih, Niar. Kau memang jago merangkai kata. Aku yakin Ardi akan klepek-klepek membaca puisi ini.”
Aku hanya tersenyum mendengar pujian yang sudah sering kudengar, khususnya dari teman-teman sekelas yang memintaku menuliskan puisi untuk dikirimkan pada cowok / cewek gebetan mereka. Sudah cukup banyak coklat atau kue-kue yang kubawa pulang sebagai barter puisi-puisi pesanan itu. Lumayaan.. hehe..
Sebenarnya, aku geli dengan kelakuan teman-temanku itu. Belum lagi lulus SD sudah naksir-naksiran dengan teman sekelas ataupun tetangga kelas. Mendingan juga belajar dengan rajin agar bisa mengerjakan ujian nanti dengan baik, begitu pikirku kala itu. Continue reading “[FF Cinta Pertama] Cinta Monyet”