Kenangan Mudikku, dari Waktu ke Waktu.

Hai Sahabat Lalang Ungu…sudah siap-siap mudik, atau malah sudah mudik? Pagi ini ketika membuka sosmed, satu kata yang kulihat kerap berseliweran di TL saat ini : Mudik.

Ada berita-berita tentang mudik bersama yang difasilitasi pemerintah, ada cerita dan foto-foto teman-teman yang mudik dengan kereta wisata yang nyaman difasilitasi sebuah perusahaan besar, banyak pula cerita-cerita mudik personal yang tak kalah asyiknya dan diperlancar dengan telah dioperasionalkannya jalan-jalan tol baru. Banyak lagi cerita mudik lainnya…

Menjelang pintu tol Ngemplak Solo
Alhamdulillah..dengan adanya Jalan Tol mudik makin asyik

Menikmati cerita-cerita mudik itu, aku jadi teringat dengan salah satu ritual lebaran itu yang dulu juga kujalani dengan senang hati, namun akhir-akhir ini tidak lagi.

Ya, ketika aku mendefinisikan mudik sebagai pulang menemui orang-tua, maka tidak perlu lagi mudik bagiku yang sejak beberapa tahun terakhir ini nyanding Ibu alias kembali serumah dengan ibu, satu-satunya orang-tuaku saat ini. Sebaliknya, tugas kami saat ini adalah menerima para pemudik : kakak-kakak dan keluarga mereka yang mudik ke rumah kami menjumpai ibu.. 😃

Tapi…membaca cerita-cerita mudik, aku kok jadi kangen suasana dan kehebohan mudik juga nih.. Tak apa ya, jika dalam tulisan ini aku ingin bernostalgia sejenak dengan romantika mudik yang pernah kulalui.. Inilah kenangan mudikku, dari waktu ke waktu.. Continue reading “Kenangan Mudikku, dari Waktu ke Waktu.”