Rumahku, (harus jadi) sarang nyamanku…

Sore yang masih panaaas…

Lalang Ungu. Oktober sudah hampir berlalu, tapi cuaca di daerahku belum berganti. Hari masih terasa puanaaas, bahkan ketika hari telah beranjak sore. Meskipun di daerah lain mungkin sudah mulai sering hujan -bahkan menurut berita sudah ada yang kebanjiran- tapi hujan masih menjadi kondisi langka bagi kami saat ini.

Para petani padi masih menunggu-nunggu hujan sehingga belum mulai mengolah tanah apalagi mulai tanam, sementara para petinggi di Pusat sudah ngoyak-oyak pencapain target luas tanam yg belum terealisasi..hiks..*curcol

Eh maafkan kok malah tsurhat di sini, hehe.. Kembali ke bahasan awal deeh… Saat di luar sedang hot potato-potato alias panas kentang-kentang -istilah Jawa untuk kondisi puanaaas pwool- seperti sekarang ini, sungguh kusyukuri kami punya tempat berlindung yang relatif nyaman, sehingga saat ini pun bisa nulis sambil ngleyeh tak terganggu cuaca di luar.

Ya, alhamdulillah ada rumah sederhana tempat kami berlindung dari panas dan hujan ini, yang meskipun belum memenuhi kriteria rumah impian tapi tetap kami usahakan untuk menjadi sarang nyaman kami selama ini.

Memang kriteria rumah impiannya yang seperti apa? Continue reading “Rumahku, (harus jadi) sarang nyamanku…”