Lalang Ungu. [Fiksi] Bunda sedang memotong-motong cake pisang di meja makan ketika sebuah bayangan tertangkap di ujung pandangnya, memasuki ruang mungil itu. Senyumnya pun terkembang menyambut putri tersayang yang kemudian menarik kursi dan duduk di depannya, dengan muka cemberut…
“Kenapa, Sayang..?” tanya Bunda sambil memindahkan potongan-potongan cake ke sebuah piring.
“Bun, PR ku hari ini sulit deh..” keluh Mayang sambil bersungut-sungut.
“Iya kah? Nah.., bantu Bunda membawa piring ini ke teras, nanti kita bahas PRmu di sana ya..” kata Bunda sambil menyodorkan piring berisi kue itu.
Sigap Mayang menyambut dan berlalu menuju teras, sementara Sang Bunda mengisi cangkir-cangkir dengan teh manis hangat dan menyusul putrinya ke teras.