LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Famtrip Banjarnegara (2) : Menikmati Cantiknya Keramik Klampok

| 12 Comments

Lalang Ungu. Sabtu, 11 Nopember 2017 merupakan hari ke-2 kegiatan Famtrip Banjarnegara yang kuikuti bersama dengan rekan-rekan blogger, GenPI, pekerja media dan sosial media.

Baca juga : Famtrip Banjarnegara (1)

Kecamatan Purworejo Klampok dan Kecamatan Susukan menjadi tujuan kunjungan kami hari kedua. Di Kecamatan Purworejo Klampok kami langsung menuju ke sentra kerajinan keramik yang merupakan salah satu produk unggulan Banjarnegara.

Keramik Usaha Karya adalah unit usaha pembuatan keramik yang menjadi tujuan pertama kami di pagi itu, salah satu dari banyak usaha keramik yang ada di daerah Klampok ini.

Di Galery Keramik Usaha Karya ini kami diterima oleh Bp. Kadis Pariwisata Banjarnegara dan Ibu Yanti selaku owner Usaha Karya. Menurut penuturan Ibu Yanti, usaha ini telah dirintis sejak tahun 1969 oleh alm Bp. Masrun Hadi Suwarno, dan sejak tahun 1994 diteruskan oleh generasi kedua di bawah pimpinan Ibu Yanti.

Bp Kadis Pariwisata Banjarnegara & Ibu Yanti di Keramik Usaha Karya Klampok

Ciri khas Keramik Klampok adalah : media dasar berwarna gelap, ukiran tegas, cenderung berlubang-lubang ( krawang ) dan glossy. Meskipun 90% produknya adalah poci -yang lebih dikenal di daerah Slawi karena Teh Poci-nya- namun Usaha Karya juga membuat jenis-jenis keramik lain sesuai dengan permintaan pasar. Tidak hanya jenis keramik fungsional namun juga keramik-keramik dekoratif.

Aneka keramik di Galery Keramik Usaha Karya Klampok

Motif ukiran tegas dan krawang, ciri khas Keramik Klampok

Keunggulan lain dari keramik Klampok ini adalah karena merupakan jenis ‘gerabah keras’ yang dihasilkan dari proses pengendapan bahan dasar dan pemanasan dengan temperatur tinggi (900-1100 derajat Celcius) dengan lama pemanasan kurang lebih 15 jam.

Sebenarnya bahan dasar pembuatan keramik Klampok bukanlah asli dari daerah Klampok, namun didatangkan dari daerah lain yaitu Kebumen, Wonosobo dan Ajibarang. Tiga daerah inilah yang mempunyai jenis tanah dengan kandungan Kaolin, Silikat dan Besi yang paling bagus untuk pembuatan keramik bermutu. Namun meskipun bahan dasar dari daerah lain, di daerah Klampok inilah usaha pembuatan keramik ini berasal, dikerjakan turun-temurun hingga saat ini.

Pemasaran keramik ini telah mencakup skala nasional maupun internasional. Dalam skala nasional, selain dipasarkan di daerah Slawi Tegal dan sekitarnya yang merupakan pusat Teh Poci, bekerjasama dengan beberapa perusahaan teh nasional, Keramik Usaha Karya telah memasarkan di daerah-daerah lain di nusantara ini.

Adapun dalam skala internasional, Keramik Usaha Karya telah mengimpor tidak hanya untuk kawasan Asia namun juga Eropa dan Amerika. Pierre 1 adalah salah satu perusahaan multinasional yang telah bekerja sama dengan Keramik Usaha Karya ini.

Saat ini Keramik Usaha Karya mengampu sekitar 12 home industry keramik yang ada di sekitarnya dengan total karyawan kurang lebih 600 orang. Omset usaha saat ini sekitar Rp 200 juta / bulan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Yanti juga membuka strategi usahanya juga, karena beliau berharap tidak maju sendiri melainkan maju bersama seluruh rekan-rekan pengusaha & pengrajin keramik Klampok. Strategi usahanya itu adalah : terus mempromosikan kelebihan keramik Klampok sebagai Gerabah Keras, serta terus berinovasi sesuai dengan tuntutan pasar.

Selain mengunjungi galery keramiknya, kami juga mengunjungi lokasi pembuatan keramiknya. Melihat langsung proses pembuatan keramik ini membuat kami berdecak kagum. Rumit juga ternyata.

Proses pembuatan keramik dengan sistem putar

Proses pembuatan meliputi : pemilihan bahan – pengendapan bahan – penirisan – proses pembuatan (pilin / putar / cetak) – ukir – penjemuran 2 hari – penghalusan dengan amplas – pembakaran 15 jam – pendinginan. Wow , proses panjang untuk menghasilkan karya-karya seni yang cantik dan bermutu!

Berjemur duluuu….

Para pekerja dalam tahapan pembuatan keramik

Oya sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian kerajinan keramik, Keramik Usaha Karya juga melakukan kegiatan mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda. Upaya ini melalui diadakannya kegiatan-kegiatan pelatihan / magang maupun kunjungan siswa.

Materi / kegiatan pada Kunjungan siswa tentunya disesuaikan dengan usia / tingkatan siswa yang berkunjung. Misalnya untuk kunjungan TK : pengenalan profesi pengrajin keramik, pengenalan warna dasar, mewarnai keramik dengan bentuk-bentuk lucu, dll.

Nah, itulah ceritaku saat berkunjung ke sentra keramik Klampok, yang merupakan bagian dari kegiatan Famtrip Blogger dan Media yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara.

Ada yang sudah pernah ke sini juga? Mangga, bagi pengalamannya di kolom komen yaa… Terima kasih..

Bersambung

12 Comments

  1. Sayangnya kemarin kita nggak nyoba bikin ya mbak, hhh

  2. Hehe..iyaa…bs jadi alasan utk ke sana lagi… 🙂

  3. Al hasil saya ke blog ini mbak….biasa penyimak setia…heeee

  4. Blm pernah ke sana. Wah menarik ya kekhasan produknya. Keliatan eksotis 🙂

  5. Horeee…selamat datang ke rumah baru saya, Stad… 🙂

  6. Seringnya mung lewat tok kalau ke Banjarnegara, besok-besok mampir ah kesini

  7. Bagus banget keramiknya. Aku pengen koleksi deh yang ukurannya kecil2

  8. Pingback: Famtrip Banjarnegara (3) : Menikmati Keindahan Seni di Gumelem dan Pagak |

Leave a Reply

Required fields are marked *.