krieeet …
Suara khas dipan tua yang menjerit menahan beban ketika kuhempaskan tubuh ke kasur, lumayan nyaring terdengar di telingaku di tengah sepi malam ini.
Dan sebagaimana biasanya, kuabaikan saja. Memang dipan tua ini seharusnya sudah lama ganti, tapi masih ada prioritas lain yang harus kuutamakan. Maka kunikmati saja suaranya sebagai pembunuh sepi di kontrakan sempit ini.
Aah…nyaman rasanya punggung lelahku bisa sejenak rehat setelah sesorean tadi duduk tegak di depan komputer menyelesaikan draft-draft tulisan. Naah..sekarang 2 tulisan paid job itu sudah terkirim, tinggal menunggu recehan honornya. Ya, sekedar recehan memang, namun sangat-sangat kusyukuri dan ku doakan untuk sering-sering datang menghampiriku…
Bip..bip…
Hmm, ada kabar apa dari dunia di luar sana? Kuraih ponsel yang telah kuabaikan sejak sore tadi dan baru saja berbunyi. Oh..rupanya ada banyak pesan dari tadi. Yang terbaru di grup kantor.
Continue reading “Mimpi yang Terhempas”