LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Famtrip Banjarnegara (4) : Bukit Scotter & Telaga Merdada Melengkapi Pesona Dieng

| 8 Comments

Lalang Ungu. ย Teman, jika disebut kata ‘DIENG’ , kata-kata apa yang langsung muncul di benakmu? Kalau aku, ada 3 kata yang muncul. Dingin dan kabut. Itu dua kata pertama yang langsung terpikir olehku setiap kali mengingat Dieng. Ya, beberapa kali mengunjungi daerah wisata nan elok ini, selalu saja disambut dengan rintik hujan, hawa sejuk cenderung dingin…dan kabut -tipis ataupun tebal- yang menyapa…

Namun dua kata itu tak serta merta menepis kata lain yang tercipta di benakku mengenai Dieng : mempesona. Ya, meskipun dingin dan berkabut, Dieng selalu saja mempesonaku dan membuatku mau dan mau lagi untuk mengunjunginya.. Hm, jangan-jangan ada mantera pemanggil di antara kabut itu?? Haha…

Kalau sebelumnya keelokan candi-candi dengan pemandangan indah di sekitarnya, kecantikan Telaga Warna maupun kondisi unik sekitar kawah Sikidang yang telah menawan hatiku, maka beberapa waktu lalu kudapati hatiku tertawan oleh dua lokasi lain di Dieng ini. Mau tahu? Ini dia keduanya :

1. Bukit Scotter.

Sebenarnya bukit itu bukan destinasi baru di Dieng, namun aku saja yang baru mengenalnya. Bukit Scotter atau skoter adalah nama yang diberikan masyarakat sekitar pada sebuah bukit yang terletak di kawasan Dieng kulon, tepatnya sebelah utara dari kawasan Candi Arjuna.

Untuk dapat mencapai puncak bukit ini, kita harus menyusuri jalan yang berkelok dan menajak, sekitar 15-20 menit bila bergegas, nmaun bisa juga lebih lama bila berjalan pelan-pelan saja. Jangan takut, kondisi jalannya relatif bagus kok, keras dan rata sehingga mudah ditapaki saat menanjak ataupun saat turun nantinya.

Naik..naik…ke Bukit Scotter…

Pada awal ‘pendakian’, kanan-kiri jalan adalah rumah-rumah penduduk dengan halaman yang rata-rata ditanami aneka bunga hingga sedap dipandang…lalu semakin ke atas, pemandangan kanan-kiri jalan adalah hamparan tanaman kentang yang menjadi produk unggulan Dieng, juga ada pohon-pohon Carica di sana-sini.

Bunga2 indah di pekarangan penduduk

Semakin ke atas, pemandangan semakin cantik, antara lain dengan makin terlihatnya hamparan kebun-kebun ataupun kawasan pemukiman di kejauhan, juga tampilan gunung-gunung perkasa nun di kejauhan sana.

Love this view!

Sungguh pemandangan sekitar saat naik ke puncak bukit Scotter ini sayang untuk dilewatkan begitu saja. Gunakan kameramu untuk merekam keindahannya, atau nikmati saja diam-diam, sambil sejenak melepas lelah dan mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan pendakian itu.. *trikemak-emak,hehe…

‘Puncak’ bukit ini berupa tanah yang cukup lapang yang dilapisi rumput tebal dan hijau. Di sana-sini bunga-bunga bermekaran, baik bunga / tanaman hias yang sengaja ditanam maupun bunga-bunga tanaman-tanaman liar yang ada di sana, lengkap dengan hiasan embun pagi berkilauan di kelopak bunga maupun di daun & rerumputan. Elooook….

Pesona rerumputan & Bunga2 liar

Pemandangan yang tersaji dari atas bukit ini tentu saja tak kalah indahnya dengan pemandangan saat mendaki bukit ini. Gunung-gunung gagah di kejauhan (sayang aku lupa menanyakan apa saja nama gunung-gunung itu…) menjadi latar belakang yang apik dari hamparan kebun maupun permukiman yang tampak di bawah sana. Di sudut lain, ada gumpalan-gumpalan asap putih membumbung tinggi, dari ‘pabrik’ gas alam yang ada di sudut Dieng itu.

Blogger Pekalongan di Bukit Scotter ( Foto By Awan )

Gita in action ๐Ÿ™‚

Jika sampai di sana di waktu subuh, akan dapat kau nikmati sunrise nan elok di sana, sedangkan bila kau datang di senja hari maka sunset nan indah pun tersaji untukmu, ditambah kerlap-kerlip bintang yang menemani rembulan di langit kala malam hari kau mampu bertahan tetap di sana.

Sunrise kesiangan dari Bukit Scotter.. tetap syahdu, kan?

Menuruni Scotter, bawa kesan indah…dan juga jangan tinggalkan sampah!

Bagaimana, tertarik untuk mendapatkan pengalaman berkesan di Bukit Scotter ini? Terus terang, aku masih penasaran akan suasana senja dan malamnya, karena baru kualami suasana pagi di sana. Mudah-mudahan suatu saat dapat kurasakan sensasi senja dan malam di bukit ini yaa…

2. Telaga Merdada

Pesona lain yang baru kutemukan beberapa waktu lalu di Dieng adalah dari sebuah telaga. Terus terang, sebelumnya kukira hanya ada satu telaga -yaitu Telaga Warna- yang ada di Dieng ini. Ternyata salah besar!

Seluruhnya ada 7 telaga di dataran tinggi Dieng ini, yaitu Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Cebong, Telaga Dringo, Telaga Swiwi, Telaga Menjer dan TELAGA MERDADA.

Merdada, telaga terluas di Dieng Plateau

Telaga Merdada merupakan telaga terluas di Dieng. Telaga yang luasnya kurang lebih 20 Ha ini dikelilingi perbukitan, tebing dan juga dataran landai yang sebagian berupa areal pertanian. Nama Merdada, konon berasal dari kata ‘dada’ yang berkonotasi luas / lapang.

Lokasi telaga cantik ini adalah di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur, dan berada di antara dua bukit yaitu Bukit Pangonan dan Bukit Sumurup.

Pemandangan telaga yang luas, dikelilingi bukit menghijau, sesekali diselimuti kabut putih tipis ataupun tebal…sunguhlah mempesona! Selain keindahan pemandangan di sekitar telaga, apa yang dapat wisatawan lakukan di sini?

Bermain kayak di Telaga Merdada

Bermain kayak, adalah salah satu di antara banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana. Dengan biaya Rp. 50.000, kalian dapat menaiki kayak memutari telaga ini, setelahnya bisa menyantap Nasi Jagung & lauknya disertai minuman hangat yang disajikan di tepi telaga, sambil duduk-duduk di bangku-bangku ‘jengkok’ yang telah disiapkan di sana. Dijamin numani!

Nasi Jagung dan lauk-pauknya maknyuuus..

Deretan bangku jengkok di tepi telaga…

Selain itu, kita dapat pula memancing, berjalan-jalan di sekitar telaga ini, ataupun…pepotoan tentunya!ย  ๐Ÿ˜€ Jangan pernah lewatkan pemandangan indah dan spot-spot yang instagramable di sini! Oya, tips dari seorang rekan untuk hasil foto yang keren, jangan lupa pilih pakaian yang berwarna mencolok ( pink, biru, kuning) sehingga akan berpadu harmonis dengan warna alam yang cenderung hijau menentramkan itu. Catet ya teman-teman… ๐Ÿ™‚

Saat Telaga Merdada berselimut kabut

Nah, itulah dua destinasi wisata di Dieng yang semakin membuatku terpesona pada tempat wisata dingin dan berkabut ini. Bagaimana, kalian juga terpesona? Yuk lah..capcuus..ke sana…

Oya, tulisan ini sebagai penutup rangkaian tulisan Famtrip Blogger dan Media yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kab Banjarnegara . Sekali lagi terima kasih kuucapkan kepada segenap jajaran Dinas Pariwisata Kab Banjarnegara, GenPI Jawa Tengah dan GenPI Banyumasan juga rekan-rekan seperjalanan… terima kasih atas kesempatan indah yang sangat berkesan ini. Semoga lain kali dapat kita ulangi kembali yaaa… Aamiin…

Tulisan lainnya : Famtrip Banjarnegara (1) Famtrip Banjarnegara (2) dan Famtrip Banjarnegara (3).

Oya, teman-teman suka ke Dieng juga? Sok mangga bagi pengalamannya di kolom komen yaa.. Terima kasih…

8 Comments

  1. Dengar Dieng, yg ejie ingat adalah kentang dan carica! Waaahh.. lapar sudah, mb

    Ejie belum euy ke skuter sama Telaga itu. Masih satu kawasan ndak dengan Dieng Plateu, mb?

  2. Pergantian tahun di Dieng kayaknya asyik nih mbak.. Yuh kesana lg, wqwq

  3. Dieng itu punya kekuatan magis, selalu memanggil wisatawan untuk datang dan datang lagi. Makanya aku selalu bilang, hati2 kalo ke Dieng, pasti kalian akan kembali datang dan datang lagi. Krn selalu ada kenangan indah yang akan direkat dan diperbarui, hihii

  4. Wah baru baca tulisannya aja udah terasa sejuknya Dieng. Bunga-bunga pasti tumbuh subur.

Leave a Reply

Required fields are marked *.