Cerita Tentang Sebuah Mimpi

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar.. Semoga tetap sehat dan bahagia yaa.. Sahabat, mumpung masih segar dalam ingatan, aku akan mulai menuliskan rangkaian kenangan perjalanan umrah yang alhamdulillah sudah terlaksana tanggal 4-14 November kemarin.

Tulisan-tulisan itu insyaAllah kuniatkan sebagai salah satu bentuk rasa syukurku, catatan yang kelak bisa kubaca-baca lagi untuk dapat kembali kusyukuri. Namun sebelumnya, aku ingin menuliskan tentang sebuah mimpi besar yang pernah kami rajut. Ya,  kami : aku dan almh ibu.

Mimpi itu berawal dari belasan tahun lalu, ketika ibu rasan-rasan ingin berhaji bersama. Sebuah mimpi indah, bersama menjadi tamu Allah, bersama bersujud di baitullah. MasyaAllah…mimpi besar yang sangat indah, bukan? Maka kami mulai berusaha mewujudkannya antara lain dengan makin rajin menabung.

ka'bah
Mimpi kami : sujud bersama di baitullah..

Continue reading “Cerita Tentang Sebuah Mimpi”

Pandangan Pertama : Kala kiblatku di depan mata….

Ketika bukti keagunganNYA terpampang di ruang pandangku

aku terpana :

lidahku kelu !

Sedangkan beribu rasa ingin kuungkapkan,

bahkan beragam asa tlah kususun tuk kupintakan,

dan tentu saja ingin kutumpahkan tak terkira rasa syukurku atas nikmat yg dilimpahkanNYA padaku…

namun…. lidahku terlalu kelu….

Lalu akhirnya

hanya aliran air mata bahagia yg mewakili semuanya

Tapi aku yakin,

Sang Maha Tahu pastilah memahami semua rasaku…

***

Itulah untaian kata yang pernah kutuliskan untuk menggambarkan rasa hatiku yang campur aduk kala pandangan pertamaku pada Baitullah terjadi…  Meskipun telah berusaha menyiapkan hati sebelumnya, namun saat benar-benar berhadapan langsung dengan apa yang menjadi arah kiblatku setiap harinya…. tak terungkapkan!

baitullah2

Kesan pada pandangan pertama itu terus terpatri di hatiku, di benakku, dalam kenanganku… Meski waktu telah berlalu, masih kurasakan rasa haru mendalam itu, takjub, syukur, bahagia… dan ada yang menyekat tenggorokanku bahkan hanya dengan menuliskan kembali kenangan itu…

Maaf.., semoga Allah menjagaku dari rasa riya’, ujub dan sebangsanya… ketika menuliskan kenangan ini kembali… Namun ini adalah  “Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”  Semoga sukses GAnya ya Idah….

give-away-langkah-catatanku