[Prompt #62] Sesaat bersama lagi

sumber

“Senangnya, bisa ke sini lagi…”

“Iya, Nda… Syukurlah, akhirnya Mama mengizinkan kita merayakan ultah di sini lagi..”

Memang, menyenangkan sekali bisa kembali bersama menikmati indahnya sore di villa, apalagi di hari istimewa kami ini. Rasanya sudah lamaaa sekali kami tak duduk bertiga begini.

“Eh, Kak Win… Lihat itu mawar kesukaan Kak Ndy sedang bermekaran…” seru Winda tiba-tiba.

Rumpun mawar itu berseri seolah menyambut kebersamaan kami kembali…

“Ya, cantik dan lembut seperti Windy kita..” sahut Kak Wina lalu tersenyum sendu.

Ah, Kak Wina menyanjungku. Sebenarnya dialah yang paling lembut diantara kita bertiga. Winda manja sedangkan aku sedikit tomboy.

“Winaaa… Windaaa… Ayo pulang, hampir maghriiib..” teriakan Mama dari teras mengusik kebersamaan kami.

“Yaah…, Mama benar-benar belum mau menginap di sini lagi..” keluh Winda.

“Masih butuh waktu bagi beliau untuk kembali ke sini tanpa Windy..” jawab Kak Wina perlahan.

Mereka pun segera beranjak menuju teras…

Meninggalkanku kembali sendiri, di kesunyian villa ini.

***

150 kata untuk MFF Prompt #62 : Hey Girls!

Kisah Uang Nyasar

Lepas maghrib itu, Pak Harun melipat sajadah yang baru saja dipakainya, sambil mengamati Andi -putra bungsunya- yang kali itu terlihat khusu’ berdoa sedangkan biasanya paling cepat ngabur segera setelah mereka selesai berjamaah sholat maghrib.

“Hm, doa apa saja, Dek?” tanyanya kemudian kepada Andi, setelah anak itu menyelesaikan doanya.

“Aku minta pada Allah, agar rejeki Ayah banyaaaak…”

“Aamiin… Untuk apa, Nak?” tanya Bu Harun yang ikutan penasaran dengan doa panjang bungsunya itu.

“Yaa… agar aku segera dapat sepeda baru yang kuinginkan, Bunda..” jawab Andi polos.

Maka tawa Pak Harun, Bu Harun dan Tuti -kakak Andi- pun berderai,  “Aamiin….” sahut mereka kompak.

“Ohya Ayah, siang tadi ada tamu yang mencari Ayah. Kelihatannya penting sekali,” kata Bu Harun.

“Hm… siapa, Bu? Kenalan kita?”

“Tampaknya wajah baru, Yah… Katanya, malam ini dia akan datang kembali.”

“Oh baiklah, kita tunggu saja nanti.”

*** Continue reading “Kisah Uang Nyasar”