Serunya outbound di Kampoeng Djowo Sekatul

Selamat pagi menjelang siang, teman…

Sedang menikmati long weekend, kah? Mungkin ada yang dari jauh-jauh hari sudah merencanakan jalan-jalan ke tempat-tempat wisata tertentu, namun ada juga yang mungkin masih mencari-cari alternatif tempat wisata ya?

Untuk yang di Semarang dan sekitarnya, tak perlu juga jauh-jauh ke luar kota ya.. Di sekitar Semarang pun sudah banyak tempat-tempat rekreasi yang asyik dikunjungi bersama keluarga. Salah satunya Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul, sudah pernah dengar?

Salah satu tujuan wisata ini terletak di Desa Mergosari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.  Nah, banyak kegiatan berdekatan dengan alam yang bisa teman lakukan, bersama keluarga, rekan kantor maupun anggota komunitas.  Salah satunya adalah kegiatan outbound, seperti yang kami lakukan di awal tahun ini, dan inilah beberapa catatan keseruan kami di sana…

Rombongan kami berangkat dari Pekalongan sebelum jam 7 pagi, dan setelah melalui jalan yang berliku-liku, akhirnya sekitar jam 9 lebih sampai di lokasi.  Beberapa kali harus bertanya kepada penduduk sekitar, karena dirasa kurangnya tanda penunjuk jalan di beberapa pertigaan.

Gerbang Kampoeng Djowo Sekatul dari Area parkir
Gerbang Kampoeng Djowo Sekatul dari Area parkir

Continue reading “Serunya outbound di Kampoeng Djowo Sekatul”

Kunjungan kedua ke RATU BOKO

Akhir tahun 2009 lalu, kami memenuhi keinginan anak-anak untuk merasakan kemping dengan mengambil lokasi di camping ground  Candi Ratu Boko, yang letaknya sekitar 3 km sebelah selatan kompleks Candi Prambanan, tepatnya di Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Menurut Wikipedia, nama Ratu Boko yang digunakan untuk menamai situs yg diperkirakan sudah dipergunakan pada abad ke-8 ini berasal dari legenda masyarakat setempat, yg arti harfiahnya adalah “Raja Bangau”.  Lebih lanjut tentang tempat wisata ini, pernah kutulis di blogdetik.

Nah, beberapa waktu lalu, aku berkesempatan untuk mengunjungi kembali lokasi wisata sejarah itu, kali ini bersama rekan-rekan di Diklat PIM yang sedang kuikuti.  Ya, lokasi wisata Candi Ratu Boko atau Keraton Ratu Boko adalah lokasi kegiatan outbound  yang menjadi salah satu bagian dari kegiatan Diklat.

Ternyata sudah banyak perubahan di lokasi wisata itu, lebih tertata dengan baik.  Perubahan yang paling mencolok adalah peraturan untuk melilitkan kain batik (yg sudah disediakan) di atas celana panjang / rok yang kita pakai, sebelum memasuki situs Candi Ratu Boko.  Pada waktu kami ke sana di tahun 2009, peraturan itu belum ada.  Kurang jelas apakah kain itu harus disewa / cuma-cuma, dan siapa saja yg diwajibkan, karena rombongan kami kemarin bebas dari aturan itu tidak seperti wisatawan lain yang datang bersamaan waktu itu.

Nah.. ini sebagian foto-foto ketika kami ke sana kemarin… Continue reading “Kunjungan kedua ke RATU BOKO”