Perjalanan singkat kami ke Jogjakarta

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, kali ini aku ingin bercerita tentang perjalanan singkat kami ke Jogjakarta. Hanya menginap semalam, tapi tetap mengesankan lho..hehe..

Ceritanya, awal Minggu lalu aku mendapat tugas dinas di Jogja, dengan jadwal rapat hari Senin pagi hingga siang hari, yang menyebabkan aku harus menginap dulu di Jogja malam sebelumnya karena tidak ada jadwal angkutan umum Pekalongan-Jogja yang memungkinkan aku berangkat pada hari yang sama dan hadir tepat waktu.

Rencana awal naik kereta api, sekaligus mencoba KA Joglosemarkerto yang baru beroperasi beberapa bulan lalu. Jadwal keberangkatan dari Pekalongan dengan kereta ini adalah pagi hari dan akan sampai di Jogja sekitar tengah hari. Nah, akan ada waktu siang sampai malam di Jogja sebelum rapat paginya, aku sudah berencana mencari tempat wisata di sekitar penginapan agar tidak hanya bengong di kamar hotel saja… Sekaligus cari bahan untuk apdet blog..hehe.. Continue reading “Perjalanan singkat kami ke Jogjakarta”

Kunjungan kedua ke RATU BOKO

Akhir tahun 2009 lalu, kami memenuhi keinginan anak-anak untuk merasakan kemping dengan mengambil lokasi di camping ground  Candi Ratu Boko, yang letaknya sekitar 3 km sebelah selatan kompleks Candi Prambanan, tepatnya di Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Menurut Wikipedia, nama Ratu Boko yang digunakan untuk menamai situs yg diperkirakan sudah dipergunakan pada abad ke-8 ini berasal dari legenda masyarakat setempat, yg arti harfiahnya adalah “Raja Bangau”.  Lebih lanjut tentang tempat wisata ini, pernah kutulis di blogdetik.

Nah, beberapa waktu lalu, aku berkesempatan untuk mengunjungi kembali lokasi wisata sejarah itu, kali ini bersama rekan-rekan di Diklat PIM yang sedang kuikuti.  Ya, lokasi wisata Candi Ratu Boko atau Keraton Ratu Boko adalah lokasi kegiatan outbound  yang menjadi salah satu bagian dari kegiatan Diklat.

Ternyata sudah banyak perubahan di lokasi wisata itu, lebih tertata dengan baik.  Perubahan yang paling mencolok adalah peraturan untuk melilitkan kain batik (yg sudah disediakan) di atas celana panjang / rok yang kita pakai, sebelum memasuki situs Candi Ratu Boko.  Pada waktu kami ke sana di tahun 2009, peraturan itu belum ada.  Kurang jelas apakah kain itu harus disewa / cuma-cuma, dan siapa saja yg diwajibkan, karena rombongan kami kemarin bebas dari aturan itu tidak seperti wisatawan lain yang datang bersamaan waktu itu.

Nah.. ini sebagian foto-foto ketika kami ke sana kemarin… Continue reading “Kunjungan kedua ke RATU BOKO”