Masjid – Ponpes – Tas

Apa hubungannya ketiga hal tersebut?

Haha… sebenarnya sih tak ada hubungan langsung ya.. Aku saja yang iseng menggabungkan 3 dari banyak ikon terkenal dari Jatim yang membuat kami ingin mengunjunginya, dan alhamdulillah kelakon pada 15-16 Pebruari kemarin.

Lokasi utama yang kami kunjungi kemarin adalah Masjid Bawah Tanah di Tuban, Pondok pesantren di Turen Malang dan Sentra pengrajin tas di Tanggulangin Sidoarjo.   Namun menuju ke sana, kami sempat mampir di beberapa tempat menarik lainnya.

Rombongan berangkat dari Pekalongan hari Jumat sore dengan bus, sempat mampir untuk sholat Magrib & Isya di Masjid Agung Demak.  Meskipun malam hari, suasana masjid agung itu tetaplah ramai dikunjungi banyak peziarah.  Entah sebagai tujuan utama, atau persinggahan seperti kami.  Setelah mengagumi keindahan masjid itu di waktu malam, kami pun melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur. Continue reading “Masjid – Ponpes – Tas”

Kontradiksi….

Sore tadi, setelah gonta ganti chanel TV, ada sebuah acara di salah satu TV swasta yang sempat membuatku betah untuk menonton dari tengah hingga akhir acara itu.  Aku lupa apa nama acaranya, yang jelas episode saat itu menceritakan tentang kehidupan seorang anak pinggiran yang karena keterbatasan ekonomi keluarganya, harus  membantu orangtuanya mencari uang namun tetap berusaha menjalani sekolahnya – SD- dengan semangat.

Sementara itu, siang tadi aku baru mengikuti sebuah acara tatap muka unsur Pemkot dengan warga di salah satu kelurahan, dan salah satu masalah yang terinventarisasi di sana adalah masih  adanya beberapa anak putus sekolah, namun alasannya bukan karena masalah ekonomi.

Berbagai upaya ditempuh agar anak-anak putus sekolah ini dapat kembali mendapatkan pendidikan, baik itu melalui jalur sekolah formal maupun non formal.   Penyuluhan kepada masyarakat setempat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan dasar bagi generasi muda itu.

Selain itu, beberapa waktu terakhir ini mbak penjual di kantin kantor ditemani oleh salah seorang keponakannya, seorang remaja manis nan modis…. yang ternyata DO dari sekolahnya.  Ketika sempat kutanya kenapa tidak meneruskan sekolah lagi, ternyata dia  tidak naik ke kelas II SMP dan karena malu mengulang akhirnya tak mau sekolah lagi.

Haah… sayang sekali…  Hari gini kok ya  masih ada yang memilih tak sekolah dengan alasan yang sepele begitu…   Padahal orang tuanya masih relatif  mampu menyekolahkannya…  Dia memilih menghabiskan siang dengan menemani budenya jualan di kantin, sesekali melayani pembeli, sesekali sibuk dengan HPnya, daripada belajar di sekolah bersama dengan teman-teman sebayanya…

Sungguh sayang sekali… 🙁

Ada (hubungan) apa diantara mereka?

Ketika beberapa waktu lalu jalan2 bersama keluarga, kendaraan yang kami tumpangi berhenti di dekat areal persawahan yang (tampaknya) belum lagi tanam.  Yang menarik perhatian kami adalah terdapat beberapa ekor sapi yang sedang merumput disana….dan disekitarnya ada burung-burung yang asyik ngetutke si sapi kemanapun sapi itu melangkah…

Satu ekor sapi diikuti oleh 2 ekor burung di kanan kirinya… wiih, seperti bos dengan ajudannya saja… haha… Ini dia fotonya, dua ekor sapi yang berbeda, masing-masing dengan ‘pengawal’nya…

sekedar pertemanan biasa...atau simbiosme mutualisma?
Sekedar pertemanan biasa…atau simbiosis mutualisma?

Aku jadi teringat pelajaran Biologi jaman SMP dulu, tentang hubungan simbiosis mutualisma antara Burung Jalak dan Kerbau, dimana si burung mendapat keuntungan berupa makanan (kutu) dan si kerbau juga diuntungkan karena kutunya habis dimakan burung itu.

Hm…apakah begitu juga yang terjadi antara Sapi dan (kalau tak salah) burung Kuntul Sawah itu ? Ada hubungan apa diantara mereka, ataukah cuma kebetulan saja mereka ada di tempat yang sama? *Eh.. kok terdengar seperti narasi di infotainment2  itu yah..hehe..*

Bagaimana pendapatmu, teman?  *pertanyaan iseng di akhir pekan*

Doping semangat dari sahabat

Rasa lelah sepulang kerja sore tadi langsung menguap ketika masuk kamar dan mendapati dua buah bungkusan coklat bertengger manis di atas si Maroon.  Ihirrr…. stock doping ku datang lagi, kali ini dari Surabaya & Jakarta…  😀

Yang terbungkus kertas coklat beralamat ditujukan padaku itu memang doping  penambah semangat dari sahabat yang sedang kutunggu minggu ini, melengkapi yang sudah kuterima dua hari lalu dari Jogja.  Eits…jangan curiga dulu ya… Bukan pendongkrak stamina nan haram semacam Kathi, Methi n sebangsanya yang lagi heboh akhir2 ini lho…. tapi hadiah-hadiah GA dari sahabat selama ini memang kuanggap sebagai doping yang mendongkrak semangat untuk menulis… Dijamin halal deh!

GA_ammazzet2GA_Pakdhe

Continue reading “Doping semangat dari sahabat”

Langkah baru

Padamu negri… kami berjanji…

Padamu negri… kami berbakti….

Padamu negri… kami mengabdi…

Bagimu negri… jiwa raga kami….

***

Lagu nasional gubahan Kusbini yang hanya terdiri dari 4 baris lirik itu, masih sering kami nyanyikan, setidaknya sebulan sekali pada apel bersama tanggal 17.  Namun, pada Kamis pagi kemarin lagu itu terasa ‘lain’ bagiku.  Ada rasa nggregel di hatiku saat bersama-sama menyanyikan lagu itu dalam acara resmi yang melibatkan diriku saat itu.

Jika lagu Indonesia Raya dikumandangkan setiap awal acara resmi, maka Lagu Padamu Negeri merupakan lagu penutup sebuah acara resmi, seperti juga pagi itu.  Kata-kata sumpah yang baru saja kami ucapkan sebelumnya makin membuatku menghayati lagu sederhana namun bermakna dalam itu.  Betapa masih sangat sedikit yg sudah kuberikan pada negri tercinta selama ini… betapa masih buanyaaak hutangku pada tanah kelahiran ini.. 🙁 Continue reading “Langkah baru”

Seminggu kemarin…

Hai teman…. apa kabar semua????

Ih, kangen meskipun cuma semingguan gak nulis-nulis di sini.   Tugas akhir tahun yang berkolaborasi manis dengan tugas awal tahun rupanya sukses menjauhkanku dari dunia maya selama semingguan ini, hehe…

Baru saja mulai lagi BW..eh baca berita2 heboh tentang sebuah nama yg rupanya akhir2 ini ngetop karena penipuannya di dunia maya ini…  Hm, meskipun aku baru sekali nginguk blognya (dan sempat pengen pesen beberapa buku second nya), untunglah aku tak termasuk target potensial dia sehingga selamat dari modus tipu2nya itu…  BTW, trims untuk teman2 yang sudah sharing tentang itu sehingga kita bisa meningkatkan kewaspadaan selama bersilancar di dumay ini.. *halah..bahasanya, rek..*

Oya, selain (sok) sibuk dengan tugas-tugas yang kusebutkan itu, seminggu kemarin juga asyik mondar-mandir ke RS untuk periksa (alhamdulillah..hasil akhirnya tidak ada yang mengkhawatirkan..) dan 2 hari weekend kemarin full nginep di salah satu RS swasta di Semarang, menemani mbak ku yang sedang dirawat di sana. Continue reading “Seminggu kemarin…”

Jarak antara menanam dan memanen..

” Hindari budaya quick fix, berfikir jangka pendek, cepat beres dan tidak sabar. Untuk sukses ada jarak antara saat menanam dan panen, inallah maa shabirin..”

***

Itu adalah status yang tertulis di wall FB Muhammad Syafii Antonio yang kubaca kemarin, yang kurasa sangat tepat mengingat kondisi yang banyak kita temui pada saat ini, oleh karena itu ku kutip di sini untuk kujadikan catatan tersendiri.

Tak sedikit pula yang menyebut masa kini adalah masa jaya ‘Budaya Instan’ :  semua serba dicari mudahnya atau cepatnya, tidak hanya pada sarana prasarana yang melengkapi kehidupan kita, namun sampai juga ke perwujudan suatu keinginan ataupun cita-cita.

Ingin kaya, ingin sukses, ingin terkenal ….. semua ada cara instannya, begitu promosi yang seringkali kita jumpai -entah terang-terangan ataupun umpet-umpetan …  Dan sebagaimana biasanya iklan, yang dikedepankan adalah sedikitnya upaya yang dikeluarkan dan besarnya hasil yang didapatkan… Tak disinggung mengenai benar-tidaknya proses yang akan dilakukan, sesuai atau justru bertententangan dengan norma-norma yang ada, dsb.

Ada jarak antara MENANAM dan MEMANEN

Ada jarak antara menanam dan memanen.  Itu kalimat yang aku suka, menjelaskan bahwa ada proses yang harus dilalui dengan sabar. Ada upaya dan kerja keras di antara kondisi ‘tanam’ dan ‘panen’. Dan proses itupun harus dilakukan dengan benar. Bila cara menanam salah.. belum tentu kau akan panen sesuai harapan… Continue reading “Jarak antara menanam dan memanen..”

Warna-warni Si Kembang Bokor

Sudah agak lama aku penasaran dengan nama bunga cantik ini…  Pertama kali tertarik dengan keindahannya ketika jalan-jalan di Pagilaran-Batang pada th 2011 lalu…   Di halaman villa yang kami sewa saat itu banyak ditanam bunga ini dan saat itu sedang bermekaran dengan cantiknya.

Ini si cantik Hydrangea yang kujumpai di Pagilaran kala itu..
Ini si cantik Hydrangea yang kujumpai di Pagilaran kala itu..

Continue reading “Warna-warni Si Kembang Bokor”