Hari ini

Hari ini,

seperti juga tahun-tahun nan lalu…

syukur tak terhingga kupanjatkan pada-MU

atas semua nikmat dari-MU di tiap helaan nafasku

Hari ini,

seperti juga tahun-tahun sebelumnya…

kupinta kekuatan dari-MU,  Sang Maha Daya

untuk bisa terus mensyukuri setiap karunia

untuk bisa terus tegar meniti pintalan pinesthi hamba

untuk bisa senantiasa membuat pemilik surgaku tersenyum bahagia

Hari ini,

kusiapkan diri menjalani hari baru

dalam naungan kasih-MU

Aku, Lily & Impian…

“Reee….lihat deh… Bagus, ya?” tanya Lily tiba-tiba sambil meletakkan sebuah majalah dengan halaman terbuka di atas meja yang kuhadapi.

“Rumah lagi? “

“Iya lah…. Tapi yang ini bener-bener keren lho, Re.. Tuh lihat penampilan depan, samping ataupun belakangnya.. Mantap, kan?”

Kupasang muka serius sambil membolak-balik halaman salah satu majalah yang memuat gambar-gambar rumah cantik yang dikagumi Lily.  Memang bagus rumah itu, tidak mewah namun sangat tepat seperti rumah impian Lily. Tapi..

“Iya, aku tahu…pasti kamu mau bilang : mahal! Iya kan?” Lily pasang wajah cemberut.

“Buat referensi saja sih gak papa, Ly… “

Yo wis, pokoke kamu dah lihat rumah impianku…”  sambil meninggalkan senyum manisnya, ia pun berlalu menuju ruang kerjanya di divisi sebelah.

***

“Aku kirim gambar bagus yang pasti kau suka” itu sms dari Lily yang kubaca siang ini.  Hm, rumah lagi kah? Bergegas kubuka emailku mencari kiriman gambar darinya.

Ternyata kali ini sebuah gambar MOGE gagah  yang sudah lama kuimpikan, lengkap dengan latar belakang pemandangan yang menawan. Sebentar kemudian sms nya masuk lagi ke HPku.

“Gimana… apik to?”

“Iyaa…. Uapik, cah ayuuu… Pemandangannya juga mantap.  Dapat dari mana?

“Biasalah… hasil browsing sana-sini… Pas banget dengan impianmu kan, Re?”

“Heeh… kamu memang paling tahu apa yang kumau, Ly..”

“Ya iyalah… Lily, gitu looh…”

Hahaha…. Tak sadar kutertawa lepas membaca balasan pesan dari si kocak itu.  Terbayang mimik mukanya seolah dia mengucapkan kata-kata itu langsung di hadapanku, dan bukannya dari Ibu Kota tempat dia dinas dua hari ini.  Ah..Lily memang ngangeni..

***

“Mas Lare, kata Kak Lily undangannya yang cantik itu hasil disain njenengan, to?” kata Nuning yang tiba-tiba saja masuk ke ruanganku.

“Kenapa, mau pesen juga?” selorohku.

“Mau juga sih, kalau mas nggak keberatan… Eh tapi mas, awalnya kukira kalian itu berpasangan lho.  Wong sak kantor ini, pasti kaget ketika menerima undangan Kak Lily dan tak ada nama mas di sana..”

Ah…ada yang tercubit di hati ini mendengar kata-kata Nuning, tapi alhamdulillah aku terhindar dari keharusan merespon perkataannya itu ketika suara melengking Pak Agus -Bos Nuning- memanggil si centil yang langsung kabur kembali ke habitatnya itu.

Yang tersisa hanya senyum kecut di bibirku.  Ah, Lily…banyak impian kita yang sama, namun kita tak berhak menjalaninya bersama….

 ##

Sebenarnya fiksi ini ingin kuikutsertakan pada proyek menulis buku yang diprakarsai Pakdhe pada kategori  Kumpulan Cerpen bertema MIMPI  yang DOnya Neng Orin tea… tapi, karena belum sampai 500 kata sudah mentok idenya, jadi batal deh… Biar hasil belajar nulis fiksi ini ngga mubazir, kupajang saja di sini.. hehe…  Sekalian woro-woro, buat teman-teman yang berminat ikutan, langsung merapat ke TKP  sebelum DLnya tgl 31 Mei 2013 ya… 😀

(Bukan) Alih Fungsi

alihfungsi

Ketika geliat usaha perbatikan itu kembali meraja, ketika mentari tak lagi bersembunyi, pemandangan seperti ini kembali banyak dijumpai di daerah kami…

Tentu saja ini bukan alih fungsi lahan secara permanen seperti yang banyak dikritisi oleh para ahli itu…  Ini hanya sekedar pemanfaatan secara maksimal lahan yang ada untuk keperluan mengepulnya dapur banyak keluarga…

Sementara jemuran kain ratusan meter itu belum lagi kering…. pengguna lapangan lainnya ngantri dulu ya.. hehe…

Masjid – Ponpes – Tas

Apa hubungannya ketiga hal tersebut?

Haha… sebenarnya sih tak ada hubungan langsung ya.. Aku saja yang iseng menggabungkan 3 dari banyak ikon terkenal dari Jatim yang membuat kami ingin mengunjunginya, dan alhamdulillah kelakon pada 15-16 Pebruari kemarin.

Lokasi utama yang kami kunjungi kemarin adalah Masjid Bawah Tanah di Tuban, Pondok pesantren di Turen Malang dan Sentra pengrajin tas di Tanggulangin Sidoarjo.   Namun menuju ke sana, kami sempat mampir di beberapa tempat menarik lainnya.

Rombongan berangkat dari Pekalongan hari Jumat sore dengan bus, sempat mampir untuk sholat Magrib & Isya di Masjid Agung Demak.  Meskipun malam hari, suasana masjid agung itu tetaplah ramai dikunjungi banyak peziarah.  Entah sebagai tujuan utama, atau persinggahan seperti kami.  Setelah mengagumi keindahan masjid itu di waktu malam, kami pun melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur. Continue reading “Masjid – Ponpes – Tas”

Kontradiksi….

Sore tadi, setelah gonta ganti chanel TV, ada sebuah acara di salah satu TV swasta yang sempat membuatku betah untuk menonton dari tengah hingga akhir acara itu.  Aku lupa apa nama acaranya, yang jelas episode saat itu menceritakan tentang kehidupan seorang anak pinggiran yang karena keterbatasan ekonomi keluarganya, harus  membantu orangtuanya mencari uang namun tetap berusaha menjalani sekolahnya – SD- dengan semangat.

Sementara itu, siang tadi aku baru mengikuti sebuah acara tatap muka unsur Pemkot dengan warga di salah satu kelurahan, dan salah satu masalah yang terinventarisasi di sana adalah masih  adanya beberapa anak putus sekolah, namun alasannya bukan karena masalah ekonomi.

Berbagai upaya ditempuh agar anak-anak putus sekolah ini dapat kembali mendapatkan pendidikan, baik itu melalui jalur sekolah formal maupun non formal.   Penyuluhan kepada masyarakat setempat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan dasar bagi generasi muda itu.

Selain itu, beberapa waktu terakhir ini mbak penjual di kantin kantor ditemani oleh salah seorang keponakannya, seorang remaja manis nan modis…. yang ternyata DO dari sekolahnya.  Ketika sempat kutanya kenapa tidak meneruskan sekolah lagi, ternyata dia  tidak naik ke kelas II SMP dan karena malu mengulang akhirnya tak mau sekolah lagi.

Haah… sayang sekali…  Hari gini kok ya  masih ada yang memilih tak sekolah dengan alasan yang sepele begitu…   Padahal orang tuanya masih relatif  mampu menyekolahkannya…  Dia memilih menghabiskan siang dengan menemani budenya jualan di kantin, sesekali melayani pembeli, sesekali sibuk dengan HPnya, daripada belajar di sekolah bersama dengan teman-teman sebayanya…

Sungguh sayang sekali… 🙁

Ada (hubungan) apa diantara mereka?

Ketika beberapa waktu lalu jalan2 bersama keluarga, kendaraan yang kami tumpangi berhenti di dekat areal persawahan yang (tampaknya) belum lagi tanam.  Yang menarik perhatian kami adalah terdapat beberapa ekor sapi yang sedang merumput disana….dan disekitarnya ada burung-burung yang asyik ngetutke si sapi kemanapun sapi itu melangkah…

Satu ekor sapi diikuti oleh 2 ekor burung di kanan kirinya… wiih, seperti bos dengan ajudannya saja… haha… Ini dia fotonya, dua ekor sapi yang berbeda, masing-masing dengan ‘pengawal’nya…

sekedar pertemanan biasa...atau simbiosme mutualisma?
Sekedar pertemanan biasa…atau simbiosis mutualisma?

Aku jadi teringat pelajaran Biologi jaman SMP dulu, tentang hubungan simbiosis mutualisma antara Burung Jalak dan Kerbau, dimana si burung mendapat keuntungan berupa makanan (kutu) dan si kerbau juga diuntungkan karena kutunya habis dimakan burung itu.

Hm…apakah begitu juga yang terjadi antara Sapi dan (kalau tak salah) burung Kuntul Sawah itu ? Ada hubungan apa diantara mereka, ataukah cuma kebetulan saja mereka ada di tempat yang sama? *Eh.. kok terdengar seperti narasi di infotainment2  itu yah..hehe..*

Bagaimana pendapatmu, teman?  *pertanyaan iseng di akhir pekan*

Doping semangat dari sahabat

Rasa lelah sepulang kerja sore tadi langsung menguap ketika masuk kamar dan mendapati dua buah bungkusan coklat bertengger manis di atas si Maroon.  Ihirrr…. stock doping ku datang lagi, kali ini dari Surabaya & Jakarta…  😀

Yang terbungkus kertas coklat beralamat ditujukan padaku itu memang doping  penambah semangat dari sahabat yang sedang kutunggu minggu ini, melengkapi yang sudah kuterima dua hari lalu dari Jogja.  Eits…jangan curiga dulu ya… Bukan pendongkrak stamina nan haram semacam Kathi, Methi n sebangsanya yang lagi heboh akhir2 ini lho…. tapi hadiah-hadiah GA dari sahabat selama ini memang kuanggap sebagai doping yang mendongkrak semangat untuk menulis… Dijamin halal deh!

GA_ammazzet2GA_Pakdhe

Continue reading “Doping semangat dari sahabat”

Langkah baru

Padamu negri… kami berjanji…

Padamu negri… kami berbakti….

Padamu negri… kami mengabdi…

Bagimu negri… jiwa raga kami….

***

Lagu nasional gubahan Kusbini yang hanya terdiri dari 4 baris lirik itu, masih sering kami nyanyikan, setidaknya sebulan sekali pada apel bersama tanggal 17.  Namun, pada Kamis pagi kemarin lagu itu terasa ‘lain’ bagiku.  Ada rasa nggregel di hatiku saat bersama-sama menyanyikan lagu itu dalam acara resmi yang melibatkan diriku saat itu.

Jika lagu Indonesia Raya dikumandangkan setiap awal acara resmi, maka Lagu Padamu Negeri merupakan lagu penutup sebuah acara resmi, seperti juga pagi itu.  Kata-kata sumpah yang baru saja kami ucapkan sebelumnya makin membuatku menghayati lagu sederhana namun bermakna dalam itu.  Betapa masih sangat sedikit yg sudah kuberikan pada negri tercinta selama ini… betapa masih buanyaaak hutangku pada tanah kelahiran ini.. 🙁 Continue reading “Langkah baru”

Seminggu kemarin…

Hai teman…. apa kabar semua????

Ih, kangen meskipun cuma semingguan gak nulis-nulis di sini.   Tugas akhir tahun yang berkolaborasi manis dengan tugas awal tahun rupanya sukses menjauhkanku dari dunia maya selama semingguan ini, hehe…

Baru saja mulai lagi BW..eh baca berita2 heboh tentang sebuah nama yg rupanya akhir2 ini ngetop karena penipuannya di dunia maya ini…  Hm, meskipun aku baru sekali nginguk blognya (dan sempat pengen pesen beberapa buku second nya), untunglah aku tak termasuk target potensial dia sehingga selamat dari modus tipu2nya itu…  BTW, trims untuk teman2 yang sudah sharing tentang itu sehingga kita bisa meningkatkan kewaspadaan selama bersilancar di dumay ini.. *halah..bahasanya, rek..*

Oya, selain (sok) sibuk dengan tugas-tugas yang kusebutkan itu, seminggu kemarin juga asyik mondar-mandir ke RS untuk periksa (alhamdulillah..hasil akhirnya tidak ada yang mengkhawatirkan..) dan 2 hari weekend kemarin full nginep di salah satu RS swasta di Semarang, menemani mbak ku yang sedang dirawat di sana. Continue reading “Seminggu kemarin…”