7 Kawasan Tanpa Rokok di Kota Pekalongan

Beberapa hari lalu, aku mengalami hal tak menyenangkan berkaitan dengan bau rokok.  Kantin di belakang kantor kami memang ruangannya kecil, hanya muat untuk beberapa orang saja.  Namun (mungkin) karena harga yg terjangkau dan rasa masakan yang relatif enak, kantin Mak Saroh itu mempunyai banyak pelanggan, tidak hanya karyawan dari kantor kami.

Nah, yang paling menjengkelkan adalah segerombolan pelanggan tanpa tenggang rasa yang setelah selesai menyantap makanan mereka suka berlama-lama duduk sambil ngobrol & rokokan di sana.  Bau asap rokok yg tertinggal di ruang kantin nan sempit itu sangat mengganggu!  Mau makan jadi nggak kolu alias makanan tak bisa tertelan karena merasa mual. Daripada maag kumat, akhirnya terpaksalah aku memesan makan siang untuk diantar ke mejaku, padahal sebenarnya aku sangat tidak suka makan di meja kerja 🙁

Di lain pihak, sebenarnya saat ini pemerintah kota kami sedang menggalakkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekalongan No. 19 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah ditetapkan pada tanggal 22 November 2012 lalu.  Perda KTR tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya asap rokok, memberi ruang dan lingkungan yang bersih bagi masyarakat, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk merokok dan mencegah perokok pemula.

Adapun 7 KTR tersebut adalah :

(1) Fasilitas pelayanan kesehatan;

(2) Tempat proses belajar mengajar;

(3) Tempat anak bermain;

(4) Tempat ibadah;

(5) Angkutan umum;

(6) Tempat kerja;  dan

(7) Tempat umum.

Tidak hanya larangan merokok di 7 KTR tersebut, namun di kawasan yang telah ditetapkan sebagai KTR tersebut juga dilarang untuk kegiatan menjual, mengiklankan atau mempromosikan rokok.  Bagi perokok / penjual / pengiklan / yg mempromosikan rokok di 7 KTR tersebut akan dikenakan sanksi administrasi hingga denda.

Khusus di 2 kawasan yaitu Tempat kerja dan tempat umum, diperbolehkan untuk menyediakan tempat merokok / smoking area.  Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyiapkan 22 smoking area di sejumlah kantor pelayanan & kelurahan.  Namun dari pengamatanku, tempat-tempat khusus tersebut saat ini masih kurang berfungsi secara maksimal, banyak yang tidak digunakan alias masih banyak yg merokok di tempat terbuka.

Yaah… semoga saja kedepan masyarakat kota kami akan makin menyadari pentingnya udara bebas asap rokok itu dan hanya merokok pada tempat-tempat yang diperbolehkan…

Bagaimana denganmu, teman… adakah pengalaman tidak mengenakkan dengan perokok / asap rokok? Oya, tentang Kawasan Tanpa Rokok, apakah berhasil diterapkan di kotamu?

[BeraniCerita#06] Akhir sebuah pelarian

Tak perlu waktu lama, Rino akhirnya sampai di rumah bergaya Jawa kuno yang cukup besar. Halamannya luas dengan beberapa pohon beringin. Tampaknya rumah ini adalah rumah turun-temurun.

Tok, tok! Rino mengetuk pintu.

Tak lama pintu dibuka. Rino terkejut melihat sosok yang berada di hadapannya.

***

Rino bergegas berbalik, namun tangan halus itu kuat memegangi lengannya..

“Aku sudah lama menunggumu di sini.  Rumah nenek yg penuh kenangan ini, pasti menjadi tujuan akhir pelarianmu…”

Rino tetap diam, namun diapun mengurungkan niatnya untuk lari.

“Rino… masuklah, ada banyak hal yang ingin kujelaskan…”

“Tak ada lagi yang ingin kudengar.  Kau telah memilihnya, maka tak perlu ada aku lagi di hidupmu!”

“Kenapa tidak?”

“Karena aku tak mau menjadi benalu dalam hidup kalian!”

“Benalu? Dalam 15 tahun kebersamaan kita, kau adalah yang terpenting bagiku! Kau, satu-satunya! Siapa yg berani mengatakan kau adalah benalu dalam hidupku?” suara penuh emosi wanita itu menyentak hati Rino.

Perlahan ditatapnya wajah cantik yang sangat dicintainya itu…, ada yg tercekat di hatinya menyaksikan bulir-bulir air mata membasahi pipi pucat nan tirus itu….

Baru kemarin aku meninggalkanmu namun rasanya sudah sangat lama waktu berlalu, bisik hatinya.  Ada luka di mata indah itu, aku kah yang menorehkannya, ibu?

“Nak… jangan pernah meragukan cinta ibu.  Tadinya aku memang sedang mempertimbangkan pinangannya, namun bila itu menyakiti hatimu, membuatmu pergi dari hidupku, maka untuk apa kuterima?  Kau hanya perlu mengatakan ketaksetujuanmu, tidak harus pergi tanpa pamit seperti ini…”

Rino masih terdiam, diingatnya rasa takut yang membuatnya nekad kabur kemarin.  Kabar bahwa ibu akan segera menikah dengan Oom Randi!

“Kenapa kau membencinya, Rino?”

“Aku tak pernah membencinya..” jawab Rino lirih, “…tapi aku takut bernasib seperti Rudi..”

Perlahan wanita cantik itu mendekati Rino lalu memeluknya erat.  Air mata tertumpah membasahi rambut lelaki kecil kesayangannya.  Ia tahu kisah hidup Rudi -teman Rino- yang kurang beruntung mendapatkan ayah tiri yang cengkiling .  Tapi ia cukup mengenal Randi – sahabat lama almarhum suaminya- yang ia yakin tak akan bertabiat seperti itu.

“Aku tak berani menjanjikan yang muluk-muluk, Nak… Namun aku ingin kamu mau mengenalnya lebih dekat.  Jika pada akhirnya nanti apa yang kau putuskan tetap sama,  maka aku tetap akan menghormati keputusanmu itu…”

Mereka berpelukan lama, tak menyadari sepasang mata tua yang basah menatap dari dalam rumah tua itu.  Namun, ada senyum di bibir keriput Mbah Citro, menyaksikan cucu dan menantu kesayangannya kembali berdamai…

***

Notes : 385 kata.  Cengkiling  (Bhs Jawa = ringan tangan / suka memukul )

Keke & Nai… ke River World yuuk…

Ketika jalan-jalan ke Purbalingga tempo hari, tidak hanya Taman Sanggaluri (yang ada museum reptil & serangga serta Museum Uang itu), kami juga sempat mampir ke wahana wisata lain yang bernama River World Purbasari Pancuran Mas.  Ini cerita jalan-jalan kami di sana…

Lokasi wisata yang terkenal dengan akuarium raksasanya ini terletak di Desa Purbayasa Kec Padamara Kab. Purbalingga Jawa Tengah.  Salah satu yang paling terkenal di sana adalah Ikan Araipama Gigas yang berasal dari Sungai Amazon  yang panjangnya bisa lebih 2 meter.

Si ikan raksasa yg berasal dari sungai Amazon itu... (maaf, hasil fotonya kurang bagus..hehe..)
Si ikan raksasa yg berasal dari sungai Amazon itu… (maaf, hasil fotonya kurang bagus..hehe..)
Sekumpulan Araipama di akuarium lain...
Sekumpulan Araipama di akuarium lain…

Selain ikan raksasa itu, banyak juga jenis-jenis ikan lain yang dapat dilihat di sana, terutama jenis ikan perairan sungai sebagaimana nama taman ini yaitu River World PPM :  ada Ikan Aba aba, Ikan Buaya, Belut Listrik / Sidat, dll.  Eh, di Jakarta  ada Sea world, di Purbalingga nggak mau kalah dengan River world-nya 🙂

River World PPM
River World PPM Purbalingga

Aba2buayasidat

Tak hanya ikan-ikan dalam akuarium saja yang dapat dinikmati di taman itu.  Sambil berjalan-jalan di lingkungan taman yang asri, dapat pula menikmati burung ataupun unggas cantik yang ada di sana.  Ada Golden Pheasant yang warna-warni, Si biru Mambruk, Nuri Kepala Hitam (dengan tubuh berbulu warna warni ceria) dan masih banyak lagi.

Burung-burung cantik di Bird park PPM
Burung-burung cantik di Bird park PPM

Oya, satu hal lagi yang membuatku semakin ingin mengajak para krucils kami untuk main di sana adalah adanya kolam renang yang lumayan luas yaitu di Taman air luncur ( water boom ), karena para krucils kami paling betah main air…   Selain itu, bagi yang ingin bersantai diatas perahu dapat memilih naik perahu besar / speedboat / sepeda air untuk berputar-putar di wisata telaga yang juga ada di sana.

Ohya, HTMnya Rp. 10.000,-  untuk masuk di lokasi-lokasi wisata yg ada di sana ( River world, play ground, water boom & kolam renang anak / dewasa, Bird park & konservasi rusa ) sedangkan untuk berperahu dikenakan tambahan sewa pelampung Rp. 2.500,- atau Rp. 10.000,- untuk bersepeda air…

Bermain air, berlarian di lapangan hijau atau berjalan menyusuri pinggir telaga... pilih saja...
Bermain air, menikmati alam hijau atau berperahu di telaga… pilih saja…

Nah, itu dia cerita jalan-jalan kami di River world Purbasari Pancuran Mas yang ada di Purbalingga, apakah Keke & Nai tertarik untuk jalan-jalan ke sana? Silahkan minta mama untuk menjadwalkannya di liburan mendatang, ya.. 🙂

1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

Tamba pingin

Ketika memasuki kawasan Imogiri dalam perjalanan menuju Kebun Buah Mangunan di minggu lalu, langsung teringat olehku minuman khas Imogiri yang ingin kucicipi terutama setelah membaca tulisan mbak Evi yang ini.

Ya, Wedang Uwuh, itulah nama minuman khas Imogiri itu.  Wedang adalah kata dalam bahasa jawa yang berarti minuman, sedangkan Uwuh berarti sampah.  Bukan berarti minuman yang berasal dari sampah lho…. Yang lebih tepatnya adalah minuman yang berbahan rempah & dedaunan yang tampaknya seperti sampah.

Beberapa kali mendengarnya namun belum pernah berkesempatan mencicipinya, membuatku mengusulkan mencari minuman itu saat memasuki Imogiri kemarin itu, namun sayangnya sebagian besar kakak-kakakku menolak…alasannya itu minuman yang nikmat di pagi ataupun malam hari, sedangkan saat kami sampai di sana adalah siang hari!  Yo wis…. kalah deh… (padahal mungkin juga minuman itu disajikan dingin kan, mbak Evi? ) akhirnya pada kesempatan itu akupun gagal mencicipi Wedang Uwuh di tempat asalnya… 🙁

Tapi… ternyata itu bukanlah akhir cerita.  Tuhan Maha baik mengabulkan keinginanku.  Keesokan harinya, ketika mencari oleh-oleh di salah satu toko pusat oleh-oleh di Jl. Aip II KS Tubun Jogja, aku menemukan minuman yang kucari! Ya, memang bukan yang ‘asli’  namun Wedang Uwuh instan yang disajikan dalam kemasan-kemasan kecil berisi 5 sachet itu cukuplah jadi tamba pingin alias mengobati keinginanku untuk mencicipi minuman tradisionil yang konon menyehatkan itu…

Tombo pengen itu bernama Wedang Uwuh Instan
Tamba pingin itu bernama Wedang Uwuh Instan

Oya, dalam kemasan itu disebutkan juga tentang ‘sejarah’ adanya minuman itu, yaitu dari kebiasaan masyarakat tempo dulu untuk memanfaatkan daun-daun cengkeh yang berguguran untuk menjadi minuman dengan menambahkan bahan-bahan berkhasiat lain seperti jahe, kayu manis, pala, sereh, kapulogo dan tak ketinggalan kayu secang yang memberikan warna merah ceria pada wedang ini.

Keterkenalan Wedang Uwuh sebagai minuman yang berkhasiat ini rupanya menginspirasi para kreatif untuk menyajikannya secara instan, dan bahkan katanya wedang uwuh celup juga sudah ada lho.. hehe…

Apakah kini aku sudah tak penasaran lagi dengan Wedang Uwuh itu ? Hm…. jangan salah! Ternyata, setelah merasakan yang instan aku tetap ingin merasakan yang asli, karena menurutku yang segar tentunya lebih berkhasiat dibanding yang instan bukan?

Bagaimana denganmu, teman… penasaran juga kah dengan si Wedang Uwuh itu ?

[Berani Cerita#05] Deja vu (?)

Sepertinya suasana malam ini tidak begitu bersahabat bagi Riana. Angin yang dingin membuat dia memaki dirinya sendiri kenapa lupa membawa jaketnya yang tertinggal di mobil. Lorong yang tidak terlalu terang karena beberapa lampu mulai dimatikan. Dan kenapa tidak ada orang bersliweran? Padahal masih jam 8 malam.

 “Nah, sebentar lagi sudah sampai di kamar Sinta.” Riana mencoba menghibur diri sendiri karena dirinya masih merinding. Cepat-cepat langkahnya diayun, sampai akhirnya dia berhenti tiba-tiba saat melihat sebuah tempat tidur dorong melaju cepat ke arahnya.

Continue reading “[Berani Cerita#05] Deja vu (?)”

3 di bulan 3

Aku bukan anak ke- 3, aku tidak lahir di bulan 3, jumlah saudaraku lebih dari 3…. dan angka 3 juga bukan angka favoritku! Lalu apa yang dapat kutulis tentang angka 3 di hidupku agar bisa mangayubagyo syukuran rame-ramenya Mama CALVIN, Little Dija dan Acacicu ?

Eeeh… tunggu dulu… bukan tak ada sama sekali angka 3 di hidupku… Meskipun aku anak ke-empat, tapi aku adalah putri ke-3 bapak-ibuku lho… #maksa.. 😉  Hm, Sebenarnya sih ada juga beberapa hal lain yang berkaitan dengan angka 3 di hidupku, namun kali ini sedang tak sempat mengingat-ingatnya (alias kejar tayang, haha..) jadi aku akan menulis saja tentang 3 di bulan 3.

Apapula itu? Continue reading “3 di bulan 3”

Workshop Online ” All About Pepaya”

workshop

Siapa yang tak kenal Pepaya ? Wong Jawa menyebutnya kates sedangkan urang sunda menyebutnya gedang.  Menurut wikipedia, buah bernama latin Carica papaya L ini berasal dari meksiko, namun sudah menyebar luas di hampir semua daerah tropis termasuk negara kita.

Buah yang nikmat dikonsumsi segar maupun olahannya ini banyak mengandung manfaat bagi tubuh kita, coba saja masukkan kata ‘manfaat pepaya’ di mesin pencarian maka hasilnya akan berderet-deret dan tinggal pilih mana yg mau di baca 🙂

Nah, dalam rangka meningkatkan konsumsi dan dan mendukung keberadaan buah nusantara -khususnya Pepaya– di Indonesia, IKA Faperta ( Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian) IPB akan menyelenggarakan Workshop Online “All About Pepaya” di Facebook.

Workshop online ini rencananya diselenggarakan pada tanggal 1 sampai 30 April 2013 dan akan membahas seluruh aspek dari komoditi pepaya, mulai dari on farm hingga off farm, dari hulu hingga ke hilir. Bila ingin mengikutinya, langsung saja menuju ke Workshop IKA Faperta IPB  Lalu klik button “LIKE” yang ada di sana… Terbuka untuk umum dan gratis..tis..tis… Hehe…

Nah, untuk lebih mengetahui apa itu Workshop Online “All about Pepaya” yg akan diadakan oleh IKA Faperta IPB ini, silahkan simak aturan mainnya ya… Continue reading “Workshop Online ” All About Pepaya””

Jailolo, I’m coming….!

“Tulisan ini diikutkan dalam Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh Festival teluk Jailolo dan Wego Indonesia

Jailolo… apa & di mana itu?

Terus terang aku sama sekali buta tentang Jailolo.  Menurut Wikipedia, Jailolo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.  Penelusuran di inet juga menghasilkan gambar-gambar cantik sebuah teluk & beragam  tarian indah.. *dari sini aku sudah mulai ngiler tuh…*

Sumber lain menyebutkan bahwa Gilolo atau Jailolo adalah nama lain yang diberikan oleh penduduk setempat pada Pulau Halmahera di Prov. Maluku Utara.  Di pulau itulah digelar festival tahunan bertajuk Festival  Teluk Jailolo.

Naah… apa pula Festival Jailolo itu? Itu adalah  festival yang menitik beratkan pada penampilan budaya dan adat istiadat yang menarik, khususnya dari Suku Sahu, tahun ini akan mengusung tema  “The Treasure of Spice Island”.  Selain itu akan ditampilkan pula teater “Sasadu on the sea” pada panggung diatas laut. Continue reading “Jailolo, I’m coming….!”

[BeraniCerita#03] Terhempas

Aku menatap bayangan yang dipantulkan cermin panjang yang ada di salah satu dinding ruangan mungil ini.  Lampu terang di ruang ganti itu menampilkan dengan jelas sosokku di cermin itu.   Cantik.. bisikku puas.  Ya, aku puas menyadari pilihanku tak salah.  Gaun malam merah marun itu membalut indah tubuhku, menonjolkan bahu mulus dan leher jenjangku…

Hm, syukurlah aku memutuskan mampir ke sini untuk menukar seragam kerja formal yang kupakai seharian tadi, demi menyambut malam yang istimewa ini.  Aku kembali memandangi bayangku di cermin itu.  Meraih tas dari tumpukan baju di atas kursi kecil itu dan mengeluarkan lipstik merah, menyempurnakan penampilanku.

Sempurna.. ya, penampilanku malam ini haruslah sempurna, karena kurasa inilah malam yang telah kutunggu-tunggu selama ini.  Setelah berkali-kali tertunda, makan malam kali ini haruslah sukses dan tolok ukur kesuksesan itu adalah  cincin berlian yg akan segera melingkari jari manisku malam ini. Menandai selangkah maju dalam komitmen kami…

Suara telepon memecah kesunyian ruangan mungil itu.  Nada khusus yang kupilih untuk panggilan dari pangeranku! Bergegas kuraih HP menjawab panggilannya.

“Ya mas… Aduuh…, mas sudah sampai ya?”

…..

“Iya, aku masih di atas… sebentar lagi ke situ.  Ke sini? Lho, mas nggak nunggu di bawah saja?”

…..

“Ooh.. sudah di eskalator? Ya..ya.. baiklah, aku segera keluar…  Hm, dari eskalator itu kearah kiri, mas… ya.. di salah satu ruang pas di ujung itu…” aku bergegas membereskan setelan kerja yang kupakai sebelumnya, menjejalkannya di tas plastik besar yang tadi membungkus gaun baruku, sekilas melirik cermin memastikan kerapian penampilanku sebelum membuka korden pembatas untuk  menyongsong arjunaku yang sudah tak sabar menemuiku itu…

“Papaaa…..” suara melengking kekanakan menghantam pendengaranku begitu kubuka pintu ruang pas itu.  Di depanku sesosok tubuh mungil berlari untuk kemudian memeluk erat kaki pria yang kulihat berjalan mendekat dengan telepon di genggamannya… “Kok papa tahu sih, kami ada di sini? Mama bilang papa ke luar kota…” sayup kudengar celoteh riang gadis kecil itu, namun tak sanggup kudengar jawaban dari lelaki yang kupanggil arjuna…

Ruangan meredup…raga melemas seiring dengan impianku yang terhempas…

***

Note : 325 kata

Kiat menjaga semangat

Jangan terkecoh dengan judul tulisan ini ya… Judulnya memang menjanjikan sekali, namun mohon maaf bila isinya hanya catatan kecil ku untuk menjaga semangat yang seringkali naik turun dalam mengerjakan sesuatu.

Memulai adalah kiat pertama menuju sukses, demikian yang pernah kubaca .  Dan tentu saja aku setuju akan hal itu, tanpa tindakan memulai, tak akan sampai kita pada tujuan.  Ibaratnya cucian kering yg menggunung tak akan berubah menjadi tumpukan rapi terseterika hanya dengan niat kita untuk melakukannya, bukan? Persis sama dengan sebuah buku impian yang tak akan siap terbit begitu saja tanpa kita mulai menuliskan ide-ide yang bersliweran di benak… *ahay… contoh-contohnya subyektif banget..* 🙂

Namun setelah langkah pertama kita lakukan, entah itu mulai menata alas setrika atau mulai menetapkan tema tulisan, hasil akhir yang kita impikan masih jauh dari kenyataan jika kita mandeg di tengah usaha yang kita lakukan.  Kenapa berhenti? karena semangat kita menguap di tengah jalan, dengan begitu banyak alasan.

Nah, itu sebabnya aku berusaha mencari kiat-kiat untuk menjaga semangat tetap menyala hingga selesai suatu kegiatan.   Lalu, apakah kiat-kiat itu? Menurutku, ini beberapa diantaranya : Continue reading “Kiat menjaga semangat”