Keke & Nai… ke River World yuuk…

Ketika jalan-jalan ke Purbalingga tempo hari, tidak hanya Taman Sanggaluri (yang ada museum reptil & serangga serta Museum Uang itu), kami juga sempat mampir ke wahana wisata lain yang bernama River World Purbasari Pancuran Mas.  Ini cerita jalan-jalan kami di sana…

Lokasi wisata yang terkenal dengan akuarium raksasanya ini terletak di Desa Purbayasa Kec Padamara Kab. Purbalingga Jawa Tengah.  Salah satu yang paling terkenal di sana adalah Ikan Araipama Gigas yang berasal dari Sungai Amazon  yang panjangnya bisa lebih 2 meter.

Si ikan raksasa yg berasal dari sungai Amazon itu... (maaf, hasil fotonya kurang bagus..hehe..)
Si ikan raksasa yg berasal dari sungai Amazon itu… (maaf, hasil fotonya kurang bagus..hehe..)
Sekumpulan Araipama di akuarium lain...
Sekumpulan Araipama di akuarium lain…

Selain ikan raksasa itu, banyak juga jenis-jenis ikan lain yang dapat dilihat di sana, terutama jenis ikan perairan sungai sebagaimana nama taman ini yaitu River World PPM :  ada Ikan Aba aba, Ikan Buaya, Belut Listrik / Sidat, dll.  Eh, di Jakarta  ada Sea world, di Purbalingga nggak mau kalah dengan River world-nya 🙂

River World PPM
River World PPM Purbalingga

Aba2buayasidat

Tak hanya ikan-ikan dalam akuarium saja yang dapat dinikmati di taman itu.  Sambil berjalan-jalan di lingkungan taman yang asri, dapat pula menikmati burung ataupun unggas cantik yang ada di sana.  Ada Golden Pheasant yang warna-warni, Si biru Mambruk, Nuri Kepala Hitam (dengan tubuh berbulu warna warni ceria) dan masih banyak lagi.

Burung-burung cantik di Bird park PPM
Burung-burung cantik di Bird park PPM

Oya, satu hal lagi yang membuatku semakin ingin mengajak para krucils kami untuk main di sana adalah adanya kolam renang yang lumayan luas yaitu di Taman air luncur ( water boom ), karena para krucils kami paling betah main air…   Selain itu, bagi yang ingin bersantai diatas perahu dapat memilih naik perahu besar / speedboat / sepeda air untuk berputar-putar di wisata telaga yang juga ada di sana.

Ohya, HTMnya Rp. 10.000,-  untuk masuk di lokasi-lokasi wisata yg ada di sana ( River world, play ground, water boom & kolam renang anak / dewasa, Bird park & konservasi rusa ) sedangkan untuk berperahu dikenakan tambahan sewa pelampung Rp. 2.500,- atau Rp. 10.000,- untuk bersepeda air…

Bermain air, berlarian di lapangan hijau atau berjalan menyusuri pinggir telaga... pilih saja...
Bermain air, menikmati alam hijau atau berperahu di telaga… pilih saja…

Nah, itu dia cerita jalan-jalan kami di River world Purbasari Pancuran Mas yang ada di Purbalingga, apakah Keke & Nai tertarik untuk jalan-jalan ke sana? Silahkan minta mama untuk menjadwalkannya di liburan mendatang, ya.. 🙂

1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

Tamba pingin

Ketika memasuki kawasan Imogiri dalam perjalanan menuju Kebun Buah Mangunan di minggu lalu, langsung teringat olehku minuman khas Imogiri yang ingin kucicipi terutama setelah membaca tulisan mbak Evi yang ini.

Ya, Wedang Uwuh, itulah nama minuman khas Imogiri itu.  Wedang adalah kata dalam bahasa jawa yang berarti minuman, sedangkan Uwuh berarti sampah.  Bukan berarti minuman yang berasal dari sampah lho…. Yang lebih tepatnya adalah minuman yang berbahan rempah & dedaunan yang tampaknya seperti sampah.

Beberapa kali mendengarnya namun belum pernah berkesempatan mencicipinya, membuatku mengusulkan mencari minuman itu saat memasuki Imogiri kemarin itu, namun sayangnya sebagian besar kakak-kakakku menolak…alasannya itu minuman yang nikmat di pagi ataupun malam hari, sedangkan saat kami sampai di sana adalah siang hari!  Yo wis…. kalah deh… (padahal mungkin juga minuman itu disajikan dingin kan, mbak Evi? ) akhirnya pada kesempatan itu akupun gagal mencicipi Wedang Uwuh di tempat asalnya… 🙁

Tapi… ternyata itu bukanlah akhir cerita.  Tuhan Maha baik mengabulkan keinginanku.  Keesokan harinya, ketika mencari oleh-oleh di salah satu toko pusat oleh-oleh di Jl. Aip II KS Tubun Jogja, aku menemukan minuman yang kucari! Ya, memang bukan yang ‘asli’  namun Wedang Uwuh instan yang disajikan dalam kemasan-kemasan kecil berisi 5 sachet itu cukuplah jadi tamba pingin alias mengobati keinginanku untuk mencicipi minuman tradisionil yang konon menyehatkan itu…

Tombo pengen itu bernama Wedang Uwuh Instan
Tamba pingin itu bernama Wedang Uwuh Instan

Oya, dalam kemasan itu disebutkan juga tentang ‘sejarah’ adanya minuman itu, yaitu dari kebiasaan masyarakat tempo dulu untuk memanfaatkan daun-daun cengkeh yang berguguran untuk menjadi minuman dengan menambahkan bahan-bahan berkhasiat lain seperti jahe, kayu manis, pala, sereh, kapulogo dan tak ketinggalan kayu secang yang memberikan warna merah ceria pada wedang ini.

Keterkenalan Wedang Uwuh sebagai minuman yang berkhasiat ini rupanya menginspirasi para kreatif untuk menyajikannya secara instan, dan bahkan katanya wedang uwuh celup juga sudah ada lho.. hehe…

Apakah kini aku sudah tak penasaran lagi dengan Wedang Uwuh itu ? Hm…. jangan salah! Ternyata, setelah merasakan yang instan aku tetap ingin merasakan yang asli, karena menurutku yang segar tentunya lebih berkhasiat dibanding yang instan bukan?

Bagaimana denganmu, teman… penasaran juga kah dengan si Wedang Uwuh itu ?

[Berani Cerita#05] Deja vu (?)

Sepertinya suasana malam ini tidak begitu bersahabat bagi Riana. Angin yang dingin membuat dia memaki dirinya sendiri kenapa lupa membawa jaketnya yang tertinggal di mobil. Lorong yang tidak terlalu terang karena beberapa lampu mulai dimatikan. Dan kenapa tidak ada orang bersliweran? Padahal masih jam 8 malam.

 “Nah, sebentar lagi sudah sampai di kamar Sinta.” Riana mencoba menghibur diri sendiri karena dirinya masih merinding. Cepat-cepat langkahnya diayun, sampai akhirnya dia berhenti tiba-tiba saat melihat sebuah tempat tidur dorong melaju cepat ke arahnya.

Continue reading “[Berani Cerita#05] Deja vu (?)”

3 di bulan 3

Aku bukan anak ke- 3, aku tidak lahir di bulan 3, jumlah saudaraku lebih dari 3…. dan angka 3 juga bukan angka favoritku! Lalu apa yang dapat kutulis tentang angka 3 di hidupku agar bisa mangayubagyo syukuran rame-ramenya Mama CALVIN, Little Dija dan Acacicu ?

Eeeh… tunggu dulu… bukan tak ada sama sekali angka 3 di hidupku… Meskipun aku anak ke-empat, tapi aku adalah putri ke-3 bapak-ibuku lho… #maksa.. 😉  Hm, Sebenarnya sih ada juga beberapa hal lain yang berkaitan dengan angka 3 di hidupku, namun kali ini sedang tak sempat mengingat-ingatnya (alias kejar tayang, haha..) jadi aku akan menulis saja tentang 3 di bulan 3.

Apapula itu? Continue reading “3 di bulan 3”

Workshop Online ” All About Pepaya”

workshop

Siapa yang tak kenal Pepaya ? Wong Jawa menyebutnya kates sedangkan urang sunda menyebutnya gedang.  Menurut wikipedia, buah bernama latin Carica papaya L ini berasal dari meksiko, namun sudah menyebar luas di hampir semua daerah tropis termasuk negara kita.

Buah yang nikmat dikonsumsi segar maupun olahannya ini banyak mengandung manfaat bagi tubuh kita, coba saja masukkan kata ‘manfaat pepaya’ di mesin pencarian maka hasilnya akan berderet-deret dan tinggal pilih mana yg mau di baca 🙂

Nah, dalam rangka meningkatkan konsumsi dan dan mendukung keberadaan buah nusantara -khususnya Pepaya– di Indonesia, IKA Faperta ( Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian) IPB akan menyelenggarakan Workshop Online “All About Pepaya” di Facebook.

Workshop online ini rencananya diselenggarakan pada tanggal 1 sampai 30 April 2013 dan akan membahas seluruh aspek dari komoditi pepaya, mulai dari on farm hingga off farm, dari hulu hingga ke hilir. Bila ingin mengikutinya, langsung saja menuju ke Workshop IKA Faperta IPB  Lalu klik button “LIKE” yang ada di sana… Terbuka untuk umum dan gratis..tis..tis… Hehe…

Nah, untuk lebih mengetahui apa itu Workshop Online “All about Pepaya” yg akan diadakan oleh IKA Faperta IPB ini, silahkan simak aturan mainnya ya… Continue reading “Workshop Online ” All About Pepaya””

Jailolo, I’m coming….!

“Tulisan ini diikutkan dalam Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh Festival teluk Jailolo dan Wego Indonesia

Jailolo… apa & di mana itu?

Terus terang aku sama sekali buta tentang Jailolo.  Menurut Wikipedia, Jailolo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.  Penelusuran di inet juga menghasilkan gambar-gambar cantik sebuah teluk & beragam  tarian indah.. *dari sini aku sudah mulai ngiler tuh…*

Sumber lain menyebutkan bahwa Gilolo atau Jailolo adalah nama lain yang diberikan oleh penduduk setempat pada Pulau Halmahera di Prov. Maluku Utara.  Di pulau itulah digelar festival tahunan bertajuk Festival  Teluk Jailolo.

Naah… apa pula Festival Jailolo itu? Itu adalah  festival yang menitik beratkan pada penampilan budaya dan adat istiadat yang menarik, khususnya dari Suku Sahu, tahun ini akan mengusung tema  “The Treasure of Spice Island”.  Selain itu akan ditampilkan pula teater “Sasadu on the sea” pada panggung diatas laut. Continue reading “Jailolo, I’m coming….!”

[BeraniCerita#03] Terhempas

Aku menatap bayangan yang dipantulkan cermin panjang yang ada di salah satu dinding ruangan mungil ini.  Lampu terang di ruang ganti itu menampilkan dengan jelas sosokku di cermin itu.   Cantik.. bisikku puas.  Ya, aku puas menyadari pilihanku tak salah.  Gaun malam merah marun itu membalut indah tubuhku, menonjolkan bahu mulus dan leher jenjangku…

Hm, syukurlah aku memutuskan mampir ke sini untuk menukar seragam kerja formal yang kupakai seharian tadi, demi menyambut malam yang istimewa ini.  Aku kembali memandangi bayangku di cermin itu.  Meraih tas dari tumpukan baju di atas kursi kecil itu dan mengeluarkan lipstik merah, menyempurnakan penampilanku.

Sempurna.. ya, penampilanku malam ini haruslah sempurna, karena kurasa inilah malam yang telah kutunggu-tunggu selama ini.  Setelah berkali-kali tertunda, makan malam kali ini haruslah sukses dan tolok ukur kesuksesan itu adalah  cincin berlian yg akan segera melingkari jari manisku malam ini. Menandai selangkah maju dalam komitmen kami…

Suara telepon memecah kesunyian ruangan mungil itu.  Nada khusus yang kupilih untuk panggilan dari pangeranku! Bergegas kuraih HP menjawab panggilannya.

“Ya mas… Aduuh…, mas sudah sampai ya?”

…..

“Iya, aku masih di atas… sebentar lagi ke situ.  Ke sini? Lho, mas nggak nunggu di bawah saja?”

…..

“Ooh.. sudah di eskalator? Ya..ya.. baiklah, aku segera keluar…  Hm, dari eskalator itu kearah kiri, mas… ya.. di salah satu ruang pas di ujung itu…” aku bergegas membereskan setelan kerja yang kupakai sebelumnya, menjejalkannya di tas plastik besar yang tadi membungkus gaun baruku, sekilas melirik cermin memastikan kerapian penampilanku sebelum membuka korden pembatas untuk  menyongsong arjunaku yang sudah tak sabar menemuiku itu…

“Papaaa…..” suara melengking kekanakan menghantam pendengaranku begitu kubuka pintu ruang pas itu.  Di depanku sesosok tubuh mungil berlari untuk kemudian memeluk erat kaki pria yang kulihat berjalan mendekat dengan telepon di genggamannya… “Kok papa tahu sih, kami ada di sini? Mama bilang papa ke luar kota…” sayup kudengar celoteh riang gadis kecil itu, namun tak sanggup kudengar jawaban dari lelaki yang kupanggil arjuna…

Ruangan meredup…raga melemas seiring dengan impianku yang terhempas…

***

Note : 325 kata

Kiat menjaga semangat

Jangan terkecoh dengan judul tulisan ini ya… Judulnya memang menjanjikan sekali, namun mohon maaf bila isinya hanya catatan kecil ku untuk menjaga semangat yang seringkali naik turun dalam mengerjakan sesuatu.

Memulai adalah kiat pertama menuju sukses, demikian yang pernah kubaca .  Dan tentu saja aku setuju akan hal itu, tanpa tindakan memulai, tak akan sampai kita pada tujuan.  Ibaratnya cucian kering yg menggunung tak akan berubah menjadi tumpukan rapi terseterika hanya dengan niat kita untuk melakukannya, bukan? Persis sama dengan sebuah buku impian yang tak akan siap terbit begitu saja tanpa kita mulai menuliskan ide-ide yang bersliweran di benak… *ahay… contoh-contohnya subyektif banget..* 🙂

Namun setelah langkah pertama kita lakukan, entah itu mulai menata alas setrika atau mulai menetapkan tema tulisan, hasil akhir yang kita impikan masih jauh dari kenyataan jika kita mandeg di tengah usaha yang kita lakukan.  Kenapa berhenti? karena semangat kita menguap di tengah jalan, dengan begitu banyak alasan.

Nah, itu sebabnya aku berusaha mencari kiat-kiat untuk menjaga semangat tetap menyala hingga selesai suatu kegiatan.   Lalu, apakah kiat-kiat itu? Menurutku, ini beberapa diantaranya : Continue reading “Kiat menjaga semangat”

Tak hanya kupu-kupu…

Selama ini, bila ditanya serangga apa yg cantik, pastilah aku menyatakan kupu-kupu lah serangga cantik sedangkan serangga lainnya tak punya warna beragam & bentuknya juga begitu-begitu saja…

Astaghfirullah… ternyata aku dengan pikiran sempitku telah sangat tidak adil menilai mahkluk-makhluk ciptaan-NYA yang tentu saja semua mempunyai kelebihan nya masing-masing.  Kesadaran itu kurasakan ketika di hari Sabtu kemarin sempat mengunjungi Taman Reptil & Insekta di Sanggaluri Park Purbalingga.

Di taman yang namanya ternyata kependekan dari Sanggar Luru Ilmu ( Tempat Mencari Ilmu) khususnya di bagian Reptil & Insect Park inilah kami menemui ratusan jenis awetan serangga yang tertata rapi dalam kotak-kotak kaca yang sangat menarik perhatian.

Ternyata ada beragam jenis kumbang, kupu-kupu maupun serangga lainnya yang ada di bumi kita tercinta ini.  Dan setelah melihat dari dekat beragam jenis awetan serangga itu, barulah terbuka mataku bahwa tak hanya kupu-kupu yang cantik melainkan ada banyak kumbang & serangga lain yg cantik dengan keunikannya masing-masing… Subhanallah… Yuuk, kita nikmati kecantikan mereka… Continue reading “Tak hanya kupu-kupu…”

Nunut urip

Nalika aku sak kulawarga dolan bareng menyang kebon teh Medini dhek mbiyen kae, ana ing sak wijining dalan aku sempat weruh ana uwit gedhe kang narik kawigatenku.  Sebabe, uwit gedhe iku ketok ngrembuyung amarga di nunuti urip karo tanduran-tanduran cilik  kang nempel ana ing uwit kuwi.

Ketika aku sekeluarga pergi bersama ke kebun teh Medini dulu itu, di suatu jalan aku sempat melihat ada sebuah pohon besar yang menarik perhatianku.  Hal itu dikarenakan pohon besar itu terlihat rimbun karena banyaknya tanaman-tanaman kecil yang numpang hidup di pohon itu.

Uwit gedhe kang dadi inang kanggone tanduran-tanduran cilik liyane..
Uwit gedhe kang dadi inang kanggone tanduran-tanduran cilik liyane..

mangga dipun lajengaken…