Balada obat racikan…

Setelah berkali-kali tertunda, akhirnya hari Jumat kemarin terlaksana juga rencana untuk periksa ke RS, terlebih karena pada  hari Kamis nya rasa sakit di pinggang kananku semakin tak tertahan lagi, membuatku terpaksa izin pulang awal dan melewatkan hari di atas tempat tidur.

Jam masih menunjukkan pukul 7.15 ketika aku sampai di tempat pendaftaran RS ‘B’ namun calon pasien yang ngantri sudah memenuhi ruang tunggu, meskipun baru 45 menit kemudian pelayanan pendaftaran dimulai.  Dengan nomor antrian 058, akupun belajar bersabar menunggu giliranku dipanggil.

Alhamdulillah, ternyata itu bukan pelajaran kesabaran yang terakhir… karena setelah sampai di poli yang kutuju sesuai rujukan, pelajaran sabar Bab II dimulai… Sambil sesekali mengisi waktu dengan HP , kulihat banyak hal yang dilakukan orang-orang yang sedang menunggu : ada yang sibuk dengan HPnya, ada yg ngobrol dengan pengantar maupun sesama pasien, ada yang membaca, ada yang sibuk manyun saja di pojokan… ada pula yang bolak-balik alias wira wiri membuat pusing yang melihatnya.. Continue reading “Balada obat racikan…”

Abon Duri Ikan

Asyik nulis untuk GA ini-itu… jadi lupa mo nerusin oleh2 cerita hasil mengamati pelatihan ketrampilan kemarin itu…  Kalau sebelumnya sudah nulis tentang kulit pisang yang dibuat kerupuk, kali ini akan menulis tentang duri ikan yang dibuat abon… Oya, sebelumnya mohon maaf bila ada yang kurang jelas tentang teknik pengolahannya ya… -karena kemarin itu aku hanya sebagai pengamat dan bukan pengolah langsung- jadi sumber tulisan ini adalah handout pelatihan + penjelasan lesan instrukturnya + hasil nggoogle.. hehe.. *ngeles* mudah2an sih tetep ada manfaatnya..

Oya, waktu mendengar akan diadakannya pelatihan tentang pembuatan abon duri ikan ini, kami sempat gojegan sesama teman : wiih… begitu kreatifnya manusia ya… sampai duri ikan saja masih diupayakan pengolahannya, lha terus kucing-kucingnya dapat apa??? 😉

Tentu saja ide dasar pengolahan limbah duri ikan ini bukanlah agar manusia & kucing saling berebut makanan, hehe… melainkan untuk memaksimalkan pengolahan bagian2 dari ikan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan pada akhirnya diharapkan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ikan adalah bahan pangan yang banyak dikenal & dikonsumsi oleh masyarakat kita. Karena dapat diolah menjadi beraneka ragam masakan,  maka konsumsi ikan di masyarakat cukuplah besar namun sekaligus juga menghasilkan limbah juga antara lain berupa duri  & kepala ikan yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat.  Bila tidak dijadikan makanan hewan (misalnya kucing), maka biasanya hanya di buang begitu saja.   Padahal berdasarkan penelitian dari Lab Biokimia FP UNDIP, duri ikan mengandung kalsium, yodium, protein dan lemak yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh kita.  Kandungan kalsium yang tinggi ini baik untuk mengurangi osteoporosis… Continue reading “Abon Duri Ikan”

Ketika layar misteri terkuak ….

Gemuruh tepuk tangan penonton yang tadi meramaikan suasana sekitar panggung maupun jeritan & hiruk pikuk  yang sekejap kemudian menggantikannya , seolah hanya ilusi semata saat ini.  Ada sepi yang menggigit hati ketika Inspektur cantik itu memeriksa tubuh Mudhoiso – sang Cakil yang malam itu menjadi korban sebenarnya dalam pementasan berdarah itu.

Keheningan masih meraja, ketika akhirnya Inspektur Suzana mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk memeriksa nadi Mudhoiso.   ” Sudah tak tertolong lagi…” ujarnya lirih, namun seakan suara petir menggelegar di telinga perempuan muda yang duduk terpekur di ujung panggung itu.

“Ya Allah… kenapa bisa begini??” bisiknya tak kalah lirih, mungkin hanya pada diri sendiri.  Tangannya bergetar hebat, dan tanpa disadarinya airmata menganak sungai di pipi mulusnya.  Ketika memejamkan matanya, kejadian-kejadian sebelumnya tertayang ulang secara slow motion di benaknya : gerak-gerak tari yang dilakukannya berpasangan dengan Mudhoiso, gerakan – gerakan baku yang sudah berulangkali mereka lakukan sehingga mereka berdua seperti sudah otomatis dalam melakukannya…, lalu adegan terakhir itu… senyum yang harus diulasnya saat meninggalkan panggung ketika tubuh Cakil ambruk… lalu layar  yang turun perlahan diiringi gemuruh tepuk tangan penonton… kemudian jeritan teman-teman main ketika menyadari kejadian yang sebenarnya, bahwa Sang Cakil tergorok keris sungguhan dan sedang meregang nyawa…. Duuh… Rikmo Sadhepo pun tersedu…  Iapun masih tersedu ketika Inspektur Suzana menghampirinya, ditangannya ada sebilah keris luk 9 yang masih bernoda darah dan terbungkus plastik bening. saklajengipun…

Pandangan Pertama : Kala kiblatku di depan mata….

Ketika bukti keagunganNYA terpampang di ruang pandangku

aku terpana :

lidahku kelu !

Sedangkan beribu rasa ingin kuungkapkan,

bahkan beragam asa tlah kususun tuk kupintakan,

dan tentu saja ingin kutumpahkan tak terkira rasa syukurku atas nikmat yg dilimpahkanNYA padaku…

namun…. lidahku terlalu kelu….

Lalu akhirnya

hanya aliran air mata bahagia yg mewakili semuanya

Tapi aku yakin,

Sang Maha Tahu pastilah memahami semua rasaku…

***

Itulah untaian kata yang pernah kutuliskan untuk menggambarkan rasa hatiku yang campur aduk kala pandangan pertamaku pada Baitullah terjadi…  Meskipun telah berusaha menyiapkan hati sebelumnya, namun saat benar-benar berhadapan langsung dengan apa yang menjadi arah kiblatku setiap harinya…. tak terungkapkan!

baitullah2

Kesan pada pandangan pertama itu terus terpatri di hatiku, di benakku, dalam kenanganku… Meski waktu telah berlalu, masih kurasakan rasa haru mendalam itu, takjub, syukur, bahagia… dan ada yang menyekat tenggorokanku bahkan hanya dengan menuliskan kembali kenangan itu…

Maaf.., semoga Allah menjagaku dari rasa riya’, ujub dan sebangsanya… ketika menuliskan kenangan ini kembali… Namun ini adalah  “Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”  Semoga sukses GAnya ya Idah….

give-away-langkah-catatanku

Giveaway Senangnya Hatiku : Jalan-jalan keluarga ke Dieng

Setelah kumpul keluarga saat acara khol bapak di bulan Nopember lalu yang dilanjutkan dengan jalan-jalan ke Medini, syukurlah pada akhir tahun ini kami bisa  berkumpul lagi di liburan sekolah akhir 2012 kemarin.  Dan mumpung kumpul bareng, kitapun secara dadakan merencanakan jalan-jalan bareng.  Dari beberapa tempat yang diusulkan, akhirnya terpilihlah tempat wisata Dieng , untuk menjadi tujuan jalan-jalan kami kali ini.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 6 pagi, melalui rute Pekalongan – Dieng yang belum pernah kami tempuh.  Rute hasil googling itu ternyata lancar & cukup bagus kondisi jalannya, terutama view-nya yg hijau-hijau menyejukkan mata 🙂    Pekalongan – Kajen – Paninggaran – Kalibening – Wanayasa – Wanareja – Batur – Dieng itu  kami tempuh sekitar 4 jam (dengan 2 x berhenti untuk tanya, hehe…) dan jam 10an pagi sampai di Dieng.

Awalnya kami sempat khawatir untuk mengunjungi tempat wisata di dataran tinggi itu karena sedang musim hujan, namun alhamdulillah Allah memperkenankan kami menikmati keindahan panorama Dieng dengan cuaca yang cerah seharian itu 🙂  Continue reading “Giveaway Senangnya Hatiku : Jalan-jalan keluarga ke Dieng”

Sunshine Award

sunshineaward

Eh… hari pertama di tahun baru, dapat kiriman award cantik dari Dani… hm, makasih ya…  Mumpung masih anget, langsung dikerjain aah… mudah2an sih  benar  dalam memahami aturan yang terkait dengan sunshine award berikut ini :

1. Include the award’s logo in a post or on your blog –> sudah tuh..diatas.
2. Thank the person who gave this award —> Dani.. makasih kiriman awardnya ya… , makasih juga buat pemrakarsanya…
3.  Answer the questions below

  • Favorite Color : UNGU…. pastinya 🙂
  • Favorite Animal : kupu-kupu
  • Favorite Number : 1… tanggal gajian 😀
  • Favorite Drink : Jus buah, segar & menyehatkan toh…
  • Facebook  or Twitter :  FB saja… gak punya twitter sih.. 😉
  • Your Passion : Membaca apaaaa saja.. *silahkan yg mau ngasih / minjami buku2… *
  • Giving or Getting Presents : Memberi, tapi kalau ada yg mau ngasih hadiah gak akan ditolak lho 🙂
  • Favorite Physical Activity: Jalan kaki (kalau lari udah ngos-ngosan..haha..)
  • Favorite Day of the Week : Jum’at, hari pendek… siap2 weekend…
  • Favorite Flower : Keluarga  Lily (apapun warnanya) dan bunga2 lain yg berwarna ungu… *tetep ungu mania..*

4. Pass on the award to 10 fabulous bloggers —> kuteruskan award ini kepada 10 teman berikut ini :

  • Bu Prih
  • Mbak Evi
  • Mbak Dee di Rumah Kayu
  • Adinda Nique
  • Neng Orin
  • Mamahnya Keke & Naima
  • Diajeng Yuni
  • Mbak Nanik
  • Mamahnya Cal-Vin
  • Mama Hilsya

5. Let them know you awarded them (linked to them) —> udah tuh diatas…

Yak, PR  ‘dah kelar dikerjain, mudah-mudahan sih sesuai aturan.  Sekali lagi, maturnuwun buat Dani yang sudah mengirim award  ini… Dan untuk teman-teman semua, semoga sukses di tahun 2013 ini ya…

Selamat datang 2013…

kembangapi

Berjuanglah,raih mimpimu
lakukan dengan sepenuh hati
karna apapun hasilnya tak terlalu penting lagi, bila kau telah benar2 berjuang..

Berjuanglah,  gapai asamu
gunakan segala cara namun tetap menjaga norma
karna menghalalkan sgala cara adalah sama sekali bukan cara kita…

Berjuanglah dan jangan berhenti..
karna bagaimanapun hasilnya nanti, perjuanganmu akan slalu pantas ‘tuk dikenang!

***

Selamat Tahun Baru 2013, teman…

😀

Waspadalah…waspadalah… !!

Minggu siang kemarin, suasana rumah sudah tak seramai beberapa hari sebelumnya.  Tinggal 2 keponakan yang masih berlibur di rumah kami, menanti dijemput orang-tuanya, sementara 3 lainnya sudah lebih dahulu pulang ke rumah mereka masing-masing sehari sebelumnya.  Tampaknya suasana sekitar rumah kami juga sepi-sepi saja, maklum…sedang banyak yang berlibur di luar kota mungkin…

Aku sedang di kamar mengedit foto-foto liburan kami ke Dieng kemarin, sementara Tata dan Yudha masing-masing sedang asyik di depan TV dan komputer yang ada di ruang tengah, ketika tiba-tiba kami dikagetkan oleh jeritan ibu dari arah halaman, ditingkahi raungan suara motor yang digas penuh!

Segera kami menghambur kesana dan mendapati ibu berdiri di pinggir jalan depan rumah, berteriak ‘maling..maling..’ sambil menunjuk ke arah utara.  Sekilas kami melihat sepeda motor dengan 2 orang penumpangnya, melaju kencang ke arah jalan keluar kompleks kami.  Aku sendiri tak memperhatikan mereka sepenuhnya,  lebih mengkhawatirkan  keadaan ibu, sekilas meneliti keadaan tubuh ibu sambil menanyakan apakah ada yg terluka / tidak…

Ternyata, kalung ibu dijambret, di halaman rumah kami sendiri! Astaghfirullah…

Siang itu beliau sedang ada di halaman hendak mengambil keset yang sudah kering dijemur dari pagi.  Baru saja akan masuk kembali ke dalam rumah ketika sebuah motor berhenti dan pemboncengnya turun menemui ibu di teras, menanyakan sebuah alamat.  Ibu sudah menjawab tidak tahu, namun anak muda itu tak juga pergi.  Ibu tiba-tiba merasa tidak enak, apalagi setelah melihat mata anak itu yang jelalatan mencurigakan, namun baru saja beliau membalikkan badan, anak itu langsung menjambret kalung yang ibu kenakan, lalu berlari keluar dan langsung tancap gas dengan temannya yang sudah standby.

Innalillahi wa innailaihi rojiun… hanya itu yang bisa kami ucapkan…   Bagaimanapun, kami harus tetap bersyukur karena ibu tidak sampai terluka apapun, karena kejadian itu, hanya kaget dan tentu saja sedih.  Kami benar-benar tak menyangka akan menemui hal seperti itu, di siang hari bolong, di rumah sendiri.  Ternyata, dimanapun kita harus tetap waspada.

Semoga, ini dapat menjadi pelajaran, buat kita semua…

GERNASDARZI

Apa itu Gernasdarzi?
Ketika menata meja kerja untuk siap2 pulang sore kemarin, sempat kutemukan sebuah booklet kecil terselip diantara berkas2 yang sebelumnya bertebaran memenuhi mejaku.
Disain sampulnya cukup sederhana namun eyecatching, mungkin itulah yang langsung menarik perhatianku.  Booklet apakah itu?  Mengingat  waktu pulang sudah lewat beberapa menit dan kantor mulai sepi, maka kumasukkan saja buku mini itu ke dalam tas untuk kubaca di rumah.
GERAKAN NASIONAL SADAR GIZI, itulah judul dari booklet itu.  Buku mungil 11 halaman setengah folio itu rupanya adalah sisipan dari sebuah majalah dan setelah membaca tuntas hingga halaman terakhirnya, aku merasa buku mungil itu ternyata berisi hal-hal yang sama sekali tidak kecil artinya.  Nah, ini dia ringkasannya : selanjutnya

Tentang anak yatim

Anak yatim, mendapat perhatian yang besar di dalam Islam, terbukti dengan ditemukannya 12 surah dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang anak-anak  yatim.
Dari sisi waktu hadirnya tuntunan tersebut, dapat dibedakan menjadi 2 periode yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.  Perlu diketahui bahwa peride Mekkah adalah periode peletakan dasar tuntunan agama dan uraian menyangkut akidah, sedangkan peride Madinah lebih banyak merupakan penerapan syariat agama.
Dalam periode Mekkah, uraian tentang anak yatim ditemukan dalam 7 Surah, yaitu : al-Fajr [89]:17, adh-Dhuha [93]:9, al-Balad [90]:15, al-An’am, al-Isra’ [17]:34, al-Kahfi [18]:82 dan al-Ma;un [107]:7 .  Secara umum, tuntunan terhadap anak yatim yang turun pada periode Mekkah ini adalah tuntunan untuk memperhatikan sisi kejiwaan & akhlak mereka.  Ini berarti, perhatian pertama yg perlu diberikan kepada mereka adalah memelihara mereka sehingga tidak terlantar atau terabaikan.  Yang pertama dan utama adalah jangan sampai jiwa mereka terganggu sehingga mereka tumbuh berkembang membawa kompleks-kompleks kejiwaan.  Kesan yang diperoleh dari tuntunan di periode ini adalah : KALAU TAK DAPAT MEMBERI BANTUAN MATERI, MAKA JANGAN BERLEPAS TANGAN, BERIKANLAH BANTUAN DALAM BENTUK NON-MATERI KEPADA MEREKA.
Selebihnya, dalam periode Madinah, tuntunan terhadap anak yatim lebih rinci.  Dalam Surah an-Nisa’ [4] terdapat penekanan perlunya menjaga perasaan anak-anak yatim dan kaum lemah lainnya, tuntunan bagi wali / pengurus harta anak yatim untuk mengembangkan harta mereka yg belum mampu mengurusnya serta peringatan untuk tidak menyalahgunakan harta anak yatim yang ada dalam pemeliharaannya.
Mencermati tuntunan-tuntunan yang sudah diberikan pada kita… Mari, kita perbesar perhatian pada anak-anak yatim yang mungkin ada di sekitar kita…   Selamat hari Jum’at, Sahabat… 🙂
***
Kutipan “Membumikan Al-Qur’an” – M. Quraish Shihab – Lentera Hati – 2011.