Suatu sore beberapa hari lalu, adik pulang membawa sebuah mainan di tangannya. Sebuah mainan yang tampak tak asing bagiku, mainan yang duluuu cukup akrab di masa remaja kami.
“Dapat nok-nok dari mana, dik?”
“Nemu kok.. Entah punya siapa ketinggalan di warung. Kita simpan saja dulu, kalau-kalau yang punya nyariin..” jawabnya sambil mengulurkan mainan itu padaku. “Kata Ela, ini namanya lato-lato, yang lagi viral itu..” tambahnya.
Aku mengamati benda ditanganku : dua bola plastik berwarna kuning yang diikat dengan tali senar biru. Kupegang dengan posisi kedua bola tergantung sejajar, lalu perlahan kugerakkan tanganku. Tok tok tok tok…terdengar bunyi khas ketika kedua bola terbentur, saling memantul dan berkali-kali saling berbenturan dan menimbulkan suara itu.

“Nah..iya.. ini kan nok-nok mainan jaman kita dulu… Viral lagi to sekarang? Dan namanya jadi lato-lato?” ujarku sambil memainkan nok-nok/lato-lato itu.
“Iya mba..sepertinya betul kata pepatah bahwa dunia itu berputar ya.. Apa yang viral sekarang seperti mengulang masa lalu…” jawab adikku. Continue reading “Lato-lato, Yes or No?”