Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Oya sahabat, bila mendengar / membaca kata angkringan, apa yang terlintas di benakmu, teman?
Tempat makan murah meriah, malam hari, tempat nongkrong, gerobak, tenda dan bangku-bangku, sego kucing, Jogja, Solo, kopi jos, teh kampul, susu jahe, aneka gorengan, aneka sate-satean, penyelamat perut mahasiswa, hik, wedangan, suasana akrab. Nah, beberapa yang kusebutkan ini adalah yang terlintas di benakku ketika mendengar kata angkringan.
Asal-usul Angkringan
Awalnya kukira nama angkringan itu berasal dari kata ‘nangkring‘ yang merupakan salah satu cara duduk dengan menaikkan satu kaki di bangku, mengingat sebagian besar angkringan menyediakan tempat duduk untuk pembelinya berupa bangku-bangku panjang tanpa sandaran dan sering digambarkan pelanggan menaikkan kaki di bangku itu alias nangkring.
Ternyata setelah baca-baca, perkiraanku itu salah lho…hehe.. Konon, kata ‘angkringan’ itu berasal dari kata ‘angkring’ yaitu alat jualan makanan keliling berupa gerobak pikul. Perkembangan zaman kemudian merubah alat dagang ini dari gerobak pikul menjadi gerobak dorong dan cara berjualan pun tidak lagi berkeliling namun di suatu lokasi tertentu.
