Famtrip Banjarnegara (4) : Bukit Scotter & Telaga Merdada Melengkapi Pesona Dieng

Lalang Ungu.  Teman, jika disebut kata ‘DIENG’ , kata-kata apa yang langsung muncul di benakmu? Kalau aku, ada 3 kata yang muncul. Dingin dan kabut. Itu dua kata pertama yang langsung terpikir olehku setiap kali mengingat Dieng. Ya, beberapa kali mengunjungi daerah wisata nan elok ini, selalu saja disambut dengan rintik hujan, hawa sejuk cenderung dingin…dan kabut -tipis ataupun tebal- yang menyapa…

Namun dua kata itu tak serta merta menepis kata lain yang tercipta di benakku mengenai Dieng : mempesona. Ya, meskipun dingin dan berkabut, Dieng selalu saja mempesonaku dan membuatku mau dan mau lagi untuk mengunjunginya.. Hm, jangan-jangan ada mantera pemanggil di antara kabut itu?? Haha…

Kalau sebelumnya keelokan candi-candi dengan pemandangan indah di sekitarnya, kecantikan Telaga Warna maupun kondisi unik sekitar kawah Sikidang yang telah menawan hatiku, maka beberapa waktu lalu kudapati hatiku tertawan oleh dua lokasi lain di Dieng ini. Mau tahu? Ini dia keduanya : Continue reading “Famtrip Banjarnegara (4) : Bukit Scotter & Telaga Merdada Melengkapi Pesona Dieng”

Uji Kaki di Kompleks Candi Gedong Songo Kab Semarang

Lalang Ungu. Sebagaimana telah sering terjadi di keluarga kami, susah sekali merencanakan pergi bersama. Seringkali rencana yang sudah dibuat gagal terlaksana karena satu dan lain hal, dan bahkan pengalaman membuktikan bahwa acara mendadak justru seringkali berhasil! 😀

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Tiba-tiba saja ibu ngersake diantar ke Salatiga -kota kelahiran kami- karena merasa kangen dengan satu-satunya eyang yang masih ada dan juga karena pada libur lebaran yang lalu kami tidak sempat bersilaturahmi ke Salatiga seperti tahun-tahun sebelumnya.

Nah, ketika sampai di rumah Semarang, tiba-tiba saja aku kok pengen jalan-jalan bareng dan mengusulkan untuk jalan-jalan dulu ke Bandungan, atau sekalian ke Gedong Songo saja yang sudah cukup lama tidak kami kunjungi…dan usul itu diterima oleh semua! Ahay…asyiknya…

Akhirnya pada hari Sabtu 2 minggu yang lalu, kami sekeluarga pun menuju salah satu lokawisata di Kab. Semarang itu. Alhamdulillah perjalanan dari Semarang – Bandungan lancar, mungkin karena masih pagi sehingga lalu lintas tak terlalu padat. Sekitar 1 jam dari Semarang kami sampai di Pasar Bandungan, terus naik lagi ke atas menuju Gedong Songo.

Sekitar jam 9 pagi kami sampai di kompleks candi hindu yang terletak di Dusun Darum Desa Candi Kec. Bandungan Kab. Semarang itu, namun pengunjung sudah terlihat banyak. Mobil sudah tidak dapat parkir di area wisata, namun di tepi jalan beberapa puluh meter sebelum gerbang lokawisata… Ok, uji kaki sudah dimulai dari sini..hehe…

Continue reading “Uji Kaki di Kompleks Candi Gedong Songo Kab Semarang”

Sejenak menyapa sepi di Telaga Sunyi

judul

tenggelam…di Telaga Sunyi… bersama…cintanya yang murni…

Ah, sepenggal lirik dari lagu lama Koes Plus yang berjudul Telaga Sunyi, langsung bergema di benakku sepanjang kunjungan singkatku ke lokawisata di kawasan Baturraden itu..

Agak tidak mengenakkan sebenarnya, karena kesannya jadi ‘gimanaaa’… sementara sore sudah beranjak ke rembang petang di saat aku sampai di sana. Maghrib-maghrib, sepi, mendung, brrr…. bulu kudukku pun berdiri…

Hm, teman-teman tahu / sudah pernah mendengar lagu Telaga Sunyi yang dipopulerkan oleh Koes Plus ini? Kalau belum pernah tahu, nih ada kutipannya di sini :

Di kala Sang Bulan Purnama,  bersinar di atas telaga

Terdengar suara menggema, melagukan balada tua

Reff :  Kisah seorang putri / yang telah patah hati / lalu … bunuh … diri …

Tenggelam di Telaga Sunyi, bersama cintanya yang murni

Tenggelam di Telaga Sunyi, bersama cintanya yang murni …

Bukan sebuah lagu yang menggambarkan keindahan telaga, namun justru tentang kejadian tragis di Telaga Sunyi.  Lirik yang sederhana dengan aransemen musik yang cenderung ngelangut itu diulang-ulang hingga makin menebalkan rasa sedih ketika mendengar lagu ini… Dan sedihnya lagi, lagu sedih ini otomatis terputar berulang-ulang di benakku sore beberapa waktu lalu, ketika aku akhirnya bisa menyaksikan sendiri Telaga Sunyi di Baturraden itu.

Telaga Sunyi, adalah salah satu dari banyak lokawisata yang ada di Kecamatan Baturraden Kab Banyumas.  Senada dengan namanya, lokawisata satu ini memang berada jauh dari keramaian, menjadi salah satu bagian dari wisata alam Baturraden, terletak sekitar 2,8 km ke arah timur dari Lokawisata Baturraden / terminal baturraden. Bisa dikunjungi dengan menggunakan mobil, sepeda motor ataupun angkutan umum dari Terminal Baturraden, sekita 15 menit lah…

Sudah cukup lama aku ingin berkunjung ke Telaga Sunyi ini, jujur awalnya karena penasaran dengan lagu jadul Koes Plus itu, juga mendengan penuturan beberapa teman yang pernah ke sana. Tempat yang asyik untuk menyepi, kata mereka, hehe… Nah, ketika beberapa waktu lalu berkesempatan liburan di kawasan baturraden, maka langsung saja kuajukan lokasi ini sebagai salah satu destinasi wisata yang akan kami datangi.  Tapi, sayangnya tidak semua anggota keluargaku antusias ingin ke sana. Sebagian besar ABG kami inginnya ke tempat yang ramai dan bisa berenang sepuas hati! Haha…

OK laah, akhirnya lokasi ini menjadi tempat perhentian terakhir di hari pertama wisata keluarga kami ke Baturraden kemarin, dan itu artinya sore hari! Akupun setuju karena perkiraan tak akan terlalu sore kami bisa menyelesaikan kunjungan ke 2 lokasi wisata pilihan para ABG itu, tapi ternyata…menjelang maghrib kami baru sampai di lokasi Telaga Sunyi! Alamaaak…

Lalu batal dong? Continue reading “Sejenak menyapa sepi di Telaga Sunyi”

Suatu siang di Umbul Sidomukti

Sudah lumayan lama aku mendengar tentang tempat wisata alam di kawasan lereng Gunung Ungaran ini.  Oleh karena itu, ketika beberapa waktu lalu rekan-rekan mengajak untuk mampir ke lokasi wisata itu -dalam perjalanan silaturahmi ke rumah rekan kami di Boyolali- akupun antusias mengikutinya.

Tepat pukul 12.00 WIB ketika rombongan kami sampai di tempat parkir Taman renang alam Umbul Sidomukti ini, namun cuaca panas tak terasa karena hembusan angin yang sejuk menyambut kami begitu keluar dari kendaraan. Hm… beginilah cuaca siang di pegunungan…segaaar 🙂

Oya… kelegaan adalah salah satu yang kami rasakan begitu sampai di lokasi yang berada di Desa Sidomukti Kec Bandungan Kab Semarang itu. Apa pasal? Hehe…itu semua karena jalan menuju lokasi Umbul Sidomukti yang terletak di ketinggian 1200 dpl itu cukup membuat deg-degan : jalan relatif sempit, menanjak dan berkelok-kelok! Wow..deh pokoknya! Aku lebih deg-degan karena teringat perjalanan ke Curug Muncar beberapa waktu lalu, namun rupanya pengelola & warga sekitar di Umbul Sidomukti ini lebih siap mengelola tempat wisata ini, sehingga ada penduduk / petugas (?) yang mengarahkan di persimpangan-persimpangan sempit dan jalannya pun jauh lebih bagus dan tertata, semacam beton cor dengan alur-alur khusus yang (mungkin) dibuat agar tak licin / berbahaya saat musim hujan. Continue reading “Suatu siang di Umbul Sidomukti”

Tips berwisata ke Curug Muncar

CURUG MUNCAR
Inilah Curug Muncar , keindahan tersembunyi di Petungkriyono Kab Pekalongan.

Melihatnya, terasa hilang semua lelah (dan stres) yang terasa selama perjalanan menuju lokasi ini. Ah, benar juga kata pepatah, untuk menemui keindahan biasanya memang harus bersusah-payah dahulu … dan keindahan itu akan terasa makin indah ! 🙂 Continue reading “Tips berwisata ke Curug Muncar”

Perjalanan ‘ngeri2 sedap’ ke Curug Muncar

Ketika beberapa waktu lalu melalui instagram mendapati foto-foto keren dari air terjun bernama Curug Muncar yang disebutkan ada di Kab Pekalongan, aku sungguh merasa penasaran. Kab. Pekalongan? Lhaah… itu kan tetangga sebelah… kok ya aku baru dengar tentang Curug ituu? Therlhalhuu… (kalau kata si Bung ituuh..hehe..)

Hasil cari-cari info di dunia maya menyatakan bahwa Curug Muncar berada di lereng Gunung Ragajembangan, tepatnya di Desa Curugmuncar Kec. Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pada ketinggian 1.249 m di atas permukaan laut dan berjarak sekitar 30 km dari Kajen.

Foto-foto yang ditemukan hasil browsing Curug Muncar juga membuatku semakin ingin melihat langsung, namun ternyata tak mudah menemukan informasi mengenai rute dan kondisi jalan yang harus ditempuh ke sana 🙁

Meskipun begitu, kami nekat saja memutuskan untuk mengunjungi lokasi wisata itu pada liburan Jumat 1 Mei 2015 kemarin, bersama 3 orang keponakan -yang langsung heboh mengiyakan ajakan jalan-jalan ini- berbekal sedikit informasi dari internet dan aplikasi maps yang ada.

Eng..ing..eeng…  Continue reading “Perjalanan ‘ngeri2 sedap’ ke Curug Muncar”