Suatu Sore di Welo Asri Petungkriyono

Suatu Sore di Welo Asri Petungkriyono.  Hai Sahabat Lalang Ungu, melanjutkan cerita perjalananku menyapa kembali ekowisata Petungkriyono yang telah kutuliskan sebelumnya, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku suatu sore di Welo Asri, salah satu destinasi wisata di Petungkriyono.

Welo Asri Petungkriyono
Welo Asri Petungkriyono

Silakan baca juga : Menyapa Kembali Curug Bajing di Petungkriyono

Tentang Welo Asri

Lokasi Welo Asri

Welo Asri adalah salah satu destinasi wisata alam yang letaknya di Desa Kayupuring Kec Petungkriyono Kab Pekalongan. Lokasi ini berjarak sekitar 31,1 Km dari Kajen -ibu kota Kab Pekalongan- atau waktu tempuh sekitar 1 jam.

Jarak Kajen Kayupuring
Jarak Kajen – Kayupuring (lokasi Welo Asri)

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Wisata alam Welo Asri ini buka jam 07.00 WIB s.d jam 17.00 WIB sedangkan tiket masuknya per orang Rp.5000,- untuk parkir motor Rp.2000,- sedangkan mobil Rp.5000,-  Untuk aktivitas air (river tuning, body raffting, dll) dikenakan biaya tersendiri ya..

Aktivitas Air yang Bisa Dilakukan di Welo Asri

Continue reading “Suatu Sore di Welo Asri Petungkriyono”

Menyapa Kembali Curung Bajing di Petungkriyono

Menyapa Kembali Curug Bajing di Petungkriyono. Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu… Kali ini aku ingin menuliskan cerita singkat kunjungan kami ke salah satu destinasi wisata di Petungkriyono, yaitu : Curug Bajing.

Sekilas tentang Petungkriyono

Petungkriyono – Kab.Pekalongan

Petungkriyono itu di mana sih?  Continue reading “Menyapa Kembali Curung Bajing di Petungkriyono”

Melepas Rindu ke Petungkriyono

Lalang Ungu. Melepas rindu ke Petungkriyono, akhirnya bisa kulaksanakan juga pada akhir Maret 2018 lalu. Oya, bagi kalian yang belum tahu, Petungkriyono adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Pekalongan bagian Selatan, dengan luas wilayah 73,59 km2 dan terletak di daerah pegunungan ( rata-rata ketinggian 1.294 dpl ). Nah, daerah ini istimewa karena keindahan alam pegunungannya. Ada aliran sungai-sungai dan curug-curug nan indah, puncak gunung yang menantang, spesies endemik flora-fauna nya, juga karena ditemukannya sisa-sisa peradaban masa lampau di daerah ini.

Alhamdulillah, aku telah dua kali berkunjung ke sana untuk menyaksikan secara langsung sebagian keindahannya. Yang pertama di Bulan Mei 2015 dengan kunjungan yang tak terlupakan ke Curug Muncar dan berikutnya di akhir Tahun 2016 saat Wisata Bersama Blogger Pekalongan. Nah, kedua perjalanan itu membekaskan kenangan yang indah dan kerinduan untuk kembali menikmati sejuknya hawa pegunungan dan keindahan alam Petungkriyono. Kali ini ku akan bercerita tentang kunjungan ke-3 ke Petungkriyon beberapa waktu lalu.

Gerbang masuk ke Petungkriyono

Continue reading “Melepas Rindu ke Petungkriyono”

Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono (2)

Melanjutkan cerita yang kemarin ya, teman…

Sekitar pukul 9 pagi di Hari Minggu, 18 Desember 2016 lalu, kami memulai Wisata Bersama ke Petungkriyono dari shelter Doro dengan menggunakan ANGGUN PARIS.  Ini memang bukan kali pertama aku berkunjung ke Petungkriyono, sebelumnya aku pernah mengunjungi Curug Muncar bersama keluarga, namun pengalaman jalan-jalan kali ini sangat berbeda.

Anggun Paris membawa kami dengan mantab menuju lokasi-lokasi yang masuk dalam Paket Wisata ini, karena para pengemudi mobil ini adalah warga lokal yang sudah sangat berpengalaman dengan jalan-jalan di sana. Jadi rasanya ya tenang saja kami melalui jalan yang tak terlalu lebar, naik-turun, berkelok-kelok -kadangkala kelokannya tajam- serta kondisi jalan yang belum 100% mulus. Hanya sedikit deg-degan saja ketika harus papasan dengan bis kecil -kata mas Pemandu, itu bis jurusan Banjarnegara- atau mobil lain di tanjakan atau tikungan tajam.

Nah, dari sekian banyak tujuan wisata di Petungkriyono, mana saja yang masuk dalam paket kunjungan ini? Ini dia cerita kami di masing-masing lokasi tersebut :

Continue reading “Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono (2)”