Suatu Sore di Welo Asri Petungkriyono

Suatu Sore di Welo Asri Petungkriyono.  Hai Sahabat Lalang Ungu, melanjutkan cerita perjalananku menyapa kembali ekowisata Petungkriyono yang telah kutuliskan sebelumnya, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku suatu sore di Welo Asri, salah satu destinasi wisata di Petungkriyono.

Welo Asri Petungkriyono
Welo Asri Petungkriyono

Silakan baca juga : Menyapa Kembali Curug Bajing di Petungkriyono

Tentang Welo Asri

Lokasi Welo Asri

Welo Asri adalah salah satu destinasi wisata alam yang letaknya di Desa Kayupuring Kec Petungkriyono Kab Pekalongan. Lokasi ini berjarak sekitar 31,1 Km dari Kajen -ibu kota Kab Pekalongan- atau waktu tempuh sekitar 1 jam.

Jarak Kajen Kayupuring
Jarak Kajen – Kayupuring (lokasi Welo Asri)

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Wisata alam Welo Asri ini buka jam 07.00 WIB s.d jam 17.00 WIB sedangkan tiket masuknya per orang Rp.5000,- untuk parkir motor Rp.2000,- sedangkan mobil Rp.5000,-  Untuk aktivitas air (river tuning, body raffting, dll) dikenakan biaya tersendiri ya..

Aktivitas Air yang Bisa Dilakukan di Welo Asri

Continue reading “Suatu Sore di Welo Asri Petungkriyono”

Singgah Sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal

Singgah Sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Di akhir pekan yang mulai sering turun hujan ini, semoga sahabat semua tetap sehat dan bahagia ya.. Rencana akhir pekan mau kemana nih? Yang di wilayah Pantura Jawa, mungkin bisa mlipir sejenak ke Wana Wisata Clirit View di Tegal, seperti yang kami lakukan kemarin dan akan kuceritakan pengalaman itu di tulisan kali ini.

Tentang Wana Wisata Clirit View Tegal

Wana Wisata Clirit View ini merupakan lokawisata yang relatif baru di Kab. Tegal Jawa Tengah (dibuka Th 2019), sebuah destinasi wisata dengan konsep memadukan suasana khas hutan Pinus dengan beragam spot swafoto di dalam area wisata ini.

Lokasi

Berlokasi di Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Kab. Tegal, tepatnya di Jl. Raya Desa Kalibakung ke arah Obyek Wisata Air Panas Guci, sebelum jembatan warna, belok ke arah kanan.

Jarak Clirit View dari Wisata air panas Guci sekitar 13 km

Continue reading “Singgah Sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal”

Minggu Ceria Bersama Sisi di Jatinan & Pagilaran Batang

Minggu Ceria Bersama Sisi di Jatinan & Pagilaran Batang. Hai, sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Tetap bahagia di awal Minggu ke-2 Bulan Maret ini, bukan? Weekend baru saja berlalu, mudah-mudahan masih menyisakan keceriaan ya.. 😉

Nah, begitu juga dengan kami. Akhir pekan penuh tawa baru saja kami lalui, menyisakan rasa hangat di hati tuk mengawali pekan ini.. Suasana ceria di akhir pekan kami kemarin, tak lain karena kedatangan Sisi -keponakan bontotku- yang lucu dan menggemaskan.

Oya, cucu Yangti yang paling mungil ini memang istimewa. Kelahirannya di tengah keluarga kami disambut suka cita, oleh orang tua dan kedua kakaknya yang sudah remaja (waktu itu kelas 1 & 3 SMA), juga oleh segenap keluarga besar kami, yang 9 bulan sebelumnya sedang dirundung duka atas kepergian kakak sulung kami. Benar-benar kebesaran Tuhan, ketika ternyata wajah Sisi sangat mirip wajah almh Budhenya. Semoga kelak dia juga mewarisi kepandaian, kebaikan & keteguhan hati dari almarhumah… Aamiin…

Si kenes Sisi

Continue reading “Minggu Ceria Bersama Sisi di Jatinan & Pagilaran Batang”

Berkunjung ke DEWI SAMBI (3) : Menikmati Hijaunya Alam Sutra

Lalang Ungu.  Hai, teman-teman… Jumpa lagi di awal bulan baru ya.. Alhamdulillah kita memasuki bulan ketiga di 2018, insya Allah tetap sehat dan bahagia yaa.. Aamiin…

Nah, kali ini aku mau melanjutkan cerita tentang jalan-jalan kami ke Desa Wisata Samiran Boyolali beberapa waktu lalu bersama rekan-rekan Blogger Deswita dan FK Deswita Jawa Tengah. Setelah sebelumnya merasakan nikmatnya ‘muncak tipis-tipis’ ke Gancik Hill Top dan serunya icip-icip jajanan khas di Pasar Tiban Duit Batok, maka jalan-jalan penutupannya adalah ke destinasi wisata yang bernama Alam Sutra.

Hari telah mulai beranjak siang ketika kami meninggalkan Joglo Pengilon -sekretariat Dewi Sambi di Desa Samiran- menuju lokasi Alam Sutra dengan menggunakan (lagi) ‘pajero’ alias mobil bak terbuka (panas njobo njero). Sebagian peserta telah siap sedia membawa payung (terutama mbak-mbak & buibu-nya..) atau minimal menggunakan topi untuk mengantisipasi panas mentari siang hari. Dan aku memilih menggunakan topi saja agar tidak ribet namun tetap terlindung dari panas..hehe..

Selamat Datang di Alam Sutra Samiran Boyolali

Sesampainya di Dukuh Pojok yang menjadi lokasi Alam Sutra, kami pun kembali dihadapkan pada pilihan antara jalan kaki atau naik ojek. Oya, kalau ngojek di Gancik Rp 10.000/org sekali jalan, maka di sini hanya separuhnya saja. Hm, berarti medannya nggak terlalu ekstrim seperti di Gancik kali, ya? begitu pemikiran kami waktu itu, sehingga kemudian kami pun memutuskan untuk berjalan kaki menuju gardu pandang.

Oya, sama seperti di bukit Gancik, obyek wisata Alam Sutra Boyolali ini juga menawarkan pengalaman soft treking dan pemandangan alam dari gardu-gardu pandang yang sekalian berfungsi sebagai spot pepotoan nan kekinian.. Setelah menetapkan pilihan kami pun mulai mengayunkan langkah menyusuri jalan setapak menuju lokasi gardu pandang Alam Sutra.

Pemandangan di Alam Sutra Samiran Boyolali

Dan ternyata, pilihan kami untuk berjalan kaki tidaklah salah. Sinar matahari -sekitar jam 11 waktu itu- di kawasan Dukuh Pojok Boyolali tidak terlalu menyiksa. Mungkin karena cukup banyak angin nan sejuk di daerah ini sehingga panas mentari tak begitu terasa dan kami pun tetap nyaman melangkah menyusuri trek yang tidak terlalu menanjak.

Pemandangan hamparan kebun sayur nan hijau segar berpadu dengan suasana langit yang cerah di Alam Sutra Boyolali

Dengan berjalan kaki, kami pun semakin leluasa menikmati pemandangan di kanan-kiri jalan setapak yang merupakan lahan pertanian penduduk. Hijaunya hamparan tanaman Wortel, Sawi, daun Adas dan Selada berkolaborasi dengan birunya langit berhiaskan awan seputih kapas sungguh merupakan vitamin mata yang menyehatkan jiwa! 😃

Berinteraksi dengan petani di Alam Sutra Boyolali

Oya, kita dapat pula berinteraksi dengan para petani yang sedang beraktivitas di kebunnya. Ada yang sedang mengolah tanah, menyiangi tanaman ada pula yang sedang panen. Eh, ada pula teman yang nempil membeli selada langsung dari petani di sana lho.. Yang ngobrol dengan petani untuk mengetahui keseharian mereka ada, dan tentunya ada pula yang tak melewatkan kesempatan untuk pepotoan demi konten blog / IG! *nunjukdirisendiri 😆 Semua itu boleh kok.. yang tidak boleh adalah merusak tanaman petani, baik itu sengaja maupun tidak sengaja.. catat ini ya..hehe..

Sekitar 20 menit kemudian kami pun sampai di lokasi gardu pandang Alam Sutera yang ditandai adanya loket pengunjung. Oya HTM di sini murah meriah kok, cukup Rp 5.000 saja per orangnya. Terdapat beberapa gardu pandang yang terbuat dari bambu. Ya, memang sekilas terlihat sederhana dan rapuh, namun jangan takut…, tentunya pengelola sudah memperhitungkan kekuatannya demi keselamatan pengunjung.. hehe

Gardu-gardu pandang di Alam Sutra Samiran Boyolali

Jika dibandingkan dengan kondisi gardu di Gancik Hill Top, memang penampilan gardu pandang di Alam Sutera terkesan lebih sederhana.  Namun, jangan khawatir..pemandangan yang dapat kita nikmati dari atas sana sama indahnya kok 😃

Seseruan dengan Blogger Deswita di Alam Sutra Samiran Boyolali (Foto by Gus Wahid)

 

Pose-pose manis juga laah…
(Foto by : Gus Wahid)

Setelah naik ke gardu, menikmati pemandangan sekitar yang menghijau sambil dibelai angin sepoi-sepoi nan sejuk, dan tak lupa berfoto-ria baik sendiri-sendiri atau bersama (ups..kalimat ini seperti iklan apa ya?? 🤔) maka kami pun mulai berkemas meninggalkan lokasi, turun kembali ke tempat parkir. Sekali lagi perjalanan pulang disejukkan dengan pemandangan hijau segar kebun sayur yang kami lewati…

Mengenal jenis-jenis sayuran di Alam Sutra Samiran Boyolali, a.l : Selada, Wortel, Sawi, Adas.

Hm, bagiku yang paling berkesan dari perjalanan ke Alam Sutera ini adalah nuansa hijau segar dari hamparan kebun sayur + pengalaman mengamati aktivitas petaninya. Mungkin pengelola bisa menambahkan sesi berinteraksi dengan petani dan mengenal jenis-jenis sayuran di kebun sebagai salah satu daya jual dari obyek wisata ini, selain tentunya pemandangan alam dan spot pepotoan yang instagramable sebagaimana obyek-obyek wisata kekinian. Pengalaman berkunjung ke kebun sayur bila dikemas dengan bagus dapat menjadi bagian yang menarik dari sebuah paket eduwisata, bukan?

Nah, itulah cerita jalan-jalan kami ke Alam Sutera di Dukuh Pojok Desa Samiran Boyolali, sekaligus penutup rangkaian tulisan catatan perjalanan bersama FK Deswita di Desa Wisata Samiran Boyolali ini. Oya, teman-teman juga dapat membaca tulisan teman-teman Blogger Deswita lainnya tentang kunjungan ke Alam Sutra ini, antara lain tulisan dari mas Wahid dan Mia.

Selamat membaca, teman-teman…

Susur Mangrove di Maerokoco Semarang

Selamat pagi, teman-teman… Pa kabar?

Semoga di penghujung Bulan Desember ini, teman-teman tetap semangat yaa… Iyalaah…kan habis liburan jilid 1, hehe… Eh, itu sih aku yang liburannya terbagi 2 bagian, yaitu bagian 1 tanggal 23-27 Desember sedangkan bagian keduanya nanti tanggal 30 Desember  2017 – 1 Januari 2018.

Nah, sambil bersiap tuk liburan akhir tahun nanti, maka kali ini kutuliskan dulu beberapa perjalanan ‘piknik tipis-tipis‘ yang beberapa waktu lalu kami lakukan, yaitu treking  / susur mangrove.

Susur Mangrove di Maerokoco

Continue reading “Susur Mangrove di Maerokoco Semarang”

Belanja Oksigen di Rumah Pohon Tombo Bandar

Lalang Ungu. TOMBO. Pernah dengar kata itu? Kalau dalam bahasa Jawa, arti dari kata ‘tombo’ adalah ‘obat’. Ternyata, di daerah Bandar Kab Batang Jawa Tengah, ada desa yang bernama Tombo, yang ternyata benar-benar bisa menjadi obat, khususnya bagi para penderita ‘kurang piknik’ seperti diriku..hehe…

Konon kabarnya, di Desa Tombo itu terdapat sebuah tempat wisata yang cukup nge-hits, yaitu Rumah Pohon. Nah, sudah lama diriku yang kurang piknik ini ingin sekali menikmati pemandangan alam nan indah dari suatu perbukitan yang menjadi salah satu daya tarik dari wisata satu ini. Rumah pohon ini di daerah perbukitan yang masih asri dan bebas polusi, nah…tempat yang pas buat belanja oksigen banyak-banyak, bukan? 😀

Beberapa kali berencana datang ke sini dengan teman-teman yang berbeda, namun belum juga kesampaian, hingga akhirnya di libur Hari Raya Idul Adha yang lalu justru aku berkesempatan mengunjungi lokasi itu dengan keluarga tercinta. Alhamdulillah… Continue reading “Belanja Oksigen di Rumah Pohon Tombo Bandar”

Singgah sejenak di Kampung Rawa

Siang belum sempurna menggantikan pagi, ketika kami memasuki jalan lingkar Ambarawa beberapa waktu lalu, dalam perjalanan Jogja-Semarang. Pemandangan sawah nan hijau yang terhampar di kanan-kiri ruas jalan menyejukkan mata. Lalu mendekati Km 3 di arah sebelah kanan terlihat sebuah gapura hitam bertuliskan Wisata Apung Kampung Rawa.

Pintu gerbang ke Kampung Rawa
Pintu gerbang ke Kampung Rawa, di Jl Lingkar Selatan KM 3 Ambarawa

Merasa penasaran, akupun usul untuk mampir ke sana, yang langsung didukung oleh para krucil yang rupanya mulai bosan duduk manis di dalam kendaraan, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk singgah sejenak di sana.

Jalan masuk ke Kampung Rawa
                                       Jalan masuk ke Kampung Rawa

Continue reading “Singgah sejenak di Kampung Rawa”