Singgah Sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Di akhir pekan yang mulai sering turun hujan ini, semoga sahabat semua tetap sehat dan bahagia ya.. Rencana akhir pekan mau kemana nih? Yang di wilayah Pantura Jawa, mungkin bisa mlipir sejenak ke Wana Wisata Clirit View di Tegal, seperti yang kami lakukan kemarin dan akan kuceritakan pengalaman itu di tulisan kali ini.

Tentang Wana Wisata Clirit View Tegal
Wana Wisata Clirit View ini merupakan lokawisata yang relatif baru di Kab. Tegal Jawa Tengah (dibuka Th 2019), sebuah destinasi wisata dengan konsep memadukan suasana khas hutan Pinus dengan beragam spot swafoto di dalam area wisata ini.
Lokasi
Berlokasi di Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Kab. Tegal, tepatnya di Jl. Raya Desa Kalibakung ke arah Obyek Wisata Air Panas Guci, sebelum jembatan warna, belok ke arah kanan.

Lokasi Clirit View ini sekitar 17 Km dari Slawi -Ibukota Kab Tegal- sedangkan dari OW Air Panas Guci Tegal berjarak sekitar 13 Km. Tidak seperti Taman Anggrek Guci yang terletak di tepi jalan raya, untuk sampai ke Clirit View ini kita harus masuk sedikit sekitar 300 m, namun di tepi jalan raya ada penanda arah yang cukup besar. Atau gunakan saja arahan dari google map 🙂

Jam Operasional dan HTM
Jam operasional Clirit View ini cukup panjang, mulai Jam 09.00 WIB hingga Jam 22.00 WIB. Pada malam hari lokasi ini dimeriahkan dengan aneka lampu hias yang menarik hati.
Adapun HTM Clirit View ini relatif murah, yaitu Rp.10.000,- / orang. Untuk anak-anak tidak dikenakan biaya masuk 🙂
Tempat parkir terpisah antara parkir mobil dan motor. Untuk parkir mobil di tanah lapang depan gerbang masuk, sedangkan parkir motor di arah kanan gerbang / depan loket. Parkir dipungut biaya Rp.4.000,- untuk mobil / kendaraan roda 4 dan Rp.2.000,- untuk motor / kendaraan roda 2.
Pengalamanku Singgah Sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal
Tetap Lakukan Protokol Kesehatan
Pada hari Rabu, 28 Oktober 2020 lalu, kami sekeluarga sempat singgah di Clirit View ini dalam perjalanan kami ke Guci. Kabarnya, sebagaimana tempat wisata lainnya, Clirit View ini juga sempat ditutup pada awal-awal masa pandemi, dan baru dibuka kembali pada awal Juli 2020 lalu, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung.
Berita tentang penerapan protokol kesehatan di lokasi ini adalah salah satu pertimbangan yang membuat kami berani singgah, di samping kenyataan bahwa wisata ini merupakan wisata luar ruang, yang mempunyai banyak udara segar dan memungkinkan kami menjaga jarak dari pengunjung lain.
Namun ternyata (setidaknya berdasarkan pengamatan kami kemarin) penerapan protokol kesehatan di sini tidak terlalu ketat. Tempat cuci tangan untuk pengunjung memang telah disediakan antara lain di dekat gerbang masuk dan di sekitar pintu masuk Cafe. Namun kemarin aku tidak melihat ada petugas yang melakukan cek suhu badan pengunjung, jadi (pada saat kami berkunjung kemarin) pengunjung bebas masuk tanpa dilakukan cek suhu badan oleh petugas.
Bagaimana dengan penggunaan masker? Aku melihat petugas mengenakan masker, sedangkan pengunjung ada yang mengenakan masker, namun ada pula yang tidak. Jadi sebagai pengaman kami tetap menggunakan masker meski di area wisata luar ruang ini, terutama di beberapa titik di mana berpapasan dengan pengunjung lain (alhamdulillah kemarin pas pengunjung relatif tidak banyak). Dan saat harus lepas masker misal saat berfoto, kami memilih di lokasi yang berjarak dari pengunjung lain, lalu dikenakan lagi segera setelah selesai foto.

Yang Bisa Dilakukan di Clirit View Tegal
Menikmati Suasana Pegunungan
Lokasi Clirit View ini ada di perbukitan, sehingga pengunjung bisa sejenak lepas dari hiruk pikuk perkotaan, menikmati sejuknya suasana pegunungan.

Memanjakan Mata dengan Pemandangan Asri Hutan Pinus
Di lokasi ini pengunjung juga dapat memanjakan mata dengan menikmati pemandangan alam hijau segar khas hutan Pinus. Bebungaan warna-warni juga banyak di sana, namun suasana hijau segar mendominasi pemandangan di sana

Mengenal Ragam Istilah Bahasa Tegal
Ada salah satu yang menarik dan menurutku unik di salah satu bagian area wisata Clirit View ini, di mana pengunjung diajak untuk mengenal ragam bahasa Tegal. Tahu kan ya, dialek khas Tegal? Selain dialek khas, banyak pula kosa kata Tegal yang khas. Sudut belajar bahasa Tegal ini ada sebelah kiri setelah masuk dari pintu gerbang lokasi, di beri nama ‘Kamus Basa Tegal’

Nah, di sini ada papan-papan kayu dengan tulisan istilah Tegal, artinya dan ilustrasi untuk memperjelas arti tersebut. Meyek, Inggek, Tumbleg, Ceweng, dan istilah-istilah lain dalam kosa kata Tegal bisa diketahui artinya di sini.
Bersantai kulineran di cafe bernuansa alam
Di Clirit View ini juga terdapat Forest Cafe di mana pengunjung dapat bersantai menikmati suasana sejuk pegunungan sambil kulineran. Bangunan cafe semi terbuka dengan meja-kursi tersebar di alam terbuka sekitar cafe.


Berfoto-ria
Nah, ini nih yang sepertinya banyak diminati kaum milenial dan menjadi daya tarik terbesar wisata Clirit View ini : beragam spot foto instagramable 😍
Ada Sangkar Burung, Rumah Hobbit, Balon Udara, Taman Rabbit, Jembatan Bambu, Bangku dan Panggung di Tengah Kolam, dll yang bisa menjadi tempat berfoto-ria dan hasilnya sebagai penghias akun Instagram kita 😍




Fasilitas lain di Wana Wisata Clirit View Tegal
Selain tempat parkir yang cukup luas, fasilitas lain di Clirit View ini a.l : mushala, cafe, toilet, dan juga beberapa bentuk tempat istirahat : kursi, bangku, dan semacam dampar / panggung pendek. Jalan setapak di area wisata ini juga relatif baik, tampak bersih dan relatif nyaman dilalui.



Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah sekilas cerita pengalamanku singgah sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal. Ada yang sudah main ke sini juga? Yuk, bagi ceritanya di kolom komen ya.. Terima kasih..
Baca Juga : Wisata Bersama, Upaya Menjaga Kehangatan Keluarga
Seger banget pasti udara pegunungan di Wana Wisata Clirit view dari Tegal ini ya mbak.
Salah fokus ama kamus Bahasa Tegal. Klo ada yang gosipin, tinggal bilang: Mbusleng. hahaha
Hahaha…
Senangnya piknik keluarga.
Viewnya juga asyik masih asri ya mbak. Bener2 refreshing kyknya kalau ke sana setelah sekian lama di rumah 😀
Lengkap juga fasilitasnya mulai dr pemandangan hutan pinus, tempat poto2, tempat makan. Eh tapi di sana gak ada penginapan ya mbak?
Sepertinya di lokasi ini tdk ada mba
Waduh tempat nya asri banget ya mbak jadi pengen jalan dan main kemari. Sejenak menghilangkan penat dan udaranya pasti sejuk ya mbak.
Betul, mba Arda
Sayang ya, jika pengelola kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan. Padahal dengan penerapan protokol kesehatan, pengunjung akan merasa lebih nyaman. Meskipun wisata alam relatif lebih aman ya, karena relatif bisa jaga jarang
Penerapan protokol kesehatan memang harus dilakukan semua.pihak ya mba
Aku tuh senang banget kalau makin banyak lokasi wisata di suatu daerah, Mbak Tanti. Apa lagi yang hijau-hijau seperti di Wana Wisata Clirit ini. Kalau ke Tegal nanti gak cuma ke Guci tapi ada tempat lain yang layak untuk menikmati pemandangan alam. Dengan makin banyak lokasi wisata semoga rakyat Indonesia juga makin bahagia 🙂
Betul mba Evi, makin banyak alternatif wisata alam
Kok bagussss inihhh ? Aku sekilas liat seperti orchid garden yang ada di Bandung loh. Pasti seru dan adem ya di sini. Masukkin wishlist ahhh~
Wah aku jadi pengen ke Orchid Garden Bandung nih
Waahh. Tempatnya baguuss ya mbak, lengkap juga fasilitasnya..
Liatnya seger deh. Sekarang jadi makin banyak ya wisata hutan pinus begini, seneng deh
Iya mba..cukup banyak yg senada
Duh senangnya bisa jalan-jalan bareng ya… Tempat wisatanya asik pula..Kabayang hawanya yang sejuk seger…
Sejul dilanfang sejuk di hati hehe
Mushola-nya unik banget mbak, Itu kira2 muat berapa orang ya?
Eh sayang kmrn aku tdk sempat masuk hehe
Ini bisa jadi tempat wisata pilihan kalau kondisi benar benar memungkinkan, ya biar safety aja sih.
Dan pasti udaranya sangat bersih karena tema nya bernuansa alam gitu, ehh itu foto yang disumur kayak beneran. Unik juga kalau abadikan moment bersama istri.
Hehe..iya mba. Kami pilih wisata alam yang udara bersih dan ttp bisa jaga jarak
Wah baru dengar nama tempatnya Mbak, menyenangkan banget main ke sini menikmati sejuknya udara pegunungan, pemandangannya juga menyenangkan…
Iya mba Dew..beruntung sempat mampir di sana kemarin..
Namanya kok lucu, Clirit View. Clirit ini diambil dari nama tempatnya kah?
Btw, ternyata Tegal punya view adem begini ya. Kupikir Tegal itu panas, tandus, dan laut. Ahahaha.
Bukit Clirit katanya.. iya ke arah Guci sudah lumayan adem ni
Clirit artinya apa, kak Tanti?
Seru yaa…kaya cuma sendirian..kak Tanti dan keluarga aja.
Menu makanannya apa aja, kak?
Klo ridak salah nama bukitnya. Utk menu cafe nya aku blm tahu Teh, karena kemarin bawa bekal sendiri hehe..
Kalau keadaan kondusif, pasti asik nih berwisata bareng ke Wana Wisata Clirit
Iya Kak..asyiik ..
Selalu mupeng untuk plesiran ke Tegal, banyak banget spot wisata ya Mba di sana.
Aku cuma baru Guci doang dan itupun belum mandi. Pengen.
Nah..yg ini sebelum sampai Guci Nyi..coba mampir deh kapan2..
HTM nya murah meriah tapi dapatnya pemandangan seindah ini, mashaAllah indah banget ya, pengen deh mampir kalo pas mudik nanti
Iya mba..cari weekday pas sepi hehe..
Namanya lucu ya, Clirit.
Menarik banget sih ada spot buat belajar sedikit Bahasa Tegal. Temanku dari jama kuliah itu orang Tegal dan lucu aja kalau dengar dia bicara Bahasa Tegal.
Duh, ngopi malam² di forest cafe clirit view kayaknya asyik banget ya
Hihi..iya Kak..bahasa Tegal memang khas..