Pemanfaatan barang bekas untuk pot tanaman. Hai Sahabat Lalang Ungu, salam jumpa di akhir pekan ini ya.. Apa nih kegiatan akhir pekannya? Berwisata, santai-santai di rumah, bersih-bersih gudang atau mengerjakan hobi, misalnya berkebun?
Nah, bagi teman-teman yang hobi berkebun atau berencana memulai aktivitas berkebun di rumah, dalam tulisan kali ini aku ingin sampaikan ide pembuatan wadah tanaman dari barang bekas. Ya, wadah tanaman di rumah kita, tidak harus menggunakan pot-pot yang mahal harganya, kita bisa membuatnya sendiri lho…
Coba lihat di sekitar kita, mungkin ada barang-barang bekas yang bisa kita manfaatkan sebagai wadah tanaman di halaman. Selain mengurangi timbunan barang bekas, uang pembelian pot-pot bisa disisihkan untuk keperluan lain, kegiatan membuat pot dari barang bekas ini juga bisa menjadi kegiatan menyenangkan yang dapat dikerjakan bersama-sama keluarga di waktu libur. Nah..barang apa saja yang dapat kita pakai sebagai pot tanaman, ini beberapa jenis di antaranya. Continue reading “Pemanfaatan Barang Bekas untuk Pot Tanaman”
Sahabat Lalang Ungu, yuuk membuat media tanam organik. Senang rasanya ketika beberapa teman menyatakan ingin mulai berkebun di rumahnya. Ada yang menanyakan tentang media tanamnya, tentang tanaman sayur yang cocok ditanam di pekarangan, tentang perawatannya, dll.
Nah, kali ini aku tuliskan tentang cara membuat media tanam organiknya ya. Kebetulan beberapa waktu lalu aku mengikuti pelatihan singkat bersama Teman Berkebun, uraian berikut ini kudapat dari pelatihan singkat tersebut.
Vertilon : Sistem pertanian vertikultur dengan paralon. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Bagaimana, tetap sehat dan bahagia, bukan? Semoga begitu adanya ya.. Sahabat, dalam tulisanku kali ini, aku akan mengajak sahabat semua untuk mengenal Sistem Pertanian Vertikultur. Oya, tulisan ini merupakan catatan ‘oleh-oleh’ dari kegiatan “Kelas Berkebun #03” yang diselenggarakan oleh ‘Teman Berkebun’ yang kuikuti beberapa waktu lalu. Oya ‘Teman Berkebun’ ini adalah sebuah platform digital yang bergerak untuk mendukung Pertanian Perkotaan.
Berawal dari sebuah post di IG yang mengabarkan akan diselenggarakannya Kelas Berkebun #03 dengan tema mengenal dan membuat Vertilon, aku langsung tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain memang tertarik untuk bisa belajar dan kelak mempraktekkannya di rumah, dari awal sudah kuniatkan untuk mendulang konten blog melalui kegiatan ini! Hihi…makluuum..blogger ala-ala yang sering kehabisan ide / bahan tulisan 😊
Nah, Minggu 24 Pebruari 2019 yang lalu, pagi-pagi aku sudah bersiap berangkat dari rumah kakak di Tegalsari menuju lokasi ‘Kelas Berkebun’ di Kebun Pojok Space. Hayooo..di mana tepatnya lokasi Kebun Pojok Space yang menjadi tujuanku di Minggu pagi itu?
Kebun Pojok Space Semarang
Yap..yang menjawab di Jl. Menteri Supeno Semarang, anda betuuuul… 👍👍 Lokasi Kebun Pojok Space ini benar-benar di pojokan Jl Menteri Supeno, sebelah kiri persis SMA 1 Semarang (yang kebetulan almamaterku ..waaah..nostalgiaaaa..haha…) berseberangan dengan Taman Indonesia Kaya yang duluuuu…kukenal sebagai Taman KB! 🙂 Hihi..baru kutahu kalau di pojokan situ ada space yang sangat mendukung kegiatan pertanian perkotaan ini! Rumah dan kebun di pojokan yang diberi nama Kebun Pojok Space ini adalah sekretariat komunitas “Teman Berkebun” ini.
Ok, cukup prolog nya yaa…mari kembali ke laptop eh ke bahasan awal kita ya.. Mari kita mengenal Vertilon : vertikultur dengan paralon yang menjadi salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan.
Suasana Pelatihan Pembuatan Vertilon oleh Teman Berkebun di Kebun Pojok Space Semarang, dipandu mas Edy dari Bhumi Horta
Lalang Ungu. Yuuk, hijaukan lingkungan kita dengan KRPL. Ajakan untuk menghijaukan lingkungan kita tentunya telah seringkali kita dengar, namun belum tentu telah kita praktekkan.
Kita kan di perkotaan, mana mungkin bertanam dengan keterbatasan lahan kita?
Lho…siapa bilang bahwa penghijauan hanya dapat dilaksanakan di kawasan pedesaan atau daerah pinggiran di mana lahan masih relatif mudah tersedia? Justru di kawasan perkotaan, penghijauan ini sangat penting sebagai penyeimbang karena tentunya tingkat polusi di perkotaan sudah semakin tinggi, bukan?