Pandangan Pertama : Kala kiblatku di depan mata….

Ketika bukti keagunganNYA terpampang di ruang pandangku

aku terpana :

lidahku kelu !

Sedangkan beribu rasa ingin kuungkapkan,

bahkan beragam asa tlah kususun tuk kupintakan,

dan tentu saja ingin kutumpahkan tak terkira rasa syukurku atas nikmat yg dilimpahkanNYA padaku…

namun…. lidahku terlalu kelu….

Lalu akhirnya

hanya aliran air mata bahagia yg mewakili semuanya

Tapi aku yakin,

Sang Maha Tahu pastilah memahami semua rasaku…

***

Itulah untaian kata yang pernah kutuliskan untuk menggambarkan rasa hatiku yang campur aduk kala pandangan pertamaku pada Baitullah terjadi…  Meskipun telah berusaha menyiapkan hati sebelumnya, namun saat benar-benar berhadapan langsung dengan apa yang menjadi arah kiblatku setiap harinya…. tak terungkapkan!

baitullah2

Kesan pada pandangan pertama itu terus terpatri di hatiku, di benakku, dalam kenanganku… Meski waktu telah berlalu, masih kurasakan rasa haru mendalam itu, takjub, syukur, bahagia… dan ada yang menyekat tenggorokanku bahkan hanya dengan menuliskan kembali kenangan itu…

Maaf.., semoga Allah menjagaku dari rasa riya’, ujub dan sebangsanya… ketika menuliskan kenangan ini kembali… Namun ini adalah  “Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”  Semoga sukses GAnya ya Idah….

give-away-langkah-catatanku

Giveaway Senangnya Hatiku : Jalan-jalan keluarga ke Dieng

Setelah kumpul keluarga saat acara khol bapak di bulan Nopember lalu yang dilanjutkan dengan jalan-jalan ke Medini, syukurlah pada akhir tahun ini kami bisa  berkumpul lagi di liburan sekolah akhir 2012 kemarin.  Dan mumpung kumpul bareng, kitapun secara dadakan merencanakan jalan-jalan bareng.  Dari beberapa tempat yang diusulkan, akhirnya terpilihlah tempat wisata Dieng , untuk menjadi tujuan jalan-jalan kami kali ini.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 6 pagi, melalui rute Pekalongan – Dieng yang belum pernah kami tempuh.  Rute hasil googling itu ternyata lancar & cukup bagus kondisi jalannya, terutama view-nya yg hijau-hijau menyejukkan mata 🙂    Pekalongan – Kajen – Paninggaran – Kalibening – Wanayasa – Wanareja – Batur – Dieng itu  kami tempuh sekitar 4 jam (dengan 2 x berhenti untuk tanya, hehe…) dan jam 10an pagi sampai di Dieng.

Awalnya kami sempat khawatir untuk mengunjungi tempat wisata di dataran tinggi itu karena sedang musim hujan, namun alhamdulillah Allah memperkenankan kami menikmati keindahan panorama Dieng dengan cuaca yang cerah seharian itu 🙂  Continue reading “Giveaway Senangnya Hatiku : Jalan-jalan keluarga ke Dieng”

Para pecinta pantai

Hari minggu cerah begini… jadi ingat sama para krucils yang  saat ini  jauh, nyebar di 3 kota…  Kalau mereka sedang kumpul di sini dan mendapati cuaca cerah ceria begini, pasti deh pada ribut ngajak keluar.  Yang berenang lah.. ke pantai lah…  🙂

Kebetulan, meskipun sehari-hari tinggal di kota yang berbeda dan hanya berkumpul bersama saat liburan, para krucils itu selalu kompak.   Hobinya juga rata-rata sama, yaitu nge-game on line..  Wah,  kalau sudah nge-game atau membahas tentang game sesama mereka..pada betah banget.  Sampai harus berkali-kali mengingatkan mereka untuk tidak lupa waktu makan & sholat.  Selain kesamaan hobby itu,  ternyata pilihan tempat luar ruang yang selalu ingin mereka datangi juga sama : pantai!

Menyaksikan ekspresi bahagia mereka tiap kali berkesempatan bermain bersama di pantai, sungguh mengasyikkan.   Tak pernah kekurangan tawa saat mereka menghabiskan waktu sepagian di pantai.   Ada-ada saja ulah mereka  di sana, tak terbersit rasa takut kulit gosong, apalagi sekedar baju basah ! Kalau sudah begitu, mengajak pulang mereka sama sulitnya dengan memisahkan itik dari air sungai 😛

Lihat ekspresi para pecinta pantai itu :

Tak pernah kehabisan tawa saat 'angon' para krucil ke pantai...

Duuh..jadi kangen mereka nih…

Hm, liburan panjang masih berapa lama lagi ya? *menghitung hari*  🙂

Ketika hidayah-NYA tiba…

“De’… cerita dong pengalaman pertama kali berjilbab dulu..”

Itu permintaan dari salah seorang kerabatku, di sela-sela keasyikan kami ngobrol ngalor-ngidul  dalam salah satu kesempatan silaturahmi lebaran yang lalu.

“Kenapa? Mbak Ayu mau berjilbab juga?” aku balas bertanya padanya, dan ucapan syukur pun terlontar ketika melihat anggukannya menjawab tanyaku.

“Insya Allah, De’… Sudah makin manteb sih, sudah kumpul2 juga, tinggal cari momen yg tepat untuk memulainya…Ayo dong cerita, sebagai tambahan pertimbanganku juga…” desaknya.

Dengan senang hati akupun berbagi pengalaman pertamaku, mengingat-ingat kembali perasaanku sendiri maupun reaksi keluarga dan lingkungan dekatku saat aku merubah penampilanku, hampir 12 tahun lalu.

*** selanjutnya