Review Jujur Frozen Pear

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia yaa… Sahabat, apakah kalian suka dengan buah Pir? Aku suka sekali. Aku suka karena rasanya yang manis dengan tekturnya yang khas, terlebih lagi karena ternyata buah ini mengandung banyak manfaat juga untuk tubuh kita.

Bagaimana dengan Buah Pir yang dibekukan alias Frozen Pear? Apakah kalian pernah mencobanya?

Ya, beberapa waktu lalu seringkali lalu lalang di time line sosmedku tentang frozen pear ini, mungkin begitu pula dengan time line sosmed kalian. Aku jadi tertarik untuk mencobanya juga. Nah, ceritaku kali ini adalah pengalaman kami membuat dan mencicipi buah Pir yang sudah dibekukan ini.

Mengenal Buah Pir dan Manfaatnya

Menurut Wikipedia, Pir / Pear adalah sebutan untuk pohon dari genus Pyrus. Pohon ini masuk dalam famili Rosaceae dan sub famili Amigdaloideae. Terdapat banyak jenis buah Pir dengan berbagai bentuk buah yang beraneka ragam namun sebagian besar mempunyai buah berbentuk bulat atau bulat di bagian bawah.

Pertama kali aku mengenal buah Pir ini dulu adalah karena ingin mengobati masalah lambungku. Seorang sahabat menyarankan untuk mengkonsumsi Buah Pir sebagai obat maag. Wii…asyik sekali kan ya, mengobati dengan obat yang enak ini…

Dan ternyata manfaat bagi pencernaan tubuh hanyalah salah satu manfaat buah Pir. Untuk manfaat lain teman-teman bisa gugling juga ya.. Salah satu yang kutemukan saat gugling adalah ilustrasi manfaat Buah Pir berikut ini.

Sumber gbr : Akun X Kementerian Pertanian RI

Lalu bagaimana dengan Pir Beku? Apakah manfaatnya masih sama?

Frozen Pear alias Pir yang dibekukan

Pir beku dibuat dengan metode pembekuan dan pencairan berulang selama 5-15 hari untuk memecah dinding sel dan menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan menyegarkan. Dianggap sehat karena kaya pektin yang baik untuk kesehatan usus. Pir beku ini sangat cocok untuk bahan smoothies atau campuran es krim.

Dalam percobaanku membuat Pir beku ini, aku menggunakan 2 buah Pir kuning. Kenapa 2 buah? Alasannya adalah karena saat mencari informasi awal, kutemukan ada 2 cara yang agak berbeda dalam pembuatan Pir beku ini, jadi aku menggunakan 2 buah Pir dengan 2 cara/perlakuan.

Langkah-langkah pembuatan Pir Beku:

(1) Cuci buah yang akan dibekukan.

(2) Masukkan buah ke dalam frezer sekitar 12-24 jam. Aku memasukkan buah pagi hari dan mengeluarkannya setiap jam 8 pagi keesokan harinya.

(3) Keluarkan buah Pir yang sudah beku, biarkan dalam suhu ruang sekitar 1-2 jam hingga tidak lagi membeku. Untuk langkah ini salah satu Pir kurendam dalam air sedangkan Pir yang lain tanpa perendaman.

(4) Masukkan kembali buah yang sudah tidak beku lagi itu ke dalam frezer selama 12-24 jam kemudian.

(5) Ulangi langkah 3 dan 4 setiap hari, selama 5-15 hari (berdasarkan review-review yang viral sebelumnya). Dalam percobaan ini aku memilih 5 hari saja.. Selak penasaran soale, hehe…

(6) Hari ke-5 Pir beku sudah siap dinikmati.

Catatan hasil perlakuan dalam pembuatan Frozen Pear:

Hari Pertama setelah pembekuan. Terlihat kedua buah Pir masih berwarna kuning seperti sebelum dibekukan. Saat sudah tidak beku lagi, kedua buah masih terasa padat saat ditekan. Terkait perendaman, buah yang direndam lebih cepat kembali ke kondisi semula/ hilang beku.
Hari kedua. Terlihat warna kedua buah Pir sudah mulai berubah kecoklatan. Pir yang direndam memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk tidak lagi beku sedangkan Pir yang tidak direndam waktunya sekitar 1,5 jam baru hilang bekunya. Kedua buah saat ditekan masih terasa padat.
Pada hari ketiga, kedua buah menunjukkan warna cokelat yang semakin gelap dan saat ditekan buah terasa mulai lunak. Hilangnya kebekuan pada buah relatif sama waktunya seperti pada hari kedua.
Hari keempat. Warna gelap semakin nyata, bahkan pada saat masih beku (terselimuti lapisan es tipis). Setelah es mencair, tekstur buah semakin terasa lunak saat ditekan menggunakan jari.
Inilah penampakan kedua buah Pir pada hari ke-5 setelah dibekukan. Frozen Pear siap dinikmati.

Review Jujur Frozen Pear

Sahabat Lalang Ungu, setelah bolak-balik membekukan dan mencairkan buah pir utuh untuk mendapatkan Frozen Pear alias Pir Beku yang sedang viral itu, akhirnya sampailah aku pada saat pembuktian: apakah benar Pir Beku seenak itu??

Pada hari ke-5 setelah pembekuan, pada pukul 8 pagi kembali kukeluarkan buah Pir beku itu untuk dicairkan yang terakhir kali. Berdasarkan review-review yang sudah kutonton sebelumnya, kusiapkan piring lebar dan cekung serta gelas kosong.

Setelah akhirnya buah Pir tidak lagi beku, dengan hati-hati kubelah buah itu beralaskan piring yang cekung. Dan benar saja sesuai review-review sebelumnya, langsung air buah membanjiri piring yang menjadi alas. Kupotong sedikit dan langsung kucicip.

Bagaimana rasanya???

Ternyata beneran enaaak, Saudara-saudara!! Tekstur buah yang lembut kenyal memancarkan air memenuhi rongga mulutku, membanjiri lidahku dengan rasa manis dan dingin.. Aaah…mantab betuul..

Irisan berikutnya tidak langsung masuk ke mulut melainkan kuperas dulu ke dalam gelas. Setelah terkumpul air buahnya (yang tidak memakan waktu lama), lalu kuminum.. Mak ceesss..manis dingin..segaar…membasahi kerongkonganku.

Air buah Pir beku jadi banyaaaak..mending ditampung di gelas, lebih mudah dinikmati

Jadi Sahabat Lalang Ungu, review Jujur dariku atas Frozen Pear adalah memang seenak itu! Pantes viral..haha…

Apakah aku mau makan Frozen Pear lagi?

Ya..tentu saja. Kalau ada yang menyuguhkan camilan ini padaku, aku akan memakannya dengan senang hati.

Apakah aku mau membuat Frozen Pear lagi?

Kali ini jawabanku berbeda. Sepertinya aku malas kalau harus membuatnya lagi. Hahaha … Kelamaan nunggu jadinya!

Sejujurnya, aku lebih suka makan buah Pir segar. Rasa manis dan teksturnya yang masih kres-kres saat dikunyah..lebih menyenangkan bagiku.

Sahabat Lalang Ungu, itulah pengalamanku membuat dan mencicipi Pir beku yang sempat viral kemarin itu. Apakah kalian pernah mencoba juga? Yuk ceritakan pengalaman kalian di kolom komen yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *