Notes from Mecca

Alhamdulillah… akhirnya terwujud juga sebuah buku bertuliskan namaku, sebagaimana yang kutuliskan sebagai Proyek Monumental 2014 yang digagas Pakde kala itu…

Sebuah buku memoar pengalamanku sejak mempersiapkan, menjalani hingga usai terwujudnya sebuah mimpi yaitu menjadi tamu Allah di tahun 2011 yang lalu.

Untuk apa aku menuliskannya?

Hm, latar-belakangnya bisa jadi cukup panjang, intinya -sejujurnya- aku sempat merasa gamang ketika harus menjalani perjalanan haji ini sendiri. Aku yang tak terbiasa jauh dari dukungan keluarga besar, sempat merasa ragu akan kesanggupanku menjalani semuanya sendiri.  Belum lagi kekuranganku yang tak bisa berada ditengah keramaian atau berdesakan yang seringkali menyebabkan sesak nafas, pusing & mual hingga hampir pingsan.  Padahal keramaian seperti itu suatu hal yang selalu kulihat di TV / kudengar dari cerita teman/kerabat yang sudah menunaikan rukun islam ke-5 ini.  Bagaimana bila kondisiku itu membuatku tak mampu menjalani wajib & sunnah yang harus kujalani?

Kegamangan dan keraguan itu mendorongku untuk lebih fokus pada persiapan mentalku, melalui banyak membaca & mencari informasi tentang perjalanan suci ini.  Alhamdulillah, aku mendapat banyak kemudahan untuk hal itu, bahkan – entah kebetulan atau memang sudah digariskan-NYA- seorang teman kakak sempat meminjamiku sebuah catatan perjalanan haji dari kakaknya, yang diketik manual dan dijilid rapi. Sebuah catatan sederhana yang sangat membantuku karena ternyata penulis catatan itu juga mempunyai masalah yang sama denganku, dan dari catatan itu aku mendapat tips penting untuk mengatasi permasalahan itu dan secara umum untuk menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.

Demikianlah, kuharap dengan menuliskan pengalamanku sendiri, aku dapat memberikan manfaat bagi orang lain sebagaimana aku telah mengambil manfaat dari sebuah catatan orang lain.

Terima kasih yang tulus kusampaikan untuk para endorser :  Mbak Dee -seorang manajer sekaligus blogger & salah satu penulis buku Rumah Kayu– yang sejak awal telah menyemangatiku untuk menuliskan pengalaman ini, Pakde Cholik  -blogger penulis Buku Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti– yang selalu setia ‘ngompori’ dan menginspirasi kita dengan semangat beliau, Mas A. Muhaimin Azzet – blogger, editor dan juga penulis karya-karya inspiratif  serta Pak Eko Kusuma (penulis buku Haji Ngeteng), tak ketinggalan terima kasih kepada Mas Rudi dari Penerbit Sixmidad untuk ide judul & kerjasamanya. Selain itu, terima kasihku juga untuk keluarga dan teman-teman lainnya yang telah menyemangati selama ini…. Terima kasiiih 🙂

Semoga buku pertama ini akan menjadi ‘pembuka jalan’ bagi lahirnya buku-bukuku berikutnya. Aamiin.  Nah, ini dia penampilan buku NFM :

NFM2

Judul : Notes from Mecca

Penulis : Mechta Deera.

Penyunting : Rudi  G. Aswan

Desain isi & sampul : SixmidArt

Penerbit : Sixmidad – Bogor

ISBN : 978-602-14595-2-2

Halaman : xii + 100

Harganya? Rp. 40.000,- saja… Murmer, kan? Nah, bagi teman-teman yang berminat memesan, bisa inbox FB  atau via email : auntiemechta@gmail.com  Silakaaan… 🙂

Blogger Punya Mimpi

Ketika tahun lalu Pakdhe wara-wara melalui Warung Blogger untuk bareng-bareng menerbitkan buku, aku sangatlah senang, karena merasa mendapat kesempatan untuk mewujudkan salah satu mimpi yaitu menulis dan menerbitkan buku, yang -saat itu- rasanya suliiiit untuk terlaksana.

Saat itu aku merasa kecil kemungkinan untuk bisa menerbitkan buku sendiri, maka alangkah senangnya ketika ada jalan untuk bikin buku secara kroyokan ( yang belakangan baru kutahu istilah ‘antologi’ untuk buku semacam itu, hehe… ).

Ada banyak kategori buku yang disiapkan oleh teman-teman warga WB yang dikoordinatori oleh masing-masing Blogger yang ditunjuk oleh Pakde sebagai Desk Oficer, namun aku baru PD mengirim sebuah cerpen dan beberapa puisi saja.

Dan semakin senang rasanya hatiku ketika mendapat kabar bahwa aku berhasil menyelipkan karya-karya sederhanaku itu diantara banyak tulisan bagus teman-teman lainnya.  Tak sabar rasanya menanti buku kumpulan cerpen & kumpulan puisi itu kumiliki.. hehe…

Alhamdulillah, salah satu diantara 2 buku antologi itu terbit sudah, dan tadi sore baru saja kuterima : Blogger Punya Mimpi ( Kumpulan Cerita Pendek), sebuah buku mungil bersampul ungu lembut -warna kesukaanku- dengan gambar unik yang menarik dan berisi 21 Cerita Pendek karya para blogger anggota Warung Blogger yang tak akan mengecewakan untuk dinikmati 🙂

Ini dia penampakannya :

Kemaruk... maklum buku pertama, hehe...
Kontribusi di Buku antologi ku yang pertama, hehe…

Menyertakan 1 dari 21 Cerpen yang ada di buku ini saja senangnya seperti ini, bagaimana bila bisa menerbitkan sendiri 1 buku karya kita? Aah… mudah2an kubisa segera merasakan rasa senang yang satu itu 🙂

Oya, di sudut kiri atas cover buku ini tertulis : Hasil Penjualan untuk Proyek Amal.  Jadi sesuai kesepakatan awal kita, hasil dari penjualan buku ini memang akan kita sumbangkan untuk proyek amal. Mungkin tak banyak / kecil nilainya, namun… Insya Allah bermanfaat.

Jadi… mau membaca sambil beramal? Yuuk… segera pesan banyak-banyak buku ini…. 🙂

Maturnuwun Pakde Cholik, Diajeng Orin sang DO Kumcer ini, dan juga teman-teman lainnya yang telah berbagi mimpi denganku di buku ini… Dan Insya Allah buku ini akan segera disusul 2 buku antologi lagi dan 1 buku solo… mohon doanya ya…

Tentang anak yatim

Anak yatim, mendapat perhatian yang besar di dalam Islam, terbukti dengan ditemukannya 12 surah dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang anak-anak  yatim.
Dari sisi waktu hadirnya tuntunan tersebut, dapat dibedakan menjadi 2 periode yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.  Perlu diketahui bahwa peride Mekkah adalah periode peletakan dasar tuntunan agama dan uraian menyangkut akidah, sedangkan peride Madinah lebih banyak merupakan penerapan syariat agama.
Dalam periode Mekkah, uraian tentang anak yatim ditemukan dalam 7 Surah, yaitu : al-Fajr [89]:17, adh-Dhuha [93]:9, al-Balad [90]:15, al-An’am, al-Isra’ [17]:34, al-Kahfi [18]:82 dan al-Ma;un [107]:7 .  Secara umum, tuntunan terhadap anak yatim yang turun pada periode Mekkah ini adalah tuntunan untuk memperhatikan sisi kejiwaan & akhlak mereka.  Ini berarti, perhatian pertama yg perlu diberikan kepada mereka adalah memelihara mereka sehingga tidak terlantar atau terabaikan.  Yang pertama dan utama adalah jangan sampai jiwa mereka terganggu sehingga mereka tumbuh berkembang membawa kompleks-kompleks kejiwaan.  Kesan yang diperoleh dari tuntunan di periode ini adalah : KALAU TAK DAPAT MEMBERI BANTUAN MATERI, MAKA JANGAN BERLEPAS TANGAN, BERIKANLAH BANTUAN DALAM BENTUK NON-MATERI KEPADA MEREKA.
Selebihnya, dalam periode Madinah, tuntunan terhadap anak yatim lebih rinci.  Dalam Surah an-Nisa’ [4] terdapat penekanan perlunya menjaga perasaan anak-anak yatim dan kaum lemah lainnya, tuntunan bagi wali / pengurus harta anak yatim untuk mengembangkan harta mereka yg belum mampu mengurusnya serta peringatan untuk tidak menyalahgunakan harta anak yatim yang ada dalam pemeliharaannya.
Mencermati tuntunan-tuntunan yang sudah diberikan pada kita… Mari, kita perbesar perhatian pada anak-anak yatim yang mungkin ada di sekitar kita…   Selamat hari Jum’at, Sahabat… 🙂
***
Kutipan “Membumikan Al-Qur’an” – M. Quraish Shihab – Lentera Hati – 2011.

S.a.b.a.r….

” Assalamualaikum… Boy! Kok ngerem aja sih, di kamar! Ayo dong, ikut kita demo! “
Suara keras Dika mengusik ketenangan kamarku, disusul dengan hempasan tubuh gempalnya di kasur tipis tempat tidurku.  Hah… hawa panas seakan terkumpul di kamar kost sempit ku itu..
“Waalaikumsalam… Demo apaan?” jawabku sekenanya, sambil menutup buku tebal yang sedang kubaca.
“Hah? Demo apaan? Aduh Boy…ketinggalan berita amat sih, kau ini!  Tak terusikkah hatimu dengan film yg melecehkan junjungan kita itu? ” sambil geleng-geleng kepala, raut wajahnya jadi semakin tak enak dipandang mata.
“Ooh.. tentang film itu…”
“Ya ampun, Boy… Cuma begitu reaksimu?? Hah…muslim apaan!” semakin tak sabar dia tampaknya, sambil membelalakkan mata memandangku.
“Eh… jangan mudah menghakimi seseorang, sobat !  Demi Allah hatiku juga sakit merasakan penghinaan pada junjungan kita itu.. ” agak meningkat rupanya nada suaraku, membuat dia mengerutkan keningnya.
“Lalu, kenapa kau menolak ikut demo? Kenapa kau malah diam-diam saja di sini, tak menyatakan sikap apapun? “
Aku menghela nafas panjang,  ” Dik, kau yakin demo yang akan kau ikuti tak akan mengarah ke anarkisme? Kau yakin kalian tak akan terpancing untuk terlibat kerusuhan ? “
” Mungkin saja tidak, tapi.. itu satu-satunya cara kita menyatakan sikap bukan ? ” kata Dika masih tak mau kalah.
” Ada  banyak cara untuk menyatakan kecaman terhadap hal itu, sobat… Tidak harus melalui demo-demo yang bisa jadi malah akan memperkeruh suasana..”
Kuraih kembali buku tebal yang sedang kubaca tadi, menyusuri beberapa halamannya, dan membuka halaman 209 lalu menyodorkan ke hadapan Dika, ” Coba baca ini..”
Wawasan Al-Qur’an terhadap pelecehan terhadap nabi Muhammad SAW ? ” saklajengipun..

Talam yg dinanti

Konon, pada suatu malam Jumat, Shalih Al-Murri hendak pergi ke masjid Jami’ untuk salat subuh.  Ia melewati kuburan, lantas berkata, ” Aku akan berhenti di sini sampai terbit fajar.”  Ia lalu masuk ke pemakaman itu, mengerjakan salat dua rakaat, lantas bersandar pada salah satu kuburan dan tertidur.

Dalam tidurnya ia bermimpi melihat para penghuni kubur itu keluar dari kubur mereka lalu duduk berkelompok-kelompok sambil berbincang-bincang.  Namun ada seorang pemuda dengan pakaian yang kotor duduk sendirian dan tampak sedih sekali.

Tidak lama kemudian, disuguhkan talam-talam yang ditutupi dengan sapu tangan.  Setelah menerima talam itu, mereka masuk lagi ke dalam kubur masing-masing, sehingga tinggal pemuda itu sendirian.  Ia tidak mendapatkan talam.  Dengan wajah sedih ia berdiri hendak masuk ke kuburnya, lantas Shalih Al-Murri menegurnya : selanjutnya

Keutamaan Hari Jum'at

Abdurrahman bin Yazid meriwayatkan dari Abu Lubabah bin Abdul Mundzir bahwa Rasulullah Saw. bersabda :

“Hari Jumat adalah penghulu segala hari dan hari yang paling agung di sisi Allah.  Di sisi Allah, hari itu lebih agung daripada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Kurban.  Pada hari Jumat itu ada lima peristiwa penting : pada hari itu Allah menciptakan Adam, pada hari itu Adam wafat, pada hari itu ada suatu saat mustajabah, dimana tidak ada seseorang yang memohon sesuatu melainkan Allah akan mengabulkannya selama ia tidak memohon yang haram, pada hari itu  kiamat akan terjadi, dan tidak ada malaikat yang dekat dengan Tuhannya, baik yang berada di langit maupun di bumi, melainkan ia merasa sayang kepada hari Jumat.” Continue reading “Keutamaan Hari Jum'at”