‘Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja bukan Solo.…” itu adalah penggalan lirik lagu Slank ( Sosial Betawi Yo’i) yang menggambarkan bahwa Kota Pekalongan identik dengan Kota Batik. Ya, memang Batik bisa dikatakan denyut nadi perekonomian Kota Pekalongan. Belanja Batik? Ya… di Pekalongan saja… Pasar Setono adalah salah satu pusatnya 🙂
Jlamprang – salah satu motif batik Pekalongan
Belajar tentang Batik? Ada Museum Batik di Kota Pekalongan, tempat menyimpan koleksi Batik nan indah dan juga ada sesi workshop bagi pengunjung yang ingin belajar membatik di sini. Selain itu, ada pula Kampung Batik yaitu di Kauman dan Kergon / Pesindon. Di sana, wisatawan tak hanya dapat memborong aneka produk batik namun juga dapat belajar membatik pada para pengrajin di kedua kampung batik itu. Masih berkaitan dengan batik, adapula Kampung Canting di Landungsari, di sini para seniman membuat canting-canting ataupun cap-cap sebagai perlengkapan membatik, tidak hanya dalam ukuran sebenarnya namun juga souvenir-souvenir canting / cap nan cantik untuk dijadikan oleh-oleh dari Kota Pekalongan. Oya, di Kota Pekalongan juga diagendakan Pekan Batik Nusantara yang diselenggarakan setiap tahun pada tgl 1-5 Oktober sejak tahun 2007.
Hujan yang turun cukup deras di kota kami sejak sebelum subuh tadi, membuatku sempat was-was ketika bangun tidur. Langsung melongok ke halaman depan…. dan benar saja : kembali jalan di depan rumah telah berubah menjadi ‘sungai dadakan’ seperti kemarin dulu 🙁
Sungai dadakan di depan & samping rumah kami
Jadilah perjalanan ke kantor pagi tadi kembali kutempuh dengan bantuan Pak Becak yang mangkal di prapatan sebelah rumah, dan sepanjang perjalanan ke kantor itu, iseng-iseng aku sempat memotret kondisi sepanjang jalan dari depan rumah hingga ke kantor yang sudah berubah lagi menjadi sungai kecil…
Pantauan dari atas becak…hehe…Kondisi depan kantor kami (Jl Sriwijaya)
Rupanya pagi tadi tak hanya wilayah Pekalongan bagian utara (daerah pantai) yang kembali terendam, namun juga daerah-daerah lainnya secara cukup merata. Walhasil banyak warga yang kembali mengungsi di beberapa pos pengungsian dan dapur-dapur umum kembali di buka, antara lain dapur umum Sekretariat Pemkot Pekalongan bekerjasama dengan Kodim 0710 Pekalongan.
Kebetulan lokasi dapur umum di kantor Kodim 0710 itu di seberang kantor kami, sehingga cukup dekat untuk mengangkut peralatan masak dan kamipun tinggal menyeberang jalan untuk bergabung di sana. Sekitar pukul 9 pagi aku mulai bergabung di sana bersama teman-teman lainnya.
Aku masak? tentu tidaaak… hehe… Maklum, aku kan gak pinter masak, apalagi masak untuk orang buanyaaak begitu, maka akupun membantu sesuai kemampuanku saja, yaitu membungkus hasil masakan bapak-bapak dari Kodim itu..hehe…
Eh, ternyata membungkus nasi + lauk-pauknya itu tidak mudah lhoo… Apalagi buat kami yang tak biasa. Tapi tak apa, bisa langsung dipelajari di situ trik-trik membungkus dengan (cukup) rapi dan cepat. Ya, harus cepat karena nasi bungkus itu sudah ditunggu di pos-pos pengungsian.
Hiruk pikuk di dapur umumMasak nasi pakai dandang besar…dan ngambilnya dengan…sekop! hehe… (sekop khusus nasi lho..)
Syukurlah, acara bungkus-membungkus itu berjalan dengan lancar dan sampai sore menjelang maghrib tadi sekitar 1000-an nasi bungkus sudah dapat terdistribusi kepada pos pengungsian yang dituju. Mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara-saudara kami yang sedang mendapat musibah itu…
Nasi bungkus siap didistribusikan…
Nah, itu ceritaku hari ini. Pulang dari dapur umum sore tadi, alhamdulillah sungai dadakan di sekitar perumahan kami sudah berangsur menghilang, menampakkan kembali ruas jalan yang berlobang-lobang akibat seringkali tergenang & tergerus air. Semoga saudara-saudara kami di bagian lain Kota Pekalongan juga sudah dapat bernafas lega karena banjir sudah surut…
Bagaimana di kotamu, teman? mudah-mudahan tidak banjir juga yaa…
Kalau di daerahku sering disebut Daun Kalibangbang, ada juga yang menyebutnya Daun Kupu-kupu. Ketika aku tanya mbah Google, tentang Daun / Pohon Kalibangbang, tak ada hasil pencarian yg mengena, namun ketika kuganti kata kuncinya dengan Daun Kupu-kupu, hasilnya adalah sejenis pohon yang nama latinnya Bauhinia purpurea.
Ternyata, oleh tangan-tangan kreatif, daun tersebut dapat ‘disulap’ menjadi kupu-kupu hias yang cantik lho…. Bahkan sayapnya bisa digambari motif batik juga.. jadilah Kupu Batik yang cantik & ber nilai ekonomi 🙂
Warna-warni kupu hias dari Daun Kupu-kupuYang bermotif batik pun tak kalah cantik
Ketika kutanya pada Mas Beni -yaitu salah seorang pengurus Pos Pelayanan Teknologi ( POSYANTEK ) Mitra Pantura Kec. Pekalongan Utara- cara pembuatan kupu hias dari daun ini tak terlalu sulit. Awalnya daun direbus dengan air yang telah ditambahi soda api & tawas, lalu setelah itu dicuci dengan air biasa sambil menghilangkan khlorofil dari daun yang telah berubah warna itu. Setelah dikeringkan, maka daun pun siap untuk di potong sesuai pola sayap kupu-kupu yang diinginkan. Untuk mempercantik si kupu-kupu, maka ditambahkan warna-warni & motif indah… termasuk juga motif batik. Setelah dirangkai, maka siaplah kupu-kupu hias nan cantik itu.
Pada pameran hasil Teknologi Tepat Guna (TTG) yang lalu, mereka menjual hiasan cantik ini secara satuan maupun ‘paket’ berisi 3 / 4 / 5 model kupu-kupu. Harganya relatif terjangkau kok.. paket berisi 4 kupu warna-warni, hanya Rp. 40.000,- saja, sedangkan sebuah Kupu Batik agak besar dalam pigura diberi harga Rp. 300.000,-an.
Stand POSYANTEK Mitra Pantura di pameran kemarin itu…
Selain Kupu hias dari Daun Kupu-kupu itu, dipamerkan pula beberapa produk TTG yang dihasilkan kelp. masyarakat ini, antara lain Kerupuk Sayuran, Septictank apung (yang cocok untuk daerah yg sering banjir / rob), alat fermentasi mikro organik cair, dll. Mereka memang orang-orang yang kreatif. Tak heran jika kelp ini juga mewakili Prop. Jawa Tengah dalam Lomba POSYANTEK Tk Nasional yang diadakan dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HARTEKNAS) yang penilaiannya di Jakarta awal bulan ini. Mudah-mudahan saja hasilnya bagus, sehingga makin menambah semangat mereka…
Bagaimana teman, ingin mencoba membuat Kupu Hias-mu sendiri? 🙂
Edit 28 Sept 2013 :
Alhamdulillah… Posyantek Mitra Pantura berhasil membawa Jawa Tengah menjadi Juara I Lomba Posyantek Tk Nasional Th 2013.. 😀
Edit 23 Januari 2015 :
Jika ada teman yang berminat memesan kupu hias cantik ini, silakan langsung menghubungi Sdr FIRMAN di 085842378372.
Beberapa hari lalu, aku mengalami hal tak menyenangkan berkaitan dengan bau rokok. Kantin di belakang kantor kami memang ruangannya kecil, hanya muat untuk beberapa orang saja. Namun (mungkin) karena harga yg terjangkau dan rasa masakan yang relatif enak, kantin Mak Saroh itu mempunyai banyak pelanggan, tidak hanya karyawan dari kantor kami.
Nah, yang paling menjengkelkan adalah segerombolan pelanggan tanpa tenggang rasa yang setelah selesai menyantap makanan mereka suka berlama-lama duduk sambil ngobrol & rokokan di sana.Bau asap rokok yg tertinggal di ruang kantin nan sempit itu sangat mengganggu! Mau makan jadi nggak kolu alias makanan tak bisa tertelan karena merasa mual. Daripada maag kumat, akhirnya terpaksalah aku memesan makan siang untuk diantar ke mejaku, padahal sebenarnya aku sangat tidak suka makan di meja kerja 🙁
Di lain pihak, sebenarnya saat ini pemerintah kota kami sedang menggalakkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekalongan No. 19 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah ditetapkan pada tanggal 22 November 2012 lalu. Perda KTR tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya asap rokok, memberi ruang dan lingkungan yang bersih bagi masyarakat, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk merokok dan mencegah perokok pemula.
Adapun 7 KTR tersebut adalah :
(1) Fasilitas pelayanan kesehatan;
(2) Tempat proses belajar mengajar;
(3) Tempat anak bermain;
(4) Tempat ibadah;
(5) Angkutan umum;
(6) Tempat kerja; dan
(7) Tempat umum.
Tidak hanya larangan merokok di 7 KTR tersebut, namun di kawasan yang telah ditetapkan sebagai KTR tersebut juga dilarang untuk kegiatan menjual, mengiklankan atau mempromosikan rokok. Bagi perokok / penjual / pengiklan / yg mempromosikan rokok di 7 KTR tersebut akan dikenakan sanksi administrasi hingga denda.
Khusus di 2 kawasan yaitu Tempat kerja dan tempat umum, diperbolehkan untuk menyediakan tempat merokok / smoking area. Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyiapkan 22 smoking area di sejumlah kantor pelayanan & kelurahan. Namun dari pengamatanku, tempat-tempat khusus tersebut saat ini masih kurang berfungsi secara maksimal, banyak yang tidak digunakan alias masih banyak yg merokok di tempat terbuka.
Yaah… semoga saja kedepan masyarakat kota kami akan makin menyadari pentingnya udara bebas asap rokok itu dan hanya merokok pada tempat-tempat yang diperbolehkan…
Bagaimana denganmu, teman… adakah pengalaman tidak mengenakkan dengan perokok / asap rokok? Oya, tentang Kawasan Tanpa Rokok, apakah berhasil diterapkan di kotamu?
Bulan September sudah lewat tengah bulan…dan Oktober akan segera menjelang. Hei, ada apa dengan Oktober, kok tampaknya kunanti-nanti? Eh, nggak kok… biasa2 saja sih… Cuma sedikit antusias saja mengingat bahwa di awal Oktober di kota kami rutin digelar acara Pekan Batik Nusantara.
Apa itu Pekan Batik Nusantara?
Pekan Batik Nusantara ( PBN ) adalah suatu event pameran karya batik -tidak terbatas hanya berbentuk kain ataupun pakaian, namun juga hiasan ataupun pernak-pernik lain dengan nuansa batik- terutama dari produsen kecil – menengah. PBN ini diharapkan dapat membuat warga lokal maupun interlokal eh luar daerah semakin mengenal, menyukai hingga memakai Batik Pekalongan, dan pada akhirnya akan memacu produktifitas para produsen batik di kota kami, yang ujung-ujungnya tentu diharapkan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat 🙂
Oya, tahun ini, PBN 2012 akan diselenggarakan tanggal 3 – 7 Oktober 2012 di Gedung Olah Raga & Kesenian, Jl, Jetayu Pekalongan, rencananya akan diresmikan pembukaannya oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Yang mempunyai waktu luang pada tanggal itu, monggo… silahkan mampir 🙂
Masih ingat payung- payung cantik ini?
Ya, payung2 cantik itu bagian dari kegiatan membatik 1000 payung yang telah meramaikan Batik Fiesta 2011 yang diresmikan oleh Ibu Negara pada tahun lalu. Sebuah acara promosi batik -relatif besar- yang sukses diselenggarakan oleh kota kecil kami. Dan bagaimana dengan tahun ini ?
Rencananya, PBN tahun ini akan dimeriahkan dengan lomba membuat lampion batik, yang hasilnya akan menyemarakkan kota kami pada awal bulan depan. Mau ikutan? Ini dia syarat-syaratnya… : selengkapnya