Ketika satu nikmat terangkat…

Siang beranjak malam dan hari akan segera berganti, sudahkah kau hitung dan syukuri nikmat-nikmat dari NYA untukmu hari ini, teman?

Nikmat sehat, adalah salah satunya… Ya, saat sakit begini..baru terasa betapa indah nikmat sehat itu dan betapa seringkali kita lupa mensyukurinya.

Selain itu, ada begitu banyak nikmat lain yang telah kita terima -dan pantas untuk kita syukuri- bahkan hal-hal yang tampaknya sepele bagi kita. Kemampuan lidah mengecap rasa, misalnya. Continue reading “Ketika satu nikmat terangkat…”

Ngantri di sabtu pagi

Sudah beberapa lama lutut kananku sering terasa nyeri bila dilipat, terlebih saat harus duduk bersila…hadeeh…. Kalau sudah begitu, posisi duduk harus sering dibolak-balik biar gak gosong..eh..biar gak sakit lututnya… 🙁

Sayangnya, kesempatan untuk periksa tak juga datang karena untuk itu harus meluangkan waktu seharian di RS -yang merupakan kesempatan langka di waktu-waktu yang lalu- sehingga sementara waktu kemarin harus menahan rasa dulu & berupaya meghindari gaya duduk bersila itu…

Belum tertangani unjuk rasa si lutut itu, disusul oleh sang panggul yang juga melu-payu berunjuk-rasa.  Dan yang ini lebih menyiksa, maka mau tak mau akhirnya aku harus segera menggunakan BPJS lagi dan alhamdulillah kemarin sempat izin cari rujukan & periksa ke poli syaraf yang kemudian disarankan untuk melakukan fisioterapi, sehingga sabtu pagi tadi aku harus standby ngantri di RS untuk fisioterapi.

Begitulah, pagi-pagi sudah menyambangi RS terdekat dari rumah, dan mendapatkan nomor….172! Olala…ternyata orang-orang lain sudah ambil nomor sejak subuh! hihi… yo wis lah, gak papa… memang sudah siap nunggu lama dengan berbekal buku kok..hehe..

PhotoGrid_1419995241975
suasana di depan loket pendaftaran

Saat di ruang tunggu itu, aku sempat juga mengamati beberapa pasien / keluarga pasien yang juga sedang sama-sama ngantri periksa, juga terlibat pembicaraan dengan ‘tetangga’ kanan-kiri tempat dudukku. Continue reading “Ngantri di sabtu pagi”

Horeee… Ibuku sukaaa…

Alhamdulillah…. akhirnya masa heboh akhir tahun berlalu juga.., dan setelah 2 minggu blog ini sawangen akhirnya bisa menulis lagi di sini..  🙂

Mengawali tulisan pertama di tahun baru… ini adalah sekelumit percakapan melalui pesan singkat dengan ibuku.

“Mah…, pun diwaos bukune? Halaman 25 ampun kesupen lho…hehe…”

“Wis…, dhisik dhewe malah.. Suwun yoo… Iki wis tekan halaman 146 wong angger karo ngenteni nang RS tak waca bukune”

“Waah, padahal bukune kandel, nggih… mboten kabotan le ngasta teng RS?”

“Ora. Awale weruh kandele buku yo sungkan.. tapi bareng wiwit maca trus asyiik.. lali karo kandele buku..”

Nah, begitulah sebagian ‘percakapan’ dengan ibuku di awal tahun baru tentang sebuah buku yang kuhadiahkan pada beliau dalam rangka Hari Ibu kemarin.

Syukurlah, rupanya ibu suka membacanya, bahkan buku itu menjadi ‘teman menunggu’ bagi ibu yang akhir-akhir ini rutin 2x seminggu menemani kakak saat kontrol / kemo di salah satu RS di Jogja.

Buku apakah itu? Continue reading “Horeee… Ibuku sukaaa…”

Modus lama

Hujan tak lagi sederas sebelumnya, ketika malam itu di tengah-tengah rapat aku melihat layar HP -yang kupasang mode senyapberkedip tanda ada pesan / panggilan masuk.

Sekilas kulihat ada pesan masuk dari adikku, namun karena pembahasan rapat masih seru aku tak bisa langsung meresponnya. Beberapa waktu kemudian ketika -akhirnya- rapat selesai dan kami berkemas untuk pulang ke rumah masing-masing, aku bergegas ke luar ruangan sambil membuka pesan dari adikku.

“Posisi di mana, mbak? Nggak apa-apa, to?” begitu selarik kalimat yang malah membuatku penasaran.

Ada apa memangnya? Aku pun segera menelponnya, mengabarkan aku masih di kantor dan tidak ada masalah apa-apa (kecuali bila capai & ngantuk masuk kategori masalah malam itu, hehe.. ) dan sedang berkemas untuk pulang.

“Alhamdulillah…, yo wis, hati-hati pulangnya, nanti cerita di rumah saja,” begitu respon adikku.

“Eh, tapi ibu nggak apa-apa kan?” tanyaku penasaran, namun ia meyakinkanku ibu -yang saat aku berangkat malam itu sedang sendirian di rumah- baik-baik saja. Kemudian aku pun bergegas menuju rumah sambil masih menyimpan rasa penasaran, kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa adikku perlu menanyakan posisi & kondisiku lewat sms? Continue reading “Modus lama”

Bolu Mangga : Senama namun tak serupa

Sebagaimana telah kutulis di posting yang lalu, bahwa buah Mangga yang banyak jenisnya dan banyak manfaatnya bagi tubuh kita itu, tidak hanya bisa kita konsumsi segar saja namun bisa kita olah juga.

Jus ataupun puding Mangga tentu kita pernah merasakannya, bukan? Beberapa bulan lalu, ibuku berkreasi mengolah Mangga menjadi dodol / JENANG saat Mangga Kelapa di rumah kakak sedang panen dan cucu-cucu beliau sudah mblenger makan mangga segar, puding Mangga ataupun minum Jus Mangga.

Nah, beberapa waktu lalu, ketika di rumah kakak kubaca kreasi saji serba Mangga di sebuah tabloid wanita, langsung saja kuculik lembaran tabloid itu.. haha… Ada resep Panna Cotta Mangga, Muffin Strusel, Creme brulee Mangga dan Bolu Mangga Butter. Tiga nama pertama cukup asing bagiku (hehe) jadi karena hanya resep terakhir itu yang cukup familiar buatku, jadilah aku minta adikku untuk mempraktekkannya. Lho, tidak praktek sendiri? Tentu tidaak…. aku kan awam banget masak kue2 begini, salah2 malah gak bisa dimakan hasilnya…hihi… Continue reading “Bolu Mangga : Senama namun tak serupa”

Manfaat buah Mangga

MANGGAIni tentang Mangga atau mempelam atau pelem (bhs Jawayang nama latinnya mangifera indica itu lhoo…

Buah yang mudah ditemui di sekitar kita itu -apalagi saat sedang musimnya begini- memang banyak macamnya dan ternyata banyak pula manfaatnya. Continue reading “Manfaat buah Mangga”

Sepenggal malam di sudut taman kenangan

Malam minggu pekan lalu, seorang sahabat menjemput di rumah masa kecilku, berencana meluangkan waktu bersama menikmati malam di Kota Atlas.

Langit sedikit mendung, tapi lalu lintas tetap padat sepanjang jalan dari Tegalsari ke arah Simpang Lima, yang pada awalnya menjadi tujuan kami malam itu.

Sesampai di Bunderan Air Mancur, kami melihat ada keramaian di sekitar Taman Menteri Supeno atau yang seringkali disebut juga Taman KB, taman yang berlokasi di depan almamater kami : SMA N I Semarang.

Akhirnya kami pun berbelok ke arah parkir di sekitar sana, memutuskan untuk menikmati malam di lokasi itu. Rupanya saat itu sedang ada acara pentas seni, kalau tidak salah Pertunjukan Kesenian Rakyat Jawa Tengah (PKRJT) yang antara lain akan menampilkan seni Tayub dari Pati (?). Hm… kaya’nya asyik tuuh…

oncor(1)

Continue reading “Sepenggal malam di sudut taman kenangan”

Ngangsu Kawruh bersama IIDN Semarang

Ngeblog buatku adalah penyeimbang dalam keseharianku. Setelah sesiang sibuk utak-utik angka-angka, atau merangkai kata demi kata untuk konsep laporan ataupun review kegiatan, atau bertukar kata dalam rapat demi rapat yang -kadangkala- membosankan… maka mengisi malam hari dengan aktivitas meng-update blog, ataupun sekedar blogwalking terasa menenangkan buatku.

Yah, mungkin memang baru sebatas itu arti blog buatku. Belum menjadikannya suatu ‘sumber rezeki’ sebagaimana yang telah banyak dilakukan oleh teman-teman lainnya, tapi tetap saja aktivitas ini penting buatku, dan aku ingin juga ngeblog tak sekedar mengisi waktu luang saja.

Itu sebabnya, ketika beberapa waktu lalu membaca wara-wara di grup FB IIDN Semarang bahwa akan ada semacam workshop blogging bersama Mak Indah Julianti Sibarani dengan tema Blogging with heart  pada Minggu, 23 November 2014 akupun langsung daftar sambil berdoa mudah-mudahan tak ada acara lain yg tiba-tiba menggagalkan keikutsertaanku.

Alhamdulillah… rupanya Tuhan merestui harapanku untuk bertemu teman-teman sekaligus ngangsu kawruh tentang per-blog-an itu.  Tidak ada acara mendadak lainnya, sehingga Jumat sore aku sudah bisa meluncur ke Semarang, naik KA lagi.. 🙂 Continue reading “Ngangsu Kawruh bersama IIDN Semarang”

Setangkup rindu untukmu…

With Bp-Ibu

Bapak, ini tahun ke-16 kepergianmu…

tapi rasanya baru kemarin kami melepasmu..

dan bulir-bulir kenangan indah bersamamu masih terpatri di hatiku :

~saat aku bermanja-manja padamu…

~saat kutemukan ketenangan dari kata-kata bijakmu…

~saat kau luangkan waktumu mengantar jemputku di sore hari…

~saat panjang lebar berdiskusi denganmu…

~saat-saat kebersamaan kita.

Bapak, ingatkah dengan foto ini?

Foto bersama ibu saat kepulanganku pertama semenjak jadi anak kost, bertahun lalu…

liburan reuni setelah perpisahan pertama kita, ya Pak…

kali pertama kujalani hidup jauh darimu, memendam rindu padamu, namun kau selalu menguatkanku meski hanya lewat telpon-telpon collect-call…

Bapak…, setelah 16 tahun kepergianmu :

aku masih merindumu!

“Foto ini untuk memperingati Hari Ayah Nasional dan diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog “Aku dan Ayah” di Surau Inyiak”

Berkreasi dan Berbagi

Sejak duluuu… ketrampilan tangan bukanlah hal yang kukuasai dengan baik.  Aku ingat, saat pelajaran ketrampilan di SD, menyulam, menjahit, membuat kerajinan tangan seperti asbak, pigura, dll selalu saja menjadikanku merasa deg-degan… Berhasil kukerjakan memang -meski dengan susah payah- namun aku sadar betul itu bukan keahlianku. Nilai yang kuperoleh pun gak jauh-jauh dari angka 6! hehe…

Padahal sebenarnya aku tak asing dengan hal itu.  Di rumah, ibu sangat suka menjahit, merenda, menyulam… demikian juga kakak-kakak perempuanku, tapi tidak denganku. Tanganku seolah tak pernah luwes mengerjakan hal-hal itu.  Pernah di masa remaja kami, sedang ‘demam’ kristik, maka hampir setiap hari kami sibuk membuat kristik beramai-ramai. Ya, kami memilih suatu pola dengan ukuran yang cukup besar dan dikerjakan bertiga, aku dan 2 orang kakak perempuanku.  Nah..itu bisa?? mungkin demikian katamu… Eh, jangan salah.. aku memang bisa kok, tapi ya sekedar bisa dan hasilnya tak sebaik kakak-kakakku, oleh karenanya bagianku adalah….ngeblok! Itu lhooo, membuat bagian yang hanya satu warna merata, misalnya bagian awan, tanah, atap rumah, dll… 🙂

Sampai sekarang, kerajinan tangan tetap bukan keahlianku.  Mungkin itu sebabnya, aku selalu kagum dengan orang-orang yang pandai membuatnya. Aku sangat menikmati hasil karya mereka.  Ketika ibu senang membuat renda-renda untuk alas almari, aku yang memasangnya, saat kakak keduaku menghasilkan tas-tas cantik, aku lah penggunanya! haha… Continue reading “Berkreasi dan Berbagi”