Lalang Ungu. Hai teman, kali ini aku menulis tentang Festival Karimunjawa : sajian sepekan yang mengesankan, karena ada beberapa pertanyaan dari teman-teman mengenai festival ini, setelah membaca cerita pengalamanku ikut Famtrip Karimunjawa kemarin. Yuuk.., kepoin bareng-bareng…
Lalang Ungu. Catatan Perjalananku Mengikuti Famtrip Karimunjawa ini kutuliskan sebagai kenang-kenangan atas kegiatan seru dan mengasyikkan yang kuikuti pada weekend yang lalu, tepatnya pada tanggal 28-30 September 2018.
Undangan dari Disporapar Jateng untuk mengikuti Familiarization Trip (Famtrip) ke Karimunjawa kudapatkan melalui Ketua GENPI Kota Pekalongan, yang tentu saja kusambut dengan gembira.
Alhamdulillah..izin cuti disetujui, sehingga pada hari Kamis 27 September malam aku sudah dalam perjalanan ke Semarang, bersiap mengikuti Famtrip yang sudah akan dimulai pada Jumat 28 September.
Hari Pertama Famtrip Karimunjawa
Jumat pagi 28 September 2018 itu aku bersemangat meninggalkan tempat menginapku malam sebelumnya, menuju Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jl Pemuda 136 Semarang.
Setelah bertemu peserta Famtrip lainnya, menyelesaikan administrasi, mendapatkan pengarahan awal dan foto bersama, akhirnya sekitar jam 8-an kami berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Ya, ternyata kami ke Karimunjawa melalui Semarang, tidak harus dari Jepara seperti yang kukira sebelumnya.. Ah, aku memang kurang apdet, ternyata sudah ada pembaharuan… hehe..
Inilah kapal yang membawa kami ke Karimunjawa
Kapal Express Bahari membawa kami menyeberang menuju Pulau Karimunjawa dengan lama perjalanan sekitar 2 jam lebih, berangkat pukul 9 pagi dan sampai di Pelabuhan Karimunjawa sebelum pukul 12 siang. Alhamdulillah perjalanan lancar, meskipun pada 1 jam terakhir terasa agak berat bagiku karena ombak yang semakin besar sehingga goyangan kapal semakin terasa. Tapi syukurlah…aku tidak mabok, teman-teman…. 😀 Continue reading “Catatan Perjalananku mengikuti Famtrip Karimunjawa”
Lalang Ungu. Hai teman… Januari sudah sampai di pertengahan niih.. Semoga teman2 tetap sehat dan bahagia yaa.. 🙂
Hm…hari minggu, hari pasaran. Ke Pasar Karetan asyik niih… Oya, teman-teman sudah tahu / mendengar tentang Pasar Karetan? Eh jangan salah yaaa… Ini bukan nama pasar yang menjual segala jenis karet-karetan lhooo.. Haha…
Ok deh, biar nggak kelamaan bingungnya, ku kasih tahu saja niih… Pasar Karetan adalah satu dari tujuh Destinasi Digital yang sudah ada di Indonesia, merupakan bentuk kegiatan digital sociopreneurship yang menggabungkan community online & offline juga sebagai pertemuan netizen (GenPI) dan masyarakat selaku pelaku ekonomi.
Lha…apa pula itu Destinasi Digital?
Menurut Menteri Pariwisata Bp Arief Yahya, yang dimaksud dengan Destinasi digital (digital destination) adalah destinasi wisata yang instragamable atau bagus bila diunggah ke media sosial. Target dari destinasi digital ini adalah kaum milenial ( 19-40 th) yaitu untuk memenuhi self esteem / kebutuhan untuk diakui.
Lalang Ungu. Matahari telah cukup terik ketika kami selesai trekking mangrove Pandansari di siang itu. Sudah masuk waktu dhuhur, maka sambil menunggu makan siang, kami pun sholat di mushola kecil dermaga Dewi Mangrovesari tersebut. Selesai sholat, ternyata baru kutahu bahwa kami akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Cemara. Hah, di Brebes ada pulau? Atau aku yang salah dengar?
Eh, aku tak salah dengar kok. Ternyata Brebes memang punya banyak lokawisata. Selain Dewi Mangrovesari alias Desa Wisata Pandansari, ada banyak destinasi-destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok-kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), di antaranya adalah Pulau Cemara.
Naah..tentu saja aku penasaran ingin segera mengunjungi Pulau Cemara…tapi…ada juga rasa was-was timbul dalam hatiku. Apa pasal?
Rasa khawatir memang sempat terselip di hatiku ketika Pak Auki -salah satu pendamping kami di Famtrip Brebes-menyampaikan bahwa kami akan berperahu melewati laut sekitar 30 menit. Perahunya relatif kecil lhooo…aman gak siiih??? Itulah kekhawatiranku.
Namun rupanya kekhawatiran itu tak perlu bertahan lama. Pak Auki dan kawan-kawan dari Pokdarwis setempat meyakinkan kami bahwa perjalanan kami insya Allah aman, pengemudi perahunya sudah berpengalaman, perahu kami tidak berlebihan muatan -10 – 15 orang- dan cuaca juga sedang bersahabat.
Maka akupun kemudian dengan mantab mengikuti instruksi untuk menaiki perahu itu bersama sebagian rekan perjalananku kali itu -rekan-rekan blogger dan media- didampingi beberapa rekan dari Pokdarwis setempat.
Lalang Ungu. Suara gamelan Jawa yang cukup rampak menyambut kedatangan rombongan kami di Desa Gumelem Wetan Kec Susukan Kab Banjarnegara siang itu. Oya, setelah kunjungan kami ke Sentra Keramik Klampok, maka Desa Gumelem adalah tujuan kunjungan Famtrip selanjutnya.
Ternyata saat kedatangan kami, di halaman Balai Desa Gumelem yang terlihat semarak siang itu sedang dipentaskan sebuah tarian Kuda Lumping oleh para remaja putera, setelah itu juga tari-tarian oleh gadis-gadis kecil di atas panggung. Meriah sekali 😀 Rupanya sedang ada acara peringatan ulang tahun Desa Gumelem, yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Kasunanan Surakarta. Setelah mendengarkan sambutan dari Kades, kami pun langsung menuju pinggir arena tempat ibu-ibu memajang aneka macam kain batik.
Lalang Ungu. Sabtu, 11 Nopember 2017 merupakan hari ke-2 kegiatan Famtrip Banjarnegara yang kuikuti bersama dengan rekan-rekan blogger, GenPI, pekerja media dan sosial media.
Kecamatan Purworejo Klampok dan Kecamatan Susukan menjadi tujuan kunjungan kami hari kedua. Di Kecamatan Purworejo Klampok kami langsung menuju ke sentra kerajinan keramik yang merupakan salah satu produk unggulan Banjarnegara.
Banjarnegara. Bila mendengar kata itu, apa yang langsung terbayang olehmu, teman? Dawet Ayu, Tempe Kemul, Dieng, Keramik, Batik, rafting?
Ya, memang banyak sekali potensi yang ada di Kabupaten Banjarnegara ini, sangat menarik untuk dieksplor satu persatu ya… Itu sebabnya aku sangat senang dan semangat ketika beberapa waktu lalu mendapat tawaran untuk ikut Famtrip Blogger dan Media ke Banjarnegara pada 10-12 Nopember 2017.
Semangat sekali sehingga dibela-belain ambil cuti sehari di kantor karena acara itu akan dimulai pada hari Jumat pagi yang notabene bukan hari libur kami, hehe… Alhamdulillah izin cuti disetujui dengan mudah, sehingga aku berhasil ikut acara keren ini. Sungguh tak menyesal karena benar-benar seruuuu…