LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Catatan Perjalananku mengikuti Famtrip Karimunjawa

| 73 Comments

Lalang Ungu. Catatan Perjalananku Mengikuti Famtrip Karimunjawa ini kutuliskan sebagai kenang-kenangan atas kegiatan seru dan mengasyikkan yang kuikuti pada weekend yang lalu, tepatnya pada tanggal 28-30 September 2018. Oya, siap-siap ya teman…, catatan perjalananku kali ini cukup panjaaaang lho…karena ada banyaaaak kata yang ingin kuungkapkan untuk mewakili semua rasaku. Ups…sudah seperti lirik lagu cinta saja…haha…

Nah gimana, teman…posisi sudah nyaman? camilan sudah siap? Ok..yuk, lanjuuuut…

“Mba Mechta…tanggal 28-30 nanti ada acara nggak?”

Itu chat yang kuterima dari Gita, BuKetu Genpi Pekalongan pada awal minggu terakhir Bulan September lalu. Sambil mengingat-ingat jadwal kegiatan, kutanyakan padanya ada apa.

Dan seketika hatiku berbunga-bunga ketika ia menjelaskan ada undangan dari Disporapar Jateng untuk mengikuti Familiarization Trip (Famtrip) ke Karimunjawa.  Ya, penyebutan tujuan famtrip itulah yang membuatku sangat senang, karena destinasi wisata satu itu sudah lama menjadi salah satu tujuan wisata yang ingin kunjungi namun sebelumnya selalu saja ada kendala ini-itu. Lalu ketika tiba-tiba saja kesempatan untuk mewujudkan impian tiba, apakah aku kuasa untuk menolak? Tentu tidaaaak.. 😊

Maka meskipun aku masih harus mengajukan cuti satu hari, ajakan itu kusambut hangat. Sambil berdoa semoga Allah merestui dan izin cuti turun dengan lancar. Alhamdulillah..itulah yang terjadi, sehingga akhirnya pada Kamis 27 September malam aku sudah dalam perjalanan ke Semarang karena paginya hari Jumat 28 September kegiatan Famtrip sudah akan  dimulai.

Oya, tanda-tanda keseruan kegiatan ini sudah kurasakan ketika menemui nama salah satu rekan blogger yang sudah kukenal sebelumnya di daftar peserta Famtrip kali ini. Ya, meskipun kami baru sekali bertemu sebelumnya, namun aku merasa cocok dengan teman satu ini dan sungguh tenang rasanya akan mengikuti kegiatan bersama orang yang sudah kukenal, meskipun hanya satu orang..hihi..

Hari Pertama Famtrip Karimunjawa

Jumat pagi 28 September 2018 itu aku dan Ella bersemangat meninggalkan tempat menginap kami malam sebelumnya, menuju Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jl Pemuda 136 Semarang. Semangat itu pulalah yang menyebabkan kami tetap bisa senyum-senyum hepi meskipun grab yang kami tumpangi kebablasan cukup jauh dan memaksa kami untuk jalan kaki sambil menyeret koper dan menggendong ransel beberapa puluh meter menuju kantor tersebut. Haha..semangat ni yee

Setelah bertemu 8 peserta lainnya, menyelesaikan administrasi, mendapatkan pengarahan awal dan foto bersama, akhirnya sekitar jam 8-an kami berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Ya, ternyata kami ke Karimunjawa melalui Semarang, tidak harus dari Jepara seperti yang kukira sebelumnya.. Ah, aku memang kurang apdet ternyata.. hehe..

Inilah kapal yang membawa kami ke Karimunjawa

Kapal Express Bahari membawa kami menyeberang menuju Pulau Karimunjawa dengan lama perjalanan sekitar 2 jam lebih, berangkat pukul 9 pagi dan sampai di Pelabuhan Karimunjawa sebelum pukul 12 siang. Alhamdulillah perjalanan lancar, meskipun pada 1 jam terakhir terasa agak berat bagiku karena ombak yang semakin besar sehingga goyangan kapal semakin terasa. Tapi syukurlah…aku tidak mabok, teman-teman…. 😀

Dari pelabuhan kami menuju Homestay Sama-Sama yang akan menjadi tempat menginap kami selama di Karimunjawa, makan siang, ishoma setelah itu bersiap untuk menghabiskan sore di Kawasan Mangrove dan Pantai Ujung Gelam.

Tracking Mangrove Karimunjawa (Foto by : Mechta, Ella, Gugun)

Waah…ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai wisata bahari dan alam bawah laut yang sudah tersohor keindahannya, teman… Ada pula wisata darat yang tak kalah asyik untuk dikunjungi, yaitu kawasan hutan mangrove dan Bukit Love. Tracking mangrove adalah acara pertama kami di Karimunjawa. Asyik sekali menyusuri walking track sepanjang sekitar 2 km di antara pepohonan mangrove, sesekali menikmati suara burung dan ‘berkenalan’ dengan jenis-jenis pohon mangrove melalui papan-papan informasi kecil yang tersedia di beberapa titik di sepanjang track kayu tersebut. Tak ketinggalan menikmati keindahan pemandangan alam sekitar dari ketinggian gardu pandang yang ada di sana. Oya, video tracking mangrove bisa dilihat di channel youtube Mechta Deera ya… 🙂

Gardu Pandang di Kawasan Mangrove Karimunjawa

Dari hutan mangrove itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ujung Gelam, yang menurut Mas Gugun -pemandu yang mendampingi kami selama di Karimunjawa- merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunset. Dan ternyata memang benar-benar indah pantainya. Meskipun sempat was-was saat menuju ke pantai ini dengan kondisi jalan yang relatif sempit dan menanjak cukup terjal di sebagian lokasi, rasa deg-degan itu langsung lenyap ketika menatap bibir pantai itu.

Wow…pasirnya putiiiih…!!

Kelapa nDoyong di Tanjung Gelam

 

Pantai Tanjung Gelam Karimunjawa

Pasir putih itulah yang langsung menawan hatiku sejak pertama kali melihat pantai ini. Maklum, aku terbiasa melihat beberapa pantai berpasir hitam di daerahku, sehingga pantai berpasir putih seperti ini sangat menarik bagiku! Selain itu, airnya biru jernih, dengan gradasi warna biru kehijauan yang mencerminkan kedalaman laut. Oya, ada kumpulan bebatuan besar di pinggir pantai yang tentunya menjadi spot pepotoan yang asyik 😀  Dan ‘spot foto sejuta umat’ lainnya di pantai ini adalah di bawah pohon kelapa yang ndoyong alias miring. Antrinya lamaaaa…hahaha… Ditinggal minum kelapa muda dan makan gorengan di pinggir pantai sajalaaah…

Sunset di Tanjung Gelam (Foto by Mechta, Ella & Gugun)

Hari Kedua Famtrip Karimunjawa

Hari kedua ini adalah hari yang dinanti-nanti, karena merupakan waktu kami untuk jelajah pulau dan snorkeling! Saat meninggalkan pelabuhan Karimunjawa dengan perahu untuk menuju area snorkeling, hendaknya kita sudah siap dengan pakaian renang atau yang akan digunakan untuk berenang, karena tidak ada tempat ganti! Haha… Yaiyalaaah…, kan di tengah laut 🙂 Tepatnya kami berhenti di sekitar Pulau Menjangan kecil waktu itu.

Setelah mendapatkan pengarahan dari pemandu, masing-masing kami dibagikan alat snorkel , dan bagi yang tidak pandai berenang sudah siap dengan pelampung ( itu akuuuuu…. 😀 ) lalu satu persatu pun masuk ke laut. Begitupula aku, yang setelah dag-dig-dug sebelumnya (makluuuum, pengalaman pertama lho…) aku pun memberanikan diri untuk masuk ke laut.

Asyiknya ciblon dan snorkeling di Karimunjawa (Foto by Gugun)

Waaah….asiiiin…!! Itu teriakan pertamaku yang langsung disambut ketawa oleh semuanya. Yaiyalah buuu…namanya air laut itu asin, kalau manis itu air gula… hahaha… Maksudku, rasa asinnya nggak nyantai blas!! Ya maklumlah..baru kali itu renang di laut lepas..itupun saat tiba-tiba tersadar aku sedang di laut dan bukannya di kolam, langsung merasa panik dan buru-buru mendekat lagi ke arah kapal! Haha…memang pengalaman pertama ciblon di laut kemarin itu sungguh berkesan bagiku!

Setelah foto-foto saat ciblon dan juga foto di dalam laut bersama ikan-ikan yang bersliweran (sayangnya aku belum berani untuk ini…hihi… Nggak apa lah..mudah-mudahan lain kali ke mari, keberanian itu telah ada.. Aamiin..) maka kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pulau Geleang untuk makan siang.

Pantai di Pulau Geleang ini tak kalah indah dengan Tanjung Gelam, teman… Pasir putihnya sama menariknya..apalagi dengan taburan dedaunan dan buah pinus kering di sebagian permukaannya, membuatku tak tahan untuk mengabadikan keindahannya dengan kameraku 😀

Pulau Geleang Karimunjawa

Menu siang itu adalah ikan bakar. Waah, cocok sekali, bukan…makan ikan bakar di tepi pantai nan indah, bersama teman-teman yang menyenangkan. Andaikan kau ada di siniiii…. ahay, malah nyanyi..haha… Tak menunggu lama, menu maknyuus itupun diserbu oleh peserta famtrip yang rupanya kelaparan setelah berenang dan pepotoan dengan ikan-ikan..haha… Lalu setelah makan ikan bakar dan minum Es Degan, kami pun melepaskan hasrat narsis alias berfoto-ria dan panen foto-foto buat konten! 😀

Ketika hari beranjak sore, sebelum pulang kami menuju Pulau Cemara kecil. Niat awal mampir sejenak untuk eksplor pulau sejenak dan (tentunya) berfoto-foto , namun apa daya niat itu batal terlaksana karena kondisi air sekitar pulau sedang surut sehingga kapal tak dapat merapat dan apabila ingin ke pantai harus nyobrok alias berjalan dalam air dengan ketinggian sepinggang orang dewasa. Kami pun memutuskan untuk tetap di kapal, pepotoan sih teteeep..haha… Lalu kembali ke Pelabuhan Karimunjawa, untuk bersiap mengikuti acara launching Festival Karimunjawa di Alun-alun Karimunjawa, pada malam minggu itu.

Festival Karimunjawa

Ini adalah bagian dari event promosi destinasi wisata dan budaya Jawa Tengah, yang diharapkan mampu menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun manca negara. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan tahun ini, bertujuan antara lain : (1) menjadikan Pulau Karimunjawa sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Jawa Tengah, pada khususnya dan Indonesia, pada umumnya; (2) Melestarikan sekaligus menjadikan tradisi dan budaya masyarakat Karimunjawa sebagai wisata religi di Jawa Tengah; (3) Mengexplore sisi lain dari pariwisata bahari melalui kegiatan Festival Karimunjawa; dan (4) Meningkatkan skill pelaku pariwisata melalui Aksi Sapta Pesona yang berdampak pada peningkatan kualitas dan pendapatan ekonomi masyarakat pelaku wisata, khususnya di Pulau Karimunjawa.

Pelaksanaan Festival Karimunjawa tahun ini pada tanggal 28-30 September 2018, namun rangkaian acara ini sebenarnya sudah diawali dengan pelaksanaan kegiatan Haul Sunan Nyamplungan (10-24 September) dan kegiatan Barikan Kubro Karimunjawa (19-23 September). Agenda kegiatan Festival Karimunjawa sendiri terdiri atas banyak kegiatan (sekitar 20 jenis kegiatan) a.l : Expo Produk Karimunjawa; Festival Kuliner; Festival Budaya; Lomba-lomba; Panggung Hiburan Rakyat dan Aksi Sapta Pesona dan Bakti Sosial.

Oya, launching Festival Karimunjwa pada Sabtu 29 September 2018 lalu dilakukan oleh Bapak Ka. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Prov Jawa Tengah, mewakili Bapak Gubernur Jawa Tengah. Acara launching ini dihadiri oleh pejabat OPD terkait tingkat Jawa Tengah, pejabat di Kabupaten Jepara serta Camat Karimunjawa dan masyarakat setempat tentunya. Dimeriahkan dengan hiburan tari-tarian daerah serta pertunjukan musik.

Hari terakhir Famtrip Karimunjawa

Tak terasa waktu berlalu, ya…seperti pepatah yang sudah sering kita dengar, bahwa dalam suasana gembira, waktu akan terasa cepat berlalu. Minggu, 30 September yang merupakan hari terakhir Famtrip ini akhirnya tiba juga.

Hari terakhir di Karimunjawa ini diawali dengan mengikuti Jalan Sehat yang merupakan rangkaian acara Festival Karimunjawa. Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat setempat termasuk para pelajar ini dilepas oleh Bapak Alamsyah dari Disporapar Jawa Tengah di garis start yaitu di depan Pendopo Alun-alun Karimunjawa.

Setelah jalan sehat, kami pun meluncur menuju Bukit Cinta alias Love Hill. Hm, agak penasaran dengan nama ini. Mengapa dinamakan Bukit Cinta ya? Perjalanan menuju bukit ini dari penginapan tak terlalu lama, hanya sekitar 30 menit saja.

Yang langsung kurasakan istimewa adalah jalan menuju bukit cinta ini menanjak cukup terjal dan relatif sempit, hanya bisa dilalui 1 mobil saja, tidak bisa berpapasan. Namun rupanya sudah ada petugas-petugas dari masyarakat setempat yang mengatur agar mobil-mobil pengunjung yang naik & turun bergantian dan tidak saling berpapasan.

Keistimewaan berikutnya langsung kurasakan begitu turun dari mobil ketika sampai di tempat parkir di kaki bukit kecil itu, menengok ke belakang…dan terpesona dengan pemandangan ini!

Pemandangan dari Bukit Cinta Karimunjawa

Ya, buatku, indaaaah sekali pemandangan tepian pantai Pulau Karimunjawa itu dilihat dari Bukit Cinta ini. Langsung kamera-kamera beraksi mengabadikan pemandangan indah ini. Setelah puas mengabadikannya, baru kemudian aku memperhatikan sekeliling. Tempat parkir itu tak begitu luas. Cuaca panas dan kering menyebabkan debu-debu langsung beterbangan ketika ada mobil datang ataupun pergi. Ah, kami pun langsung menuju ke atas untuk menghindari debu beterbangan yang menyesakkan itu.

Spot foto dengan huruf-huruf LOVE langsung menyapa, seakan ingin membuat pengunjung yakin mereka telah sampai di Bukit Cinta yang benar. 😀 Dan para pengunjung pun mengantri panjang untuk berfoto-ria di spot-spot pepotoan yang banyak disediakan di sana : Tulisan LOVE, Tulisan KARIMUNJAWA, Sarang Burung Raksasa, dll. Ada juga sebuah rumah panggung, serta semacam cafe dengan atap terbuka yang memanjakan pengunjung untuk berselfi ataupun welfi  di sana… Ya, rupanya bukit ini adalah ‘surga’nya para pecinta selfi di Karimunjawa 😀

Spot pepotoan di Bukit Cinta

Sampai saat ini aku masih belum tahu kenapa bukit ini dinamakan Bukit Cinta, namun buatku pribadi, bukit ini mengukuhkan rasa  cintaku ke Karimunjawa! Ya, jujur…aku jatuh cinta pada Karimunjawa pada kunjungan pertamaku ini!

Sepulang dari Bukit Cinta kami pun bersiap untuk pulang. Kapal Express Bahari kembali membawa kami menyeberang menuju Tanjung Mas, membawa banyak kenangan manis atas perjalanan kali ini. Terima kasih, segenap jajaran Disporapar Jateng untuk kesempatannya mengikuti Famtrip Karimunjawa ini…juga terima kasih untuk teman-teman seperjalanan yang membuat perjalanan ini semakin mengasyikkan! Semoga kita bisa bersama lagi dalam perjalanan yang seru lainnya…

Nah, itulah catatan perjalananku mengikuti Famtrip Karimunjawa yang sangat mengesankan. Bagaimana denganmu, teman-teman…ada pengalaman berkesan juga di Karimunjawa? Yuuk, bagi di kolom komen ya… Terima kasih…

73 Comments

  1. Mbaaak, tahun depan ke sana lagi yuuuk.. Kemarin kan blm kesampaian mau nyunrise, udah siap ngitemin kulit banget niih asli

  2. Wah asik banget nih diajak traveling e Karimunjawa. Masih bersih ya pantainya. Enaknya yang snorkeling.

  3. Asiknya yang udah bisa liburan dulu…fotonya kayak di hawai ya mbak…

  4. keren yah mbak tempatnya. hasil fotnya juga ketce ketce

  5. Aku kemarin gak kepilih dan bersyukur #NahLho. Pas itu entah kenapa malah doa gak kepilih, kaya ada something. Mungkin nanti ke Karjaw sendiri, hahaha

    Festivalnya kelihatan seruuu

  6. Wah seru banget sampai snorkeling segala ya. Aku belum pernah nih ke Karimunjawa. Kapalnya besar juga ya

  7. Eh ada aku lagi nyilem.
    Senang bertemu dengan teman-teman seperjalanan.

    Kapan lagi dong ke sana?

    • Iyaaa…kemarin model kedalaman air, sekarang jadi model keindahan bawah air ya mas Whiz..hehe..

      Yuk..jalan2 lagi ke sana kapan2…

  8. Jadi penasaran sama vlog nya mba, karimunjawa memang indah tempatnya.. cocok juga buat honeymoon. Btw aku emang lagi ngemil nih mba, martabak hehehe

  9. indah ya, hanay takut ya nyebrang laut , soalnya pernah temanku gak bisa pulang pada waktunya karena angin besar dan ombak besar

  10. Wow cantik bgt ya lokasinya

  11. Pohon ndoyong masih jadi spot foto yang nge-hits ya mba. Aku mupeng ke Karimun Jawa, entah kapan bisa kesana. Gagal terus mau pergi sama Mara

  12. Karimunjawa cantiiik sekali mbaaa… Ya Allah pasir pantainya itu bikin pengen ngejogrok disitu lama lama

  13. MasyaAllah mupeng bangeet. Semuanya cantik, sunsetnya, pasir putihnya, bawah lautnya. Semoga bisa nyusul ke sana aaah 🙂

  14. Saya kalo diajak snorkeling mungkin ya seperti itu ekspresinya, hihihi. Belum pernah sama sekali soalnya.
    Beneran indah banget ya Mbak view di Karimun Jawa.. mupeng, nih

  15. seru banget perjalanannya mba Mechta, ihihi saya belumpernah snorkeling jadi nggak tahu gimana rasanya nelen air laut yang asin, mungkin saya akan lebih panik daripada mba Mechta

  16. Seru banget, mba.
    Aku paling suka aktivitas petualangan komplit seperti ini.
    Bikin candu, HAHAHA.
    Tak terlupakan ya, mba.

  17. Aku pengeeen bangeet ke sini mba.. semoga bisa segera sampai

  18. dari fotonya, udah ngebayangin serunya. Asyik banget yaa, Mba, bisa snorkeling bareng teman-teman di bawah laut yang indah itu

  19. Ah, Karimunjawa. Destinasi impian keluarga saya, Mbak. Pernah kutulis di blog juga. Nabung, tinggal action nantinya. Semoga terwujud. Aamiin

  20. Karimunjawa memiliki banyak kenangan manis buatku mbaaa… Dulu pernah eksplorasi di sana tahun 1995 sekitar 2 mingguan klo ga salah ingat. Masih belum sebagus sekarang mba, masih polosan 🙂 Tapi teteup, pasir putihnya itu memang bikin jatuh cinta sakpol2e. Kangen banget euy pengin ke sana lagi.

  21. Masih penasaran sama Karimunjawa. Semoga disempatkan dan dimudahkan mengunjunginya. Emang bagus banget ya liat foto2nya.

  22. aku belum pernah nyebrang sampai ke Karimunjawa. Waktu cuman sampai pulau Panjang dan pantai Kartini aja. Jadi pengen main ke Karimunjawa

    • Asyik mba.. dan sekarang lebih banyak rute penyebrangan nya ya..tdk hanya dari Jepara tapi juga dari Semarang dan Kendal

  23. Masya Allah, indah dan seru yaa. jadi penasaran dengan Karimun Jawa

  24. Syahdunyaaa liburan di Pulaaau, Alhamdulilah ikut seneng Mbak, bisa explore Karimunjawa sambil menikmati pohon kelapa doyong, ih romantis pisan euy

  25. Ya Allah asyiknya kapan ya aku bisa ikut ke Karimunjawa baru bisa lihat foto-fotonya aja udah bahagia banget ini

  26. Itu kapal express nya bisa muat berapa orang mbak? Btw..puas dan seru banget jalan-jalan nya 🙂

  27. Selalu ngucap masyaAllah lah kalo liat cerita Karimunjawa ni. Cakep banget. Dan sampai sekarang masih belum pernah ke sana juga. Eh iya, ada trip ya Mbak kalo lewat Semarang? Bisa?

    • Semoga bisa ke Karimunjawa nanti ya mba.. karena keindahan alamnya jauuuh lebih menakjubkan daripada terlihat di foto2..

  28. Wah, Karimunjawa. Salah satu destinasi impian saya atuh. Indah banget. Semoga kesampaian bisa main ke sana. Bareng keluarga pula. 😀

  29. Mbak tanya donk, kalau ke Karimun Jawa bawa anak2 kecil itu nyaman gak sih?
    Pengen banget ke sana, katanya kalau menyelam di sana akan banyak ketemu ikan badut aka Nemo itu ya?
    Alamnya indah ya. Ternyat di sana jg ada festival2 gtu to… TFS

    • Menurut saya nyaman sih mba..sepanjang kita siapkan kebutuhan anak sebaik-baiknya dan selalu waspada dalam pengawasan anak-anak… Kemarin kulihat banyak kelg dg anak-anak kecil, tapi maaf aku memang tidak bisa cerita pengalaman pribadi karena belum pernah..hehe..

  30. Aaah. Karimun jawa !
    Aku selalu bercita2 kesini.
    Tp belum kesampaian.

    Bener2 indah yaa

  31. Aku belum pernahke Karimun Jawa mbak, ajak aku mbak kapan2 🙂
    Anakku seneng kalau liburan petualangan kaya gini

  32. Wah mba keren banget. Alam Indonesia memang indah. Seru ya funtrip ke Karimunjawa. Semoga bisa menjejak ke sana juga.

  33. Indah banget Mbk tempat pemandangannya bakal seru ya bareng komunitas ke sini. Ke Karimunjaya sambil nyari bahan buat nulis di blog seruuu

    • Nah betul banget mba… Banyak bahan yg ingin ditulis, belum lagi foto2 hasil hunting di sana …paneeen…haha..

  34. rejeki banget ya Mba, free berarti ya?
    Tau gitu ikut hahahah aku belum pernah ke Karimun pengen, tapi kalo anggaran ke sana ya mending buat mudik ke Balinya.

  35. Pingback: Festival Karimunjawa : sajian sepekan yang mengesankan |

  36. Duhai asyik dan nikmatnya Mbak, makan ikan bakar di tepi pantai yang indah. Andai aku ada di sana pasti kuakan beranyanyi

    Sik asyik sik asyik kenal dirimu …. eh lagunya salah yah?

  37. Serunyaaaa.

    Karimunjawa selalu seru yaaa. Jadi pengen maen lagi nih.

Leave a Reply

Required fields are marked *.