LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Bersukaria Menyusuri Kawasan Kota Lama Semarang

| 92 Comments

Bersukaria Menyusuri Kawasan Kota Lama Semarang

Lalang Ungu. Bersuka ria menyusuri kawasan Kota Lama Semarang, itulah yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Sabtu 15 September 2018. Sore itu, aku dan rekan-rekan blogger Semarang mendapat undangan untuk jalan-jalan di Kawasan Kota Lama Semarang. Mau tahu keseruan jalan-jalan kami? Yuk mariii…

Waktu menunjukkan pukul 4 sore ketika aku sampai di Taman Srigunting yang menjadi meeting point acara sore itu. Rupanya ruas Jl. Letjend Suprapto masih ada perbaikan jalan yang belum selesai, sehingga sebagian jalan ditutup, alat-alat berat masih bekerja, seng-seng mengganggu pemandangan dan debu beterbangan di sekitar sana. Duuuh…asli bikin mood ndlesep deh! Apalagi saat mengamati seputar taman, belum kutemukan sosok-sosok wajah yang familiar, membuatku berprasangka buruk : jangan-jangan kegiatan sore ini nggak seasyik yang kuharapkan.. 😔

Tapi segera saja pikiran buruk itu kutepis jauh-jauh. Nggak adil banget ya berprasangka buruk hanya karena menemui kondisi awal yang kurang menyenangkan. Lagi pula, aku kan sudah niat banget ikut acara ini karena akan mendapatkan pengalaman baru mengenal sebagian Kota Semarang sambil mengetahui sejarahnya, bukan hanya sekedar sight seeing seperti yang beberapa kali ini telah kulakukan di kawasan Kota Lama ini. Maka, semangatku timbul kembali, melangkah mantab memasuki Taman Srigunting dan mengambil tempat duduk di salah satu bangku yang masih kosong. Sambil menunggu kehadiran teman-teman lainnya aku pun mengambil gambar beberapa sudut taman untuk mengisi waktu.

Alhamdulillah penantian ituย  segera berakhir. Satu demi satu teman-teman blogger datang, demikian juga orang-orang lain, yang kuperkirakan peserta acara ini juga karena mereka berkumpul bersama di sekitar kami, di bawah salah satu pohon rindang yang ada di taman itu. Lalu datang seorang mas-mas membawa semacam tanda dengan logo Bersukaria Walk. Nah, ini dia salah satu panitia acara ini, pikirku.

Dan dugaanku tidak salah. Mas-mas itu kemudian memperkenalkan diri -Dimas Suryo namanya- sebagai storyteller dari Bersukaria Walk yang akan menemani kami jalan-jalan sore itu. Sebelum jalan-jalan dimulai, dia mengabsen peserta satu persatu..wah banyak juga lho..lebih dari 30-an kalau tidak salah. Peserta tidak hanya dari blogger namun juga volunteer kegiatan Festival Kota Lama. Selanjutnya Dimas menjelaskan bahwa acara ini adalah pre event Festival Kota Lama, sebuah acara yang akan diselenggarakan pada 20-23 September 2018 ini, dengan taglineBeda Masa Satu Rasa“. Dalam rangkaian Festival Kota Lama ini akan dibuka jadwal walking tour yang spesial yaitu menggambarkan multi cultural di Semarang.

Dimas dari Bersukariawalk menyapa para peserta tour sore itu

Dan inilah rangkuman jalan-jalan kami sore itu di Kota Lama Semarang :

Kawasan Eropa.

Rute walking tour sore itu dimulai dari kawasan di sekitar Taman Srigunting, di mana gedung-gedungnya berarsitektur Eropa. Bersebrangan dengan Gereja Blendhuk (GPIBย  Immanuel) yang memiliki kubah khas berwarna merah dan berbentuk mblendhuk, terdapat gedung kantor asuransi Jiwasraya yang menjadi persinggahan pertama kami.

Gedung Jiwasraya ex NILLMIJ yg dibangun the 1916an

Gedung ini dibangun sekitar tahun 1916 oleh Thomas Karsten dan merupakan bekas kantor Nederlandsc Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ) sebuah perusahaan asuransi terbesar di Hindia Belanda. Perusahaan ini kemudian mengalami peleburan dengan beberapa perusahaan kolonial Belanda dan 1 perusahaan Nasional, kemudian pada 1973 beralih menjadi BUMN.

Bersama teman2 blogger Di depan Gedung Jiwasraya eks NILLMIJ (Foto by Milzam)

Berdekatan dengan gedung ini adalah gedung tua yang saat ini menjadi sebuah rumah makan. Sebelumnya gedung ini pernah menjadi bangunan pastori dari Gereja Blendhuk, lalu sempat pula menjadi gedung Pengadilan. Oya, beberapa waktu lalu aku pernah memasuki rumah makan ini, terlihat masih terawat dengan struktur khas arsitektur eropanya. Aku suka jendela-jendela besarnya, yang membuat pengunjung di dalam dapat menikmati lalu lalang orang & kendaraan di luar ☺

Kami pun melanjutkan perjalanan, menyusuri trotoar dengan pemandangan gedung-gedung tua di kanan-kiri jalan. Sebagian masih terawat baik, namun ada pula yang tampak kusam tak terawat seperti bangunan-bangunan yang ditinggalkan di kota mati 😔ย  Oya, kami sempat berhenti sejenak, menikmati alunan musik dari biola yang dimainkan oleh seorang seniman jalanan. Waaah..asyik juga!! 👍

Singgah sebentar, menikmati alunan musik seniman jalanan

Setelah melewati jalan kecil di mana ada sebuah jendela tua dikelilingi akar pohon tua –pasti teman-teman sudah sering lihat di IG ya..karena memang tampaknya telah menjadi foto vintage sejuta umat..hihi.. -maka kami pun sampai di ruas jalan lain, yang kanan-kirinya adalah bangunan-bangunan tua (yang sayangnya tampak tak terawat) yang konon pernah menjadi salah satu daerah perdagangan di Semarang.

Jelang senja di Kota Lama

Kami terus melanjutkan langkah menuju pemberhentian berikut yaitu bekas kantor Oie Tiong Ham Sang Raja Gula dari Semarang. Rupanya saat ini bangunan ini juga difungsikan sebagai cafe / rumah makan.

Di depan eks Kantor Sang Raja Gula Semarang (Foto by Milzam)

Masjid Pekojan

Perjalanan terus berlanjut, menuju ke daerah Pekojan. Kami melewati Masjid Jami’ Pekojan, masjid tertua kedua di Kota Semarang. Nama Pekojan berasal dari kata Koja -daerah perbatasan India-Pakistan- tempat asal para pendatang yang melakukan syiar Islam juga para pedagang yang singgah dan kemudian menetap di kampung ini, sejak sekitar 1,5 abad lalu.

Masjid ini menjadi simbol pemersatu umat muslim di daerah ini, yang saat ini penduduknya merupakan asimilasi beberapa etnis yang ada di Semarang, a.l etnis Tionghoa, Arab, Eropa dan Jawa. Di masjid ini juga masih dilestarikan budaya-budaya unik dan khas, antara lain pemberian makanan gratis berupa Bubur India yang dilakukan setiap bulan Ramadhan. Oya, ada sebatang Pohon Bidara tua di lingkungan masjid Pekojan, unik karena pohon ini merupakan pohon khas Timur Tengah.

Pohon Bidara di Masjid Pekojan Semarang

Kampung Bustaman

Dari Masjid Pekojan, perjalanan berlanjut ke Kampung Bustaman. Ternyata salah satu kampung bersejarah di Kota Semarang ini merupakan pemukiman yang padat dengan gang-gang sempit yang berkelak-kelok. Gang-gang itu rupanya juga menjadi tempat warga bersosialisasi. Sekedar ngobrol atau jagongan, maupun berdagang makanan/minuman dilakukan warga di sana.

Bekas tiang listrik, salah satu tetenger Kp Bustaman

Oya kami sempat melihat ‘peninggalan sejarah’ berupa sepotong kayu yang dulu merupakan tiang listrik. Konon di kampung ini juga ada sebuah sumur tua yang tak pernah surut airnya dan tetap bagus meskipun daerah ini termasuk daerah rob. Namun kami tidak sempat melihat langsung sumur itu. Mungkin lain kali ya..

Beberapa tulisan & gambar dinding di Kp Bustaman

Terdapat graffiti-graffiti di beberapa dinding kampung ini, antara lain bergambar seekor kambing. Oh, ternyata kampung ini dikenal pula sebagai Kampung Kambing, pusat penjualan kambing kurban dan salah satu kekayaan kulinernya adalah Gule Bustaman yang merupakan warisan dari Ki Bustam, pendiri kampung sejak th 1814 lalu. Salah satu tulisan di dinding yang cukup mencolok adalah “Tengok Bustaman”. Apa itu?

Ternyata, Tengok Bustaman adalah sebuah kegiatan yang digagas warga untuk melestarikan budaya yang ada, digelar 2 tahun sekali sejak 2013. Di acara ini pengunjung dapat mengenal tradisi-tradisi Bustaman misalnya ‘gabyuran Bustaman’ juga menikmati pertunjukan seni dan kuliner Bustaman tentunya! Duuh..jadi ingin ikut Tengok Bustaman juga nih kapan-kapan..

Klenteng Tay Kak Sie

Persinggahan terakhir walking tour sore itu adalah di Klenteng Tay Kak Sie. Klenteng tua yang berada di daerah Gang Lombok Semarang yang merupakan kawasan pecinan terbesar di Kota Semarang.

Klenteng Tay Kak Sie ini awalnya didirikan tahun 1746 untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat -Sang Dewi Welas Asih- lalu kemudian berkembang untuk memuja Dewa-Dewi Tao lainnya.

Menurut Wikipedia, nama Tay Kak Sie ini berarti ‘Kuil Kesadaran Agung’ , tertera pada papan nama di pintu masuk klenteng, dengan catatan tahun 1821-1850 yang merupakan tahun pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti Qing.

Atap Klenteng Tay Kak Sie berhiaskan sepasang naga

Mentari sudah turun ke peraduannya ketika kami sampai di klenteng tua ini. Tak banyak waktu untuk menikmati keindahannya…namun tak luput dari mata kami, indahnya hiasan atap klenteng berupa dua naga itu. Konon, sepasang naga di atap tersebut merupakan simbol penjaga klenteng dari pengaruh jahat. Sebelum meninggalkan klenteng kami pun berfoto bersama, kenang-kenangan serunya walking tour Kota Lama di sore itu.

Foto bersama peserta Walking Tour bersama Bersukariawalk (Foto by Milzam)

Nah teman, itulah sekilas cerita keseruan kami bersukaria menyusuri kawasan Kota Lama Semarang pada Sabtu 15 September lalu. Yang penasaran dengan detil tempat-tempat yang kami kunjungi silakan kepoin akun IG Bersukariawalk dan mendaftar pada rute-rute walking tour pilihan yang mereka selenggarakan secara rutin. Eh, akupun ingin ikut juga rute-rute lainnya lho..hehe .

Teman-teman pernah jalan-jalan di Kota Lama juga? Yuuk bagi pengalamannya di kolom komen ya… Terima kasih…

92 Comments

  1. Aku pernah nulis ttg Tengok Bustaman yang kedua mba. Suka karena kulineran di Bustaman itu murah-murah, hahahaa

  2. Kota Lama mmg mantabh djiwa…seperti aku eh yg nulis

  3. Kalau jalan-jalan ke Kota Tua begini memang asiknya pakai guide ya, Mbak. Biar sekalian dikasih tau tentang sejarahnya

  4. Ini semua jaraknya berdekatan kah, mba?
    Karena beberapa kali main ke Semarang, belum pernah ke Kota Tua-nya Semarang.
    Instagram-able yaa…hihii~

  5. seru nih. aku beberapa kali lewat semarang bingung mau kemana. jadi cuma nyari soto saja deh… lalu bandeng presto. abis itu lanjut ke destinasi selanjutnya. banyakin tulisan tentang semarang biar semarang segera dikenal nggak cuma soto dan bandeng prestonya saja.

  6. aku paling suka lihat kelenteng jika bepergian ke kota-kota yang disinggahi di asia. karena selalu rame, penuh warna warni, dan terkesan magis aja sih. kalo diperhatikan, hiasan patung2 kecil di atas genteng itu macem2 sebenarnya ekspresinya

  7. Wah seneng ya mbk kalau ke kota tua semarang ini rame2 dan bareng bersukariawalk. Jd mau jugak ah kalau ke semarang. Makasih sharenya yak

  8. Nanti kalau aku main ke Semarang lagi aku diajakin jalan-jalan ke tempat-tempat yang seru begini yaaa mba. Seneng yaaa liat tempat-tempat cantik bersejarah

  9. Kota lama semarang juga favorit aku buat ngumpulin foto2 kece, secara di sana kan banyak banget spot cantik ๐Ÿ™‚

  10. Belum pernah ke Semarang, ntar kalo ke Semarang wajib mengunjungi destinasi-destinasi seperti di tulisan ini ๐Ÿ™‚

  11. Ke Semarang itu sekitar tahun 2002an, dan sampe sekarang belum pernah ke sana lagi. Semoga suatu saat bisa balik lagi, betah saya di sana mba, makanannya cocok di lidah saya heheh..

  12. Sama gayamsari dekat ga Mbak? Kalo kesana pengen dianterin iparku ke Kampung Lama ini ah. Arsitektur bangunannya kece2

  13. Dari dulu pengen banget main ke Semarang. Lha aku tinggal di Lamongan lho kok malah belum pernah sekalipun ke sana. Penasaran sama wisata sejarahnya.

  14. sudah lama mau ke sini tapi belum kesampaian saja

  15. wah sarat sejarah ya perjalanannya. nice sharing ๐Ÿ™‚

  16. aku belum pernah ke kota lama Semarang wah jadi tahu ini mba, ke Semarang dulu cuma ke lawang sewu to hehehe sisanya kulineran sekitar situ next kalau kesini pengen mampir apalagi yg kawasan mirip Eropa itu

  17. Udah gak inget kapan terakhir ke semarang. Tapi selalu inget makan bubur pagi pagi di Simpang Lima hihihi. Berkesan banget masa itu

  18. Akubjarang banget jalan2 ke tempat jni di Semarang mbak. Mudik nanti aku jadwalkan deh mampir ke sana

  19. Terakhir ke kota lama, em udah lama, hahaha. Kemarin pengen juga ke festivalnya. Tapi ternyata gak bisa datang

  20. Saya pernah tinggal selana 2 tahun di Semarang Mbak, Alhamdulilah sedikit sedikit sering jalan ke kota lamanya, ke klenteng, ke pusat pemerintahan, dan memang Semarang itu asyik banget untuk ditelisik, banyak bangunan peninggalan tempoe doeloe masih terjaga dengan baik

  21. Senangnya jalan-jalan rame-rame
    Saya belum pernah ke kota tua Semarang nih, hanya pernah ke kota tua Jakarta aja

  22. Ya ampuun, ini sungguh menyenangkan, Mbak. Btw, aku belum pernah susur Kota Tua Semarang. Belum pernah ke Gereja Blendhuk juga. Hiks.

  23. wah semarang cucok2 ya lokasi2 destinasinya
    noted deh postingani ini biar kalau harus ke Semarang bisa liat blog mbak “)

  24. Wooww…lumayan juga tuh jalan2nya dari Taman Srigunting sampe Tay Kak Sie. Menggeh2 ya mbaaa….

    Semarang memang luar biasa peninggalan kota lamanya. Berharap semua bangunan yang terlantar kembali dirawat dan digunakan lagi (misal seperti Spiegel) agar kembali bagus dan menunjang pariwisata.

  25. Setiap kota punya wilayah kota tua yang dulunya menjadi pusat kota terlihat dari gedung-gedung peninggalan Belanda yang megah, fasilitas perkantorannya, jalan-jalan kayak begini sekaligus menelusuri jejak sejarah ya

  26. Beberapa kali berkunjung ke Semarang, tapi, kok belum pernah mampir kesitu, Mbak. Pingin banget, deh. Besok2 klo ada agenda ke Semarang, mengunjungi kota lama jadi list wajib, deh. Insya Allah.

    Btw, Semarang adalah kota penuh kenangan, Mbak. Almarhumah kakak pr saya kuliah di Semarang, jadi teringat lagi…

  27. Aku tuh kalau mudik ke Kudus selalu lewatin Semarang. Tapi nggak pernah ada kesempatan buat mengelilingi kota lama semarang. Doain aku bisa lakukan seperti mba ya. SOalnya semarang memang indah sekali dengan kawasan kota lamanya

  28. Aku pernah ke Semarang, tapi cuma bentar dan nggak sempet ke tempat2 wisata macam ini Mba. Moga lain waktu bisa main ke sini. Amiin

  29. Huhuhuh, blm pernah ke Semarang, gak ngerti tempat2nya. Tapi ini bakalan jadi bekal nih kali someday kesana bisa jadi destinasi utk berkunjung, gak bingung lagi deh nanti mau kemana aja, heheheh.
    Makasih infonya ya Mbak, kegiatannya asyik banget yaak. Ikutan event day nya gak tuh? Pasti lebih seru yah? ๐Ÿ™‚

  30. Aku suka banget foto yang ke 6, jelang senja itu, Mbak, eksotis banget menurutku. Tapi, ngomong2, kaki gempor nggak sih, Mbak?

  31. Aahh. Semaaraaangg
    Aku ingin kesana.
    Belum pernah menginjakkan kaki kesana

  32. Waah…seru ya! Bisa jalan-jalan menyusuri kawasan kota lama Semarang. Pasti banyak spot untuk berfoto yang bagus hihihi

  33. Aku belum pernah ke kota Tua Semarang. Keren yaa mbaaa. Makasih udah sharing

  34. Banyak spot kece untuk hunting foto ya ^_^

  35. Au fave bgt keliling Semarangan, apalagi pernah tinggal isana, berasa nostalgia. Dari list itu, yg blm pernah ke masjid pekojan, klenteng, sama baru tau kl rmh si raja gula dibuka utk rmh makan juga. Dulu, aku naek vespa keliling kawasan kota lama dan dijelasin sejarah2nya gitu mb, yg di pinggir Sri Gunting, pas lagi pasar barang antik. Masih ada ga yah?

  36. Jadi ingat jalan pas Kirab 1 Suro, haahahha 3 jam nyeker kakak.
    Aduh ini seriu banget ya, aku belum pernah mudah-mudaan bisa ikutan tahun depan

  37. Saya ke pernah Semarang, dan baca sejarahnya malah di blog ini, hahahaha. Makasih yaaa

  38. Memang ada beberapa tempat wisata yang seru kalau dikunjungi rame-rame ya, mba. Lebih nampol gitu…!

    Jadi ingat punya sahabat yang dulu tinggal di Balikpapan, hijrah ke Semarang.
    Namanya Ratna. Dia buka kedai makan “Kedai Ratna” khusus “Nasi Kuning dan Soto Banjar Kalimantan”.
    Alamatnya di seputaran, Ruko Bukit Kencana, Meteseh, Tembalang, Semarang.

    Enak banget, mba…
    Cobain deh… ^^

    Hahaha… ini bukan iklan lho ya, apa adanya saja ^^

  39. Ya Allah, banyak banget spot kece di kota lama Semarang. Ingin deh mampir sehari buat keliling Semarang. Kira-kira pagi-sore gitu cukup kan?

  40. Terakhir kesemarang cuma sempat ke.. Aa namanya lupa wkwkwk pokoknya kayak waduk/danau yg banyak monyetnya. Ada pulau ditengahnya. Temanku ngebet banget mau kesana. Nanti kalau pergi sendiri bisa nih jd alternatifnya.

  41. Kalau saya kesana, mbak Mechta anterin keliling ya…

  42. Bunda sudah beberapa kali ke Semarang, jalan-jalan di seputaran kota Semarang. Tapi belum tahu tuh kalo ada Semarang Lama dan Semarang Baru. Ternyata ke Semarang pastinya jalan-jalan yang paling berkesan karena bisa menyaksikan bangunan-bangunan jaman baheula. Kapan2 ke Semarang pasti ke Semarang Lama yang bunda akan kunjungin. Nice info melalui postingan ini.

  43. Seru nih!
    Aku belum pernah ke klenteng mba ๐Ÿ™

  44. Mbak Tanti…seru banget walking tournyaa. Aku cuma pernah walking tour ke taman srigunting sama mandiri gelatik aja nih. Huhuhu. Sayang sekali nggak bisa ikut walking tour ini dan nggak bisa meet up sama temen-temen blogger semarang deh.

  45. Ikut menyimak jalan-jalan di kawasan bersejarah ini nggih Jeng. Salam hangat

  46. Dulu sering bolak balik semarang tapi belum pernah sampe ndlesep-ndlesep ke kota lama.

Leave a Reply

Required fields are marked *.