LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Kangen Piknik? Ikut Virtual Tour Saja!

| 59 Comments

Kangen Piknik? Ikut Virtual Tour Saja! Sahabat Lalang Ungu, siapa yang sudah kangen piknik? Tu wa ga pat..aah, buanyaaaak ya, yang angkat tangan.. 🤣 Nah toss  dulu deh, karena aku pun sudah kangeeeen banget jalan-jalan lagi, setelah empat bulan lebih #dirumahsaja gara-gara Si Coronces ituuu..

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi rasa rindu piknik ini ya.. Mungkin di antara kalian ada yang asyik melihat-lihat lagi foto-foto perjalanan lalu, mengunggahnya di akun sosial media atau mengumpulkan bahan tulisan dari cerita perjalanan yang belum sempat dituliskan. Atau ada juga yang mengumpulkan info tentang tempat-tempat wisata dan sibuk menyusun itinerary piknik yang akan datang?

Cara lain mengurangi rindu jalan-jalan ini adalah dengan mengikuti Virtual Tour. Itulah yang kulakukan sejak beberapa waktu lalu, dan kali ini akan kutuliskan pengalamanku mengikuti beberapa Virtual Tour tersebut.

Apa itu Virtual Tour?

Virtual Tour adalah kunjungan yang dilakukan secara virtual / maya, nah berwisata secara virtual  artinya kita dapat mengeksplor tempat-tempat wisata yang kita inginkan tanpa harus meninggalkan rumah, berkunjung secara virtual dengan menggunakan teknologi komunikasi. Menggabungkan antara foto-foto, video, google map, dll, dengan penjelasan dari guidestory teller. Sehingga kita tidak hanya dapat menikmati secara visual namun juga dapat mendengarkan penjelasan tentang apa yang kita lihat.

Beberapa Virtual Tour yang telah kuikuti

Virtual Tour 4 Museum

Beberapa waktu lalu, melalui sebuah artikel di TripCanvas aku bisa mengakses beberapa link virtual tour a.l ke Museum Nasional, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Sangiran dan Museum Bank Mandiri. Pengalaman jalan-jalan virtual yang seruuuu… 😍

Virtual tour museum

Virtual tour ke Museum Nasional, Museum Asia Afrika & Museum Sangiran

Virtual Tour Kota Lama Semarang

Pada awal Juni lalu, seorang rekan di grup membagikan tawaran untuk mengikuti tour virtual di Kota Lama. Wah menarik… Meskipun aku sudah pernah ikut jalan-jalan di Kota Lama Semarang sebelumnya, tapi aku tetap tertarik untuk mengikuti virtual tour itu.

Baca Juga : Bersukaria menyusuri kawasan Kota Lama Semarang

Demikianlah, 12 Juni 2020 lalu aku mengikuti Virtual Tour Kota Lama ( Jalur Gula) yang digagas oleh rekan-rekan TelusuRI bersama Bersukariawalk dengan story teller mas Juliansyah Ariawan.

Peta kuno Kota Semarang

Peta-peta kuno Kota Semarang (SS Virtual Tour Kota Lama Semarang)

Dimulai dari pengenalan wilayah melalui peta-peta kuno (buatan th 1700-an) hingga peta Semarang saat ini, dilanjutkan dengan eksplor wilayah Kota Lama Semarang yang cikal bakalnya adalah sebuah benteng di tepi Kali Semarang.

Tidak hanya menikmati pemandangan gedung-gedung kuno dari luar saja, melalui virtual tour ini kami juga diajak melongok ke dalam beberapa gedung kuno itu, a.l : bekas kantor pusat Oei Tiong Ham yang sekarang menjadi Resto Pringsewu, Hero Cofee dengan atap khas Kanton, kantor NV Bwnkvereeniging atau dikenal sebagai Kantor RNI/ PT Phapros, Soesman Kantoor, Gedung Monood Diephuis & co, dll.

Gedung Bank Mandiri Kota Lama

Gedung Tua Bank Mandiri, dulu dan kini
(SS virtual tour Kota Lama)

Soesman Kantoor

Soesman Kantoor dulu & kini (SS virtual tour Kota Lama)

Dari tour ini aku menambah wawasan tentang sejarah tempat/bangunan Kota Semarang pada umumnya dan area Kota Lama pada khususnya. Dan pengenalan ciri arsitektur gedung-gedung tua yang ada di sana, termasuk beberapa gedung bersejarah peninggalan Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula dari Semarang.

Virtual Tour Surabaya Heritage Track

Masih di medio Juni, tepatnya Sabtu 13 Juni 2020, aku mengikuti Virtual Tour Surabaya Heritage Track yang sebelumnya kuperoleh infonya melalui status seorang teman di FB. Virtual Tour ini merupakan persembahan dari House of Sampoerna.

Surabaya Heritage Track : Surabaya Kampung Metropolitan (Sesi 2) ini kuikuti dengan senang hati karena aku memang belum pernah khusus jalan-jalan untuk menelusuri sejarah di Kota Pahlawan ini.

Logo Soerabaja

Logo Churabaja / Soerabaja (SS Virtual Tour Surabaya Heritage Track)

Dimulai dari pengenalan Logo / Lambang Kota dan sejarahnya. Surabaya adalah kampung di tepi perairan Kali Mas, lambangnya terdiri dari 2 ekor hewan air yaitu Hiu (Suro) dan Buaya (Boyo). Hiu melambangkan pasukan Tartar dari lautan dan Buaya melambangkan pasukan Majapahit.

Kampung Surabaya

Surabaya adalah kumpulan desa di tepi sungai (SS Virtual Tour Surabaya Heritage Track)

Dilanjut dengan pengenalan toponim dan identitas Kampung : Keraton, Kepatian, Carikan, Maspati dan Peneleh, diikuti dengan kunjungan virtual ke masing-masing kampung yang mempunyai sejarah dan penampilan / suasana nan unik. Kampung Peneleh misalnya, berasal dari kata ‘teleh’ yang artinya bagian dari hewan. Kampung ini adalah tempat para peternak hewan.

Kampung Peneleh

Kampung Peneleh, salah satu kampung tua di Surabaya (SS Virtual Tour Surabaya Heritage Track)

Ohya, dalam virtual tour ini juga dibahas mengenai budaya Surabaya, mulai dari pembagian ‘wilayah budaya’ / Tlatah Jawa Timuran : Mataraman, Arek, Madura Pulau dan Pandalungan, yang masing-masing daerah tlatah ini mempunyai ciri khas. Selain itu juga tentang makanan a.l Lontong Balap, seni budaya a.l Tari Remo & Seni Jula-Juli. Tak ketinggalan celoteh dialek khas Surabaya yang mungkin bagi sebagian orang luar terdengar sangat kasar. Hehe..

Terima kasih kepada mas Bagus yang telah memandu tour secara menarik, aku sangat menikmati virtual tour Surabaya ini dan berharap dapat ikut tour di sesi lainnya. Semoga..

Virtual Tour Cerita dari Malang

Virtual Tour yang kuikuti pada Jumat 24 Juli 2020 kemarin ini merupakan kerjasama dari TelusuRI(.)id dengan Malang Travelista, dengan story teller  mas Aan.

Stasiun Kota Malang

Stasiun Kota Malang dibangun pada 1941
(SS Virtual Tour Cerita dari Malang)

Virtual tour dimulai dari Stasiun Malang Kota, salah satu pintu masuk ke Kota Malang. Rupanya, ada stasiun lama dan baru. Stasiun Malang Kota lama dibangun pada tahun 1914 sedangkan Stasiun Malang Kota baru dibangun pada tahun 1941, dengan gaya khas kolonial modern.

Balai Kota Malang

Balai Kota Malang dulu dan kini (SS virtual tour Cerita dari Malang)

Dari stasiun peserta tour selanjutnya diajak berkeliling ke destinasi-destinasi wisata mulai dari yang terdekat stasiun hingga terjauh : Buk Gludug, Kampung Warna-wani dan Kampung Tridi, Alun-alun Tugu (Alun-alun Bunder), Balai Kota Malang, Kampung Heritage Kajoetangan, Gereja Hati Kudus, Toko Oen, Alun-alun Merdeka, Masjid Jami, Katedral Ijen dan Pasar Oro-oro Dowo.

Kp Kajoetangan

Sebagian view Kampung Kajoetangan (SS virtual tour Cerita dari Malang)

Tidak hanya jalan-jalan keliling kota menikmati jejak masa lalu Kota Malang saja, peserta tour juga diajak menikmati wisata alam Malang, a.l : Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang meliputi 3 pantai yaitu Pantai Clungup, Pantai 3 Warna dan Pantai Gatra. Konsep Edi wisata di CMC ini ternyata keren sekali lho, Sahabat..

Sebagai lokasi ecowisata, di pantai ini diterapkan ke-5 Prinsip Ecowisata yaitu : konservasi (terumbu karang, mangrove, hutan lindung); pemberdayaan masyarakat (Yayasan Bakti Alam Sendang Biru); edukasi & interpretasihospitality dan bisnis pariwisata. Salah satu penerapan prinsip konservasi adalah pembatasan jumlah pengunjung pada suatu lokasi ( kuota pengunjung Pantai Gatra 500-600 orang/hari, di Pantai 3 Warna : 100 orang/2 jam). Keren, bukan?

Pantai 3 Warna Malang

Duhai Pantai 3 Warna, aku jatuh cinta!
(SS virtual tour Cerita dari Malang)

Menyenangkan sekali jalan-jalan Maya di Malang kemarin, pemandangan alamnya yang indah sukses membuatku memasukkan destinasi ini ke whishlist wisataku. Dan lebih asyik lagi, aku beruntung dapat salah satu voucher walking tour Kota Malang yang berlaku hingga tahun depan! Ahay..Malang…tunggu aku datang ya.. 😊

Baca juga : SUKUN Malang, bukan Sukun biasa

Virtual Tour TN Karimunjawa

Pengalaman virtual tour terbaru kuikuti sesaat sebelum menuliskan artikel ini, yaitu ke Taman Nasional Karimunjawa, yang diselenggarakan pada Minggu, 26 Juli 2020 ba’da ashar tadi.

Jujur, aku ikut tour virtual ini karena kangen dengan keindahan alam Karimunjawa yang pernah kusinggahi di tahun lalu. Info tentang tur ini juga kudapatkan dari WA grup. Terima kasih mba Maureen yang sudah berbagi info ini yaa..

Virtual tour yang merupakan kerjasama dari TelusuRI, TN Karimunjawa dan beberapa komunitas lain ini dipandu oleh Pak Sutris Haryanta dari TN Karimunjawa dan mas Bangun Hardono yang merupakan salah satu penggiat wisata di Karimunjawa. Juga ada sesi sharing dari mba Anindyaputri yang telah melakukan perjalanan Semarang-Jepara-Karimunjawa menggunakan Jetski.

Kunjungan virtual ini dimulai dari tempat penetasan telur Penyu di Penetasan Semi Alami (PSA) yang berlokasi di bagian Timur Karimunjawa.  PSA ini dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan penggunaannya pada tahun berikutnya, oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu Bp Bibit Waluyo.

Pemindahan telur Penyu

Telur Penyu dipindahkan ke PSA agar kelangsungan hidupnya terjaga (SS virtual tour Karimunjawa)

Kunjungan selanjutnya adalah ke Pulau Kemujan lokasi tracking Mangrove, snorkeling di spot Nemo, sunset  di Ujung Gelam, sunrise di Pantai Bobi, Pulau Cemara Besar, spot snorkeling di Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil yang punya banyak fasilitas dan diakhiri dengan jalan-jalan kulineran di Alun-alun Karimunjawa serta mampir ke pusat oleh-oleh Dewandaru.

Konservasi Mangrove Karimunjawa

Konservasi Mangrove dan Burung Migran (SS virtual tour Karimunjawa)

Alam bawah laut Karimunjawa

Keindahan pantai dan alam bawah laut Karimunjawa, ngangenii..
(SS virtual tour Karimunjawa)

Virtual tour Karimunjawa kali ini cukup mengurai rinduku akan pulau cantik itu, meski ada beberapa destinasi yang tidak terlihat kali ini, antara lain Bukit Love yang punya pemandangan bikin makin love ke Karimunjawa itu..

Baca Juga : Festival Karimunjawa : Sajian sepekan yang mengesankan

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalamanku mengikuti beberapa virtual tour yang cukup dapat menuntaskan rasa kangen piknikku. Yah, minimal berkurang sedikit laah.. 😁  Sebenarnya aku juga telah mendaftar di jadwal virtual tour Banyumas, tapi terbentur dengan kegiatan lain jadi gagal kuikuti, hehe..

Bagaimana dengan kalian, Sahabat.. Punya cerita juga tentang virtual tour ini? Yuuk, bagi kisahnya di kolom komen ya.. Terima kasih…

59 Comments

  1. Waah asyik banget ini virtual tour ya, apalagi jika 3 dimensi, berasa ada beneran di sana.

  2. Kalau dirasakan, wisata virtual ini cukup menarik. Apalagi bagi kita yang belum pernah bertualang ke tempat tertentu. Meski gak langsung menjejak, tapi demi melepas rindu sih okay2 aja. Aku belum pernah ikutan jeh mbak. Pengen next acara

  3. Wah, meskipun masa pandemi begini, dirimu tetap jalan2 virtual, ya. Boleh juga, nih.

  4. saya liat beberapa kota wisata juga membuat virtual tour.buat yang kangen jalan jalan ,ikut virtual tour bisa mengurangi rasa kangen.

  5. Seru juya yah ternyata ikutan virtual piknik seperti ini. Selain dapat pengetahuan baru virtual piknik gini bisa bikin kita menjelajah lebih dalam, ke tempat2 yg mungkin beluman pernah dijangkau.. keren banget deh kak.

  6. yess, i do love it, when miss the picnic so follow this Virtual Tour. and then we can choose the time suitable what we will. its so funny and the different taste. but you should try this.

  7. Aku juga pengen bgt wisata virtual ke Museum dan tempat bersejarah yg blm pernah aku datangi di Jakarta. Smoga nanti ada waktunya

  8. Seru ya mba. Aku belum sempat ikut nih yang namanya virtual tour. Dalam sikon gini jadi pelepas kangen jalan jalan ya ini

  9. Seru banget ini, jadi pengen ikutan juga nih. Kangen Jawa Timur, dulu aku pernah tinggal di Surabaya juga hehe..

  10. wah ide bagus nih mbak, kapan hari juga pernah lihat iklan virtual tour tp diadakan di pesawat hahaa biar berasa terbang beneran kali ya? padahal cuma pura2 aja 🙂

  11. Whuaaa Virtual Tour ini mengobati rasa kangen traveling.
    Meski lewat onlen, setidaknya memanjakan mata dengan yang indah2, huhuuu apalagi Karimun Jawa, mupeeeng.

  12. wah ini kayanya lagi happening yaa tur virtual, paling gak meredakan rasa rindu untuk travelling di masa pandemi gini yaa

  13. kangen banget pengen piknik ih, oemji jaman semakin canggih ya sekarang, udah bisa ikutan piknik juga dengan virtual piknik, bisa sedikit mengobati rasa kangen sih ini hihihi

  14. Walaupun virtual tapi jalan-jalannya serasa beneran ya mba jadi seperti berada di sana juga, btw banyak pilihan ga ya jalan2nya

  15. Kemarin ada yang ngiklanin piknik virtual ini, kak.
    Aku gak paham gimana, plus bayar pula..
    Hehhe…ternyata begini yaa…piknik virtual di zaman pandemi.

    • Iya, ada yg menentukan biayanya, ada yg bayar tapi suka2, ada pula grateees..hehe..

      • Kak…mau infonya kalau gratis, hehhe…belajar sejarah lagi.
        Aku dari Surabaya dan cukup tahu kalau Peneleh pernah menjadi bagian dari sejarang kemerdekaan Indonesia.

        **rumah nenekku di Peneleh, kak..
        Penuh kenangan bagi kami sekeluarga.

  16. Wah ternyata bisa jalan-jalan juga ya walau virtual beginian jadinya tetap menghilangkan penat di rumah aja

  17. ada byk cara bikin ga boring ya kak,,,dgn virtual event,,cmn bagi sy masih blm dpt feelnya sih..pdhl acara2 virtual itu seru-seru bgt yak

  18. Tetap lebih asik jalan-jalan langsung. Tetapi, karena masih pandemi, virtual tour ini jadi menarik. Setidaknya bisa mengobati sedikit kekangenan sama traveling

  19. Wah aku udah banyak banget kak ikutan virtual tour gini. Lumayan seru dan mengobati kerinduan bisa plesiran kak walau online, duhh semoga pandemi ini cepat berlalu.

  20. Jadi pengen ikutan yang piknik virtual Surabaya deh, biar kenal kota yang baru saya tempati ini. Thanks infonya ya Mbaaa….

  21. Walau tidak mengunjungi tempatnya tapi terasa ada di sana ya mbak. Dengan virtual gini rasa kangen untuk traveling pun terobati jadi menyenangkan banget ya mbak. Aku penasaran sama Karimun Jawa belum pernah ke sana.

    • Ya mba..klo pas di museum itu sepertinya cocok juga utk anak2 mengenal museum sblm dtg langsung ke sana..

  22. Saya tidak punya cerita karena belum pernah ikuti piknik virtual mbak, lumayanlah ya bisa cuci-cuci mata sambil membayangkan kalau-kalau bisa langsung berkunjung ke sana suatu saat nanti

  23. Meskipun ga seseru tour beneran,tapi tetap happy ya bisa tour virtual. Semoga bisa membasuh rindu jalan jalan hehe

  24. Pantai di Malang kayak bukan di Malang ya, Mbaaak. Jdi pingiin ke situuu.

  25. Seru juga ya ikutan virtual tour. Yang Malang itu aku telat deh masuk ke Zoom mba. Jadi ketinggalan banyak. Tapi jadi tau banyak hal tentang Malang, termasuk Buk Gludug dan pertama kali Oen berdiri.

  26. Wahh, ini kami banget. Liburan secara virtual sama anak-anak lewat tipi (youtube). Hehehe.

  27. bener mbak..untuk mengobati rasa traveling di situasi sekarang ini yaa bisa dengan mengikuti virtual tour. Memang beda sih rasanya, tapi kan setidaknya tetap bisa menjelajah 🙂 walau ala virtual

  28. wah keren ini , teknologi yang bisa dimanfaatkan

  29. Pingback: Yuk, Wisata ke Gedongsongo di Era Adaptasi Kebiasaan Baru |

Leave a Reply

Required fields are marked *.