LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Kelas TelusuRI 24 Sept 2020
Kelas TelusuRI 24 Sept 2020

Belajar Tips Fotografi Perjalanan di Sekolah TelusuRI

| 36 Comments

Memotret hal yang kecil yang dilakukan dengan cara yang benar lebih baik daripada memotret hal besar yang masih direncanakan (Galih Sedayu, 2010)

***

Hai Sahabat Lalang Ungu, apakah ada di antara sahabat yang hobi memainkan kamera untuk jeprat-jepret alias memotret berbagai momen yang terjadi di sekitar kita? Kalau ada, tos dulu yuuk.. Sama banget tuh denganku, yang selalu suka mengabadikan momen atau apa saja yang menarik perhatianku, termasuk saat melakukan perjalanan.

Penjaja kain di Pantai Tanjung Aan

Salah satu foto perjalanan yang kuambil menggambarkan penjaja kain di Pantai Tanjung Aan Lombok

Meskipun hanya bermodalkan kamera sederhana -bahkan akhir-akhir ini lebih suka menggunakan kamera HP saja- senang rasanya mempunyai banyak foto-foto sebagai dokumentasi dari suatu perjalanan, yang bisa dengan mudah membawaku menyusuri kembali kenangan itu sewaktu-waktu.

Namun terus terang, aku sering merasa kurang puas dengan hasil fotoku sendiri. Itu sebabnya, aku tertarik dengan materi-materi yang bisa menambah ketrampilan memotretku, baik offline maupun online.

Salah satu acara bincang fotografi offline yang pernah kuikuti

Acara membahas fotografi lainnya yang kuikuti terakhir adalah Sekolah TelusuRI pada tanggal 24 September 2020 lalu, yang bertema “Tips Fotografi Perjalanan”. Nah, sesuai dengan pesan bijak Ali bin Abi Thalib “Ikatlah ilmu dengan menulis“, maka tulisan kali ini adalah catatan tips-tips fotografi yang kudapatkan dari kelas tersebut.

Tentang Sekolah TelusuRI : Tips Fotografi Perjalanan

Kelas TelusuRI 24 Sept 2020

Kelas TelusuRI ‘Tips Fotografi Perjalanan’

Acara keren ini adalah salah satu kelas yang diselenggarakan oleh TelusuRI yang kudapat informasi penyelenggaraannya dari salah satu komunitas blogger yang kuikuti. Alhamdulillah saat kelas ini berlangsung secara online pada 24 September 2020 malam (jam 19.00-21.00 WIB) tidak berbarengan dengan acaraku lainnya sehingga dapat mengikutinya dengan tuntas.

Ada 2 orang narasumber dalam acara ini, yaitu Ricky Martin seorang fotografer National Geographic Indonesia dan Ranar Pradipto  fotografer perjalanan dan founder Potret Indonesia Tour. Sedangkan kelas ini sendiri waktu itu diikuti oleh sekitar 75 peserta.

Materi Fotografi Perjalanan oleh Ranar Pradipto

Narasumber yang menyampaikan materi pertama kali adalah Ranar Pradipto yang membahas mengenai Fotografi Perjalanan. Sebelumnya aku sudah melihat foto-foto kerennya di akun IGnya @ranarpradiptoindonesia jadi semakin antusias deh mengikuti pemaparannya malam itu.

Menurut Ranar, selain untuk mendokumentasikan perjalanan kita, foto perjalanan dapat digunakan untuk mengekspresikan tempat-tempat yang kita kunjungi. Hasil foto-foto ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, misalnya mengisi akun media sosial kita, konten microstock atau klien lain, konten untuk lomba fotografi ataupun menjadi bagian dari foto trip / phototour.

Cakupan dari travel photography atau fotografi perjalanan itu sendiri bisa meliputi : landscape, human interest, potrait, culture, street photography, dll. Masing-masing mempunyai ciri / kekhasan dan juga titik fokus / cara pandang yang berbeda-beda.

Tips dari Ranar Pradipto

  • Buat foto landscape yang indah dan NATURAL.
  • Untuk foto human interest ambil foto-foto yang menceritakan kegiatan / aktivitas keseharian & pekerjaan. Perhatikan komposisi dan angle, cari foto dengan sudut pandang yang unik & beda.
  • Foto potrait yang baik adalah yang memiliki JIWA. Bisa diperoleh dengan mengeksplor background, ekspresi, mata, cahaya. Lensa fix 50ml cocok untuk ini.
  • Environmental potrait adalah foto potrait  yang bercerita mengenai situasi.
  • Untuk foto budaya / culture bisa berupa foto yang bercerita mengenai suatu event budaya. Lakukan EDM (Entire Detile Moment ) ambil suasana keseluruhan (menggunakan lensa wide) setelah itu baru memotret detil setiap momen.
  • Untuk street photography kita bisa lebih bebas dalam mengeksplor dan berkreasi.
  • Saat traveling penting untuk mengambil foto sebanyak mungkin agar kita bisa melakukan seleksi kemudian.
  • Siapkan / rencanakan foto perjalanan dengan baik, meliputi : (1) Waktu Terbaik (perlu mengetahui waktu terbaik ke lokasi tujuan, a.l terkait cuaca); (2) Peralatan Kamera (siapkan kamera dan perlengkapannya sesuai kebutuhan dan kondisi setempat); (3) Informasi Detil (a.l : lokasi, sejarah, kearifan lokal, spot-spot terbaik, dll. Hal ini bisa diperoleh melalui review foto-foto setempat yang sudah dipublish.

Ranar menutup sesi paparannya dengan memberikan kunci sukses di dunia travel photographer yaitu : konsistensi, personal branding, terus belajar dan berkarya lebih baik, perbanyak jaringan dan lakukan fotografi untuk masa depan.

Tips dari Ranar Pradipto

Materi Fotografi Jurnalistik oleh Ricky Martin

Setelah sesi materi dari Ranar Pradipto, pada sesi selanjutnya, peserta diajak untuk mengenal dan memahami foto jurnalistik oleh Ricky Martin yang merupakan salah seorang fotografer Natgeo Indonesia. Bagi yang penasaran dengan sosok satu ini, dapat mengintip akun IG @ricky_jalanjalan yang penuh dengan foto-foto apiknya.

Materi kedua dengan Narasumber Ricky Martin

Sebagaimana kita ketahui, pekerjaan jurnalis adalah menceritakan kembali suatu kejadian / keadaan tertentu kepada khalayak, dengan tujuan tertentu agar mudah dipahami oleh sasaran tersebut. Oleh karena itu, sebuah karya jurnalistik bisa dikatakan sebagai rekaman peristiwa / obyek yang diperbincangkan umum.

Selanjutnya, untuk dapat menghasilkan sebuah karya jurnalistik yang baik maka seorang jurnalis harus mendasarkan karyanya pada FAKTA dan informasi yang benar dan dapat dipercaya. Fakta tersebut dapat diperoleh melalui : observasi langsung, wawancara maupun referensi literatur. Rumus 5W+1H (What, Who, When, Where, Why dan How) adalah dasar pengumpulan fakta untuk menunjang topik yang akan disampaikan.

Demikian pula foto jurnalistik harus memiliki syarat-syarat sebagaimana karya jurnalistik lainnya. Foto Jurnalistik dapat digolongkan pada beberapa kategori, a.l hardnews (aktualitas yang terikat oleh waktu); feature (faktual yang terikat oleh waktu); potret (fokus utama pada ekspresi seseorang); ilustrasi (informasi pelengkap dari sebuah tulisan) ataupun photostory (sejumlah foto yang tampil berurutan dan saling menguatkan antara satu foto dengan yang lainnya).

Bercerita dengan foto dapat dilakukan secara deskriptif ataupun naratif. Cara deskriptif melalui sekumpulan foto yang disusun membentuk suatu paparan atas suatu peristiwa, namun tidak mempunyai cerita yang lengkap dan sifatnya informatif. Adapun cara naratif adalah menyusun sekumpulan foto yang membentuk sebuah hubungan yang terkait satu sama lain, dan memiliki alur cerita sehingga memberikan makna bagi yang melihatnya.

Cara naratif ini dapat dibedakan kembali menjadi 3 kategori yaitu : essay (memberikan sudut pandang pemotret terhadap suatu peristiwa); series (menggunakan sudut pandang dan teknik foto yang sama untuk memotret berbagai obyek yang berbeda); dan dyptich (menghasilkan makna baru dengan menyandingkan dua foto yang berbeda).

Tips dari Ricky Martin

  • RISET merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai persiapan sebelum melakukan pemotretan, baik itu untuk foto perjalanan maupun jurnalistik.
  • ETIKA dalam pemotretan itu penting. Model released sangat diperlukan terutama bagi foto untuk keperluan komersial, meskipun di ruang publik. Izin itu tidak diperlukan bila bukan untuk komersial namun etika pemotretan tetap harus dikedepankan.
  • Setiap obyek mempunyai zona nyaman masing-masing. Pemotret yang baik akan masuk ke dalam zona nyaman mereka terlebih dahulu, baru mengambil momen sesuai keperluannya.

Etika Fotografer menurut Ricky Martin.

Menutup paparannya malam itu, Ricky mengingatkan kembali akan perlunya ETIKA fotografer, a.l : melakukan riset sebelum melakukan pemotretan di lapangan, melakukan pendekatan terlebih dahulu kepaca subyek foto, membaur dengan lingkungan setempat, jujur kepada narasumber atau obyek foto tentang maksud pemotretan tersebut dan juga bertanggung jawab secara moral terhadap hasil foto karyanya.

Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah sedikit catatan mengenai tips-tips fotografi yang kuperoleh saat mengikuti kelas TelusuRI tanggal 24 September 2020 lalu, tidak hanya mengenai fotografi perjalanan namun juga tentang foto jurnalistik. Banyak hal baru dan mencerahkan yang kuperoleh dari materi-materi narasumber, mudah-mudahan catatan kecil ini juga bermanfaat bagi sahabat, khususnya yang mempunyai minat di bidang fotografi. Teman-teman ada pengalaman tentang hal ini juga? Yuk bagi kisahnya di kolom komen ya.. Teima kasih..

Baca juga pengalamanku mengikuti acara lain dari TelusuRI : Kangen Piknik? Ikut Virtual Tour Saja!

36 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.