LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Pengalaman Pertama Kami Kelola Budikdamber

| 52 Comments

“Assalamualaikum…. Mas Edy, niki Lelene..”

“Waalaikumsalam.. Oh, nggih Pak, maturnuwun. Kathah sing tumbas, Pak?”

“Alhamdulillah..lumayan, Mas. Saged kangge tumbas bibit malih”

“Alhamdulillah..mugi-mugi sukses nggih Pak”

“Aamiin..”

 ***

Itu adalah sepenggal percakapan adikku dengan pengurus KRPL Guyub Rukun kemarin, saat beliau mengantarkan Ikan Lele pesanan kami, hasil panen dari budidaya Lele dalam kolam yang menjadi salah satu kegiatan kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari -KRPL- di RT kami.

Tentang KRPL, bisa dibaca di tulisan yang ini.

Beberapa waktu sebelumnya keluarga kami juga telah melakukan budidaya Lele di rumah dengan menggunakan ember. Alhamdulillah sempat beberapa kali panen dan saat ini sedang menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum memulai budidaya Lele lagi. Nah, sementara adikku mempersiapkan calon kolamnya, aku akan tuliskan dulu pengalaman pertama kami membudidayakan ikan dalam ember.

Sekilas Tentang Budikdamber

Oya, apakah teman-teman sudah tahu tentang Budikdamber? Itu lho…istilah yang merupakan singkatan dari budidaya ikan dalam ember, yang merupakan cara sederhana untuk membudidayakan ikan dan dapat diterapkan di rumah-rumah.

Budikdamber ( Sumber Ilustrasi : Budikdamber Official )

Budikdamber yang awalnya diinisiasi oleh Juli Nursandi -pakar, praktisi pertanian sekaligus dosen di Politeknik Negeri Lampung- ini merupakan penerapan inovasi teknologi pertanian akuaponik (yaitu polikutur ikan dan sayuran) dengan menggunakan ember sebagai tempat budidayanya.

Keunggulan dari Budikdamber ini adalah tidak serumit sistem akuaponik, hemat air, zero waste, menggunakan peralatan sederhana dan tidak menggunakan bahan kimia. Pengelolaan Budikdamber ini relatif mudah, bahkan bisa digunakan sebagai alternatif pembelajaran anak-anak sejak usia SD, tentunya dengan bimbingan orang dewasa.

Pengalaman Pertama Kami Kelola Budikdamber

Pemilihan Jenis Ikan & Sayuran

Setelah membaca beberapa tutorial pengelolaan Budikdamber (yang mudah kita cari di internet), hal pertama yang kami diskusikan adalah jenis ikan dan sayuran yang akan kami kombinasikan budidayanya.

Ada beberapa jenis ikan yang cocok untuk Budikdamber (yaitu yang tahan dalam kondisi oksigen rendah) a.l : Gabus, Gurame, Lele, Patin dan Betok (yang ini kami kurang mengenal jenisnya), akhirnya kami memilih Lele selain karena itu salah satu kesukaan kami, konon perawatannya relatif mudah. Maklum…pemula, tentu pilih yang mudah-mudah saja..😊

Begitu juga untuk jenis sayurannya, kami memutuskan memilih kangkung karena sudah terbukti paling mudah dirawat. Paling nggak rewel lah.. Dan olahan kangkung tentu juga menjadi kegemaran kami..

Bahan & Alat yang Dibutuhkan

Sarana Budikdamber

Beberapa sarana Budikdamber

Berikut ini adalah list bahan dan alat yang kemarin kami gunakan pada Budikdamber Lele-Kangkung :

  • Ember ( yang kami gunakan ukuran 35 liter)
  • Solder
  • Tang
  • Kawat ram
  • Gelas plastik bekas kemasan AMDK (10 gelas / ember)
  • Kain flanel
  • Media tanam (kami menggunakan Rockwool)
  • Tusuk gigi
  • Benih / bibit Kangkung
  • Bibit Lele
  • Pakan ikan (pelet)

Pada percobaan pertama kemarin kami menebarkan 100 ekor bibit Lele ukuran 4-5 cm yang dibagi dalam 3 ember. Sedangkan untuk kangkungnya kami menggunakan benih yang disemai pada Rockwool (karena sekalian semai untuk hidroponik) dengan jumlah 5-6 benih per gelas plastik.

Oya, kalau teman-teman ingin membuat sendiri pot hidroponik, inspirasinya bisa di lihat di tulisan satu ini.

Pembuatan Budikdamber Lele-Kangkung

Persiapan Media Tanaman

  1. Rendam benih kangkung semalaman hingga sprout (berkecambah) dan siap dipindah ke Rockwool.
  2. Potong Rockwool berbentuk kotak berukuran 2×2 cm, buat beberapa lubang di permukaannya (gunakan tusuk gigi), masukkan benih kangkung yang telah sprout ke masing-masing lubang. Semprot dengan air dan tata pada wadah yang diisi sedikit air. Biarkan dalam kondisi bagian bawah Rockwool terendam air hingga daun mulai muncul, siap untuk dipindahkan ke gelas plastik.
  3. Potong-potong kain flanel dengan panjang sekitar  dua jengkal dan lebar 1-2 cm
  4. Dengan menggunakan solder buat lubang-lubang di bagian bawah gelas.
  5. Masukkan kain flanel ke dalam gelas lalu keluarkan kedua ujungnya menjuntai melalui kedua lubang tersebut.
  6. Masukkan Rockwool berisi kangkung muda, siap untuk ditata pada permukaan ember.

Persiapan Media Budikdamber

  1. Persiapan tempat untuk gelas plastik pada bagian atas ember.  Pada percobaan kemarin adik membuat 2 variasi tutup untuk menempatkan gelas-gelas plastik berisi kangkung : (1) bagian atas ember ditutup kawat ram dengan 10 lobang sebagai tempat gelas wadah kangkung. (2) bagian tutup ember dibuat 10 lubang untuk tempat gelas-gelas plastik berisi kangkung.
  2. Isi air ke dalam masing-masing ember hingga batas leher ember (sekitar sejengkal dari permukaan atas ember), diamkan 1-2 hari.
  3. Masukkan bibit Lele ke dalam ember, diamkan lagi 1-2 hari.
  4. Pasang gelas-gelas plastik yang telah berisi bibit-bibit kangkung, pastikan ujung flanel terendam air.

    Posisi wadah tanaman di Budikdamber

    Pastikan sebagian ‘sumbu’ flanelnya masuk ke air

Pemeliharaan Budikdamber Lele-Kangkung

Kami memulai Budikdamber ini pada 26 Juni 2020 lalu, dan sempat merekam perkembangannya hingga panen beberapa kali, terakhir pada Oktober 2020 lalu.

Hari 1 Budikdamber Mechta

Hari pertama Budikdamber Lele-Kangkung

Budikdamber ini kami letakkan di lokasi yang terkena sinar matahari, yang baik bagi pertumbuhan kangkungnya. Untuk Lele kami memberikan pakan secara rutin 3x sehari pada jam yang diusahakan sama. Ukuran pakan menyesuaikan dengan pertumbuhan Lele. Oya, dilakukan pengurasan setiap 4 hari sekali agar oksigen untuk ikan tetap terjaga.

Berikut ini beberapa foto perkembangan Kangkung dan Lele pada Budikdamber Lele-Kangkung yang pertama kali kami coba ini.

Budikdamber Mechta

Pemberian pakan Lele diusahakan pada jam yang sama setiap hari

 

H14 Budikdamber

Hari ke-14 Budikdamber Lele-Kangkung

Ibu pun antusias melihat perkembangan Budikdamber Lele-Kangkung

 

Kangkung Budikdamber 3 Minggu, ‘kutilang’ mereka..hehe

Panen pertama Kangkung setelah 4 Minggu, selanjutnya berulang setiap kali Kangkung sudah ‘gondrong’, meskipun dari pengamatan kami kondisi Kangkung pada Budikdamber ini tidak sebagus pada hidroponik biasa. Kangkungnya kutilang alias kurus-tinggi-langsing, tidak segemuk yang dibudidayakan sendiri dengan hidroponik.

Panen Lele pertama pada Bulan Agustus 2020, saat kita merayakan suasana kemerdekaan dalam kondisi pandemi. Dimasak lalu disajikan a la prasmanan bersama masakan lain dari warga, diambil oleh perwakilan masing-masing keluarga lalu dibawa pulang ke rumah.

Lele Budikdamber

Panen pertama di Hari Kemerdekaan RI Th 2020

Catatan kecil hasil uji coba Budikdamber Lele-Kangkung

*Tentang Pertumbuhan Kangkung

  • Penempatan gelas untuk media Kangkung lebih tepat pada bagian tutup ember yang dilubangi dibandingkan pada kawat ram yang dilubangi, karena memudahkan bongkar-pasang saat pengurasan.
  • Pertumbuhan Kangkung  kurang bagus, mungkin karena hanya mendapatkan nutrisi dari buangan Lele, tidak ada nutrisi tambahan.
  • Penanaman Kangkung dari bibit dengan media Rockwool sepertinya kurang sesuai, pada Budikdamber berikutnya akan dicoba dengan menggunakan batang Kangkung dewasa, dengan media arang batok kelapa (seperti ilustrasi dari Official Budikdamber di atas).

*Tentang Budidaya Lele dalam ember

  • Pembuatan lubang pembuangan air pada bagian bawah ember (dengan penambahan keran) mungkin lebih memudahkan proses pengurasan. Akan dicoba pada Budikdamber berikutnya.
  • Tingkat bertahan hidup Lele pada uji coba pertama kami ini relatif rendah, kurang dari 40% saja. Mudah-mudahan pada Budikdamber berikutnya survival rate-nya akan meningkat.
  • Bila tujuan Budikdamber untuk konsumsi keluarga saja (tidak butuh panen serentak dalam jumlah banyak), maka bila ada lebih dari 1 ember, jangan ditanam serentak, melainkan diberi jarak waktu tanam budikdamber antar ember, sehingga kebutuhan keluarga tercukupi secara kontinyu tanpa terjeda persiapan tanam budikdamber berikutnya.
  • Pengelolaan Budikdamber yang relatif mudah ini bisa melibatkan seluruh anggota keluarga, dapat menjadi alternatif kegiatan bersama yang akan makin meningkatkan interaksi anggota keluarga.

Salah satu hasil olahan Lele Budikdamber

Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalaman pertama kami dalam mencoba mengelola Budikdamber Lele-Kangkung. Apakah di antara kalian ada yang ingin mencoba juga, atau bahkan sudah pernah mencobanya? Yuk, bagi kisahnya di kolom komen ya.. Terima kasih..

Tambahan info dari Pak Juli Nursandi (Official Budikdamber) :

  • Kondisi Kangkung yang ‘kutilang’ kemungkinan disebabkan 2 hal : (1) Kurang Sinar Matahari. (2) Terlalu sering ganti air.
  • Untuk pengurasan dilakukan 4-14 hari sekali, tergantung apakah ikan sudah banyak muncul ke permukaan.
  • Cara pengurasan / buang kotoran sebaiknya hanya membuang lumpur yang ada di bag bawah saja.

***

Keterangan :

*niki = ini

*Kathah sing tumbas = banyak yang membeli

*Saged kangge tumbas bibit malih  = bisa untuk membeli bibit lagi

*mugi-mugi = semoga

 

52 Comments

  1. Selama masa pandemi ini lingkungan saya juga mengembangkan tanaman seperti kangkung dan sawi tapi untuk peternakan lele blm sih belajar dari artikel ini keknya saya mau mencoba pengembangbiakkan lele buat dikonsumsi sndiri

  2. Bermanfaat banget mbak, lumayan ya bisa panen ikan Lele untuk dimasak. Pastinya ada kepuasan tersendiri kalau dapat hasil panen. Awalnya aku bingung lho Budikdamber itu apa? Oalah ternyata wkwkwk

  3. detail buangeett mba, makasii makasiii penjelasannya
    aku selama ini piara lelee di kolam depan rumah

    tapii kalo ujan, air kolamnya suka amber
    akhire lelenya mencelat ke darat, dan dimakan kucingku 🙂
    welehh deleehh, batal deh aku maem lele penyet wkwkwkw

  4. Wah bermanfaat banget ini mbak artikelnya, pernah lihat temen kantor bikin kaya gini, kalo ditekuni lumayan juga ya hasilnya

  5. ini kekinian sekali, semenjak pademi banyak teman yang bikin budidamber. klo saya sendiri pengen juga biar bisa sekalian panen lele dan kangkung

  6. Awal pandemi kemarin, ibuku juga beli ember yang dilubangi dan dijadikan budidaya jkangkung dan lele

    Sayangnya saat aku pingin pesan, orangnya gak bisa nganter ke Tangerang, karena dari Jakarta. Mau bikin sendiri, belum bisa.

    Dipikir juga, lahan kami terbatas, dan lahan yang mendapat sinar matahari ya di luar pagar rumah. Seneng ngelihat lelenya, gemuk juga ya.

  7. Kak Tanti, kami juga sedang budidaya lele…tapi di tumpangkan sama padi.
    Semoga berhasil yaa..
    Aku juga pengen makan lele dari hasil ternak sendiri begini..hihii~
    Lebih lahap makannya.

  8. Seru banget kak, proses nyaa . Saya ga telaten nih rawat ginian. Post ini ngebantu bangett .. makasih ulasannya kak

  9. Budidember ini bisa jadi salah satu solusi panen lele/kangkung tapi memiliki area terbatas.
    Inspiratif..di tengah kondisi seperti saat ini tetap produktif yg bahkan menghasilkan budidaya yang bisa juga utk dikonsumsi

  10. Wow mantap sekali kak. itu yang dinamakan ketahanan pangan. jadi bisa membuat lauk dari hasil panen lelenya. jadi pengen. terimakasih pencerahannya.

  11. Bermanfaat banget ini mbak. Sebelum baca keseluruhan saya fokus judul kiriman ada spesies baru ternyata akronim dari budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember.

  12. Jelas dan lengkap cara2 BUDIDAMBER hehe boleh juga tuh singkatannya. Keren. Bunda sangat, sangat ingin membudidayakan ikan lele kesukaan bunda dan cucu. (sukanya bukan main dama lele goreng, gak ada bosannya) sekali santap bisa 4 ekor. Di mana ya ada pelatihan budidaya lele ini. Share with me, please.

  13. asyik banget pas panen yaa mbaa.. dan bisa sekaligus budidaya lele dan juga menanam kangkungnya. Suksees mbaa

  14. Ok bunda zkan klik link tutorialnya tapi bunda tuh tuh butuh tutorial utk belajzr offline. Berarti hrs menunggu Covid 19 bubrah dulu.

  15. Ya ampun keren banget mbak. Ini bener2 dari awal sampai ke meja makan namanya 🙂

  16. Wuih lelenya seger2 buat dimasak. Asyik banget bisa panen lele di rumah sendiri.

  17. wah, iya…di Jakarta juga banyak budikdamper kaya gini. orang2 kelurahan mensosialisasikan ini ke warganya.

    hasil panen lumayan juga ya…
    gada lauk bisa ambil di budikdamper kita sendiri ya.

    Ketahanan pangan yang bagus nih…

  18. Wah, pengin nyobain mbaa… Tapi aku bingung mau budidaya iwak opo ya, secara aku ki rewel soal makan ikan hehehee… Gabus tuh kayaknya punya manfaat pengobatan tertentu ya, coba ah nyari infonya dan diskusi dengan ibu. Biasanya yang telaten merawat beliau sih hihihii…

  19. Aku kira apa budikdamber hehe. Ternyata budidaya ikan dalam ember. Ini bagus banget idenya bisa jadi ketahanan pangan bagi masyarakat yang lahannya kecil ya. Aku jadi pengen coba, telaten ga ya

  20. Belajar dari artikel.ini, saya mau mencoba budikdamber (budi daya ikan dalam ember) sepertinya seru deh dan pasti bermnafaat.

  21. 3 tahun terakhir, papaku membuat budidaya lele metode bioflk. pakai kolam terpal itu. Ternyata skrg melalui ember pun bisa yaa. kerennn

  22. anakku suka banget lele, tetangga ada sih yang budidaya tapi memang lahannya luas, kalau lahan minimalis di rumahku kayaknya bisa coba trik ini ya mbak

  23. Menarik juga ini mbak. Sudah lama kepincut pgn coba ini.. Tapi apakah worth it untuk diganti nila gtu sih mba????

  24. Kontennya bagus banget Mb Mechta, saya baru tau loh bisa budidaya ikan dalam ember sekalipun temen kos ku dulu pernah melihara lele dalam akuarium. Ini suami rencana pengen beli akuarium untuk pelihara ikan hias. Mending dananya alokasikan buat ini aja ya. Sip2..makasi banyak infonya mb

  25. Aku nggak gitu suka lele mba Tan, kalau diganti ikan lain itu ada rekomendasi lain apa gitu ya. Gemes banget liat prosesnnya mba. Seru ya ternyata, bikin sendiri, panennya double sayur dan ikan udah nggak suka belanja ke pasar.

  26. Baru tahu nih tentang Budidamker. Berarti itu dr sekitar 30an bibit lele yang tersisa dan berhasil dipanen cuma sekitar 18 ya?

  27. Adik saya juga beternak lele dan bertanam kangkung mbak, dia beli peralatannya di markeplace..sedap banget lelenyaa…

  28. baru tahu nih tentang budikdamber. Jadi pengin ikutan nyoba. Berarti itu dari 30an bibit lele cuma berhasil dipanen setengahnya ya mba?

  29. Jadi pengen ikutan Budikdamber juga.
    Bisa buat belajar tanggung jawabnya anak-anak juga.
    Bikin jadwal buat kasi umpan dan kontrol airnya.

    Siapin waktu, alat dan bahan ah..

  30. Pernah lihat budikdamber kek gini, dan tertarik. Masalahnya aku takut sama lele, hehe. Tapi kalau makan doyan.

    Seru banget ya bisa budidaya lele dan kangkung secara barengan. Asyik lagi ada diary budidayanya gini, jadi ikut belajar juga. Makasih untuk inspirasinya mbak.

  31. Jadi nggak ada aroma gak enak ya mba, kalo rajin nguras airnya. Kan biasanya kalo ternak lele tuh selalu tercium aroma gak enak. Aku mupeng tapi gak ada tempatnya lagi di teras udah full tanaman

  32. Wah seru membayangkan panen lele untuk sekeluarga kayaknya asik ya Mba, dan dijamin lelenya lebih fresh. Mau coba bikin ah Mba, dan bakal bolak balik intip blog ini buat tutorialnya

Leave a Reply

Required fields are marked *.