LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Menikmati Festival of Light di Pekalongan

| 92 Comments

Lalang Ungu. Hai teman.. Bagaimana weekend kemarin? Semoga cerah ceria sehingga energi untuk beraktivitas pekan ini bisa penuh ya… Oya, apakah kalian sudah menikmati Festival of Light di Pekalongan? Kalau belum, nih..kukasih bocoran keseruannya ya.. hehe..

Apa sih Festival of Light itu?

Festival of Light ini adakah sebuah acara hiburan yang dikemas dalam konsep pertunjukan dan disain taman dengan elemen utama cahaya yang ditampilkan dalam warna-warni dan aneka bentuk lampion, juga kolaborasi cahaya, air dan musik dalam pertunjukan air mancur menari. Nah, acara di Pekalongan ini diselenggarakan oleh official Taman Pelangi, yang juga telah melakukan road show di banyak kota di Indonesia, antara lain Semarang, Solo, Jogja dan Palembang.

Kapan & di mana pertunjukannya?

Di Kota Pekalongan, pertunjukan ini pembukaannya bersamaan dengan pembukaan acara Pekan Inovasi dan Kreativitas Kota Pekalongan yaitu tanggal 24 Agustus 2018 lalu dan baru akan berakhir pada 23 September 2018 nanti.

Pertunjukan diadakan setiap malam (ya iyalah…namanya juga pertunjukan cahaya..kalau siang mah mati gaya..). Loket buka mulai jam 17.00 dan pertunjukan selesai jam 23.00 setiap malamnya.

Lokasi Festival of light Pekalongan ini adalah di Taman BP2MK Jl Diponegoro  atau lebih banyak dikenal sebagai eks Rumah Dinas Bakorwil III di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan.

Apa saja yang dapat kita nikmati di sana?

Dancing Fountain atau air mancur menari adalah sajian utama yang bisa kita nikmati di Festival of light ini. Kolaborasi apik dari pengaturan gerakan air, permainan cahaya dan musik yang tepat sangat menyenangkan untuk kita nikmati. Setiap malam ada 3x waktu pertunjukan yaitu jam 19.00, jam 20.00 dan jam 21.00. Setiap sesi pertunjukan terdiri dari 3 lagu yang mengiringi tarian air ini, dan masing-masing lagu 3-4 menit. Ini sebagian keindahan Air Mancur Menari itu.

Lantern Park atau taman lampion dapat kita nikmati di sela-sela / jeda pertunjukan air mancur menari. Berbagai bentuk lampu / lampion warna-warni ditata sedemikian rupa di area taman sehingga sangat menarik untuk dinikmati pengunjung, juga tempat ber-selfi-ria yang apik 😃

Lantern Park – Festival of Light Pekalongan

Selain itu, ada pula 3 wahana bermain untuk anak, antara lain area bermain dengan kelinci. Ada pula istana balon dan area bermain di mana anak-anak bisa bebas bermain lompat-lompatan di sana. Adapula area kuliner sehingga pengunjung tidak perlu keluar area bila ingin makan / minum di antara waktu menikmati pertunjukan / wahana permainan yang ada.  Oya, keseruan krucil kami bermain bersama kelinci dan pose-pose di Lantern Park juga sudah ada di Channel Youtube Mechta Deera

Berapa tiket masuknya?

Ada dua kategori harga nih. Untuk weekday (Senin – Jumat) HTM Rp25.000/org, sedangkan untuk weekend HTM Rp30.000/org. Harga ini berlaku untuk anak >3 tahun dan orang dewasa. Untuk baby atau Batita free

Oya, harga itu tidak termasuk untuk wahana permainan anak ya .. Untuk masing-masing wahana permainan anak tiketnya Rp15.000/anak, boleh didampingi 1 orang dewasa (free). Demikian juga untuk area kuliner..bayar sendiri-sendiri tergantung jenis pesanannya ya..hehe..

Pengalamanku saat dua kali mengunjungi festival ini asyik sekali lho… Yang pertama dengan ibu dan adik-adikku, kami sempat¬† menikmati 2x pertunjukan Dancing Fountain sebelum keluar arena dan menikmati penampilan stan-stan Pekan Inovasi dan Kreativitas Kota Pekalongan. Yang kedua bersama krucil kami yang sangat antusias menjelajah kesana-kemari di area Lantern Park maupun di wahana bermain anak 😃

Sisi di Festival of Light Pekalongan

Oya, kalau datang di Malam Minggu, siap-siap ya… Ruameeee pwool!! Masuk dan keluar arena antriannya nggak santai blas! Anak-anak dan Lansia perlu ekstra perhatian saat uyel-uyelan itu. Semoga saja penyelenggara menambah pintu akses keluar tidak hanya satu pintu saja demi keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Menurutku, lebih nyaman datang awal (sebelum jam 7) lalu menikmati pertunjukan tidak sampai jam tutup. Setelah sesi Dancing Fountain kedua belum banyak pengunjung keluar sehingga tidak berdesakan di satu pintu keluar. Apalagi bila membawa anak-anak Balita, jam-jam segitu sudah ngantuk biasanya hehe..

Nah, itu cerita pengalaman kami menikmati Festival of Light Pekalongan. Seruuu… Bagi teman-teman yang ingin menikmati keseruannya, capcus deh… mumpung masih ada waktu sampai tanggal 23 September nanti. Teman-teman lain yang punya pengalaman seru melihat festival seperti ini, bagi cerita di komen yuk…

92 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.