“Wuk, Sigandu ki ngendi, to?”
“Pantai Sigandu, napa Mah?”
“Iyo ya’e.. wingi ana sing cerita bar dolan mrana..”
“Pantai Sigandu caket kok Mah, teng Batang ngriku. Ngersake mrika napa?”
“Yo yuuk..mumpung kowe prei..”
Itu penggalan percakapanku dengan ibu, di hari Minggu yang lalu. Rupanya ibu ingin jalan-jalan. Sebenarnya agak ragu-ragu berangkat ke Sigandu saat itu, karena waktu itu sudah jam 10 lebih, sedangkan biasanya kami ke pantai pagi hari ataupun sore sekalian, mengingat cuaca siang hari yang lumayan terik di daerah kami. Apa asyiknya ke pantai siang-siang begitu?
Namun ketika kusampaikan keinginan ibu kepada adikku, dia bilang tidak apa kalau berangkat sekarang, toh pantainya dekat..kalau nanti terlalu panas ya nggak usah lama-lama di sana..yang penting ibu senang karena sudah kelakon jalan-jalan sebentar hehe.. Iya juga kupikir, mungkin ibu bosen sehari-hari di rumah saja. Maka kamipun segera bersiap-siap menuju Pantai Sigandu. Continue reading “Siang hari ke Pantai Sigandu Batang? Kenapa tidak…”