Buku bertuliskan namaku : Proyek Monumental 2014

Jumat pagi ini, seperti biasa burung-burung berkicau menyemangatiku membuka hari.  Setelah menyelesaikan rutinitas pagi, kulirik jam di dinding kamar, dan ternyata masih cukup waktu untuk ingak-inguk di dunia maya… Maka akupun menghidupkan si merah, lalu mulai mengetikkan kata kunci dan ketika melihat dinding FB ku, langsung semangat melihat status Pakdhe yang mengabarkan telah dimulainya sebuah kontes baru.  Mungkin itu akan memecah kebuntuan ide selama beberapa hari ini… Maka akupun segera menuju TKP.

Ah, ternyata Pakdhe memberikan tantangan untuk berkreasi di tahun 2014, dan aku seperti terlecut oleh tantangan Pakdhe itu : ini saatnya aku menuliskan tekadku untuk mewujudkan mimpi selama ini !  Mimpi apakah itu ?

Buku bertuliskan namaku sebagi penulisnya.   Menerbitkan buku hasil karyaku sendiri.  Ya, mungkin itu impian kodian, dalam arti banyak teman lainnya yang bermimpi sama, tapi tetap itu mimpi spesial bagiku.  Bagi beberapa teman lain bahkan sudah bukan menjadi impian lagi.  seperti Pakdhe misalnya. Menyaksikan keberhasilan beliau menerbitkan 1 buku dan kemudian disusul terbitnya buku-buku beliau lainnya, sangatlah menginspirasiku ! 🙂

Kenapa teman-teman lain telah bisa mewujudkan mimpi, sementara mimpiku masih utuh berwujud mimpi?

Ah, sungguh aku malu.  Sejujurnya, halangan terbesarku selama ini adalah rasa minder.  Apakah apa yang kutulis layak untuk dibaca orang lain? apakah hasil karyaku pantas untuk dipublikasikan? Apakah…apakah…apakah… ah… begitu banyak  kata ‘apakah’ yang selama ini menghalangi langkahku, hingga aku berhenti di satu titik dan tak maju-maju 🙁   Sudah saatnya menyingkirkan ragu & beranjak dari zona minder itu… !

Pagi ini, menjawab tantangan Pakdhe, aku sekaligus menantang diriku sendiri : Di tahun 2014, harus kuwujudkan impianku !  Ya, dengan menuliskan ini, mau tak mau nanti aku harus merealisasikannya, entah bagaimana caranya, karena bagiku menulis adalah seperti berkata-kata.  Apa yang kita tulis seperti apa yang kita katakan, haruslah dapat dipertanggungjawabkan.  Ini adalah semacam janji -disaksikan banyak orang- alangkah maluuuu…. bila nantinya aku tak sanggup merealisasikan janji itu.

Maka, setelah menuliskan ‘janji’ ini, aku akan segera membuka-buka kembali draft yang dulu pernah kutulis itu.  Setidaknya ada satu kumpulan kenangan atas pengalaman indah 2 tahun lalu, dan belajar dari pengalaman Pakdhe yang telah membukukan tulisan-tulisannya di blog, hal itu juga bisa menjadi langkah awalku mewujudkan mimpi.  Tak lupa aku harus mencermati lagi beberapa tulisan teman tentang bagaimana langkah-langkah menerbitkan sebuah buku.  Hm, aku yakin ini memang bukan hal mudah… tapi, dengan Bismillah…. semoga Allah memberi kemudahan…

Teman-teman…. selamat hari Jumat…. mohon doa dan dukungannya yaa…. 🙂

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014.

31 thoughts on “Buku bertuliskan namaku : Proyek Monumental 2014”

  1. Itu impian gue juga! Udah gitu aja … Dan moga terealisasi segala impiannya, Bu! Ingat selalu satu kalimat sakti: “kalo elo bisa memimpikannya, so elo juga bisa mewujudkannya!” *motivasi.

    siip…. Aamiin, trims supportnya… betewe.., gimana rencana kolaborasi kita? hehe….

  2. ikut mendoakan semoga segera terwujud ya bun untuk bisa mempunyai buku dengan nama sendiri

    Aamiin… trims supportnya, Jeng Lidya 🙂

  3. Semoga tidak hanya menjadi angan2
    Salam

    Mohon doanya, Pakdhe… semoga diberi kemudahan dari NYA untuk mengikuti jejak Pakdhe 🙂

  4. coba yang self publishing aja dulu mbak. Klo sdh nerbitin di self publishing, nyalinya menawarkan di major publishing mungkin sdh muncul.

    siip… maturnuwun masukannya ya… 🙂

  5. wah mba mechta udah ikutan aja hehehe
    semoga proyeknya lancar ya mba, dan menang kontes juga..
    btw, alamat domain saya ganti mba, mohon difollow ulang, terimakasih..

    aamiin… trims supportnya Tina… pengen bisa produktif seperti Tina, hehe… oya, trims juga info alamatnya, ntar kesana deh… 🙂

  6. Plok..plok..plok..jadi juru kompornya Diajeng. Bisa merasa sensasi di toko buku, kenal lho dg penulis buku menawan ini, pyayi Kota Batik pernah tinggal di Sal3. Hayo Jeng dilanjut dan sukses. Salam

    nyuwun pangestunipun, Bu Prih… mudah2an mimpi lama itu bisa segera diwujudkan… aah, ngapunten bu.. belum sowan dalem mayanipun ibu malih.. hehe…

  7. salam kenal mbak. 🙂

    sudah seharusnya begitu. oh ya, kalau berkenan, bisa kolaborasi dengan saya. penerbit dah siap. tinggal tulisannya saja.
    saya juga memiliki puisi, cerpen dan essay yang jumlahnya lumayan.

    salam kenal juga… terima kasih yaa… eh, tawaran bagus niih… silahkan tengok cerpen / FF ku yg baru beberapa gelintir itu… kali2 saja sesuai harapan… hehe….

  8. langsung mampir dari blognya pakde…
    salam kenal…. 🙂
    Sukses dengan event blog camp…. 🙂

    Maturnuwun sudah mampir, Mamaniyya… salam kenal juga… sukses bersama yaa… 🙂

  9. Semoga sukses Mba Mechta.
    Saya belum pede ikutan kontes proyek monumental itu Mba. Huehehehe.
    Kalau sudah terbit kabar-kabari ya Mba.. 😀

    Danii… Pa kabar? maaf ya blm bs maen2 ke sana.. hehe.. trims supportnya, Dan… ini proyek menantang diri sendiri, Dan… mudah2an benar2 terwujud. Aamiin…

  10. Ah menulis buku jg impian ku Mbak Mechta. Tp dengan semangat kendor begini apa bisa terlaksana? Hehehe sukses yaMbak Ya menang kontes ya nulis buku

    Insya Allah, mbak Evi pasti bisa… ayo semangat mbak… saling mendoakan & mendukung ya mbak. Trims supportnya 🙂

Leave a Reply to jiah al jafara Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *