Cabe Jawa, tumbuhan merambat berkhasiat obat.

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar / membaca kata ‘Cabe Jawa‘, teman?

Tadinya aku langsung memikirkan kata ‘lombok‘ yang merupakan sebutan dalam bahasa Jawa untuk kata Cabai / Cabe ( Capsicum spp).

Dan ternyata… itu salah…

Penampakan sang Cabe Jawa itu..sama sekali berbeda dari buah Cabai yang selama ini kukenal sebagai salah satu tanaman sayur bahan sambal yang berwarna-warni : ada merah, hijau, putih kehijauan, kuning kemerahan dll itu…

Nah… ini dia penampakan buah dari buah  Cabe Jawa itu :

cabejawa
Cabe Jawa ( piper retroractum )

Ternyata, menurut Wikipedia tumbuhan yang dikenal juga sebagai Cabai Jamu / Lada panjang / Cabai solak (madura) / Cabia (sulawesi) dan bernama ilmiah Piper retrofractum Vahl. syn. P. longum ini merupakan tanaman asli Indonesia yang populer sebagai tanaman obat dan tumbuh di pekarangan maupun hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600 m di atas permukaan laut ).

Ooh… sudah populer tooh? hihi…

Ah.. rupanya aku memang telat tahu tentang tumbuhan ini.

Aku baru melihat tumbuhan ini ketika beberapa waktu lalu ada kegiatan di salah satu Kelurahan, dan di salah satu sudut halaman rumah penduduk aku melihat tumbuhan yang merambat pada sebuah pohon. Awalnya kukira semacam sirih namun aku tertarik pada buah yang bentuknya unik, seperti jari berwarna hijau dan merah yang menyembul diantara rimbun dedaunannya.

Beberapa teman yang bertugas bersamaku siang itu tak tahu nama / jenis tumbuhan itu, begitupun perangkat kelurahan & tokoh masyarakat setempat yang mendampingi kami.

Rasa penasaranku akhirnya terjawab ketika aku menyempatkan diri bertanya pada pemilik rumah.  Bapak itu lah yang kemudian menerangkan bahwa tumbuhan merambat itu bernama Cabe jawa dan merupakan salah satu tanaman obat.

cabejawa-3
Tumbuhan Cabe Jawa merambat pada pohon inangnya

Apakah khasiat buah berbentuk bulir membulat dengan panjang sekitar 2-3 cm yang berwarna hijau saat muda dan menjadi merah cerah saat menua itu?

Banyak tulisan mengenai manfaat Cabe Jawa ini, salah satunya pada Blog Melacak Alam, yang menuliskan bahwa efek farmakologis dari buah ini adalah bersifat dingin, menghilangkan rasa sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran dan mengatur menstruasi. Sedangkan menurut si bapak pemilik tanaman di Kelurahan Banyurip Alit itu, selama ini dia menjual buah kering Cabe Jawa ini ke toko obat cina / shinshe sebagai bahan jamu kuat…

cabejawa-2
Buah-buah Cabe Jawa yg sedang diangin-anginkan hingga kering sebelum siap dijual ke toko obat / shinshe.

Selain buahnya yang bermanfaat, menurut beberapa tulisan lain daun dan akar tumbuhan ini pun berkhasiat obat lho… Untuk mengetahui lebih rinci tentang manfaat bagian-bagian tumbuhan ini serta resepnya, silahkan cari dengan keyword manfaat cabe jawa… 🙂

Nah.. itu dia cerita perkenalanku dengan Cabe Jawa yang berkhasiat obat ini… Apakah di sekitarmu ada juga tumbuhan ini, teman ? Apa sebutannya di sana?

81 thoughts on “Cabe Jawa, tumbuhan merambat berkhasiat obat.”

  1. Mba ga sendiri.
    Aku juga baru tahu tentang Cabe Jawa ini.

    Terus terang sering BW ke sini, wawasan aku jadi ikut terdongkrak, terutama tentang tanaman.

    Terima kasihku, mba…
    Tetaplah menginspirasi… 🙂

    1. Menurut yg sudah mencoba pedas dan menimbulkan rasa hangat di tubuh mba..tapi maaf saya blm pernah mencoba hehe..

    1. Oh ini salah satu bahan pembuatan bir pletok ya Chi? Ah..jadi penasaran pengen coba juga minuman tradisional itu

  2. Aku tau tentang cabe jawa ini, tapi baru tau kalo tumbuhannya merambat. Dan baru tau jg kalo ternyata berhasiat sebagai obat. Kirain utk bumbu masakan aja

  3. Aku kenal cabe jawa dulu waktu masih kecil. Suka dipake mbahku untuk masak-masak kalo lebaran. Aku lupa tp masakan apa, daging kayaknya sih

  4. aku sering sih lihat si Cabe ini, tapi malah baru tahu pohonnya dari postingan ini. Kirain pohonnya gede semacam pohon Salam gitu, ternyata aku salah hehehe

    1. Kata si bapaknya yg punya, biasanya yang beli pedagang jamu mba.. tapi di pasar tradisional biasanya ada, di bagian yg jualan bahan jamu tradisional

  5. Di Jawa, ada jamu “cabe puyang” yang sangat populer sebagai penghilang pegal-linu dan capek-capek. Salah satu bahannya memang cabe jawa ini.

    ah, begitu ya Mang… trims infonya 🙂

  6. Ehh saya juga nggak tahu Mechta..malu-malu in ya..
    Btw rasanya apa ya pedas?

    nggak papa Bu… saya juga baru saja tahu, je.. hehe… Kata yg pernah ngicipi rasanya agak pedas / hangat bu… saya sendiri blom ngicipi.. 🙂

  7. Kalau di Bali, cabe ini disebut dengan nama Tabya Bun (Tabya = cabe; Bun = tanaman yang menjalar, vine). Ini adalah bahan bumbu yang sangat umum digunakan dalam masakan sehari-hari di Bali, terutama yang menggunakan Basa Gede sebagai bumbu dasarnya. Rasanya hangat .

    Trimakasih infonya, mbak Dani… Tabya Bun.. nama yg cantik juga 🙂

  8. Dulu waktu kecil pernah nemu tanaman ini dan buahnya cuman lupa di mana. Ternyata banyak manfaatnya dan namanya cabe jawa toh Mba. Maturnuwun ilmunya. 🙂

    sami2.. Dani.. nah, Dani malah lebih dulu tahu ya.. 🙂

  9. Dalam minuman tradisional bajigur yang dikemas moderen, aku baca, salah satu kontennya cabe jawa Mbak Mechta. Oo..jadi seperti ini to bentuk mentahnya …Makasih atas sharing nya Mbak 🙂

    Trima kasih jg sdh mampir lagi di sini, mbak Evi… eh, bajigurnya agak pedas berarti ya mbak? hehe…

  10. Ciri daun dan buahnya lebih dekat ke Piperaceae ya Jeng.
    Terima kasih ikutan belajar lah sami ini tukang kebun dan wong Njawi yang wonten njawi (di luar) ehe..
    Salam

    naah… ada Bu Prih… jadi ingin lebih tahu ttg tumbuhan ini, Bu.. 🙂

  11. pernah lihat saya pikir itu tidak bisa digunakan bun

    nah berarti di sana masih banyak ya.. klo di sekitarku agak jarang jadinya aku telat kenal hehe…

Leave a Reply to Keke Naima Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *