LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Pengalaman Mendampingi Ibu Melakukan Otentikasi TASPEN secara Mandiri

| 41 Comments

Pengalaman mendampingi ibu melakukan Otentikasi Taspen secara Mandiri. Hai Sahabat Lalang Ungu, jumpa lagi kita… Kali ini aku akan ceritakan pengalaman kami saat mendampingi ibu melakukan Otentikasi TASPEN secara mandiri (self authentication) dengan menggunakan smartphone. Nah, sebelumnya mari kita ketahui dulu tentang Otentikasi TASPEN ini ya..

Pengalaman otentikasi TASPEN mandiri

Otentikasi TASPEN, apa itu?

Otentikasi TASPEN adalah cara yang digunakan untuk membuktikan bahwa penerima pensiun masih hidup (proof of life). Sebelumnya dilakukan dengan ketentuan untuk penerima pensiun datang langsung ke kantor TASPEN pada waktu-waktu tertentu / secara berkala, biasanya setiap 6 bln sekali. Nah, saat ini otentikasi telah dilakukan dengan menggunakan teknologi yaitu dengan perekaman data Biometrik yaitu data wajah, suara dan sidik jari. Data biometrik ini yang akan digunakan sebagai dasar pengecekan selanjutnya.

Lalu, apa itu aplikasi Otentikasi TASPEN?

Aplikasi Otentikasi TASPEN ini adalah aplikasi untuk melakukan self authentication / otentikasi mandiri, diakses melalui aplikasi mobile yang dapat di-install pada smartphone. Dengan menggunakan aplikasi ini, otentikasi mandiri dapat dilakukan di mana saja penerima dana pensiun berada.

Apa manfaat Otentikasi TASPEN ini?

Dengan dinyatakan otentik melalui Otentikasi TASPEN ini, penerima pensiun tidak perlu datang langsung ke kantor pembayaran pensiun, dapat mengambil dana pensiun melalui ATM secara mudah, meskipun tidak dilakukan sendiri.

Bagaimana cara melakukan Otentikasi TASPEN secara mandiri?

  1. Pastikan penerima pensiun sudah melakukan enrollment / pengambilan data biometrik. Untuk ibu kami, peremajaan data ini sudah dilakukan tahun lalu, dengan melakukan perekaman wajah, suara dan sidik jari.
  2. Install aplikasi Otentikasi TASPEN melalui play store.
    Aplikasi Otentikasi TASPEN di play store

    Aplikasi Otentikasi TASPEN di play store

    Apabila telah terinstal, buka aplikasi dan inilah halaman awal :

    Halaman awal aplikasi Otentikasi Taspen

    Halaman depan aplikasi Otentikasi TASPEN

  3. Masukkan NOTAS dengan benar sesuai dengan nomor yang ada pada kartu pensiun. Lalu tekan tombol biru bertuliskan otentikasi.
  4. Pengenalan Wajah. Posisikan HP di depan wajah sasaran, posisikan gambar wajah tepat pada batas yang tersedia. Lakukan perintah-perintah dengan perlahan, a.l : Tatap layar; Gelengkan kepala; Anggukkan kepala; Buka Mulut; Kedipkan mata. Jika identifikasi wajah sukses maka akan langsung menuju tahap berikutnya. Jika gagal, diberi kesempatan 2x lagi melakukan perintah-perintah tersebut.

    Identifikasi wajah pada Otentikasi Taspen

    Identifikasi / Pengenalan Wajah

  5. Pengenalan Suara. Pada layar akan tampak deretan angka yang harus dibaca oleh sasaran. Saat membaca, tekan tombol merah yang ada di bagian bawah untuk merekam suara, lepaskan bila sudah selesai membaca. Seperti halnya pengenalan wajah, diberi kesempatan 2x lagi apabila pengenalan yang pertama gagal.

    Pengenalan suara pada apk.Otentikasi TASPEN

    Tahap Pengenalan Suara pada Otentikasi TASPEN

  6. Bila kedua pengenalan ini berhasil, maka setelah beberapa waktu akan muncul pemberitahuan bahwa proses identifikasi ini berhasil.
    Hasil Otentikasi TASPEN

    Hore..berhasil…

    Jika salah satu atau kedua pengenalan ini gagal, maka menuju pada tahap selanjutnya.

  7. Pengenalan sidik jari. Posisikan jari-jari sasaran pada batas yg disediakan, fokuskan, lalu klik kamera agar terekam aplikasi. Selanjutnya akan muncul nilai hasil pengenalan dalam prosentase. Pengenalan berhasil bila nilai yang muncul >60%.
  8. Muncul hasil final identifikasi : gagal atau berhasil.

    Otentikasi Taspen gagal

    Jika gagal…ini hasilnya..

Nah demikianlah langkah-langkah melakukan otentikasi TASPEN secara mandiri dengan menggunakan HP/smartphone.

Lalu, bagaimana pengalaman kami kemarin? Mudah / susah kah untuk melakukannya?

Syusyaaaaah….!! 😅😅

Haha..itu jawaban jujur. Melakukannya setiap langkahnya sih mudah ya karena tinggal mengikuti arahan suara dalam aplikasi ini. Tapi mendapatkan hasil OTENTIK sesuai yang diharapkan, ternyata tidak semudah yang kau kira, Ferguso!! 😆

Sebagai catatan, usia ibu kami yang menjadi sasaran otentikasi ini adalah 83 th. Dengan keterbatasan beliau sebagai Lansia tentu saja beliau tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Kami harus membantu beliau melakukan otentikasi ini, yang ternyata harus berkali-kali dilakukan sebelum mendapat hasil OTENTIK. Kebetulan kondisi ibu sedang tidak sehat dalam otentikasi kali ini, sehingga suara beliau lemah, agak berubah dari saat perekaman biometrik, mungkin itu sebabnya beberapa kali gagal di pengenalan suara.

Dalam pengenalan wajah, kecepatan dalam melakukan gerakan yang diminta juga tampaknya mempengaruhi hasil, tidak hanya ketepatan atas gerakan yang diminta. Yang kami rasa paling sulit adalah pengenalan sidik jari. Angka yang diperoleh paling tinggi hari 40-an saja. Apakah belum setahun penambahan keriput di jari-jari sedemikian merubah data biometrik ibu? entahlah..

Tips agar berhasil dalam otentikasi TASPEN secara mandiri

Hm, sebenarnya kami masih merasa kesulitan dalam pengalaman pertama ini sehingga baru berhasil setelah percobaan yang kesekian kalinya. Tapi, beberapa tips berikut ini mudah-mudahan berguna :

  1. Lakukan dalam ruangan yang terang. Gunakan tambahan lampu bila kondisi kamar / ruangan kurang terang, karena ini akan mempengaruhi hasil.
  2. Dalam pengenalan wajah lakukan perintah secara perlahan saja. Tidak perlu tergesa / cepat-cepat karena akan mempengaruhi proses pengenalan. Oya, jika menggunakan kerudung, pastikan tidak menutup wajah. Tanggalkan kacamata.
  3. Saat perintah ‘tatap layar’ maka pastikan untuk ‘menatap ke arah kamera HP’ bukan ke tengah layar HP. Karena bila yang dilakukan adalah menghadap bagian layar HP maka hasil pengenalan kurang sempurna.
  4. Dalam pengenalan suara, lakukan pembacaan angka-angka dengan jelas namun tidak tergesa-gesa. Ohya, untuk angka ‘0’ dibaca NOL bukan KOSONG.
  5. Usahakan meminimalisir suara lain selain suara sasaran saat pengenalan suara. Suara kendaraan yang lewat, suara musik, dll akan mengganggu. Pilih waktu dan tempat yang tepat (relatif sepi) agar proses pengenalan tidak terganggu.

Nah, teman…itulah pengalaman kami saat mendampingi ibu melakukan Otentikasi TASPEN secara mandiri dengan menggunakan smartphone. Alhamdulillah berhasil meskipun belum terlalu lancar. Semoga pada pengenalan berikutnya lebih lancar daripada kali ini..hehe..

Apakah teman-teman ada yang punya pengalaman serupa? Yuk..silakan share di kolom komen ya..

41 Comments

  1. Ibuku bukan Taspen ig Mbak, ikutnya ASABRI. Tapi, belum ada otentikasi kayak gini. Masih manual, harus minta surat ke Balai Desa dulu, terus kirim ke BRI. Gitu terus tiap 6 bulan sekali. Semoga ASABRI ke depannya bisa niru TASPEN ah. Kasihan lho, bayangin para pensiunan yang udah sepuh-sepuh harus ngurus surat ini itu, hanya demi pembuktian bahwa ybs masih hidup.

    • Sependek pengetahuanku, di TASPEN juga baru ini mbak.. mungkin karena pertama masih banyak kendala. Iya mba..suka kasihan kalau lihat para sepuh harus datang sendiri dan antre lagi.hiks..

  2. Autentikasi secara mandiri dari Taspen ini sungguh inovasi yang menarik dan berfaedah. Apalagi, mengingat orang tua kita yang sudah sepuh. Kasian kalau mereka disuruh datang ke kantor dan menunggu lama-lama hanya untuk pencairan dana.

    • Betul..hanya saja dalam pelaksanaannya agak sulit juga utk lansia melaksanakan dg tepat perintah dalam aplikasi ini. Mgkn lebih tepat bila ini ditujukan pada pensiunan baru (usia belum terlalu lanjut)

  3. Waah ini keren bgt dan aku baru tauuu… Jd memudahkan ya otentikasi secara online gini. Tfs mba 🙂

  4. Mba, ibuku koq belum melakukan proses ontentikasi ini ya. Selama ini ibu ambil pensiun dari bank langsung, bukan ke Taspen. Beda atau sama kah perlakuannya?
    Kalau memang harus otentikasi juga, ntar akan segera kubuatin.

    • Kalo utk pengambilan langsung di kantor pos / bank / Taspen tampaknya tidak perlu pakai ini, kecuali bila ingin pakai ATM, karena otentikasi ini utk membuka block di ATM. Nah, utk otentikasi rutin ke Taspen yg semesteran itu masih tetap bisa. Masalahnya ibu kurang sehat, sehingga kalau harus datang & antri agak berat..

  5. Ya Allah Mbak… nggak kebayang susahnya. Mana ibu udah sepuh gitu ya. Sampai berapa lama tuh Mbak tes trial error? Dan ternyata emang ada triknya ya..

  6. Kalau otentikasi mandiri bisa dilakukan di rumah tentunya memudahkan penggunanya ya mbak. Kadang bapak/ibu penerima pensiun itu sudah sepuh sehingga untuk menuju ke kantor Taspen agak susah. Dan baru tahu ada cara seperti ini mbak. Kalau ibuku terima pensiun di kantor Pos dan memang sesekali ke kantor Taspen yg jaraknya lumayan jauh. Harus naik bus ramai2 agar tidak nyasar. TFS ya mbak.

  7. Waahh boleh bgt nih info buat dikasih tau ke uwak n sodara yg lain. Jd gak perlu repot2 lg harus ke kantor utk ngambil uang pensiunannya

  8. sekarang bisa ya dengan aplikasi jadi semakin memudahkan ya, walau tidak mudah juga ya mba hiihi. Terima kasih mba infonya coba saya kasih tau ke mertua saya.

  9. Bagus juga Taspen membuat aplikasi yang memudahkan peserta, memang untuk para pensiunan harus selalu ada validasi data secara berkala, itu untuk menghindari penyalahgunaan bahwa penerima memang masih hidup bukan sudah tiada namun ada yang tetap mengklaim masih ada.
    Ada banyak celah penyalahgunaan lain sebenarnya.
    Soal identifikasi sidik jari, mestinya juga bisa diperhatikan apakah faktor usia akan berperan pada perubahan data. Jari yang sepuh memang cenderung mengendur elastisitas kulitnya jadi itu berpengaruh pada identifikasi.
    Semoga ke depannya Taspen bisa lebih baik lagi dan bisa mennyingkirkan pensiunan nakal yang tak berhak lagi menerima tunangan karena janda/duda penerima pensiun itu telah menikah lagi. Di kampung saya hal itu lumrah dan ada banyak. Janda pensiunan namun usia masih tergolong muda lalu menikah lagi dan punya anak sampai cucu, namun ajaibnya bisa tetap terima tunjangan. Entah apakah sudah dari dulu memalsukan surat pensiunnya sehingga bukan atas nama suami lagi melainkan diri sendiri, atau pakai cara yang wallahualam. Malas saya. Itu ngasih contoh buruk karena tetap beroleh tunjangan padahal tak berhak lagi.
    Yah, bagi penerima pensiunana pada tahun ’90-an. Sekarang mah gak tahu bagaimana aturannya, semoga kian ketat. Kasihan negara yang harus keluar APBN untuk yang tak berhak.

    • Betul mba…validasi semacam ini memang penting agar dana tepat sasaran. Semoga ke depan bisa lebih mudah saja utk Lansia dalam melakukan proof of life ini..

  10. Baca artikel ini jadi pengen coba langkah-langkah otentikasi taspen, soalnya ibu saya juga penerima taspen dan kasian kalau harus bolak-balik ke kantor untuk mengambil uang pensiun

    • Semoga bermanfaat ya mba.. pastikan ibu sudah diambil data biometrik ya mba sebelum memakai aplikasi ini..

  11. Aku nggak tahu nih, ibu mertua udah melakukan otentikasi Taspen atau belum. Tapi biasanya sih cerita kalo ada hal baru, kayak beli sepeda statis itu, telpon aku dan ngabari kalo punya sepeda statis.

    Ternyata banyak juga ya kendalanya, nggak boleh ada pengaruh suara dari luar juga. Coba deh nanti aku nanya sama ibu, udah melakukan otentikasi atau belum.

  12. Teknologi jaman sekarang, luar biasa ya, Mbak.. Kita semakin dimudahkan. Biar ngga harus pergi-pergi, jadi di rumah pun bisa autentikasi.
    Semoga ke depannya lebih baik lagi pendataannya. Tapi menurut saya memang harus benar-benar autentik sih yaa.. Supaya tidak terjadi penipuan dll.

  13. Wah, teknologi menjadikan segala sesuatu lebih mudah ya, termasuk otentikasi ini. Pasti lebih mudah bagi para pengguna TASPEN ya

  14. Aplikasi ini benar-benar memudahkan, apalagi khususnya untuk Taspen ya mbak. Jadi ingat ibu yang sebentar lagi pensiun. Ntar tak sampaikan ke Ibu jadi enggak mesti repot ke kantor Taspen lagi.

  15. Alhamdulillah teknologi makin menyentuh semua kalangan ya mbaa.. sampai pensiunan pun bisa menikmati kemudahan teknologi lewat aplkasi online di HP 🙂

  16. Aku bookmark ya mba, kayaknya bisa bermanfaat buat urusan ibuku juga nih, biar nggak capek2 urus di luar hihi makasi banget sharingnya mbaa

  17. Inget taspen jadi inget almarhumah nenek
    Tapi dulu enggak seribet ini
    Cuma kalau dari sisi keamanan sekarang emang lebih baik ya

  18. oh sekarang bisa melalui smartphone ya mbak otentifikasi taspen. Sejak kakak meninggal mamaku yang anter-anter nenek setiap 6 bulan sekali mengurus taspen sampai uang pensiun. Karena umurnya udah leih dari 85 tahun kadang ada pihak dari bank yang mendatangi nenek. Allhamdulillah masih sehat-sehat tapi namanya sudah umur pastinya harus selalu didampingi kalau mengurus kaya gini.
    Nanti aku infokan ke mamaku deh soal otentifikasi taspen, baru tau aku juga soalnya

  19. Mamaku kayaknya belum melakukan ini deh, karena beliau belum meminta kami untuk mendampinginya melakukan hal ini. Mungkinkah di daerah Sulawesi hal ini belum diberlakukan?

  20. Selama ini mamaku menerima uang pensiunnya via kantor pos, kebetulan kantor pos juga dekat dari rumah mama jadi setiap bulan mama jalan kaki ke kantor pos untuk menerima uang pensiunnya 🙂

  21. Oh baru tau aku bisa dilakukan secara online.
    Jadi nenek aku gak perlu repot pergi ke tempatnya nih.

  22. Dulu aku nemani ibuku ke Taspen tapi belum ada online ngantri lama deh. Sekarang lebih midah ya

  23. Ternyata otentifikasi taspen bisa dilakukan secara mandiri ya..
    Selama ini mamah belum tau soal ini. Nanti bantu mamah untuk otentifikasi mandiri ah…

  24. Wah, Taspen pun sekarang udah ada aplikasinya? Keren banget. Tapinya iya, kayaknya kalo buat orang tua, kudu didampingi ya cara bikin dan otentikasinya ini. Semoga banyak yang mendapat manfaatnya.

  25. oke juga ya mba sekarang ada program otentifikasi Taspen..dan pastinya untuk memudahkan juga ya. Happy bias membantu Ibu ya mba

  26. Alhamdulillah dengan adanya aplikasi jadi dimudahkan ya para orangtua
    yang jelas, harus dibimbing ya orang tua ini agar tidak salah-salah dan bingung
    Dilakukan online pula lebih memudahkan

  27. Saya belum punya pengalaman serupa tapi pengalamannya ini bermanfaat banget mbak. So saya bookmark dulu ya. Sempat bakal ngalami hal yang sama saat mendampingi mama saya nanti….

Leave a Reply

Required fields are marked *.