Assalamualaikum, Bapak, Ibuk… Apa kabar? Kula kangen…
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Seakan berlari.. Tahun ini, tahun ke-27 kepergian Bapak, dan tahun ke-4 sepeninggal Ibuk. Tahun terus berbilang, namun rindu ini tak akan pernah hilang..
Ohya Pak, Buk.. Ini Bulan Agustus, bulan perayaan. Tahun ini negara kita genap 80 tahun. Di luar sana gegap gempita perayaannya, namun tak semua ceria. Ada pula cerita-cerita luka dan kecewa anak Bangsa. Duuh..semoga bangsa ini semakin baik di masa depan..
Tapi Pak, Buk..ada yang spesial di peringatan HUT RI tahun ini, khususnya untukku. Ya, ini adalah perayaan HUT RI terakhirku sebagai ASN sebelum purna di tahun depan. Dan yang spesial tahun ini adalah, di tahun terakhir pengabdianku ini aku mendapat penghargaan Presiden berupa Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun yang disampaikan langsung oleh Pak Wali. Alhamdulillah..

Pak, Buk.. Rasanya baru kemarin kulihat senyum bangga di wajah Bapak-Ibuk, ketika aku resmi memperoleh NIP. Deretan angka identitas sebagaimana yang Bapak dan Ibuk punya sebagai abdi negara.
Tahun demi tahun kujalani tugasku dengan mengacu pada semangat pengabdian kalian berdua. Bapak Ibuk adalah role model ku selama ini. Kedisiplinan, kejujuran, pantang menyerah dan semangat untuk terus memberikan yang terbaik adalah pelajaran besar dari kalian yang terus berusaha kuterapkan dalam pengabdianku.
Pak, Buk..aku teringat pada dua foto lama di antara banyak foto yang menghias dinding rumah lama kita. Satu foto bapak dan satunya foto ibuk. Kedua foto itu diambil dalam waktu yang berbeda, namun ada kesamaannya yaitu senyum di bibir dan lencana emas di dada kiri. Lencana penghargaan pengabdian Satya Lencana Karya Satya.
Alhamdulillah, dua lencana serupa kini juga kumiliki. Yang pertama SLKS 20 tahun yang kuterima di tahun 2019 saat masa pengabdian 27 tahun dan yang kedua baru kuterima di tanggal 15 Agustus kemarin, SLKS 30 tahun di masa pengabdian ke-33 tahun.
Pak, Buk…masa pengabdian ini akan segera usai. InsyaAllah tinggal beberapa bulan ke depan. Akan menjadi kebanggaan buatku, kelak setelah berhasil napak tilas jejak baik Bapak Ibuk: menyelesaikan pengabdian dengan tetap bersih & bermartabat. Semoga di atas sana, kalian akan selalu tersenyum bangga padaku..
Bapak, Ibuk…salam takzim dan doa terbaik kagem panjenengan berdua, panutanku…