Jurnal Anggrek 8: Cerita Vandaku

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Sahabat, kali ini aku akan menuliskan perkembangan salah satu anak-ijo ku, yaitu Si Vanda.

Perkenalanku dengan Anggrek Vanda

Seperti pernah kuceritakan juga di blog ini beberapa tahun lalu, perkenalanku dengan Anggrek jenis Vanda ini terjadi ketika kami mengunjungi salah satu tempat wisata di daerah Tegal, khususnya sebuah Kebun Wisata Anggrek.

Di kebun itulah aku jatuh cinta dengan salah satu anggrek cantik spesies asli Gunung Slamet, yang kemudian kutahu namanya adalah Anggrek Vanda Tricolor. Saat itu mencoba adopsi seedling Vanda

Vanda Tricolor di Wisata Taman Anggrek
Vanda Tricolor spesies Gn Slamet

Anggrek Vanda merupakan jenis anggrek yang monopodial yaitu tumbuh satu batang ke atas (beda dengan anggrek dendrobium yang simpodial) dengan daun panjang sempit dan agak kaku, yang helainya tersusun seperti kipas. Ada banyak macam Vanda, salah satunya yang Tricolor ini mempunyai bunga cantik putih bercorak ungu nan cantik..

Mencoba Merawat Anggrek Vanda

Sepulang dari Tegal waktu itu aku membawa 1 anakan Vanda Tricolor, sayangnya hanya berumur beberapa minggu..hiks.. Hal ini sempat membuatku takut merawat Vanda lagi, namun alhamdulillah ketakutan itu berakhir juga.

Tahun 2021 kembali memberanikan diri adopsi Vanda, kali ini anakan hasil Kultur Jaringan di kantor kami, dan kemudian adopsi juga Vanda dewasa yaitu Vanda Limbata.

Seedling Vanda di Lab Kuljar Dinperpa
Bunga Vanda Limbata
Vanda Limbata

Perkembangan Seedling Vanda Adopsi 2021

Ternyata pertumbuhan anggrek Vanda relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan anggrek dendrobium maupun anggrek Bulan.

Pertumbuhan Seedling Vanda
Catatan pertumbuhan Seedling Vanda April-Oktober 2021

Sempat terjadi busuk akar beberapa minggu pertama yang menyebabkan pertumbuhan teeganggu sehingga dilakukan beberapa kali ganti media dan pot, hingga akhirnya akhir Tahun 2021 itu dilakukan lepas pot, pindah tanam tempel pakis di pohon Jambu.

Seedling Vanda akhirnya ditempel di pakis dengan tambahan sedikit media sabut kelapa

Alhamdulillah setelah itu akar sehat mulai muncul dan daun-daun tidak kisut lagi, meskipunmasihbelum ada penambahan daun baru. Penyiraman dan pemupukan dengan pupuk organik dilakukan bersama dengan anggrek-anggrek rawatan kami lainnya.

Kondisi baby Vanda di awal tahun 2022

Hari berlari dan tahun pun berganti. Alhamdulillah si Vanda semakin betah di tempat nangkring barunya. Belum ada penambahan jumlah dain yang signifikan, namun daun-daun lama tampak sehat dan semakin memanjang. Yang paling terlihat perkembangannya adalah pertumbuhan akar yang makin banyak dan kuat memeluk media menopang pertumbuhan sehat Vanda ini.

Kondisi Vanda di Tahun 2024

Dan berikut ini adalah penampilan terkini Vanda di akhir September 2025 ini, masih dengan tampilan tanaman terlihat mungil namun akar sehatnya cukup banyak Mudah-mudahan si Vanda remaja ini tetap sehat dan segera dapat berbakti dengan memunculkan bunganya. Aamiin..

Penampilan Vanda di akhir September 2025

Sahabat Lalang Ungu, demikian ceritaku kali ini, tentang perkembangan anggrek Vanda adopsian Tahun 2021. Apakah kalian ada pengalaman serupa? Yuk bagi kisahnya di kolom komen yaa…

14 thoughts on “Jurnal Anggrek 8: Cerita Vandaku”

  1. Cantik sekali seperti namanya Vanda Limbata.. bunga favoritku anggrek sejauh ini anggrek bulan masih jadi tanaman impian buat bikin kebun anggrek pribadi, sayang belum punya rumah dengan area yg pas hihi

  2. Kalau diimgat² daku belum pernah melihat anggrek Vanda seperti itu secara langsung. Cantik ya motif dan warnanya, bisa dirawat sendiri pula

  3. Kadang suka pengen coba memelihara tanaman, tapi takut gak keurus jadi belum pernah coba. Bicara soal anggrek, aku jadi inget pas kecil dulu suka megang-megang bunganya lembut aja gitu. Habis itu entah kenapa bawaannya selalu tenang.

  4. Anggrek salah satu tanaman kesukaan ibuku, dan Alhamdulillah nya ibu selalu sukses nanam Anggrek, sampai tetangga suka bilang tangan ibu dingin karena serasi merawat Anggrek. Setiap nyuci beras airnya gak dibuang, selalu disiram ke Anggrek.

  5. Yeaaa~
    Seneng banget ka Tantiii is Back!
    Aku suka pas ka Tanti berbagi pengalaman mengenai tanaman gini.. bikin duniaku lebih kaya dan bisa jadi bahan obrolan buat ibu dan mama mertua.

    Mamah juga hobi merawat anggrek, ka.. Tapi rasanya berbunganya memang jarang banget yaa..
    Gitu itu “musiman” atau nunggu usianya pas untuk berbunga, ka Tan?

  6. Aku punya anggrek ini, Kak, tapi baru tahu namanya Vanda, hehehee… Sayangnya aku gak paham cara nanamnya gimana. Ternyata butuh effort tahunan ya untuk menumbuhkan bunga cantik ini.

  7. Lho ternyata nama anggreknya Vanda ya. Cantik sekali namanya. Dulu punya banyak anggrek di rumah. Tapi ditinggal merantau ke Jakarta lalu hiks mati semua. Mau mulai lagi udah terlalu capek. Tapi tetep suka sih liatin anggrek.

  8. Nama Anggreknya cantik banget sesuai bentuknya hehe.. saya suka angrek tapi tak pernah mencoba untuk menanamnya di rumah, karena tangan saya kurang dingin hehe..sepertinya menanam angrek ini harus telaten apalagi menggunakan sabut kelapa ya.

  9. Baca cerita tentang anggrek selalu bikin tenang, apalagi kalau ditulis detail kayak gini. Aku jadi keingat dulu punya satu pot anggrek di rumah, rasanya bangga banget pas bunganya mekar. Pengen punya anggrek vanda juga ah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *