Kelor: Antara Mitos dan Manfaat Nutrisinya

Dunia tak selebar daun kelor

Sahabat Lalang Ungu, kemungkinan besar tahu peribahasa itu ya? Atau minimal sudah pernah dengar / baca ya. Sebuah peribahasa yang artinya kurang lebih bahwa dunia ini tidaklah sempit bahkan sangatlah luas, jadi jangan lekas putus asa ketika menghadapi sebuah masalah/kesulitan, masih banyak pilihan dan kesempatan lain.

Tapi..apakah sahahat semua tahu juga, seperti apakah penampakan si daun Kelor itu??

Ini lah penampakan Daun Kelor

Nah..yang belum pernah kenal dengan tanaman Kelor, kali ini yuuk kita kenalan dengan tanaman berdaun mungil yang besar manfaatnya ini.

Mengenal Tanaman Kelor

Dikutip dari Wikipedia, Kelor atau Merunggai mempunyai nama latin Moringa oleifera ini merupakan tanaman yang termasuk suku moringaceae , konon berasal dari daerah tropis dan sub tropis Asia Selatan namun telah menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia.

Tanaman Kelor ini mempunyai batang kayu -yang bisa tumbuh tinggi hingga 11 meter- berkulit tipis dengan permukaan kasar. Cabang-cabangnya cenderung tumbuh tegak dengan daun-daun majemuk berukuran kecil, bertangkai panjang yang tersusun selang-seling. Adapun buahnya berbentuk panjang bersegitiga dengan ukuran 20-60 cm dan cukup keras sehingga jarang diolah meskipun bisa dikonsumsi.

Pohon Kelor di kebun kantor kami

Perbanyakan tanaman Kelor ini relatif mudah, biasanta melalui setek batang. Di daerah pedesaan masih sering kita temukan turus-turus batang Kelor dijadikan pagar hidup di kebun / ladang.

Mitos tentang Kelor

Selain dikenal karena peribahasa di atas, mungkin ada pula di antara Sahabat Lalang Ungu yang mengenal Kelor ini karena adanya mitos mistis yang beredar di masyarakat.

Ya, di kalangan masyarakat tradisional memang terdapat mitos-mitos bahwa Daun Kelor ini erat kaitannya dengan hal-hal mistis, karena dipercaya menyimpan energi spiritual yang dapat menangkal energi negatif sehingga seringkali digunakan dalam ritual pengusir setan, sihir, penangkal santet, dan penyembuhan supranatural lainnya.

Adanya mitos tentang Kelor ini membuat ada orang-orang memburunya, namun juga ada orang-orang yang menghindarinya karena merasa takut/khawatir. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya tanaman ini mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Kandungan Nutrisi Daun Kelor

Nah..selain mitos yang terkait mistis itu, ternyata Daun Kelor mempunyai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, sehingga tanaman ini dikenal sebagai salah satu super food juga lhoo…

Dari beberapa artilel yang pernah kubaca, diketahui bahwa kandungan nutrisi utama Daun Kelor ini a.l:

  • Protein. Daun Kelor merupakan salah satu sumber proin nabati yang baik
  • Vitamin. Daun Kelor mengandung Vit A, B2, B6 dan Vit C
  • Mineral. Daun Kelor kaya akan Kalsium, Fosfor, Kalium, Zat Besi dan Magnesium.
  • Serat. Faun Kelor mengandung serat yang penting untuk pencernaan.
Kadar Protein Daun Kelor (Sbr gbr: FB Pupuk Tanaman Sehat)
Nutrisi Daun Kelor (Sbr gbr: FB Pupuk Tanaman Sehat)
Sbr Gbr : FB Balitbang Kementan

Olahan Daun Kelor

Nah, dengan manfaat nutrisinya yang segudang itu..pantas sekali kalau Daun Kelor ini dikenal sebagai Super Food bukan? Etapi..apakah kalian sudah pernah mengkonsumsi nya, Sahabat?

Cara termudah memperoleh manfaat gizi dari Daun Kelor ini adalah dengan mengolahnya menjadi menu sehari-hari kita. Berikut ini ada beberapa alternatif masakan dengan bahan Daun Kelor.

  1. Teh Daun Kelor. Teh ini dapat dibuat dengan menggunakan beberapa lembar daun kelor atau 1 sendok makan bubuk daun kelor, diseduh dengan air panas dan didiamkan beberapa menit hingga hangat dan siap dikonsumsi. Sebagai pemanis dapat ditambahkan madu / gula merah, sesuai selera.
  2. Sayur Bening/Sop Daun Kelor. Daun Kelor dapat disayur bening (dengan bumbu Bawang Merah & Temu Kunci) ataupun dibumbu Sop (bumbu Bawang Putih, Merica dan sedikit Pala). Sebagai pelengkap dapat ditambahkan wortel / jagung / mentimun / Labu. Yang perlu diperhatikan adalah memasukkan daun kelor pada akhir waktu masak, sehingga nutrisinya tetap terjaga.
  3. Dadar Daun Kelor. Untuk lauk dapat dibuat telur dadar dengan menambahkan daun kelor. Pecinta pedas dapat menambahkan irisan cabai sesuai selera, pada adonan dadar.
  4. Tumis Daun Kelor. Selain dibuat sayur berkuah, daun Kelor ditumis enak juga lho.. Kombinasikan dengan tahu / tempe / daging, sesuai selera.
  5. Bobor Daun Kelor. Bagi penikmat makanan bersantan, sayur Bobor Daun Kelor ini bisa menjadi salah satu pilihan. Selain menggunakan bahan utama daun Kelor, dapat ditambahkan Labu siam, tahu atau telur puyuh rebus untuk lebih nikmatnya.
Dua di antara banyak variasi olahan Kelor

Sahabat Lalang Ungu, itulah ceritaku kali ini tentang tanaman Kelor, yang tidak hanya terkenal dengan mitis mistisnya, namun ternyata juga merupakan super food / makanan yang bergizi tinggi.

Apakah Sahabat suka juga dengan olahan Daun Kelor? Yuk, bagi kisahnya di kolom komen yaa…

17 thoughts on “Kelor: Antara Mitos dan Manfaat Nutrisinya”

  1. Setuju, daun kelor benar-benar banyak manfaatnya buat kesehatan bahkan bisa jadi campuran makanan juga. Satu lgi, efektif buat menambah kuantitas ASI ibu. Awalnya aku kira rasanya pahit deh, tapi pas nyobain enak apalagi pake kuah bening

  2. Aku pernah menulis artikel superfood salah satunya adalah daun kelor.. banyak banget nilai nutrisi dari daun kecil-kecil ini..
    Tapi in real life berdasarkan pengalamanku sendiri makan daun kelor rasanya entah kenapa susah banget ditelen hihi.. lama banget gitu lewatin tenggorokan ini hahaha

  3. Sering dengar mitos Kelor, padahal manfaat superfood-nya luar biasa! Penting sekali edukasi ini agar orang fokus ke nutrisinya (Protein, Vitamin, Mineral). Inspirasi olahan Teh Kelornya akan saya coba, Kak! Terima kasih sharing-nya!

  4. Kayaknya dekat rumah ada daun kelor. Boleh juga nih pankapan dimasukkan dalam telur dadar, jadinya bisa mendapatkan nutrisinya. Siip, nuhun artikelnya Bu Tanti

  5. Mitos tentang daun kelor ini aku malah baru tahu beberapa tahun belakangan ini mbak. Jujur di rumah tuh kelor tinggal petik karena tumbuh liar di belakang rumah bapak-ibuk. Dan setiap petik² gitu ibu tidak pernah cerita hal² mistis. Hehehe..

    Kalau di rumah sayur bening kelor dengan jagung dan labu siam ini sudah pasti ada, jika ibu sudah mager masak. Wkwkwk.. apalagi ada sambal terasi, ikan asin, tempe tahu.

  6. Mitosnya kelor tuh emang ada banget apalagi buat ngusir hal mistis. Jadilah saudaraku gak pernah nebangin pohonnya. Ibuku sendiri sukanya bikin sayur bening pakai kelor. Kayanya nanti aku mau nyoba menu versi lain deh apalagi tahu kalau manfaat tanaman ini banyak banget

  7. Setiap saya dan suami nanam kelor, selalu tidak pernah tumbuh. Gagal terus
    Tapi pas ibu saya nanam, padahal nanam nya juga asal-asalan gitu eh beneran tumbuh sampai sekarang dan pohonnya udah gede banget
    Alhamdulillah asupan daun kelor buat kami tidak begitu sulit lagi sekarang tuh

  8. Daun kelor banyak sekali manfaatnya. Setau saya bagus buat menambah produksi ASI. Disayur juga enak lho daun kelor itu. Terus katanya sih kalau di dunia mistis gitu bisa mengusir jin pakai daun kelor…tapi gak tau sih bener apa enggaknya, kalau yang terakhir itu

  9. Jujur belum pernah nyobain daun kelor ini. Tapi ternyata khasiatnya banyak juga ya. Jadi penasaran kaya gimana rasanya. apa mirip dengan daun katup?

  10. Dari dulu cuma daun kelor dari peribahasa, dan aku baru tahu tentang daun kelor di tahun ini, waktu itu lihat di TikTok. Tapi gara-gara artikel ini, aku jadi tau kalau daun kelor ini vitamin atau nutrisinya banyak juga. Kayaknya emang masih banyak yang mengolah daun kelor untuk dijadikan makanan. Btw jadi inget waktu kecil, aku sempat mengira daun kelor kecil sebagai putri malu, karena bentuknya lumayan mirip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *