Catatan Umrah 2026 (2): Seberapa Penting Persiapan Fisik Sebelum Umrah?

Hai Sahabat Lalang Ungu..apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia yaa… Alhamdulillah, sudah 2 minggu kembali ke tanah air setelah melaksanakan perjalanan umrah di akhir Maret hingga pekan pertama April lalu, kondisi tubuh sudah kembali fit, waktunya update blog dengan meneruskan catatan tentang umrah ini yaa.. Baca juga : Catatan Umrah 2026 (1).

Seberapa penting persiapan fisik sebelum umrah?

Terus terang, lumayan sering juga menerima pertanyaan seperti ini. Terutama dari teman / kerabat yang akan umrah pertama kali.

Nah, jawabanku selalu adalah : PUENTIIING SEKALI. Haha..maaf..capsloc jeboool..

Sependek pengetahuanku dan berdasarkan pengalaman pribadi, perjalanan ibadah umrah -apalagi haji- adalah merupakan ibadah yang sangat membutuhkan stamina prima. Ada banyak kegiatan di dalamnya yang perlu kesiapan fisik, selain tentu saja kesiapan mental.

Hmm..kegiatan apa saja itu?

Sebagai gambaran, mungkin dari perjalanan kami kemarin ya.. Dimulai dari keberangkatan. Jam 3 pagi jamaah sudah harus berkumpul di Masjid Bandara untuk briefing terakhir, pembagian tiket, pembagian identitas kelompok, sholat subuh, dilanjut chek in, antrian keimigrasian, dst.

Perjalanan panjang di mulai dari Adi Sumarmo Solo (kumpul jam 3 WIB) finish landing di KAA Jeddah (21.30 WIB)

Selanjutnya perjalanan ke Jeddah / Madinah memakan waktu 9-10 jam, sampai di bandara tujuan 1-3 jam ngantri urusan keimigrasian sebelum menuju hotel (jika landing di Jeddah dengan tujuan ke Madinah maka perjalanan dilanjut dengan bus beberapa jam lagi).

Sampai di Madinah, istirahat sebentar di hotel, pengenalan route Hotel-Nabawi, lanjut istirahat sambil menunggu waktu sholat berikutnya. Nah..hari-hari di Madinah selanjutnya diisi dengan perjalanan dari hotel ke Masjid Nabawi PP (setiap kali waktu shalat atau gabungan beberapa waktu shalat) yang ditempuh dengan jalan kaki bila hotel relatif dekat, atau dengan bus disambung jalan kaki bila hotel cukup jauh.

Menuju Masjid Nabawi, jelang subuh..

Saat waktu umrah tiba. Jamaah berpindah dari Madinah ke Makkah (sekitar 5-6 jam menggunakan bus atau 2-3 jam menggunakan kereta cepat), menuju hotel untuk meletakkan barang-barang lanjut rukun umrah yaitu thawaf dan sa’i. Thawaf (mengitari Kabah 7x) dengan jarak tempuh antara 0,5 – 4 km (tergantung jarak dari Kabah, lokasi di lantai dasar/lantai atas, kepadatan jamaah thawaf) sedangkan untuk Sa’i (7x perjalanan dari Safa ke Marwah, dengan total jarak tempuh sekitar 3 km). Nah..lumayan ya bila dihitung total jarak tempuh Thawaf + Sa’i ini..

Pose bersama kakak & adik setelah Thawaf..legaaa… Rehat sejenak sebelum lanjut Sa’i

Di Makkah, sebagaimana di Madinah tentu tak ingin melewatkan sholat berjamaah di Masjidil Haram, sehingga jalan kaki dari hotel – Masjidil Haram PP merupakan hal yang rutin dilakukan. Belum lagi bila ingin Thawaf sunnah yang merupakan pengganti sholat Tahiyatul Masjid di Masjidil Haram ini. Uhuuuy sekali perjuangan kedua kaki kita selama di dua tanah suci ini.

..akuu..pulaaaang…

Setelah berjuang di 2 kota suci, perjuangan terakhir adalah perjalanan pulang ke tanah air / kota domisili, yang memakan waktu 15-24 jam (tergantung jarak kota kita dengan bandara kepulangan). Kalau kami kemarin, dari Mekkah (Sabtu, 4 April 2026 jam14.00 WSA / jam 18.00 WIB -Jeddah -Jakarta – Solo – Pekalongan (Minggu, 5 April 2026 jam 20.30 WIB). Mantaaab…alhamdulillah..

Persiapan Fisik Apa Saja yang Perlu Sebelum Umrah?

Pemeriksaan Kesehatan

Nah, ada baiknya lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat umrah, untuk memastikan kondisi kesehatan kamu prima. Medical chekup nya apa saja? Lakukan pemeriksaan antara lain untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung, pernafasan, tekanan darah, gula darah, dll.

Vaksinasi Wajib

Aturan mengenai vaksinasi wajib ini sepertinya berubah-ubah. Dulu pernah yang wajib hanya vaksinasi Meningitis saja, lalu tahun 2024 lalu malah vaksin tidak diwajibkan sama sekali. Nah, pada tahun ini ada 2 jenis vaksin yang diwajibkan yaitu Meningitis dan Polio.

Form-form isian sebelum vaksinasi

Untuk mendapatkan 2 vaksin ini calon jamaah umrah dapat menghubungi pelayanan kesehatan (klinik / RS) terdekat yang menyediakan. Harga bervariasi tiap yankes, tapi juga gak jauh bedanya. Biasanya bila ambil langsung 2 vaksin (sistem paket) harganya lebih murah, hehe..

Latihan Jalan Kaki

Naah..ini nih yang pentiiiing banget. Minimal lakukan 30 menit setiap hari sejak H-30 sebelum keberangkatan, atau lebih awal lebih baik.

Latihan jalan kaki, jangan sampai di skip persiapan fisik yang satu ini yaaa…

Kenapa kukatakan penting, karena aku sendiri telah membuktikannya. Bulan-bulan sebelum keberangkatan kami di akhir Maret kemarin, adalah musim hujan. Hampir tiaaap hari hujan, sehingga tidak bisa jalan pagi/sore. Bulan selanjutnya sudah masuk Ramadhan..nah, kedua kondisi itu membuat kami sangaaaat kurang latihan jalan kaki.

Walhasil, sejak awal (di Madinah) maupun setelah di Makkah, kakiku seringkali kram meskipun -rasanya- tidak memforsir tenaga juga. Kondisi ini tidak kualami pada umrah-umrah sebelumnya di mana aku tertib melakukan latihan jalan kaki sebelumnya.

Sempat waswas ketika tiba waktunya akan umrah, takut tidak bisa maksimal melaksanakannya, namun alhamdulillah atas kuasa Allah akhirnya aku dapat melaksanakan thawaf, sa’i dan thawaf Wada’ dengan lancar dan sehat, bahkan sempat thawaf sunnah 2 kali selama di Makkah. Sungguh sangat kusyukuri. Benar-benar menjadi catatan tersendiri bagiku untuk kelak tidak lagi meninggalkan latihan jalan kaki sebelum berangkat umrah.

Persiapan Obat-obatan Pribadi

Untuk menjaga kesehatan kita selama umrah, tentunya kita harus membawa persediaan obat-obatan yang biasa kita konsumsi. Multi vitamin, obat maag, obat batuk, antibiotik, obat pegal, plester luka, itu antara lain jenis-jenis obat yang kubawa. Alhamdulillah tidak semua kepakai (obat batuk bahkan baru dibutuhkan di tanah air setelah pulang, hehe..) tapi lebih baik sedia dari tanah air karena bila beli di sana selain harganya lebih mahal, mungkin tidak selalu ada obat yang biasa kita konsumsi di sini.

Sahabat Lalang Ungu, itulah ceritaku kali ini, tentang pentingnya persiapan fisik sebelum perjalanan umrah. Ada cerita juga terkait hal ini? Yuk, bagi ceritanya di kolom komen yaa…

20 thoughts on “Catatan Umrah 2026 (2): Seberapa Penting Persiapan Fisik Sebelum Umrah?”

  1. Terima kasih Bu Tanti sudah membagikan pengalaman dan menambahkan soal tips umroh. Ini jadi masukan buat Fenni khususnya agar punya persiapan fisik yang baik, khususnya latihan jalan kaki biar makin mantap

  2. MashaAllaah..
    Barakallahu fiikum, ka Tantii.. mau nangiiiss lihat Baitullah dan Masjid Nabawi.
    Semoga Allah mudahkan kita semua kembali ke tanah haram dengan membawa segudang rindu dan doa yang in syaa Allah menggugurkan dosa-dosa.

    Semangat melatih fisik.. agar ibadah lancar dan Allah mudahkan jalani seluruh rangkaiannya dan pulang dengan ibadah mabrur. Amiin allahumma amiin.

  3. Umroh merupakan rangkaian ibadah yang berat, selain biaya nya yang cukup besar, persiapan fisiknya juga penting agar ibadahnya bisa optimal. Jalan kaki ini Olga yang mudah dilakukan dan banyak manfaat nya ya

  4. Jujur aku kepikiran banget sekarang dengan kondisi lututku yang osteoarthritis, mbak kira-kira bakal sanggup nggak ya jalan kaki buat sai? Kalau dihitung jalan buat sa’i itu sekitar 5 kilo ya tapi semoga aja nanti kalau ada rezeki umroh Allah memudahkan jalan buatku sekeluarga

  5. Saya sangat merasakan banget mbak,,,repotnya melaksanakan umroh tahun 2018 dulu, karena badan nii berat banget sementara saya harus tawaf, sai dan kemana-mana jalan kaki. Duuh pokoknya repot. Jadi beneran deh harus persiapan fisik minimal latihan jalan dulu di rumah beberapa pekan sebelum berangkat dam berat badan jangan terlalu lebih karena jujur saya merasakannya, jadi berat dan nafas pendek.

  6. Ya Allah, ibadah menuju baitullah emg butuh persiapan fisik, mental dan psikis yg besar ya kak. Sepakat bgt nih kalo urusan fisik. Soalnya di sono ya emg ga semudah kita lompat. Harus jalan kaki dr hotel menuju Mekkah, naik bus Mekkah-Madinah, ibadah sai dan thawaf yg pasti jalan kaki, kecuali udzur.

    Ya Allah mudahkanlah fisikku. Smg aku dimampukan utk bs beribadah di rumahmu ya Allah. Skrg aku jg latihan jalan kaki trs nih.

  7. Aku setuju sih, umrah itu memang butuh stamina yang nggak main-main. Dari cerita awal keberangkatan aja sudah kebayang capeknya, apalagi rangkaian ibadah selanjutnya. Jadi makin kebayang kenapa persiapan fisik itu krusial.

  8. Aku belum pernah umroh atau haji. Semoga nanti ada kesempatan juga yaaaa. Dan setuju banget selain persiapan biaya karena pasti butuh, fisik juga terutama jalan. Serangkaian ibadah haji kan emang isinya kegiatan fisik ya

  9. MashaAllah tabarakallah.
    Alhamdulillah, selain bawa kemenangan pulang ibadah, jadi ada perubahan gaya hidup untuk membiaskan diri berjalan kaki. Semoga Istiqomah selalu ya mbak.

  10. alhamdulillah ya bisa umroh dan emang bener kudu banyak persiapan terutama fisik. cuman yang jadi PR tuh kepulangannya, beberapa kali bibi saya umroh dan ibu saya juga, pulang umroh sakit. mungkin akibat kelelahan fisik selama disana ya. ini perlu jadi perhatian juga ya.

  11. Umroh salahsatu ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik karena kegiatannya membutuhkan effort besar terutama berjalan. Butuh persiapan minimal jalan kaki setiap hari minimal 1 jam pada 3 bulan sebelum berangkat.

  12. Tulisannya terasa bermanfaat dan relevan, apalagi kalau membahas persiapan fisik sebelum umrah yang memang penting banget. Bahasannya juga enak diikuti, jadi pembaca bisa lebih siap dan nggak gampang kaget saat menjalani rangkaian ibadah.

  13. Saya setuju bahwa persiapan fisik itu bukan pelengkap, tapi bagian penting dari kesiapan ibadah secara utuh. Dengan fisik yang siap, ibadah jadi lebih khusyuk, nggak mudah lelah, dan bisa dijalani dengan lebih tenang. Memang idealnya persiapan ini dilakukan jauh hari, misalnya mulai rutin jalan kaki atau menjaga pola hidup sehat, supaya tubuh tidak kaget saat di sana.

  14. Umrah adalah ibadah yang sangat butuh kesiapan. Selain jaraknya yang jauh, prosesinya butuh imunitas dan daya tahan yang tinggi. Baru beberapa minggu lalu, saudara saya pulang umrah, langsung sakit. Namun, bagi yang sangat rindu tanah suci, sepertinya itu tak masalah buat mereka.

  15. Asli, setuju banget sama tulisannya. Kadang kita suka nyepelein persiapan fisik, padahal di sana tuh beneran butuh stamina yang oke banget ya. Makasih ya Kak udah diingetin lewat catatannya, jadi punya gambaran musti mulai olahraga kecil-kecil nih biar nanti nggak gampang tepar pas ibadah.

  16. Persiapan fisik sebelum umrah memang sering dianggap sepele, padahal aktivitas di sana cukup menguras tenaga. Aku jadi kebayang kalau kondisi tubuh tidak siap, pasti ibadah jadi kurang maksimal. Penjelasan seperti ini membantu supaya lebih sadar pentingnya menjaga stamina sejak sebelum berangkat

  17. Ibadah haji dan umroh tuh perjalanan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik banget. Kebanyakan kita akan jalan dan lari-lari kecil. Kalau fisik kita nggak kuat maka kemungkinan akan sedikit merepotkan kerabat.

    aku berharap saat mampu untuk ibadah haji dan umroh, fisik masih kuat. Seenggaknya mampu menopang orang tua yang sudah mulai sepuh.

    Aamiin Ya Rabb

Leave a Reply to Massaputro Delly TP Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *